Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Lima dua


__ADS_3

Malam harinya afsah di kasih bubur dari rumah sakit . Engak ada rasa sedikit pun dilidah afsah


Afsah juga melihat gerak gerik Derren juga Alvin. Mereka duduk berjauhan bahkan sama sekali engak ngobrol


" Derren ! " Panggil afsah


Deren menghampiri afsah duduk di samping Afsah


" pengen makan yang lain. Yang ada rasanya "


" Emang boleh ? " Tanya derren


" Boleh boleh aja . Asalkan jangan kasih tau dokter. Ya ya ! Pengen makan nasi padang pake ayam bakar " pinta Afsah


Alvin bangun dari duduknya dia menyusul Afsah juga


" Alvin beliin dulu ya "


Derren menjegat alvin


" Afsah engak boleh makan kaya gitu . Dia lagi mengurangi minyak dan garam " kata Derren


" Afsah nya mau . Emang lo mau afsah engak makan? Dia sendiri yang bilang kalo makanan nya engak enak. Lidah nya engak ada rasa " kata alvin


Derren menatap afsah . Harus di bilang pelan pelan dulu


" Sekarang makan bubur dulu . Setelah pulang rumah sakit baru kita makan nasi padang. Bebas terserah mau makan apa aja engak di larang " kata derren


" engak mau . Pokonya mau makan nasi padang . Engak selera banget makan bubur "


Alvin menghela nafas


" Vin beliin ya ! "


Alvin mengangguk. Baru satu langkah . Derren langsung menariknya


" Paham ngga sih lo . Kalo afsah belum boleh makan kaya gitu ! Keluar deh ! Jangan datang kesini lagi "


Afsah langsung menahan mereka. Afsah juga menarik tangan Alvin


" engak boleh emosi ! Tahan emosinya " kata Afsah sambil mengelus dada Alvin


Alvin menatap penuh emosi. Dia mengepalkan kuat kuat tangan nya itu


" Yaudah gue makan bubur . Derren lo duduk di pojok . Biar alvin duduk sama gue"

__ADS_1


Afsah mendorong derren supaya duduk menjauh . Tapi alvin masih melihat saja. Alvin pengen ngajak ribut derren yang kedua kalinya


" alvin... "


Alvin masih liatin derren. Satu langkah alvin mau nyusul derren. Afsah langsung menarik tangan Alvin untuk duduk


" Engak usah liat liat orang ! Focus liat gue" kata afsah memegang pipi Alvin


" Kalo gue engak mandang ini rumah sakit. Gue ajak berantem sini " kata Alvin


Afsah menutup mulut Alvin. Yang kaya gini gini . Bikin rusak pertemanan. Derren yang demen mancing, alvin emosian


Sesekali alvin menengok belakang . Tapi afsah terus memegang pipi alvin supaya jangan liatin derren lagi


" Liat itu orang engak merasa bersalah malah main Game. Getok juga nih kepala " kata Alvin


" Udah sih jangan emosi kaya gitu . Kan udah makan bubur juga . Ya mungkin derren bener . Nanti setelah sembuh baru bisa makan lagi "


" Kok jadi malah belain dia ? " Tanya alvin


" Aku engak belain derren ! Lagian juga kan udah ada bubur . Udah dong vin jangan emosi kaya gini . Masalah makanan doang di buat berantem " kata afsah


Alvin terdiam . Dia menatap afsah lagi makan biskuit sambil menatap nya


" Yaudah sini peluk dulu . Biar tenang "


.


.


.


.


Saat dokter masuk ngecek afsah. Keduanya terbangun dan sigap berdiri . Dokter menyarankan ada baiknya satu hari lagi biar afsah bisa pulang . Karena perut afsah masih sakit . Dan panas nya juga belum juga turun


Setelah dokter keluar . Derren menekan kan alvin


" Kalo lo engak bisa jaga afsah . Jauhin dia ! "


" Maksud lo apa ban*sat ? Lo mau afsah buat lo ? Gitu ? Sialan "


Afsah memejamkan matanya . Afsah menarik tangan alvin untuk duduk di samping nya


" Nyari gara gara dari kemarin sah . Gue engak bisa diam kaya gini ! Harga diri gue di injak injak " kata Alvin

__ADS_1


Afsah menutup mulut alvin . Biar pria itu lebih baik diam jangan banyak protes


" sebaiknya di antara kalian berdua . Salah satunya ada yang pulang deh . Atau dua duanya ? "


" Gue tetap disini " kata Alvin dan Derren bersamaan


Afsah menghela nafas . Afsah meminta derren untuk pulang sekalian meminta derren buat bawain pakaian


" Yaudah deh " kata Derren


Afsah terus mengawasi alvin . Pria itu masih terus mengajak derren buat berantem


" Vin tolong temenin aku pipis boleh? "


Alvin sigap mengantar nya. Menuntun nya sampai kedalam kamar mandi . Kode dari afsah adalah mengetuk pintu ketika dirinya selesai


Afsah langsung memeluk alvin. Wanita itu butuh pelukan


" Kangen sama bapak ibu vin ! Kangen mereka " kata Afsah


Deg


Afsah menangis . Engak bisa alvin melihat Afsah menangis kaya gini . Alvin lebih suka Afsah mengajaknya ribut


" Iya alvin tahu kamu kangen orang tua kamu . Tapi mereka kan di kampung . Makanya kamu sehat dulu biar bisa ketemu sama orang tua kamu . Kapan nanti ada waktu . Alvin temenin "


" bisa ngga aku minta tolong kamu buat cari orang biar cepet selesai renovasi. Udah mau sebulan belum juga selesai rumah aku " pinta afsah


" Nanti aku cari ya . Aku engak bisa janji sama kamu "


Afsah mengangguk. Alvin mengajak afsah untuk kembali duduk lagi


" Weekend depan kayanya aku mau pulang kampung aja mas. Kangen sama ibu sama bapak "


" Nanti alvin temenin kesana ya ! Alvin mau sekalian kenal " kata Alvin


Afsah mengangguk. Mungkin menurut alvin kelamaan kalo orang tua afsah kembali ke Jakarta. Mumpung nemenin ke kampung . Jadi sekalian Alvin kenal sama keluarga afsah


" Mas kamu pergi ke tolong ke minimarket di bawah sana mas tolong. Beliin aku roti . Aku kepengen makan roti "


Alvin tersenyum. Pria itu mengusap kepala afsah gemes


" Oke sayang . Aku kebawah dulu . Stand by hp takut ada apa apa ! "


" sambil nunggu kamu aku tidur sebentar ya . Ngantuk parah "

__ADS_1


Alvin mengangguk dia membantu posisi nyaman . Setelah itu dia mengecup kening afsah lebih lama . Lebay sih pergi keluar sebentar aja harus ada perpisahan


__ADS_2