Dendam Di Masa Lalu

Dendam Di Masa Lalu
Tujuh tujuh


__ADS_3

" satu in mas " kata Alvin


" nggak mas ! Saya bayar sendiri " kata Afsah


" Apaan sih Sah! Kalo mau bayar sekalian dua . Engak usah pisah pisah begini. Kaya temen aja . Udah dua duanya sekalian "


Afsah mengambil parfum nya


" taro nggak ! " kata Alvin


" Yang ini engak jadi mas " kata Afsah


" Lu kenapa sih . Hah ! Bikin orang kesel aja " kata Alvin


Alvin menatap afsah dengan emosi . Alvin menatap karyawan


" Bayar dua duanya " kata Alvin


Afsah langsung pergi gitu aja keluar toko. Alvin menghela nafas. Kenapa afsah bersikap kaya anak kecil begini


Alvin mengejar Afsah. Kekasih nya itu jalan santai di mall


" Dewasa dikit dong sah . Kalo marah jangan di depan orang. Ga engak di lihat " kata alvin kesel


Afsah tetap diam . Mereka turun satu lantai untuk mengambil cincin. Sekarang ini alvin engak banyak ngomong di toko itu. Bahkan tak mengucapkan terima kasih kepada toko nya


" Mau kemana lagi sekarang ? Atau mau langsung pulang " Tanya alvin ketika mereka udah di dalam mobil


" Mana kek ! Pulang sekalian " ketus afsah


" Yaudah pulang kalo gitu " jawab Alvin santai


Afsah mengubah posisi nya melihat jendela terus . Bahkan sama sekali kesel banget melihat alvin


Mereka berdua kembali kerumah alvin . Karena janji afsah kemarin . Weekend menginap . Afsah langsung masuk ke kamar nya . Wanita itu mengambil baju di lemari berniat mau mandi malam


Supaya tidur nya lebih nyenyak. Selesai mandi afsah membungkus kepalanya dengan handuk . Saat itu juga alvin masuk ke kamar


" Kamu engak lapar ? Terakhir makan kita siang ? " Tanya Alvin kepada afsah


Afsah menutup lemari di kamar itu . mengambil charger hp . Lalu menarik selimut


" Sah ? "

__ADS_1


Pertanyaan alvin tidak di jawab . Alvin menarik ranjang memeluk kepala afsah


" Masih ngambek masalah tadi ? "


Afsah mendorong alvin . Wanita itu membalikan badan nya


" Yaudah kalo kamu belum mau makan . Aku juga engak makan . Tadi mau ngajak cari makan di luar sah " kata Alvin


Alvin keluar kamar lagi . Untuk mengecek nya . Supaya semua pintu terkunci . Alvin kembali ke kamar . Pria itu mengunci kamar dan mematikan lampu utama


Alvin menaiki ranjang lagi . Menarik selimut dan posisi nya dekat sama afsah . Alvin memeluk perut afsah


" Kalo marah jangan lama lama . Takut nya kebiasaan sampai nikah . Emang salah kalo orang mau silaturahmi ? " kata Alvin


Afsah mematikan hp nya . Dia mulai memejamkan mata dan melepaskan tangan alvin


" Masih jam 8 kok udah tidur? Aku tau kamu pura pura tidur biar kita engak bahas tadi kan ? " kata Alvin


Afsah menarik selimut sampai kepalanya. Afsah masih marah dalam diam


" Yaudah deh kalo masih diam juga . Dan engak mau bahas . Biarin masalah nya engak selesai . Itu kan yang kamu mau . Selalu menghindar dari masalah. Besok pulang aja sendiri . Jemput orang tua kamu sendiri . Engak usah sama aku . Percuma juga kan engak mau komunikasi " kata Alvin


Alvin langsung bersih bersih ke dalam kamar mandi . Di bawah selimut afsah mendengar semua ucapan alvin


Begitu balik ke kamar . Alvin baru keluar kamar mandi . Pria itu juga mandi . Kini hanya memakai celana boxer aja


" Besok jemput orang tua sendiri . Engak usah sama alvin ! Ngomong aja dari tadi di cuekin " Kata alvin


Afsah hanya diam . Afsah menyalakan tv . Tadi niat nya mau tidur . Tapi malah seger banget mata nya . Alvin kembali naik ke ranjang. Pria itu bermain hp . Membuka sosial media nya


" Jadi orang makanya yang tegas ! Kalo engak suka ya ngomong jangan diam aja !"


Alvin meletakkan hp nya . Dia menatap afsah dengan emosi


" Engak tegas gimana maksudnya? Hah ? "


" Ya tegas lah . Selama ini lo takut kan sama cewek ? Takut kalo kena karma sama adik lo . Kalo lo engak suka dengan cara mantan lo komunikasi ya ngomong sama dia . Jangan diam aja . Semakin lo diem . Semakin mantan lo anggap lo itu masih suka sama dia "


Alvin meremas tangan dia . Alvin beranjak bangun dia menatap afsah dengan tenang nya anak itu


" Gue engak marah lo deket sama derren . Tapi kenapa cuma gara gara tadi ketemu doang . Lo segini marah nya sama gue ? Emang gue yang semperin dia ? Engak kan ? Dia yang samperin gue ? " kata Alvin


" Gue engak bahas deren . Jangan suka berlagak seperti korban ! Disini korban nya gue vin ! Emang gue dari tadi nyebut nama ? Engak kan? Gue cuma minta lo tegas . Bisa tegas nggak ? Kalo engak bisa tegas pecatin semua karyawan lo. Laki kok lembek banget "

__ADS_1


Alvin mengangkat kepalanya. Dia ingin memukul afsah . Tapi afsah langsung menatap nya


" Pukul gue ! Biar lo kehilangan gue yang kedua kalinya ! Silahkan ayo pukul ! Heran ! Orang di bilangan kok engak seneng ! Egois banget " kata Afsah


Alvin hanya diam . Pria itu menurunkan tangan nya . Alvin kembali duduk di ranjang membalikan badan nya


Cukup lama mereka saling diam . Kamar itu hening makanya ada suara tv . Afsah menarik selimut dia membalikan posisi tidur nya. Alvin sekali menoleh . Ketika afsah tiduran menghadap ke kiri sambil bermain hp


Alvin masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka nya . Setelah itu dia mendekatkan diri nya memeluk afsah


" Aku minta maaf ! "


Alvin memeluk afsah . Pria itu menempelkan dagu nya di bahu afsah


" Iya aku yang salah. Engak seharusnya aku diam aja ketika dia meluk aku . Dan kamu bener. Aku engak bisa tegas sama cewek. Tapi aku bakalan belajar pelan pelan bisa tegas . Maafin aku ya sah masalah tadi aku mau pukul kamu "


Afsah masih diam . Afsah pura pura sibuk bermain hp . Bahkan tidak ada niat untuk membalik tubuh nya melihat alvin


Alvin menarik hp afsah . Membuat afsah akhirnya membalikan badan menghadap Alvin


" Maafin aku honey ! " kata Alvin


Afsah mengangguk . Alvin langsung menindih afsah . Menyatukan jari jarinya di belakang punggung Afsah


" Aku sayang banget sama kamu vin ! Hati aku sakit ngeliat kamu terima pelukan dari mantan kamu. Terus juga kamu terima aja cepika cepiki . Sadar ga sih kalo ada aku disitu ? "


" Maaf sayang ... maafin aku " kata Alvin


Afsah mengangguk . Cukup lama alvin memeluk dan menindih nya . Alvin juga kembali mencium leher Afsah . Membuat wanita itu kegelian


" Mau makan apa kita ? Atau kita keluar "


" Makan dirumah aja ya . Aku malas ganti baju . Terus kita makan fast food aja . Drive thru " kata Afsah


" Iya sayang .... em... " alvin menghisap kembali leher belakang afsah


Tangan afsah juga meremas rambut kekasih nya itu . Alvin bangun dari tidur nya . Pria itu mengangkat tantop afsah . Memainkan kesukaan nya itu


" Kasih ya yang ? "


" Ya " jawab Afsah memberi izin alvin untuk memberikan tanda cinta di pabrik asi nya


Mereka selesai romantis sampai tengah malam jam 12 an . Sejak saat itu keduanya keluar rumah lagi membeli makan

__ADS_1


__ADS_2