
Jam makan siang afsah sendiri di kantin . Tapi tenang aja dia engak kesepian karena di temenin video call sama derren
( Mungkin alvin lagi sibuk sekarang . Tapi alvin harus tau kalo lo mutasi ke surabaya) kata Derren
( Secepatnya gue bakalan bilang sama dia . Cuma kek nya gue mau nunda pernikahan. Bokap gue bilang nya sih secepatnya biar engak kelamaan . Tapi kalo menurut gue . Gue sama Alvin bakalan LDR . Gue engak tau kapan balik ke jakarta lagi kerja nya bisa aja gue dari surabaya pindah ke tempat lain ) jelas Afsah
( nah itu . Tapi kalian sepakat nggak kalo udah menikah lo berhenti kerja atau lanjut kerja ? )
( Nah masalah itu. Awalnya alvin bilang gapapa lanjut kerja . Cuma kan gue engak tau kalo gue di mutasi ke luar kota . Tapi kayanya alvin bakalan nyuruh gue berenti kerja . Tapi engak tau juga ya . Siapa tahu alvin izinin gue ) jelas Afsah
( Gue bingung harus jawab apa ! Masalah nya alvin ini beda sendiri . Gue engak tau kapan dia marah kapan dia engak marah. Emosi nya engak stabil )
Afsah menghela nafas
( Lo sama cewek lo gimana semalam ? )
( Gue minjem kamar atas buat tidur sama tunangan gue . Syuttt jangan bilang bilang ya rahasia kita kita aja ) kata derren
( Santai itu mah . Gue juga sering kok sama alvin .... eh ...) afsah menutup mulut nya
Membuat derren tersenyum
( Maksut Gue. Gue sering jalan sama Alvin)
( Ya ya gue percaya ! Havefun kalian ) ejek Derren
( Diam diam aja ya ! ) kata Afsah
Mereka berdua terus lanjut. Derren menemani afsah makan siang sambil ngobrol. Lagian alvin juga engak kasih kabar dari pagi sampai detik ini
.
.
.
.
Seharian alvin hilang tanpa kabar . Kemana alvin ? Saat ini afsah lagi berbincang dengan kedua orang tuanya . Mereka juga bantu afsah beres pakaian untuk hari minggu nanti . Karena senin nya afsah harus sudah kerja di Surabaya
" Gimana kabar alvin ? Kamu udah ngomong sama alvin kalo kamu mau ke surabaya? "
" Belum bu . Alvin engak ada kabar ! Mungkin lagi banyak kerjaan " kata Afsah
Kedua orang tua afsah mengangguk
__ADS_1
Tok tok tok
" Siapa malam malam datang kesini ? " kata bapak
Afsah sama ibu menggeleng kepalanya. Bapak yang akhirnya membuka pintu
" Assalamualaikum pak ? Ada afsah ? "
" Waalaikumsalam. Ada . Vin . Sebentar kamu duduk dulu " kata bapak
Alvin duduk di ruang tamu . Tak lama kemudian afsah keluar dari kamar . Begitu bapak keluar Alvin minta izin untuk keluar sebentar
" Kamu kemana aja ? Aku telpon engak di angkat ? Aku whatsapp juga engak di balas " kata Afsah
Alvin berjalan lebih dahulu. Begitu sampai depan gang . Mereka nyebrang dan masuk mobil
" Alvin... jawab dulu . Kemana seharian! " kata Afsah sambil mendorong alvin
" Ya Ada! Males buka hp sah . Tadi alvin sibuk kerja . Engak sempet megang hp . Makanya alvin kerumah. Buat ketemu kamu "
Afsah kurang puas dengan jawaban alvin
" Terus kita mau kemana ini ? " Tanya Afsah
" Mau ngapain ? " Tanya Afsah
" Udah ikut aja , jangan bawel "
Afsah menghela nafas . Keduanya cukup diam . Karena afsah sibuk bermain hp membalas pesan Derren kalo dirinya sudah ketemu Alvin
Tiba sampai rumah . Meja makan ada beberapa makanan yang sangat enak . Afsah menyiapkan alvin makan malam . Kurang minum dan menuangkan nasi kedalam piring
Alvin menganti baju . Entah kenapa alvin jarang ngomong sekarang ini . Mungkin lagi lelah pikir nya
Alvin keluar dari kamar. Pria itu langsung memeluk afsah
" Aku capek "
Afsah membalikan badan nya dia memeluk alvin sambil mengelus punggung nya
" Capek seharian kerja . Tadi di kantor banyak banget kerjaan . Terus juga ada beberapa karyawan yang bermasalah "
Alvin menceritakan masalah karyawannya di kantor. Menurut afsah karyawan nya ada gila . Berani banget
" Aku pikir kamu kemana . Aku udah negatif aja mikirin kamu . Yaudah . Kamu harus semangat dong . Aku suka sekarang kamu tegas sama karyawan . Yang salah di marahin jangan di didiemin aja "
__ADS_1
Alvin mengangguk . Dia terus mengeratkan pelukan nya . Alvin butuh pelukan dari afsah . Supaya hati dan pikiran nya tenang.
" Makanan nya nanti keburu dingin loh . Di makan dulu . Aku udah makan tadi dirumah . Aku suapin mau ? "
" Mau honey " jawab alvin
Afsah melepaskan pelukan nya . Dia menyuruh alvin buat duduk . Afsah memilih suapin alvin pakai tangan karena biar ada feel nya
" Apa engak sebaiknya kita menikah cepet aja vin ? Bulan depan gitu ? "
" Aku pengen nya begitu sah . Cuma aku lagi banyak kerjaan banget . Kamu tau sendiri perusahaan lagi pergantian direktur. Aku takut engak bisa kepegang. Bukan nya udah tentuin bulan ke 5 ? " jawab alvin kurang semangat
Afsah menghela nafas. Pada akhirnya dia mengangguk
" Ada yang pengen aku omongin vin . Tentang pekerjaan ! "
" Kenapa lagi pekerjaan kamu ? " kata Alvin sinis
" Kamu kenapa ya ? Dari tadi ngomong nyolot begitu ? Aku tau kamu capek . Tapi seengaknya hargain aku vin . Kamu pikir aku juga engak capek kerja seharian . Jangan egois dong "
Alvin langsung diam . Begitu pun juga afsah
" Menurut kamu emang pembahasan kita menikah engak penting? Seolah semua penting tentang pekerjaan kamu . Sombong banget baru beberapa hari pindah ke kantor aja . Udah kaya pejabat. Sok sibuk " kata Afsah
Brak !!!
Alvin membanting piring kosong . Dia menatap afsah dengan kesal
" Lo engak tahu gue sah . Gue mati matian kerja beberapa hari ini belajar, supaya kedepan nya ayah bisa lepasin gue ! Kalo lo engak percaya gue se sibuk apa di kantor . Sehari lo izin . Lo liat pekerjaan gue ! Egois lo bilang ? "
Afsah meremas tangan nya dia juga kesel sama alvin karena afsah belum di izinkan rencana
" Yaudah terus maunya gimana ? Kalo lo anggap pekerjaan penting , pernikahan engak penting. Sekalian batalin semua nya ! "
" Oke kalo lo mau gitu . Batalin . Gue juga udah muak sama lo " bentak Alvin
Plak ....
Afsah langsung mengeluarkan air matanya . Dia mengambil hp di meja . Setelah itu afsah pergi dari rumah alvin
Afsah berjalan di perumahan sampai dia menemukan driver. Afsah engak minat alvin yang menyusul apalagi di antar
Driver sudah ketemu . Afsah duduk di pinggir taman sambil menangis. Tak lama kemudian suara motor . Afsah yakin itu motor nya
Afsah cepat menghapus air matanya. Dia langsung menaiki motor menuju pulang kerumah
__ADS_1