Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Empatbelas


__ADS_3

Afsah keluar kelas terakhir ketika teman temannya itu keluar duluan . Ketika Afsah keluar kelas dirinya di tutup mata nya


" ren... apa apansi tutup mata segala "


Afsah membalikan matanya


" Derren ? Kenapa bisa berpikiran yang tutup mata derren ? "


Afsah langsung diam


" Kalian ada hubungan di belakang gue ? Gue liat liat semakin deket juga lo sama Derren ! "


" bukan gitu maksudnya " gumam Afsah


" Gue masih engak ngerti . Bukan nya kita pacaran ? Kita jadian di bioskop kan ? "


Afsah mengangkat kepalanya


" Jadi cewek jangan murahan. Sana sini mau . Jangan ngerasa diri lo paling cantik di ributin 2 cowok ! " ketus Alvin


" Gue engak murahan . Sekarang gini . Kalo kita pacaran emang nya gue engak boleh berteman sama laki laki ? Terus kalo kita pacaran juga emang pernah lo anggap gue cewek lo ? "


" Makasudnya apa nih ? Lo belain Derren ? " Tanya Alvin


" Ketika gue butuh lo . Lo kemana ? Sibuk main Game? Gue engak minta apa apa kan . Gue cuma minta tolong anterin doang , kalo gue ada kendaraan engak mungkin gue minta tolong lo " ucap Afsah kesel


" Kan gue udah bilang . Gue ada futsal sama temen temen . Kemarin juga gue udah minta maaf kan . Kenapa masih ngungkit ? Yang seharusnya ngungkit adalah gue . Kenapa bisa lu nyebut derren?" Kesel Alvin


" Kenapa gue engak boleh ngungkit ? Emang lo doang yang boleh ngungkit ? "


Alvin mengepalkan tangannya


" Terserah lu dah ! Gue kesini niat mau ngajak lo ke cafe berdua . Tapi begini balasan lo " ucap alvin penuh emosi


Alvin langsung pergi begitu saja . Meninggalkan Afsah yang masih berdiri di depan kelas nya


Saat di parkiran . Afsah melihat tempat bekal yang sudah tersangkut di motor nya


Afsah memakaikan helm nya . Wanita itu mundurin motor nya dan pas banget kendaraan Alvin lewat di depan nya


.


.

__ADS_1


.


.


Malam harinya di sebuah minimarket Alvin nongkrong sendirian . Pria itu membeli minuman kaleng dan rokok di selipkan jarinya. Alvin sibuk bermain hp . Menunggu kabar dari Afsah


Beberapa jam kemudian tak sengaja Alvin melihat Afsah turun dari motor Derren . Mereka berdua jalan berdua ke minimarket ini


Alvin terus menatap nya . Sampai tatapan mereka bertemu. Afsah di buat diam . Karena Derren belum tahu . Pria itu menarik pakaian Afsah untuk masuk


" Dih diem . Ayo masuk "


" Ren... alvin ..."


Derren celingak celingkuk. Dirinya langsung menemui Alvin lagi duduk sendirian


" Makasudnya apa nih bro ? " Tanya Alvin


" gua ... gua ... engak sengaja ketemu Afsah di jalan . Gue mau ke kesini ada yang mau di beli . Gue ajak kesini dulu nanti gue sekalian anterin dia pulang "


Alvin tersenyum meremehkan . Alvin langsung menarik tangan Afsah membelakangi


" Kan lo tau Afsah cewek gue bro . Kok lo malah main di belakang gue ? "


" Sory vin. Bukan Makasud merebut . Beneran gue ketemu Afsah di jalan . Nanti gue anterin pulang tapi gue kesini dulu ada yang mau gue beli "


Derren mengangguk . Langsung derren masuk ke minimarket


" ketahuan kan sekarang jalan sama cowok lain . Pikiran gue bener lo ada main belakang sama derren "


" Gue engak sengaja ketemu deren ! " kata Afsah menjelaskan


" terus apa kalo engak sengaja? Bisa aja kan lo nolak ajakan derren ? Emang dasar nya kegatelan"


" Terserah ya vin lo mau bilang apa . Yang pasti gue sama derren engak ada hubungan apa apa . Dan gue mau pulang sendiri . Engak perlu di anterin pulang " kata Afsah kesel


" Engak bisa ! Gue yang anterin lo pulang ! Udah malam " kata Alvin langsung megenggam tangan Afsah


Afsah menatap tangan nya yang di tarik alvin . Pria itu menaiki motor nya dan membayar parkir


" Pegangan nanti jatoh "


" Biarin aja jatoh " ejek Afsah

__ADS_1


Alvin menarik tangan Afsah untuk memeluknya . Awalnya afsah menolak tetapi alvin menariknya lagi


" kita jalan jalan dulu . Anggap aja ini sebagai tanda maaf gue sama lo masalah kemarin engak anterin ke cafe "


" Gue mau pulang " pinta Afsah


" Bentar aja . Nanti gue anterin sampai depan rumah "


Afsah terkejut mendengar itu


" Engak perlu . Lo cukup anterin gue sampe depan gang aja . Gue engak mau orang tua gue tau . Kalo gue jalan sama cowok "


Alvin tersenyum kiri. Kaya nya boleh nih kapan kapan gue mengancam dengan embel embel ketemu orang tuanya. Batin alvin .


Alvin mengajaknya ke tempat dimana daerah kuliner semua . Motor alvin parkir . Keduanya turun dari motor


" Mau ngapain kesini ? " Tanya afsah


" Mau jajanin cewek gue "


Afsah memutar matanya malas. Alvin megenggam tangan Afsah untuk mencari makanan yang enak enak


" Mau itu nggak ? " ucap alvin pada eskrim Roll


" Engak Mau. Lagi pilek "


Alvin mengangguk . Mereka berdua terus berjalan lagi


" Mau beli apa ? Pinta aja "


" Gue kenyang . Ga pengen beli apa apa "


" Dih harus jajan . Ayo pilih mau apa . Kalo engak ! Gue tinggalin disini . Biarin lo pulang sendiri "


Afsah langsung mendorong alvin pelan . Emang anaknya suka maksa


" Yaudah mau beli itu telor gulung "


Alvin mengangguk . Alvin memesan nya untuk afsah . Sambil menunggu itu . Alvin pergi untuk membeli minum. Sedangkan afsah di tinggal di duduk di penjual telor gulung


Alvin kembali datang lagi membawa 2 minuman


" Kenapa bekal tadi kasih ke derren? Engak biasanya kasih ke gue ? "

__ADS_1


" Sekali kali gapapa lah . Dari pada gue kasih lo tapi ujung ujung nya temen lo yang makan atau di buang "


Alvin langsung menatap Afsah . Alvin berfikir pasti Derren yang bilang sama Afsah selama Afsah kasih bekal. Teman nya yang makan


__ADS_2