Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus tiga sembilan


__ADS_3

Alvin langsung menghampiri nya dan memeluk Afsah


" Aku mau tidur sama kamu di atas sayang"


" Sesuai perjanjian! Seminggu ! 2 hari lagi masa hukuman kamu selesai " kata Afsah


" Ya ampun! Gitu banget sama suami . Giliran kamu yang ada masalah . Aku cepat maafin . Bahkan aku engak larang kamu buat tidur dimana aja "


" Itu kan kamu . Kalo aku beda . Jangan sama samain dong " kata Afsah


Alvin melipat kedua tangan nya di atas ranjang. Alvin engak mau tidur di bawah karena banyak nyamuk


" Pokonya aku engak mau ! "


" Awas ah . Aku mau tidur . Udah ngantuk banget ini . Cepat kamu tidur dibawah " kata Afsah menarik tangan alvin


Alvin menghalangi afsah untuk naik ke ranjang . Makanya afsah menarik tangan alvin untuk berdiri atau minggir sedikit


" Aku berhak tidur disini karena ini kamar aku . Rumah aku . Kenapa jadi aku yang di suruh tidur di bawah . Kali kali kamu ngerasain tidur di bawah . Gimana sakit nya pinggang kamu . Karena engak nyaman "


" Jadi menurut kamu . Kamu nyuruh aku tidur di bawah ? " Tanya Afsah tidak jadi naik ke ranjang


Padahal alvin sudah memberi afsah untuk naik ke ranjang nya


" Ya coba aja . Jangan bisa nya kamu nyuruh nyuruh aja "


" Kamu tega nyuruh aku tidur di bawah ? Aku lagi hamil anak kamu loh ? Aku lagi hamil 7 bulan lebih . Dan kamu tega ? " Tanya afsah wajah nya kembali sedih


" Aku bilang kamu sekali kali coba . Aku ga nyuruh kamu coba hari ini "


" Kamu jahat ya ternyata ! Aku bakalan ingat omongan kamu kali ini "


Alvin menghela nafas dia menarik bantal, selimut dan guling. Dia taruh di kasur tipis bawah itu


" PUAS ! " kata alvin kesel


Afsah melempar satu bantal lagi dia kesel sama alvin


" aku mau pulang kerumah ibu . Disini aku engak di hargain kamu "


Alvin bangkit dari tidur nya dia menatap afsah dengan kesal

__ADS_1


" Hargain gimana maksudnya? Aku udah turutin mau kamu tidur dibawah pun aku masih di anggap salah " kesel Alvin


" Pokonya aku mau pulang kerumah ibu malam ini juga "


Alvin menghela nafas dia melihat afsah menangis menutup wajahnya. Beberapa menit kemudian


" Matiin lampu nya aku ngantuk "


" Lah ! Tadi nangis sekarang balik lagi mood nya " kata alvin melogo


Alvin mematikan lampunya dan dia kembali tidur di lantai


.


.


.


.


Pagi ini alvin terpaksa pergi ke kantor . Karena beberapa hari dia bekerja dirumah pasti berkas di ruangan nya sudah numpuk banyak


Alvin mengecek cctv lewat hp . Lalu dia mengecek pin rumah supaya aman


" Oh di luar makan sama pacar nya ? " Tanya Afsah


" Bukan ! Aku makan di luar paling pesan makanan "


" Bohong ! Tapi silahkan aja sih kalo mau selingkuh lagi . Aku gapapa . Hati aku udah kebal banget di selingkuhin berkali kali "


" Astagfirullahalazim " gumam alvin


Mereka lanjut makan lagi . Selesai makan alvin siap siap berangkat ke kantor sedangkan afsah lagi berjemur di belakang


" Jangan merasa tersakiti sah . Kita sama sama tersakiti jadi jangan merasa kamu paling korban "


" Kapan aku nyakitin kamu alvin ? Sekarang ayo kita ungkit semua permasalahan kita dari awal menikah . Berapa kali kamu nyakitin aku . Dan kita hitung juga berapa banyak kamu selingkuhin aku . Dan beberapa orang yang aku tahu . Mungkin lebih banyak fakta nya yang aku engak tahu " kata Afsah


" Aku engak selingkuh. Aku deketin cewek dan aku engak menjadikan mereka pacar "


" Yakin ? Yakin ga kamu ngomong kaya gini ? Aku tau kelakukan kamu alvin . Kalo engak kamu jadiin mereka pacar . Buat apa kamu pernah booking roftop terus kamu suprise cewek terus nyatain cinta kesemua temen temen nya . Yakin kamu bilang. Kamu engak pacaran pas nikah sama aku ? " Tanya Afsah santai

__ADS_1


Alvin beranjak bangun meletakkan tangan nya di pinggang


" Siapa sih orang yang selalu kasih tau kamu? Kenapa semua nya kamu tau ? "


" Kamu engak berhak tau. Sekarang coba kamu sebutin kesalahan aku dimana ? Kamu bilang kita sama sama tersakiti kan ? Sekalian aku mau ambil hp . Aku kasih semua nama cewek yang kamu deketin dan beberapa kamu pacarin" kata Afsah mencoba beranjak bangun


" Okey ! Kelakukan kamu kaya gini . Bikin aku ga jadi ke kantor ! Kenapa sih kamu nyebelin banget . Yang berlalu masih aja di bahas "


" Karena aku perempuan. Aku selalu mengungkit apapun orang lain punya masalah sama aku . Termasuk suami aku sendiri " kata Afsah


Alvin mengacak rambut nya dia beneran kesel banget sama afsah . Alvin memegang lengan afsah


" Lama lama aku ceburin nih . Biar kepala kamu seger pagi pagi gini "


Alvin mengepalkan tangan nya dia memukul meja santai di pinggir kolam berenang . Tatapan alvin beneran tajam pada Afsah


" Capek aku sah dari kemarin kita berantem terus . Aku juga engak ngerti salah aku apa . Kamu sendiri yang bilang mau damai, tenang . Tapi kamu malah ngungkit "


" Siapa yang ngungkit . Aku cuma bilang tadi kamu makan sama pacar kamu. Emang kenyataan kan ? "


Alvin mengehela nafas. Dia mengepal kuat kuat tangan nya


" GUA MAKAN DI KANTOR DI BELIIN SAMA ASISTEN GUA ! " bentak alvin karena terlanjur kesel


Afsah langsung beres mengambil matras dan masuk kedalam rumah. Hawa panas dirumah itu kembali terjadi lagi . Saat afsah menuang jus ke gelas . Alvin berdiri di depan nya


" Aku mau ke kantor . Rekan kerja aku udah datang "


Afsah hanya diam. Dia bahkan tidak menatap Alvin


" Kamu diam diam dirumah ya . Engak usah masak . Kamu beli aja "


" Gimana mau beli . Pintu aja di ganti pin nya " gumam afsah


" Aku ganti seperti semula . Asal kamu jangan pergi dari rumah "


Alvin mengulurkan tangan nya supaya afsah mengecup tangan alvin . Afsah menerima nya dia menyalimi tangan alvin


" Aku berangkat kerja dulu sah . Jam 8 atau jam 9 aku baru sampai rumah "


" hem "

__ADS_1


Alvin mengangguk dia langsung mengambil tas kerja nya dan keluar . Tapi alvin menganti pin seperti semula supaya afsah bisa keluar mengambil makanan


__ADS_2