Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Dua lima


__ADS_3

Kali ini afsah sengaja berangkat sekolah tanpa make up. Bukan kemarin alvin bilang dia cinta sama afsah tulus


Afsah makan sendiri di kantin.  Tak lama kemudian ketiga sekawan datang . Afsah menyuruh alvin untuk menemani makan


Setelah alvin juga memesan . Pria itu duduk di samping Afsah. Alvin begitu kaget ketika jerawat afsah, bahkan sama sekali tanpa bedak


" Kamu tumben engak make up ? "


" Iya lagi males. Kenapa? Kamu malu ? " Tanya afsa to the point


" engak ! Mana ada malu ! Kan aku terima kamu apa adanya " kata Alvin


Beberapa orang melihat alvin dan Afsah begitu dekat jarak mereka.  Sampai akhirnya alvin merasa malu sendiri . Pindah ke depan duduk nya berhadap hadapan


" Nanti pulang Temenin beli make up yuk "


" Iya " jawab alvin singkat


" Vin... temenin aku beli make up pulang sekolah "


" Iya sayang " jawab alvin pelan


Kata kata lembut sayang itu membuat afsah jadi salting sendiri . Makanan alvin datang


Wajah alvin begitu bt ketika dirinya di suruh menunggu afsah lagi pilih pilih barang . Katanya lagi ada produk baru yang warna nya bikin bibir afsah bagus


Sebenarnya alvin kurang suka menunggu kaya gini . Ternyata se bt ini . Tahu gitu tadi aja alvin ada alasan lain


30 menit belum juga selesai . Di keranjang masih 2 produk . Dan afsah masih milih milih


" Beli apa lagi honey ? Cari apa lagi ? Apa kurang segitu? " kata Alvin sambil mengeluarkan lipstik dan pensil alis


" Kurang honey . Bedak dan concelar belom "


Alvin menghela nafas . Pria itu berdecak kesal. Sampai Afsah mengelus pipi nya


" sabar yaaa. Kan aku bilang honey tunggu disitu . Sambil main Game gapapa "


" Udah bt honey ! Besok aja lagi lah pilih nya . Kaki udah pegel " Keluh Alvin


Afsah mengangguk . Alvin langsung mengambil ahli keranjang itu dan membayarnya


" Makasih honey ! "


" Iya sama sama " ketus nya


" Ih ngambek ... honey ! Aku punya hadiah buat kamu honey "


" hadiah apa ? " Tanya Alvin


" Anggap aja tanda maaf dari aku . Ini buat kamu honey "



Alvin tersenyum.  Baru kali ini dia di kasih gantungan kunci . Dan itu dari borobudur. Biasa di kasih oleh oleh dari luar negeri . Ini malah hadiah gembel begini


" Haha .... oke oke . Makasih honey " kata alvin menertawakan

__ADS_1


Afsah tersenyum


" Taro di tas kamu honey . Jangan hilang ya ! Semoga gantungan itu awet sampai kita mau menikah nanti "


Alvin megenggam tangan afsah


" amin ... kalo gitu aku simpan aja honey . Jangan aku pakai . Takut nya hilang "


" Terserah kamu aja honey ... sekarang ayo kita pulang... udah sore juga " kata Afsah


.


.


.


.


Alvin tersenyum remeh gantungan kunci itu . Alvin membuang nya . Tak lama kemudian dia punggut lagi . Alvin menyimpan nya di sebuah kotak


Drt...


Drt....


Calling Fay Nabila


( Sibuk nggak ? ) kata Fay


( Kenapa? )


( Boleh minta tolong beliin pembalut nggak ? Gue lagi di toilet lapangan nih . Temen gue bawah hp. Lagi beli makanan ) kata Fay


Alvin langsing mengambil kunci motor nya . Pria itu berlari turun kebawah . Alvin ragu mengambil pembalut di minimarket.  Bahkan pria itu terus memutar dulu biar tidak kelihatan siapa siapa


Dan


Alvin cepat mengambil dan pergi ke kasir . Alvin menundukan kepalanya . Ketika di liatin cewek cewek. Alvin menyimpan pembalut itu di perut nya . Yang di lapisan kaos dan sweater


Sampai di lapangan.  Alvin langsung berlari ke toilet


Tok tok tok


" Fay...."


" Vinnn...."


" Iya ini gue "


Fay membuka sedikit pintu supaya pembalut itu masuk kedalam. Beberapa menit kemudian Fay keluar


Alvin menunggu nya menghadap belakang . Fay langsung memeluknya


" Makasih vin ! "


Alvin langsung diam. Apa nih maksudnya ? Alvin mengelus tangan fay. Pria itu membalikan nya dan memeluk fay


" Temen temen belum datang juga ? "

__ADS_1


" Belum . Kayanya emang lama ngantri makanan " kata Fay


Alvin mengangguk . Pria itu mengelus kepala Fay . Lalu mengecup bibir . Ini kedua kali nya alvin mengecup cewek dengan orang yang berbeda


Mereka akhirnya duduk di lapangan.  Alvin memeluk bola basket dan Fay memainkan hp nya sambil meletakkan kepalanya di bahu Alvin


" Foto dong buat story"


" Nanti foto gue nya di pake stiker ya " kata Alvin


" Iya " jawab Fay


Fay membuat story . Dengan caption ' si paling selalu ada 🖤 '


" Repost dong " kata fay


Alvin hide afsah terlebih dahulu . Barulah Alvin Repost . Alvin juga merangkul pinggang Fay


" Kapan kapan mau nggak nemenin makan di luar ? " Tanya Fay


" Boleh . Atur aja mau makan dimana "


Fay mengangguk . Fay sadar kalo Alvin merangkulnya bahkan mengelus nya


" Kuku nya bagus . Panjang panjang begitu . Pake kuku bohongan ya ? "


" Iya ! Bagus kan ? " Tanya Fay


" Bagus . Btw lama juga ya temen temen datang nya . Emang mau makan apa sih ? "


" Tau tuh mereka . Beli mie ayam di deket sekolah alvin "


Deg


Alvin langsung inget afsah . Mie ayam deket sekolah ? Berarti kan mie ayam punya afsah


" Oh disitu . Emang enak sih mie ayam nya.  Ayam nya juga engak pelit.  Murah juga "


Fay mengangguk


" Iya . Mereka suka banget sama mie ayam disana "


Suara motor membuat alvin melepaskan rangkulan nya . Posisi mereka juga jauh jauhan


" Ahhh lama banget . Ngateri nya panjang . Btw gue minta nomor anaknya . Kata bapak nya kalo engak mau nunggu lama . Whatsapp aja dia juga terima jasa antar "  kata Ghana


Ghana tersadar kalo ada alvin disini. Arini membagikan mie ayam nya pada Ghana dan Fay


" Kalo tau lo ada disini.  Tadi aja gue beliin " kata arini


" Gapapa.  Nanti berdua sama gue . Mau kan ? " Tanya Fay


Alvin tersenyum.  Alvin menolak nya karena engak enak


" Aaaa" kata Fay menyuapi alvin


Alvin menggeleng kepalanya

__ADS_1


" Cepet makan ihh" kata Fay begitu manja


__ADS_2