Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus sembilanbelas


__ADS_3

Afsah keluar dia melihat alvin bt dan kesel di meja makan. Afsah memberikan hp nya dia menunjukan chatinggan bersama reno


" Liat! " kata Afsah


Alvin hanya diam dia menatap lurus


" Mas ... Liat dulu hp nya ... " kata Afsah memegang kepala alvin untuk menunduknya


Afsah juga yang menyuruh alvin untuk memegang hp nya . Alvin membacanya dari awal. Ternyata reno ini adalah driver afsah selama disana . Dan emang alvin akui


Foto yang dia ambil sangat bagus saat afsah bergaya


" Gak usah ngambek lagi ! Ga lucu tau ngancemnya "


Afsah sambil tersenyum berkata seperti itu . Dia memeluk kepala alvin dan mengecup rambutnya


" Aku mau istirahat. Ga usah marah marah lagi . Engak ada apa apa di hp aku dan kamu engak perlu khawatir. 6 tahun aku jaga perasan aku sama kamu emang pernah aku khianatin? Tanya derren . Mana pernah aku nerima orang lain "


" Hmmm... ya aku percaya. Cuma sakit aja tadi denger kamu seneng pas nelponan sama orang bali. nelpon nya kaya bukan sekedar temen tapi lebih seperti kekasih " kata Alvin


" Aku mau istirahat sebentar aja vin. Aku capek . Plis jangan aneh aneh . Pegang deh hp aku selama aku mau istirahat "


" ya ya aku tahu kamu capek. Istirahat lah . Mulai sekarang aku harus percaya sama kamu . Aku yakin kamu engak bakal aneh aneh . Bawa hp nya lagi "


Afsah mengambil hp nya dia masuk kamar dan menuntup nya kembali . Di dalam kamar afsah hanya menonton tv sambil duduk di bangku terapi . Dikit demi sedikit enak banget tubuh nya


Saat alvin balik lagi ke kamar. Afsah lagi tidur tenang di bangku terapi . Mulut nya terbuka lebar . Alvin duduk di ranjang menatap afsah sambil tersenyum senyum


" Gemes banget sih bumil yang satu ini . Pipi nya gembul " kata alvin


Alvin meremas tangan nya dia bener bener gemes sama pipi afsah . Kenapa baru sadar istrinya udah sebesar ini perut nya di tambah lagi porsi badan nya mulai berisi


" Sehat sehat ya dek ! " kata Alvin


Alvin mengecilkan suhu ac . Karena melihat leher afsah mulai berkeringat selalu membuat kamar dingin semenjak dirinya tengah mengandung


.


.


.


.


Hari dimana acara Radi dan Fay akan melangsungkan ijab qabul . Afsah udah sudah mencetak tiket honeymoon mereka selama di bali dalam satu amplop


" Ayo Honey ... nanti keburu mulai acaranya " Panggil alvin


" Ya sebentar "


Alvin lebih dulu masuk mobil karena sebelum berangkat harus di panaskan dulu . Beberapa menit saat alvin mau masuk kerumah . Afsah keluar


" Sebentar gitu loh . Aku masih dandan "


" Ya kan bisa di jalan . Udah jam berapa ini loh " kata Alvin


Afsah menutup mulut alvin dengan tangan nya . Kini saat afsah melanjutkan dandan nya lagi


" Gemesh banget sih dek . Kamu tuh " kata Alvin sempat sempatnya memeluk perut afsah mencium perut nya

__ADS_1


" Orang tua nya fay kenal kamu nggak? "


" Engak kenal . Karena aku emgak pernah ketemu " jawab Alvin


Afsah mengangguk lagi . Kirain kenal . Gimana nanti tanggapan mereka kalo alvin datang sebagai mantan kekasih nya dulu


Afsah baru tau rumah fay sangat deket . Bahkan mereka hampir sering lewat kalo kerumah orang tua alvin


" Nanti kita mampir kerumah ayah kamu kan ? "


" Iya mampir . Kita istirahat disana " kata Alvin


Mereka sampai dan detik detik mau mulai ijab qabul . Afsah duduk di samping rombongan . Entah siapalah itu . Sedangkan Alvin sama Derren mereka berdua maju kedepan menemani Radi


Dengan lantang nya Radi mengucapkan nama lengkap Fay. Di akhir saat saksi bilang sah . Afsah tersenyum. Akhirnya sah juga menjadi suami orang. Teman nya itu .


Alvin mengajak afsah untuk mengucapkan selamat untuk mereka berdua


" Niat mau honeymoon kemana? " Tanya Afsah


" Belum tau . Kayanya engak usah honeymoon deh " kata Radi


Fay langsung menoleh


" Kenapa ? "


" Ya buat kamu lahiran lah . Kan butuh berapa banyak biaya nantinya "


Afsah langsung menenangkan perdebatan mereka berdua . Afsah memberikan amplop untuk mereka berdua


" Tenang . Ga usah berantem . Ini gue ada tiket honeymoon selama 3 hati buat kalian berdua "


" Masa Afsah doang . Gue juga ikut adil juga "


Radi sama fay tersenyum


" Iya iya . Makasih bro alvin ! " kata Fay


Radi menggeleng kepalanya sambil tersenyum


" Silahkan di makan hidangan nya " kata Radi pada alvin dan afsah


Alvin mengangguk . Mengajak Afsah buat makan hidangan nya


" Dulu kamu pacaran di depan rumah tuh hehehe . Pacaran kok ga modal "


" Apa sih Sah. Udah ga usah bahas bahas masa lalu ! " kata alvin


" Hahaha .... ciyee mantan nya nikah tuh "


" Honey ! " protes alvin


Afsah terus mengejek nya . Afsah suka aja mengejek alvin dengan embel embel kata mantan


" Nikah nya sederhana . Sama persis apa yang aku mau kaya gini "


" Tetep ada resepsi ya sah . Setelah anaknya lahir juga gapapa "


" Apa sih . Orang batal resepsi . Aku udah bilang sama ayah. Kata Ayah terserah kamu aja afsah . Weee " Afsah mengulurkan lidah nya

__ADS_1


Alvin menghela nafas . Kenapa afsah tidak mau resepsi ? Bukan nya bagus . Nanti orang orang tahu mereka sudah menikah


" Nanti aku bilang ayah . Pasti ayah nurutin aku "


" Ya aku tinggal bilang mama . Ayo . Kekuatan nya lebih besar mana ? " kata Afsah


" Astaga! Kamu ini bikin orang kesel aja "


Dari belakang derren tersenyum mendengar debatan mereka . Terkadang kalo lagi bertengkar . Alvin suka curhat sama derren karena teman nya itu suka menjadi pendengar yang baik


Sekarang mendengar langsung debatan mereka. Bukan nya derren gimana gimana . Malah gemes banget sama calon orang tua yang satu ini


" Sah . Kita ke bali berdua yuk . Tinggalin alvin. Dulu aja kita sering jalan jalan berdua" kata derren datang datang tanpa dosa


" Oh berani ngajak istri gue jalan ? Balikin uang gue dua ratus juta " ancam alvin


" Hehehe ... males ah bahas nya uang "


Derren ikut duduk di samping alvin . Mereka bertiga mengobrol bersama


" Abis dari sini gue mau kerumah orang tua gue . Yuk maen "


" next deh . Gue ada janjian sama cewek "


" Di apartemen? " Tanya Alvin


" Biasa ... mau manjain adik kecil " kata derren sambil tersenyum


Afsah menatap geli pada derren. Sejak kapan temen nya itu seperti ini ?


Alvin tertawa. Dia paham apa maksud perkataan derren . Teman nya itu sudah booking wanita


Selesai makan terus ngobrol dengan keluarga radi . Alvin izin pamit pulang dengan alasan kasian afsah udah pengen istirahat


" Vin kita mampir beli es kelapa dulu . Alanna chat aku . Katanya mama nitip es kelapa "


" Yaudah . Berarti kita keluar perumahan " jawab alvin


Afsah mengangguk . Afsah melambaikan tangan pada derren . Pria itu juga mau pamit pulang


Dapat es kelapa segar siang bolong begini . Keduanya tiba dirumah orang tua alvin . Ternyata ada sepupu alvin datang kesini . Untung aja alvin membeli es kelapa cukup banyak


" Kenalin sayang ini syakil "


" ini mah udah kenal . Afsah anak manajemen kan . Kita satu kampus " kata Syakil


Afsah mengangguk . Afsah emang tahu syakil. Tapi dia engak tau kalo syakil adalah sepupunya alvin


" Sory bro waktu lo nikah gue nggak datang . Ada kerjaan luar kota . Tapi gue titip sama sama bokap "


" Iya . Gapapa " jawab alvin


Alvin memeluk pinggang afsah . Mereka pamit ke kamar dulu buat menaruh barang barang dan menganti pakaian rumahan


" pantes syakil itu deket sama derren . Berapa kali emang aku pernah di ajak sama derren buat cafe bareng . Tapi aku engak tau kalo syakil itu sepupu kamu "


" Ya kamu nya engak nanya " kata Alvin


" Tapi syakil baik sih . Dia pernah nolongin waktu motor aku mogok

__ADS_1


" Bagus lah ... " jawab alvin


__ADS_2