
Alvin langsung terdiam . Dia memundurkan langkah nya
" Tanpa seleksi dan langsung di tarik dari kantor derren ? Sebegitu berharga nya mantan terindah ? "
" Aku engak narik dia buat pindah ke kantor aku ! Aku pilih sesuai dengan seleksi yang Assiten aku pilih " kata Alvin muka nya sudah menjadi pucat
" Terus aku harus percaya sama kamu ? "
" Ya ! Harus percaya. Karena aku jujur dan engak ada niatan bohong sama kamu " kata alvin
" Terus kenapa muka nya pucat begitu ? Ketahuan kalo lagi bohong ? Atau selingkuh lagi ? " Tanya afsah
Afsah bersikap santai . Bahkan dia bisa menjawab sambil mencicipi dan menuang racikan bakso nya
" Aku biasa aja ! Ga pucat sama sekali apalagi panik . Wajah Aku emang begini habis mandi . Mungkin lagi dingin . Aku harus matiin ac nya " kata Alvin
Alvin mencari remote ac di ruang keluarga biasa mereka nonton tv . Afsah tersenyum miring. Semakin alvin bertingkah. Semakin afsah yakin . Alvin lagi berbohong
Alvin mematikan ac nya dan membuka pintu akses ke halaman samping . Di saat itu juga afsah membawa mangkuk bakso duduk di ruang keluarga
" Jangan pernah bawa orang lain kerumah ini kecuali keluarga ! Sopan banget itu mantan main masuk masuk aja ! Di ajarin ga sih sebagai bos bikin karyawan nya yang sopan "
Alvin hanya diam menatap afsah dengan tenang
" Aaaa " alvin meminta di suapin
Afsah menyuapinya walaupun dirinya beneran kesel banget sama alvin . Tapi kan afsah akan dosa kalo afsah melawan alvin terus terusan
" Awalnya aku pilih dia. Karena aku engak tau kalo emang dia . Di cv adanya nama dia doang tanpa foto . Aku liat pengalaman cukup bagus . Dan emang kinerja dia sangat baik "
" Baguslah " Jawan Afsah ketus
" Kamu tenang aja sayang . Aku itu selalu seleksi orang orang yang masuk kerja . Dia anak magang 6 bulan . Setelah 6 bulan nanti di terima atau tidak nya sebagai karyawan . Aku pilih yang lain "
" Gapapa udah pilih dia aja . Sekalian dijadiin istri kedua juga gapapa " kata Afsah santai
" Apaansih sah . Kok ngomong nya gitu . Ga ada ya aku niat buat nikah 2 kali . Kalo ngomong yang bener! " omel alvin
Afsah langsung menundukan kepalanya
" Aku engak suka kamu ngomong nikah nikah lagi . Sekali lagi kamu ngomong kaya gitu. Aku ga bakalan beliin mobil buat kamu " kata Alvin
Alvin langsung pergi ke dapur . Karena kopi nya ada di dapur sana . Alvin memilih bersantai di halaman samping sambil merokok
*
*
__ADS_1
*
*
Paginya alvin mengantar afsah untuk kerumah orang tuanya. Afsah kepengen makan mie ayam buatan ibu nya di rumah sana
Awalnya alvin bilang tunggu sebentar karena ada yang mau da kasih tau . Karena afsah udah tidak sabar mau kerumah orang tua nya . Sehabis sholat subuh mereka berdua berangkat
Alvin pulang kerumah menunggu orang yang akan memasang cctv setiap sudut . Beberapa jam kemudian alvin lagi menyuruh orang untuk beberapa pasang di setiap sudut
Alvin mengirim pesan pada afsah kalo dirinya belum juga berangkat ke kantor . Detik itu juga afsah membalasnya dan menanyakan kenapa
Drt... drt...
Callling Michella Honey 🖤
( Kenapa belum berangkat mas ? Aku udah siapin kamu makan nanti jangan lupa di makan ya )
( iya sayang . Ini lagi mantau cctv )
( Oh kamu pasang cctv , itu makanan nya nanti di bawa ke mobil . Biar nanti minta tolong disana hangatin. Harus habis ya ! Kalo engak habis besok engak di masakin bekal lagi ) ancam afsah
( iya sayang . Nanti di makan . Yaudah ya aku mantau lagi )
( Iya honey ) jawab afsah langsung mematikan panggilan nya
Pulang kerja alvin langsung pergi kerumah mertuanya karena tadi afsah kirim pesan kalo dirinya dirumah untuk istirahat ngantuk
" Udah pulang ? "
" Hem "
Afsah mencium tangan alvin . Dan alvin membalas kecupan di kepalanya
" Belum boleh peluk! Kamu abis dari luar " kata afsah mengingatkan kebiasaan itu
Alvin menghela nafas . Dia duduk diruang tamu dan menyalakan ac nya
" Mau kopi atau teh ? "
" Air putih aja . Haus nih "
Afsah mengambil gelas dan memberikan alvin air putih dingin
" Sini duduk nya . Jauh amat ! " protes alvin
" Belum boleh deket deket . Aku tau kamu mau peluk aku kan ? "
__ADS_1
" Ya ampun sah . Mau peluk, mau cium aja engak boleh " kata alvin
" Mandi dulu "
Alvin beranjak bangun
" Aku ambil baju dulu di mobil . Mau mandi biar bisa peluk, cium kamu "
Afsah mengangguk dia menyiapkan alvin handuk yang baru . Selesai alvin terlihat segar . Dia mencari keberadaan afsah dimana
Istrinya itu lagi memilih cemilan di dalam kulkas . Alvin langsung memeluknya dan juga mencium pipi afsah
" Gimana mie ayam nya ? Udah di makan belum ? " Tanya alvin
" Udah . Kamu mau mie ayam ? Aku buatin ? "
" Emang ada bahan bahannya sayang ? " Tanya alvin
" ada . Aku baru buat ayam nya . Mie nya ada tapi sedikit " kata Afsah
" Yaudah boleh sayang . Pengen tau gimana sih mie ayam buatan kamu ! Apakah seenaknya orang tua kamu atau seenak istri aku "
Afsah menyenggol siku nya mengenai perut alvin
" Yang penting aku ada niat buat bikin kamu ya ! Enak atau engak enak ya selera lidah kamu "
Alvin tersenyum dia menggigit telinga afsah
" Yaudah buat sayang. Aku mau istirahat di kamar kamu dulu "
Afsah mengangguk . Dia mengambil mie nya di dalam box . Afsah meracik mie ayam untuk suaminya yang paling enak
Beberapa menit kemudian afsah kembali masuk ke kamar . Dia mengajak alvin untuk makan mie ayam buatan nya
" kok aku malah ragu ya ! Engak ada cantik cantik nya di rias gitu makanan nya "
" Jangan bawel. Emang dari keliatan nya itu jelek tapi rasanya pake cinta " kata Afsah
Alvin tersenyum dia mengangkat sendok dan garpunya . Alvin mengadukan mie nya lagi dan mencicipi nya
" Em ! Udah paling enak mie ayam buatan orang tua kamu "
" Hehehe... kecap asin nya ga ada " kata afsah sambil tersenyum
Alvin melepaskan sendoknya dia bersandar. Pantes kaya kurang apa gitu . Ternyata kecap asin nya engak ada
" Gapapa . Ini enak kok . Makasih honey ! "
__ADS_1
" Iya ! " kata Afsah
Afsah mengangkat tangan nya memegang dagu. Sambil menatap alvin . Suaminya itu kelaparan pulang kerja . Terus juga wajahnya terlihat capek banget