Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Seratus lima tiga


__ADS_3

Sebelum mereka memutuskan untuk kerumah sakit pagi ini . Afsah menghubungi bapaknya mengenai ibu


Pesan bapak . Afsah di minta tolong kerumah untuk membawa pakaian ibu dan beberapa ada yang harus afsah bawa yang ada di kamar


" Vin ... kemarin Ayah kamu ngomong enak banget deh "


" Ngomong apa ? "


" Iya . Kata Ayah kamu . Aku suruh kamu beli lahan buat bapak sama ibu jualan . Karena ruko yang sekarang sewa tempat nya kecil. Ngomong nya enak banget ya . Aku lebih tahu keuangan suami aku kaya gimana . Ini aja lagi mikirin biaya sewa satu lantai rumah sakit "


" Emang nya kamu engak mau nyari tempat lain ? Ya aku juga ngerasa sekarang ruko nya lebih kecil sayang " kata Alvin


" Ya mau lah . Aku kan lagi ngumpulin duit. Emangnya kamu mau aku ngutang lagi pinjaman online "


" Ya jangan lah . Dosa tahu ! " jawab Alvin


" Pokonya setelah anak kita lahir . Aku lebih rajin deh ngumpulin duit Vin . Buat bantu ibu sama bapak pindah . Soalnya ayah bilang itu . Ayah kapan kapan mau ngajak rekan nya makan mie ayam . Makanya minta aku buat pindah tapi kamu harus bayarin "


" Iya iya sayang " Jawab Alvin


Setiba dirumah mertua . Afsah menemukan kunci rumah di tempat biasa . Mereka saling bantu untuk memasukan keperluan ibu dan bapak dalam tas


" Nanti bapak suruh istirahat aja . Kita yang jaga ibu " jawab Alvin


" Nanti kita mampir dulu beli sarapan buat bapak mas "


" Iya sayang ... " jawab Alvin


Kembali kerumah sakit lagi . Alvin menemukan lahan yang lumayan besar cocok untuk ibu dan bapak jualan . Persis yang ayah nya bilang dekat toko elektronik dan engak jauh dari rumah nya


" kok berenti mas ? "


" Bentar sah " jawab alvin sambil mengeluarkan ponselnya . Alvin mencatat nomor telepon penjual lahan


Setelah itu alvin mengajak afsah untuk membeli sarapan dan mampir ke minimarket beli keperluan ibu dan snack nya


" Sayang ... sebelum kita turun ..."


" Kenapa mas ? "


" Aku mau enen"


Afsah terkejut . Langsung tersenyum. Afsah memukul pundak alvin


" Apa sih ! Sempat sempat nya ! "


" Sayang ... udah lama engak enen..." pinta alvin manja


" Gimana kalo ada orang yang ngeliat ? Kamu aneh aneh honey ! "

__ADS_1


" jadi kamu engak mau nurutin aku ? Hmmm gitu ya , aku ngambek " kata alvin ngambek


" Okeh , kamu pindahin dulu mobil kamu ke parkiran masuk rumah sakit "


Alvin langsung tersenyum. Dengan semangat alvin langsung pindahin mobil nya ketempat sepi lantai atas . Alvin mengarah mobilnya ke arah jalanan . Supaya tidak ada yang menyadari kalo ada orang di mobil


skip *** *** hanya mereka yang menikmati siang ini


" turun lagi mas kebawah . Nanti kita pulang nya jauh banget kalo parkir disini "


" Iya sayang ... makasih sayang untuk tadi "


" Iya honey ! Suamiku yang paling ganteng"


Afsah memegang kepala alvin untuk mengecup pipi nya . Bergandengan masuk ke lorong rumah sakit


" Pak , gantian bapak istirahat . Alvin sama Afsah yang jaga "


Bapak mengangguk . Bapak segera keluar. Entah kemana yang pasti bapak keluar dari ruangan


" Gimana bu udah enakan belum ? "


" Ya begini deh " jawab ibu


" Makanya bu jangan capek capek " jawab Afsah


" Bu ... berapa tahun ibu jualan mie ayam ?" Tanya Alvin


" 12 tahun mungkin? Dari jaman Afsah masih sekolah " Jawab Ibu


" Alvin ada rencana bu . Alvin juga udah mikirin. Gimana kalo ibu sama bapak stop jualan "


Afsah menatap alvin, begitu pun dengan ibu . Apa maksudnya?


" Iya , alvin ada rencana. Jadi alvin pindahin tempat jualan ibu yang lebih luas lagi . Jadi ibu sama bapak tinggal terima proses nya . Alvin janji bakalan besarin tempat usaha ibu sama bapak . Jadi nanti alvin cari orang buat kelola . Udah cukup ibu sama bapak buat jualan . Sekarang tinggal waktunya ibu sama bapak jadi bos . Siapa tahu ibu sama bapak bakalan buka cabang " kata Alvin


" Ibu engak ngerti bisnis bisnis begitu vin !"


" Nanti alvin yang bantu bu . Tapi mie ayam alvin yang nerusin . Biar makin terkenal insya allah . Tiap bulan alvin yang kasih ibu hasil penjualan nya . Ibarat nya kaya pendapatan pemilik usaha "


" Kalo kamu maunya begitu . Ibu setuju . Cuma kamu tanya lebih dulu sama bapak vin "


" Emang bakalan kepegang Vin ? Bisnis kamu yang lain nya gimana ? Jangan main iya iya aja kamu " omel Afsah


" Kepegang lah . Kamu engak tahu . Suami kamu ini pintar ? " kata Alvin sambil tersenyum


" Iya ! Pintar ngebohong. Buu.... afsah di boongin mulu sama alvin " adu Afsah


Ibu hanya bisa tersenyum

__ADS_1


" Afsah juga bu ! Dia engak pernah nurut sama alvin bu, suka ngelawan bu " adu alvin juga


Ibu menggeleng kepalanya . Ibu bangun dari tempat tidur . Ibu melebarkan tangan nya memeluk anak dan mantunya


" Ibu cuma punya kalian berdua , walaupun sering berantem. Tapi ibu engak mau kalian pisah ... Vin ! Tolong kamu sabar sama Afsah ya ! Ibu sama bapak sayang banget sama Afsah "


" Iya bu " jawab Alvin


Afsah tersenyum memeluk erat ibu nya . Begitu pun dengan Alvin


" Makasih ya vin ... ibu sama bapak sayang sama alvin ... kamu menempati janji kamu , walaupun ibu sama bapak bilang engak perlu tapi kamu tetap memberi nafkah ibu , bayar keperluan rumah tangga ibu "


" Iya bu " jawab Alvin lagi


Setelah bertiga pelukan. Dokter datang untuk mengecek keadaan ibu . Afsah memeluk tangan alvin


" Mas ... aku kepengen jus mangga ... mas mau nggak tolong beliin di kantin "


" Bentar ya sah . Tunggu dokter nya keluar . Baru mas keluar "


" Iya mas ... makasih ya "


" sama sama sayang ..." jawab Alvin sambil mengecup kepala Afsah


Setelah di cek keadaan ibu . Alvin segera keluar membeli juice. Alvin dapat melihat bapak lagi minum kopi di kantin


Alvin menemani nya sekalian membicarakan mengenai niat baik Alvin yang tadi sudah di bicarakan sama Ibu


" Yaudah ... bapak nurut aja . Kalo ibu bilang mau . Ya bapak juga mau "


" Maaf mas , ini jus nya "


Alvin pamit untuk memberikan jus kepada Afsah. Tak lama di dalam lift alvin di telepon untuk datang ke kantor


" Sayang ... mas mau ke kantor dulu sebentar ya . Ada yang mau mas tanda tangan "


" Oh Yaudah mas. Aku tunggu sini aja "


" Iya sayang . Nanti siang mas kesini lagi . Sebentar aja kok cuma tanda tangan kontrak media partner " jawab Alvin


" Iya sayang... aku engak nemenin kamu kebawah ya "


" Engak usah . Kamu disini aja . Nanti aku juga pamit sama bapak di kantin "


Afsah mengulurkan tangan nya mencium tangan alvin . Setelah itu alvin juga pamit sama ibu mertua


Cup


Setelah kecupan di kening . Alvin langsung pergi

__ADS_1


__ADS_2