
Alvin terus menerus menghirup soto betawi kesukaan nya di kantin kantor . Sebenarnya soto itu punya afsah
Alvin memesan lele goreng. Tapi karena alvin butuh yang ada kuah kuah . Akhirnya dia minta sama Afsah
" kata derren kamu selama ada acara reuni . Engak pernah datang ? Kenapa ? " Tanya Alvin
" Males ah . Lagian engak kenal . Apalagi dulu banyak banget yang engak suka sama aku . Mending aku kerja ataupun diam dirumah "
" Kalo ada acara reuni lagi. Kamu bakalan ikut kan ? Temenin aku ? " Tanya Alvin
" Emmm... aku lebih baik dirumah "
" Kalo udah menikah ? Kan dalam agama istri itu harus ikut kemana suami pergi " kata Alvin
" Aku tetep dirumah . Aku itu males ketemu orang banyak . Basa basi harus pura pura baik di depan mereka . Lagian kata derren 99% orang yang hadir dalam pertemuan itu . Cuma mau pamer. Aku ? Mau pamer apaan ? Orang engak punya "
Alvin megenggam tangan afsah
" Ini masih tentang waktu di kelas . Aku putusin kamu ya ? "
" Bukan ! " kata Afsah
" terus ? Bukan nya sejak kejadian itu kamu di bully? Aku yakin gara gara itu "
Afsah hanya diam . Wanita itu menyuapi alvin kuah soto
" Kita jangan bahas masa sekolah . Sakit kalo di bahas . Mending kita bahas masalah pekerjaan atau masa kuliah . Btw kamu tau nggak alasan aku kuliah kenapa ? "
Alvin mengerutkan keningnya kayanya alvin pernah tahu alasan afsah kuliah
" Karena bisa sebanding dengan aku ? " Tanya Alvin geer
Afsah mengangkat jempolnya . Jawaban alvin ternyata benar
" Kok tau ? Derren yang bilang "
" Dulu aku pernah denger . Kalo engak salah dari derren. Kalo kamu itu semangat banget buat belajar . Biar bisa kuliah terus sebanding sama aku . Iya kan ? Ternyata emang dari dulu kamu yang cinta sama aku kan ... ciyeee " kata Alvin mengejek sambil mencolek dagu Afsah
Afsah menutup wajahnya malu . Cerita itu memang bener cuma pas alvin mutusin afsah . Afsah berniat kuliah bukan karena alvin . Tapi karena dia ingin membalas alvin supaya jadi wanita karir yang sukses
Biar bisa nyakitin alvin balik
__ADS_1
" Sebelum aku ke indonesia. Aku nanya kabar kamu sama derren. Selama di depan kamu derren baik kan ? Di belakang kamu derren ngasih informasi. Orang derren setuju kok aku balik sama kamu "
" Wah.... liat aja nanti deren ! " kata Afsah kesel
Alvin meminggirkan tempat makanan nya yang udah habis. Kini dia menarik mangkuk soto betawi
" Ya allah mas. Beli aja ya . Dari pada minta minta terus "
" Kamu yang bayar ya ! Hehe " kata Alvin
Afsah menghela nafas . Dia memanggil penjaga yang jual soto betawi. Memesan satu lagi
" Hari ini aku yang bayar aja semuanya. Paling berapa sih . Selama ini kamu udah baik sama aku "
" Hehe bercanda... ga ah
Harusnya suami yang bayar . Bercanda ya!" Kata Alvin
Afsah menyuap nasi lagi . Soto betawi baru aja di antar untuk alvin
" Engak semua orang bisa buat soto betawi enak . Karena tangan mereka beda. Aku suka soto betawi di sini . Kalo kamu bisa buat soto betawi . Dan lebih enak dari ini . Aku pasti bakalan tambah cinta sama kamu sah "
" Kamu waktu di terima disini baca peraturan nggak sih? Kalo di kantor ini engak ada yang boleh pacaran satu perusahaan. Engak takut ketauan ? " Tanya Afsah
Afsah jadi kepikiran gimana kalo nanti alvin udah engak kerja disini . Siapa yang nemenin makan ? Siapa yang antar jemput
" Kamu mau nggak kerja di kantor aku ? Hem ? Aku keluar dari sini . Kamu juga keluar dari sini . Maksudnya aku engak lanjut kontrak disini "
" Em... aku ga bisa ninggalin kerjaan aku vin ! Aku cinta banget disini . Kamu kan tahu kerjaan aku disini jabatan nya udah bagus. Mana tau nanti aku jadi kepala devisi terus meningkat lagi " kata Afsah
" Yaudah deh . Aku engak bisa maksa kamu . Orang kamu suka kok sama pekerjaan nya. Tapi sah . Aku kepikiran . Nanti kita kalo menikah mau tinggal dimana ? "
" Rumah orang tua aku? Atau kita cari rumah atau kontrakan ? " Tanya Afsah
" Sah aku itu udah di beliin rumah sama ayah aku . Dari aku lulus SMA . Kalo kita tinggal disana ? Kamu keberatan? "
" Artinya kita bakalan tinggal di rumah kamu yang di belikan ayah kamu vin ? Yah aku sih gapapa terserah kamu . Tapi masalah nya boleh atau engak nanti kita tinggalin rumah kamu . Masalah nya kan rumah itu di beli pake uang ayah kamu " jelas afsah
" Coba ya nanti aku tanya ayah dulu . Tapi btw kapan orang tua kamu balik ke jakarta . Biar cepet bisa ketemu kedua keluarga sah "
" Belum tahu . Rumah aja belum rapi. Nanti tunggu selesai renovasi dulu " jawab Afsah
__ADS_1
Alvin memeluk mangkuk soto nya . Ketika itu afsah mau meminta soto milik nya
" Dih pelit banget. Cobain kuah nya "
Alvin menyendokan . Dia menyuapi afsah
" Aku bayar semuanya dulu . Tunggu sini "
" Dih beneran di bayarin . Sayang . Aku bercanda " kata Alvin
Afsah melambaikan tangan . Pertanda afsah menolak Alvin membayar semua itu . Total berdua makan tidak sampe seratus ribu . Kalo untuk makan di kantin. Afsah masih mampu . Makanya dia yang niat mau bayar semua
" Makasih ya sayang . Semoga rezeki kamu di limpahkan "
" Amin ...." kata Afsah
Alvin memakan soto nya . Sedangkan afsah menghubungi ibu nya . Menanyakan gimana kabar mereka disana
Alvin mendengarkan semua ucapan . Dalam hati alvin. Afsah aja segini sayang nya sama orang tua . Apalagi sama alvin dan anak anaknya nanti
Pasti sayang banget afsah sama suami dan anaknya
( Iya bu . Ini lagi makan siang sama alvin. Ibu mau ngomong ? )
Afsah tersenyum. Ibu nya itu malu buat ngomong sama alvin
( Iya afsah udah ketemu sama orang tua alvin . Mereka baik . Ibu kapan ke jakarta . Ketemu sama keluarga nya alvin ? )
( Yaudah iya tunggu rumah selesai ya bu . Bapak lagi apa bu ? )
( Oh gitu . Jaga kesehatan ya bu . Sama bapak juga )
Afsah memutuskan panggilan nya . Karena alvin meminta cepat buat lanjut kerja lagi . Alvin mengenggam tangan afsah ketika mereka berdiri paling belakang menaiki lift
Semua orang pada sibuk ngobrol dan bermain hp . Sampai sampai . Alvin memegang pipi afsah menoleh . Pria itu sempat sempat nya mengecup bibir afsah
Tahukah afsah saat ini lagi jantungan? Afsah langsung memukul pelan dada alvin
" Cari kesempatan aja ! "
" Hehe ! " tawa Alvin
__ADS_1
Satu persatu keluar . Kini giliran mereka berdua di lantai perusahaan keluar juga