
Alanna kembali masuk ke toko. Dimana kakak dan mama nya itu lagi pilih pilih sepatu
" bagi dong " alvin melebarkan mulut nya melahap semua eskrim
" Astaga... " kata Alanna
Alvin menguyah tanpa dosa . Eskrim dimilik kakak nya itu
" Beli eskrim engak bilang bilang . Tau gitu gue nitip " kata Alvin
" Percuma nitip juga . Pake duit gue " Jawab alanna
Alvin tersenyum. Dia melanjutkan lagi mencari sepatu yang cocok untuknya
.
.
.
.
" Pagi ges. Gila jalanan macet banget " kata Afsah baru saja datang
Mereka semua hanya mengangguk . Melanjutkan pekerjaan nya lagi. Afsah menyalakan pc milik nya . Setelah itu dia menyiapkan kertas untuk di print pagi ini
" Ngopi dulu ya ! " izin Alvin pada semuanya
Alvin sendiri membuatkan kopi di pantry. Pagi ini juga engak terlalu banyak kerjaan Alvin. Sehingga dirinya bisa santai
Membawa kopi dan membawa rokok di genggam . Alvin menuju lantai paling atas. Yang di mana tempat itu smoking area
Alvin ikut nimbrung dengan karyawan lain . Pria itu menanyakan lantai berapa mereka kerja . Karna perusahaan itu setiap lantai beda beda perusahaan
Alvin jadi kepengen punya banyak temen biar suatu saat ada koneksi buat bisnis
" Lantai berapa bro ? " Tanya nya
" saya ? Lantai 12 berdirikari " jawab Alvin
Pria itu mengangguk
" Devisi apa ? Kenal sama Afsah nggak devisi Pemasaran? "
Alvin mengerutkan keningnya
" Kenapa emangnya bro ? " Tanya Alvin
" Paling cantik di devisi bro . Pernah sekali saya ajak ke club . Tapi emang anak nya polos . Padahal udah ada niat jahat buat balik club buka kamar "
Alvin meremas tangan nya . Semakin dewasa alvin bisa mengontrol emosi nya
" Ga kenal bro " Jawab Alvin singkat
__ADS_1
Pria itu tersenyum kiri . Sepertinya Pria itu lagi berfantasi memikirkan Afsah lagi di apa apain
" Cantik , pintar ? Body nya wah banget ... sayang . Cuek bro ! Hampir beberapa di satu gedung ini suka . Bahkan ada yang pernah ngelamar . Tapi di tolak. Alasannya..."
Alvin menoleh nya . Dia ingin tahu alasan nya apa
" Calon nya ada di luar negeri. Nanti kalo calon nya datang . Mau langsung sebar undangan "
Alvin tersenyum miring . Boro boro sebar undangan . Calon nya aja belom ada . Batin alvin
Dari awal membicarakan afsah . Mereka membicarakan game
Drt...
Drt...
Calling Honey
" Bentar bro ! " kata Alvin
Alvin menggeser tombol hijau. Telepon nya di didekatkan telinga
( Lagi dimana yah ? Bisa gue minta bantuan tolong kerjain ....)
( Oke . Sekarang aku turun ) jawab alvin
( iya )
Tut
Setiba di lantai nya . Alvin langsung meminta kerjaan yang Afsah sampaikan tadi . Afsah menjelaskan pekerjaan nya di input di data lewat Microsoft setelah itu. Kirim email Afsah
" Jangan sampe salah lagi ! Sebelum kirim ke email biar gue liat dulu "
" Oke " kata Alvin serius
Berjam jam duduk di depan komputer. Afsah langsung siap siap . Karena siang ini dia harus meeting sama salah satu iklan
" Sah ... alvin udah selesai . Mau kirim ke email "
Afsah beranjak bangun . Wanita itu ke tempat alvin . Alvin bangun dan di tempatin duduk nya sama afsah
Secara detail afsah melihat satu persatu . Jangan sampe ada yang salah
" Oke nih . Kirim ke gue ya " kata Afsah
Alvin tersenyum bangga . Karena kali ini alvin engak salah mengerjakan
" Kamu mau kemana ? " Tanya Alvin
" Meetin sebentar . Janjian sama orang jam 12 sekalian nemenin makan "
" Nemenin makan ? Dimana? " Tanya Alvin
__ADS_1
" Jangan kepo deh . Udah lu urus kerjaan aja dulu . Kerjain yang kemaren gue suruh "
" Alvin temenin meeting ya . Alvin bilang dulu sama Pak Ardi " kata Alvin
"Engak usah ! Gue bisa di antar sama mobil kantor "
Alvin beranjak bangun dia langsung pergi menemui Pak Ardi. Beberapa menit kemudian Alvin datang dengan senyum yang bahagia
" Ayo alvin temenin "
Afsah mengangguk . Mereka berdua menaiki lift hanya berdua . Sesekali afsah batuk karena alvin terus melihat nya
" Kamu niat mau nikah umur berapa ? "
" 24 kalo ada calon nya " Jawab Afsah
" Berarti tahun depan ya . Alvin kumpulin uang banyak buat nikahin kamu "
Afsah langsung melebarkan matanya
" Gue engak minta lo nikahin gue ! "
" Hehehe . Iya iya . Jangan galak galak lah . Nanti aku tambah cinta sama kamu "
Afsah berdecak kesal
" Mulut buaya! "
Ting
Mereka berdua keluar. Alvin mengarahkan mobilnya di parkiran. Mereka berdua ke tempat lokasi meeting dengan mobil Alvin . Selama perjalanan. Afsah membaca berkas lagi
" Setelah putus dari Alvin. Udah berapa orang yang kamu jadiin pacar ? "
Afsah menoleh
" Ada berapa ya ... 3 atau 4 mungkin. Pasti lo mikir gue engak bisa move on sama lo ya ? "
" Banyak juga ya . Alvin aja engak ada . 2 cukup " kata alvin serius
Afsah memonyongkan bibir nya. Secara Alvin di masa lalu nya tukang selingkuh mana mungkin alvin engak punya mantan selain Afsah dan Fay
" Kalo tiba tiba Alvin kerumah ketemu orang tua kamu . Dan ngajak kamu menikah . Kamu terima atau engak ? "
" apaansih . Jangan aneh aneh " kata afsah ketus
Alvin tersenyum mendengarnya . Mobil mereka telah sampai di lokasi . Tempat mereka meeting
" Udah kamu bawa laptop aja. tas sama dompet. alvin yang bawa " kata Alvin
" Serius engak papa ? "
alvin mengangguk mengiyakan. barang barang yang di bawa afsah membuat nya gerah. apalagi dia wanita. wanita yang alvin masih cintai
__ADS_1
" Masih kaku aja sama mantan " Ejek alvin
afsah memutar mata nya malas