
" satu in mas " kata Alvin
" nggak mas ! Saya bayar sendiri " kata Afsah
" Apaan sih Sah! Kalo mau bayar sekalian dua . Engak usah pisah pisah begini. Kaya temen aja . Udah dua duanya sekalian "
Afsah mengambil parfum nya
" taro nggak ! " kata Alvin
" Yang ini engak jadi mas " kata Afsah
" Lu kenapa sih . Hah ! Bikin orang kesel aja " kata Alvin
Alvin menatap afsah dengan emosi . Alvin menatap karyawan
" Bayar dua duanya " kata Alvin
Afsah langsung pergi gitu aja keluar toko. Alvin menghela nafas. Kenapa afsah bersikap kaya anak kecil begini
Alvin mengejar Afsah. Kekasih nya itu jalan santai di mall
" Dewasa dikit dong sah . Kalo marah jangan di depan orang. Ga engak di lihat " kata alvin kesel
Afsah tetap diam . Mereka turun satu lantai untuk mengambil cincin. Sekarang ini alvin engak banyak ngomong di toko itu. Bahkan tak mengucapkan terima kasih kepada toko nya
" Mau kemana lagi sekarang ? Atau mau langsung pulang " Tanya alvin ketika mereka udah di dalam mobil
" Mana kek ! Pulang sekalian " ketus afsah
" Yaudah pulang kalo gitu " jawab Alvin santai
Afsah mengubah posisi nya melihat jendela terus . Bahkan sama sekali kesel banget melihat alvin
Mereka berdua kembali kerumah alvin . Karena janji afsah kemarin . Weekend menginap . Afsah langsung masuk ke kamar nya . Wanita itu mengambil baju di lemari berniat mau mandi malam
Supaya tidur nya lebih nyenyak. Selesai mandi afsah membungkus kepalanya dengan handuk . Saat itu juga alvin masuk ke kamar
" Kamu engak lapar ? Terakhir makan kita siang ? " Tanya Alvin kepada afsah
Afsah menutup lemari di kamar itu . mengambil charger hp . Lalu menarik selimut
" Sah ? "
__ADS_1
Pertanyaan alvin tidak di jawab . Alvin menarik ranjang memeluk kepala afsah
" Masih ngambek masalah tadi ? "
Afsah mendorong alvin . Wanita itu membalikan badan nya
" Yaudah kalo kamu belum mau makan . Aku juga engak makan . Tadi mau ngajak cari makan di luar sah " kata Alvin
Alvin keluar kamar lagi . Untuk mengecek nya . Supaya semua pintu terkunci . Alvin kembali ke kamar . Pria itu mengunci kamar dan mematikan lampu utama
Alvin menaiki ranjang lagi . Menarik selimut dan posisi nya dekat sama afsah . Alvin memeluk perut afsah
" Kalo marah jangan lama lama . Takut nya kebiasaan sampai nikah . Emang salah kalo orang mau silaturahmi ? " kata Alvin
Afsah mematikan hp nya . Dia mulai memejamkan mata dan melepaskan tangan alvin
" Masih jam 8 kok udah tidur? Aku tau kamu pura pura tidur biar kita engak bahas tadi kan ? " kata Alvin
Afsah menarik selimut sampai kepalanya. Afsah masih marah dalam diam
" Yaudah deh kalo masih diam juga . Dan engak mau bahas . Biarin masalah nya engak selesai . Itu kan yang kamu mau . Selalu menghindar dari masalah. Besok pulang aja sendiri . Jemput orang tua kamu sendiri . Engak usah sama aku . Percuma juga kan engak mau komunikasi " kata Alvin
Alvin langsung bersih bersih ke dalam kamar mandi . Di bawah selimut afsah mendengar semua ucapan alvin
Begitu balik ke kamar . Alvin baru keluar kamar mandi . Pria itu juga mandi . Kini hanya memakai celana boxer aja
" Besok jemput orang tua sendiri . Engak usah sama alvin ! Ngomong aja dari tadi di cuekin " Kata alvin
Afsah hanya diam . Afsah menyalakan tv . Tadi niat nya mau tidur . Tapi malah seger banget mata nya . Alvin kembali naik ke ranjang. Pria itu bermain hp . Membuka sosial media nya
" Jadi orang makanya yang tegas ! Kalo engak suka ya ngomong jangan diam aja !"
Alvin meletakkan hp nya . Dia menatap afsah dengan emosi
" Engak tegas gimana maksudnya? Hah ? "
" Ya tegas lah . Selama ini lo takut kan sama cewek ? Takut kalo kena karma sama adik lo . Kalo lo engak suka dengan cara mantan lo komunikasi ya ngomong sama dia . Jangan diam aja . Semakin lo diem . Semakin mantan lo anggap lo itu masih suka sama dia "
Alvin meremas tangan dia . Alvin beranjak bangun dia menatap afsah dengan tenang nya anak itu
" Gue engak marah lo deket sama derren . Tapi kenapa cuma gara gara tadi ketemu doang . Lo segini marah nya sama gue ? Emang gue yang semperin dia ? Engak kan ? Dia yang samperin gue ? " kata Alvin
" Gue engak bahas deren . Jangan suka berlagak seperti korban ! Disini korban nya gue vin ! Emang gue dari tadi nyebut nama ? Engak kan? Gue cuma minta lo tegas . Bisa tegas nggak ? Kalo engak bisa tegas pecatin semua karyawan lo. Laki kok lembek banget "
__ADS_1
Alvin mengangkat kepalanya. Dia ingin memukul afsah . Tapi afsah langsung menatap nya
" Pukul gue ! Biar lo kehilangan gue yang kedua kalinya ! Silahkan ayo pukul ! Heran ! Orang di bilangan kok engak seneng ! Egois banget " kata Afsah
Alvin hanya diam . Pria itu menurunkan tangan nya . Alvin kembali duduk di ranjang membalikan badan nya
Cukup lama mereka saling diam . Kamar itu hening makanya ada suara tv . Afsah menarik selimut dia membalikan posisi tidur nya. Alvin sekali menoleh . Ketika afsah tiduran menghadap ke kiri sambil bermain hp
Alvin masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka nya . Setelah itu dia mendekatkan diri nya memeluk afsah
" Aku minta maaf ! "
Alvin memeluk afsah . Pria itu menempelkan dagu nya di bahu afsah
" Iya aku yang salah. Engak seharusnya aku diam aja ketika dia meluk aku . Dan kamu bener. Aku engak bisa tegas sama cewek. Tapi aku bakalan belajar pelan pelan bisa tegas . Maafin aku ya sah masalah tadi aku mau pukul kamu "
Afsah masih diam . Afsah pura pura sibuk bermain hp . Bahkan tidak ada niat untuk membalik tubuh nya melihat alvin
Alvin menarik hp afsah . Membuat afsah akhirnya membalikan badan menghadap Alvin
" Maafin aku honey ! " kata Alvin
Afsah mengangguk . Alvin langsung menindih afsah . Menyatukan jari jarinya di belakang punggung Afsah
" Aku sayang banget sama kamu vin ! Hati aku sakit ngeliat kamu terima pelukan dari mantan kamu. Terus juga kamu terima aja cepika cepiki . Sadar ga sih kalo ada aku disitu ? "
" Maaf sayang ... maafin aku " kata Alvin
Afsah mengangguk . Cukup lama alvin memeluk dan menindih nya . Alvin juga kembali mencium leher Afsah . Membuat wanita itu kegelian
" Mau makan apa kita ? Atau kita keluar "
" Makan dirumah aja ya . Aku malas ganti baju . Terus kita makan fast food aja . Drive thru " kata Afsah
" Iya sayang .... em... " alvin menghisap kembali leher belakang afsah
Tangan afsah juga meremas rambut kekasih nya itu . Alvin bangun dari tidur nya . Pria itu mengangkat tantop afsah . Memainkan kesukaan nya itu
" Kasih ya yang ? "
" Ya " jawab Afsah memberi izin alvin untuk memberikan tanda cinta di pabrik asi nya
Mereka selesai romantis sampai tengah malam jam 12 an . Sejak saat itu keduanya keluar rumah lagi membeli makan
__ADS_1