Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Sembilan dua


__ADS_3

Afsah menenangkan alvin karena pria itu grutu . Seperti biasa kalo lama antri atau lama pesanan pasti alvin ngegrutu


Afsah mengajak alvin untuk foto berdua supaya calon suaminya itu senang. Terbukti kan alvin langsung senyum . Mood nya kembali bagus


Afsah mengelus kepala alvin . Merapikan rambut nya


" Aku ganteng ga ? "


" Ganteng ... makanya aku cinta " jawab afsah sambil tersenyum


" Nanti di apart aku gigit pipi kamu . Gemesin banget sih honey ! " kata alvin gregetan


Alvin mengeluarkan benda di sakunya dia memegang tangan afsah


" Barang yang kamu kasih ke orang tua aku . Adalah barang kamu . Kamu yang milih cincin ini . Sekarang aku balikin ke pemilik nya. Boleh aku pasang lagi ? " Tanya alvin pelan pelan


Afsah mengangguk . Alvin langsung memakainya dari pada nanti nanti mereka berantem lagi yang ada Afsah ngambek lagi . Terus afsah engak mau di pakai cincin nya


" Kalo kaya gini kan enak di lihat nya . Itu cincin terus di pakai biar engak hilang . Kalo engak mau hilang di masukin ke kalung kamu . Jangan di taruh sembarangan " jelas alvin


" Iya suami ku ! " jawab Alvin


Ramen mereka datang membuat afsah akhirnya senang . Udah lama dia kepengen makan ramen yang diinginkan . Sekarang malah makan ramen sama calon suami


" Jaga kesehatan kamu . Jangan lupa minum vitamin"


" Aku udah engak minum vitamin lagi . Soalnya habis " jawab afsah


" Nanti kita sekalian ke toko beli vitamin buat kamu ya ! " Ucap alvin lagi


Urusan makan selesai , urusan vitamin juga selesai . Kini saat nya mereka keliling mall


" Kapan niat nya mau ke jakarta? Kasian loh orang tua kamu di jakarta berdua aja . Aku yakin sebagai orang tua mereka pasti kangen sama anaknya . Apalagi kamu anak satu satunya " kata alvin


" belum tau "


" Kalo ada waktu libur . Coba ke jakarta . Engak butuh beberapa hari . Cuma sehari aja pasti mereka seneng . Aku sering kerumah kamu . Buat nanya kabar mereka. Biar mereka engak kesepian. Minimal walaupun anaknya engak ada. Seengaknya calon menantunya datang "


" Makasih alvin ! " kata Afsah

__ADS_1


" Iya . Ibu sama bapak udah kaya orang tua aku sendiri sah . Mama pernah ngomong sama aku . Kalo kamu suka dan cinta sama orang . Cintai juga orang tua nya . Karena dari mereka anak nya dilahirkan dan kamu bisa mencintai anaknya berkat orang tua "


Afsah mengelus tangan alvin . Afsah juga tersenyum paksa meneteskan air matanya. Afsah kangen sama ibu dan bapak


" Jangan bahas orang tua plis. Aku sedih "


Alvin tertawa dia langsung memeluk afsah. Dan meminta maaf


" Mau kemana lagi ? "


" Pulang aja deh ... kasian kamu nanti di pesawat capek " kata Afsah


" Yaudah sayang "


Alvin memesan taksi online untuk menuju balik ke apartemen


.


.


.


.


( Kamu engak ada niat mau ngelanjutin S 2 honey ? ) Tanya alvin


( Emmm cukup S 1 aja kayanya . Kemarin aja pas skripsi udah mau mati . Kenapa kamu tanya tanya begitu . Tumben banget) tanya afsah lagi


( Aku mau lanjut S2 sah )


( Oh Oke. Bagus lah kalo mau ngelanjutin S2 . Dimana ? ) Tanya afsah


( Di Jakarta paling atau di Surabaya biar deket sama kamu )


( Terus kerjaan kamu gimana ? Kantor siapa yang ngurus kalo kamu ngelanjutin disini ? ) Tanya Afsah


( Aku ambil weekend kuliah nya . Biar bulak balik jakarta Surabaya)


( Apa engak kecapean kamu bulak balik Surabaya Jakarta? Kalo saran aku mending di jakarta aja ) kata Afsah

__ADS_1


( Capek sih tapi kan ada kamu . Biar ada alasan bisa ketemu sama kamu )


(kamu coba pikir pikir lagi . Emang bisa ke pegang kerjaan kamu ? Terus belum lagi kamu harus bulak balik jakarta Surabaya . Aku lebih suka kamu di jakarta aja . Lagi pula sedikit lagi kita menikah . Kemungkinan aku bakalan berhenti kerja disini dan ikut kamu ke jakarta)


( serius ? Serius kamu bakalan berhenti kerja di perusahaan itu? ) Tanya alvin tak percaya


( Serius . Aku mau balik ke jakarta aja . Buat apa aku jauh dari orang tua kalo orang tua aku sedih setiap hari )


( bagus ! Kalo kamu masih mau kerja . Kamu bisa loh kerja di perusahaan aku ) tawar alvin


( Langsung masuk ya vin . Engak perlu berkas berkas hehe )


( gampang itu mah . Jadi kapan niat nya ? )


( bulan ke 4 . Kan bulan depan nya kita menikah. Pasti kan sibuk sibuk banget belum ngurus ini itu ) kata Afsah


( Yaudah sayang . Lebih cepat sebenernya lebih baik sih engak perlu nunggu 4 bulan . Mulai besok juga aku terima hehe )


( Dasar! )


( Hehehe .... cantik banget sih Sah) kata alvin sambil tersenyum


( gausah muji muji gue ! Mulut buaya ) ketus afsah


( hehehe ... Di puji marah , engak di puji juga marah . Lama lama aku cium juga itu bibir . Gemesin )


Afsah memutar matanya malas


( Yaudah ya aku lanjut kerja dulu sayang . Nanti kita kabar kabaran lagi kalo udah pulang kerja ) kata Alvin


( dadah sayang ... ) kata afsah melambaikan tangannya


Ketika afsah mencuci tempat makan nya . Ponsel afsah berdering lagi panggilan dari Radi


Lelaki itu mengajak afsah untuk bertemu nanti malam . Ada yang mau di omongin dan sekalian makan malam . Tentu afsah harus izin dulu sama alvin


Makasudnya memberi tahu alvin . Supaya calon suaminya engak khawatir. Tapi malah ckls satu


Afsah memsukan lagi hp nya . Tempat bekal juga afsah bersih dan keringkan

__ADS_1


Kembali ke meja kerja nya . Afsah melanjutkan berkas yang harus di selesain di komputer nya


__ADS_2