Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Tujuh empat


__ADS_3

Alvin mendorong afsah untuk telentang. Alvin berada di atas nya menindih afsah . Bibir alvin terus mengecup wajah afsah


" Aku engak nyaman kita begini " kata Afsah


" Ayo lah ! Janji engak berhubungan " kata Alvin


Afsah membuang muka nya . Gimana lagi posisi begini afsah menolak alvin ? Apakah alvin langsung emosi main tangan ? Atau alvin langsung mensucikan afsah


Afsah masih diam . Biarlah alvin sibuk kesana kemari . Hingga tangan Alvin kini meremas buah dadanya. Bahkan yang sebelah nya memasukan mulut nya


" Shhh vin ! "


Alvin tersenyum. Alvin mengelus bibir bawah afsah . Ketika wanita itu mulai gelisah. Alvin mengangkat kepalanya dia mengecup bibir afsah lagi


Kini tangan alvin berada di bawah. Mencoba melepaskan celana afsah . Dalam waktu singkat . Alvin berhasil melepaskan. Dan melepaskan milik nya


Alvin mencium milik afsah dan tangan itu mengelus perut nya


" Apa engak papa kita begini? Engak ada cctv ? "


" Aman sah " jawab Alvin


" Kamu juga tiduran sini di samping aku . Engak usah aneh aneh . Nanti kita bablas " afsah menarik tangan alvin untuk tidur di samping nya


Alvin terpaksa tidur di samping afsah . Padahal nafsu nya belum tersalurkan


Alvin tersenyum. Kepalanya dia tundukan mainkan milik afsah


" Jangan di gigit sialan ! " kata Afsah mengeluh kesakitan


" Gemes banget sayang "


Afsah mendorong kepala alvin . Karena milik nya sakit di gigit alvin . Calon suaminya itu seperti bayi kehausan


" Udah stop vin ! Aku capek "


Alvin tersenyum. Dia kembali tidur di samping afsah lagi . Alvin menarik selimut. Mereka saling tatapan


" Kita harus cepat menikah . Kalo engak bisa bisa buat dosa terus " kata Afsah


" Yuk ! Bulan depan gimana ? "


" Tunggu bapak sama ibu ke jakarta " jawab Afsah


" Iya sayang . Nyaman juga satu selimut sama kamu . Apa perlu kita nginap disini ?"


" Aku besok masuk pagi "


" Wekend? " Tanya Alvin


" Kita liat nanti "

__ADS_1


Alvin mengangguk. Tubuh alvin semakin mendekat. Mereka saling berpelukan


" Janji jangan bilang siapa siapa kita begini ya . Apalagi derren " kata Afsha


" Rahasia kita berdua " jawab Alvin


Afsah menggelamkan bibir nya di leher alvin . Afsah pejamkan matanya karena lelah banget


" Kamu engak boleh tidur . Takut nya sampai pagi kita ketiduran . Nanti bangunin aku . 1 jam aja aku tidur "


" Iya sayang . Aku main Game ini " jawab Alvin


2 jam


Alvin mengubah posisi afsah tidur. Alvin ingin melihat tidur afsah seperti apa . Mulut terbuka dan pelukan semakin erat


" Lucu banget sih tidur nya " kata alvin


Alvin mencium pipi afsah berulang kali . Saking gemesh nya . Afsah terbangun dia melepaskan pelukannya


" jam berapa ? "


" 10 malam "


Afsah bangun dari tidur nya dia memakai kembali kemeja kerjanya itu


" Pulang yuk . Aku mau tidur di kost kostan aja . Next kita kesini lagi "


" Iya nginap. Makanya pulang dulu sekarang . Tapi cari makan dulu . Biar langsung tidur sampai kost "


Alvin mengangguk. Alvin juga memakai kembali pakaian nya . Afsah langsung keluar kamar . Dia membereskan tas nya


Alvin merentangkan tangan nya supaya Afsah memeluknya


" Makasih untuk hari ini ! "


" Hem ! " deham Afsah


" Oke oke . Kita cari makan . Muka nya udah bete ya . Lapar "


" Iya cepet ih . Nanti aja kalo mau romantis . Di mobil kan bisa "


Alvin menutup kamar nya dulu . Beres dikit keadaan rumah . Setelah itu mereka keluar dari perumahan


.


.


.


.

__ADS_1


Ketika sedang bekerja . Tiba tiba hp afsah bergetar ada satu pesan dari tukang bangunan. Rumah nya sudah selesai. Dan afsah di suruh cek rumah sore ini


Afsah tersenyum pada akhirnya. Artinya tidak perlu nunggu minggu depan orang tuanya pulang . Afsah langsing membalas. Dia mengabari alvin untuk minta di antar nanti pulang


Respon alvin juga cepat . Calon suaminya itu langsung mengiyakan


Beberapa jam kemudian tiba di rumah . Afsah masuk kedalam rumah nya yang berlantai 2. Rumah nya terlihat sedikit mewah dan tenang


Afsah memberikan amplop karena seminggu ini belum afsah bayar . Afsah masuk ke dalam kamar nya kamar yang awalnya kecil kini menjadi cukup besar


" tinggal beres beres besok vin ! Kayanya aku mau beli ranjang baru buat kamar aku sama kamar ibu "


" Mau beli sekarang sekalian nanti lewat mall ? " Tanya Alvin


" Iya . Gapapa kan ? "


" Gapapa sayang . Sama beli apa lagi . Biar besok sekalian di antar sama mereka" kata alvin


" Mau pake ac juga dikamar sama di ruang tamu "


Alvin mengangguk. Alvin ikut afsah ke lantai atas ada kamar juga dan luas buat tamu tamu menginap . Alvin memeluk afsah dari belakang


" Kamar kamu engak usah terlalu banyak barang barang . Kita menikah langsung pindah kerumah "


" Engak mau tinggal disini dulu ? " Tanya Afsah


" Engak enak begituan apalagi sebelahnya kamar mertua. Engak bebas sayang "


" sejak kapan ya Vin kamu mesum kaya gini ? Hah ? Kebanyakan main sama radi sama Derren " kata Afsah mencubit tangan Alvin


Alvin hanya terkekeh. Alvin mencium pipi afsah dan mengedus leher wanita itu . Afsah juga mengangkat tangan nya menarik rambut alvin


" Enak ya? " kata alvin sambil tersenyum


Afsah langsung mendorong alvin. Tersadar alvin menghisap leher nya . Afsah mengecek nya dengan kamera ponselnya


" Anj*ng ya lu . Merah ini ! " kata Afsah kesel


" Hehe . Bablas sayang "


Afsah mengelap elap . Tetap merah . Alvin megenggam tangan afsah


" Udah lah . Urai aja rambut kamu biar engak keliatan " alvin menarik ikat tali rambut afsah


Membenarkan posisi rambut itu supaya tidak kelihatan orang lain . Afsah masuk ke toilet mengecek semuanya . Setelah itu afsah mengunci rumah . Biar besok dia bisa kembali kesini lagi


Melewati beberapa rumah sampai di depan gang . Mereka langsung pergi ke mall untuk memesan ranjang dan juga ac


Semua itu Alvin yang bayar karena alvin yang mengeluarkan debit nya lebih dulu. Afsah di buat bete padahal kan niatnya afsah yang bayar


" anggap aja sebagai minta maaf leher kamu " bisik alvin

__ADS_1


Afsah langsung mencubit perut alvin . Mereka selesai transaksi


__ADS_2