Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Tiga Delapan


__ADS_3

Alanna kembali masuk ke toko. Dimana kakak dan mama nya itu lagi pilih pilih sepatu


" bagi dong " alvin melebarkan mulut nya melahap semua eskrim


" Astaga... " kata Alanna


Alvin menguyah tanpa dosa . Eskrim dimilik kakak nya itu


" Beli eskrim engak bilang bilang . Tau gitu gue nitip " kata Alvin


" Percuma nitip juga . Pake duit gue " Jawab alanna


Alvin tersenyum. Dia melanjutkan lagi mencari sepatu yang cocok untuknya


.


.


.


.


" Pagi ges. Gila jalanan macet banget " kata Afsah baru saja datang


Mereka semua hanya mengangguk . Melanjutkan pekerjaan nya lagi. Afsah menyalakan pc milik nya . Setelah itu dia menyiapkan kertas untuk di print pagi ini


" Ngopi dulu ya ! " izin Alvin pada semuanya


Alvin sendiri membuatkan kopi di pantry. Pagi ini juga engak terlalu banyak kerjaan Alvin. Sehingga dirinya bisa santai


Membawa kopi dan membawa rokok di genggam . Alvin menuju lantai paling atas. Yang di mana tempat itu smoking area


Alvin ikut nimbrung dengan karyawan lain . Pria itu menanyakan lantai berapa mereka kerja . Karna perusahaan itu setiap lantai beda beda perusahaan


Alvin jadi kepengen punya banyak temen biar suatu saat ada koneksi buat bisnis


" Lantai berapa bro ? " Tanya nya


" saya ? Lantai 12 berdirikari " jawab Alvin


Pria itu mengangguk


" Devisi apa ? Kenal sama Afsah nggak devisi Pemasaran? "


Alvin mengerutkan keningnya


" Kenapa emangnya bro ? " Tanya Alvin


" Paling cantik di devisi bro . Pernah sekali saya ajak ke club . Tapi emang anak nya polos . Padahal udah ada niat jahat buat balik club buka kamar "


Alvin meremas tangan nya . Semakin dewasa alvin bisa mengontrol emosi nya


" Ga kenal bro " Jawab Alvin singkat

__ADS_1


Pria itu tersenyum kiri . Sepertinya Pria itu lagi berfantasi memikirkan Afsah lagi di apa apain


" Cantik , pintar ? Body nya wah banget ... sayang . Cuek bro ! Hampir beberapa di satu gedung ini suka . Bahkan ada yang pernah ngelamar . Tapi di tolak. Alasannya..."


Alvin menoleh nya . Dia ingin tahu alasan nya apa


" Calon nya ada di luar negeri. Nanti kalo calon nya datang . Mau langsung sebar undangan "


Alvin tersenyum miring . Boro boro sebar undangan . Calon nya aja belom ada . Batin alvin


Dari awal membicarakan afsah . Mereka membicarakan game


Drt...


Drt...


Calling Honey


" Bentar bro ! " kata Alvin


Alvin menggeser tombol hijau. Telepon nya di didekatkan telinga


( Lagi dimana yah ? Bisa gue minta bantuan tolong kerjain ....)


( Oke . Sekarang aku turun ) jawab alvin


( iya )


Tut


Setiba di lantai nya . Alvin langsung meminta kerjaan yang Afsah sampaikan tadi . Afsah menjelaskan pekerjaan nya di input di data lewat Microsoft setelah itu. Kirim email Afsah


" Jangan sampe salah lagi ! Sebelum kirim ke email biar gue liat dulu "


" Oke " kata Alvin serius


Berjam jam duduk di depan komputer. Afsah langsung siap siap . Karena siang ini dia harus meeting sama salah satu iklan


" Sah ... alvin udah selesai . Mau kirim ke email "


Afsah beranjak bangun . Wanita itu ke tempat alvin . Alvin bangun dan di tempatin duduk nya sama afsah


Secara detail afsah melihat satu persatu . Jangan sampe ada yang salah


" Oke nih . Kirim ke gue ya " kata Afsah


Alvin tersenyum bangga . Karena kali ini alvin engak salah mengerjakan


" Kamu mau kemana ? " Tanya Alvin


" Meetin sebentar . Janjian sama orang jam 12 sekalian nemenin makan "


" Nemenin makan ? Dimana? " Tanya Alvin

__ADS_1


" Jangan kepo deh . Udah lu urus kerjaan aja dulu . Kerjain yang kemaren gue suruh "


" Alvin temenin meeting ya . Alvin bilang dulu sama Pak Ardi " kata Alvin


"Engak usah ! Gue bisa di antar sama mobil kantor "


Alvin beranjak bangun dia langsung pergi menemui Pak Ardi. Beberapa menit kemudian Alvin datang dengan senyum yang bahagia


" Ayo alvin temenin "


Afsah mengangguk . Mereka berdua menaiki lift hanya berdua . Sesekali afsah batuk karena alvin terus melihat nya


" Kamu niat mau nikah umur berapa ? "


" 24 kalo ada calon nya " Jawab Afsah


" Berarti tahun depan ya . Alvin kumpulin uang banyak buat nikahin kamu "


Afsah langsung melebarkan matanya


" Gue engak minta lo nikahin gue ! "


" Hehehe . Iya iya . Jangan galak galak lah . Nanti aku tambah cinta sama kamu "


Afsah berdecak kesal


" Mulut buaya! "


Ting


Mereka berdua keluar. Alvin mengarahkan mobilnya di parkiran. Mereka berdua ke tempat lokasi meeting dengan mobil Alvin . Selama perjalanan. Afsah membaca berkas lagi


" Setelah putus dari Alvin. Udah berapa orang yang kamu jadiin pacar ? "


Afsah menoleh


" Ada berapa ya ... 3 atau 4 mungkin. Pasti lo mikir gue engak bisa move on sama lo ya ? "


" Banyak juga ya . Alvin aja engak ada . 2 cukup " kata alvin serius


Afsah memonyongkan bibir nya. Secara Alvin di masa lalu nya tukang selingkuh mana mungkin alvin engak punya mantan selain Afsah dan Fay


" Kalo tiba tiba Alvin kerumah ketemu orang tua kamu . Dan ngajak kamu menikah . Kamu terima atau engak ? "


" apaansih . Jangan aneh aneh " kata afsah ketus


Alvin tersenyum mendengarnya . Mobil mereka telah sampai di lokasi . Tempat mereka meeting


" Udah kamu bawa laptop aja. tas sama dompet. alvin yang bawa " kata Alvin


" Serius engak papa ? "


alvin mengangguk mengiyakan. barang barang yang di bawa afsah membuat nya gerah. apalagi dia wanita. wanita yang alvin masih cintai

__ADS_1


" Masih kaku aja sama mantan " Ejek alvin


afsah memutar mata nya malas


__ADS_2