
Seperti biasa,Zack, Markus, Mada dan Mr Antonio sarapan pagi di meja makan bersama,hanya saja wajah Mada masih nampak sedih ,Zack pun coba memberi kode pada Markus untuk menghibur Mada agar bisa tersenyum,
Markus yang mengerti dengan kode Zack coba memulai pembicaraan untuk menghibur Mada,
"Mada tidak usah khawatir,nanti setelah Sampai Belanda Markus pasti hubungi Mada kesini"
Ucapan Markus,seakan nyata dan membuat senyum kecil mada merekah kembali,
"Atau,apa Mada mau ikut Markus ke Belanda?Zack kita main saja ke Belanda ajak Mada"
Seketika Zack dan Markus tertawa dengan ajakan Markus yang tidak masuk akal,
Tapi jika bisa memilih, sebenarnya Mada ingin ikut bersama Markus,meskipun Mada menyadari bahwa itu hanya ajakan untuk menghiburnya,
Mada pun tersenyum melihat Zack dan Markus tertawa dan menghiburnya,
Sementara Mr Antonio yang tidak menyadari kesedihan kakaknya,terlihat acuh,setelah selesai makan Mr Antonio pun bergegas menuju kantornya,
"Zack,ayah berangkat,
Markus kamu hati-hati di jalan ya"
Pesan Mr Antonio pada Markus sebelum berangkat,
Akhirnya Mr Antonio pun masuk mobil dan berangkat menuju mobilnya,
Markus pun bersiap untuk pamit kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Belanda,
"Zack aku pamit ya?terimakasih untuk hari-hari yang telah kita lewati bersama selama 6 tahun ini,aku Takan bisa melupakan itu semua,kau sahabat terbaikku Zack"
Markus memeluk Zack sebagai tanda persahabatan mereka,
"Kau juga sama,semoga kita bisa bertemu lagi Markus,"
Mereka saling berpelukan sebagai tanda perpisahan,air mata Mada pun tak tertahankan melihat Markus yang hendak pergi dari dirinya,
"Mada"
Markus memeluk Mada seakan tidak ingin dia lepaskan,
"Mada terimakasih,untuk semuanya,kau berhasil menjadi ibuku meski hanya satu malam saja"
Timpal Markus menggoda mada,
Saat Markus akan melepaskan pelukannya pada Mada,
Mada seakan tidak ingin melepaskannya, dia sangat memeluk erat Markus dengan tangannya,
Zack pun coba melepaskan dan menyadarkan Mada,bahwa sikapnya itu berlebihan,akhirnya Mada pun melepaskan pelukannya,
"Kau berjanji pada Mada,akan selau mengabari Mada disini ya nak"
Ucap Mada meneteskan air matanya,
Tangan Mada seolah menahan kepergian Markus,
Markus pun merasa berat meninggalkan Mada,namun dia memang harus kembali ke negaranya,
Akhirnya Markus pun masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya menuju bandara,
Zack dan Mada berdiri melepas kepergian Markus,air mata terus menetes tak terhenti,
__ADS_1
"Thit..thit..."
Bunyi klakson mobil Markus menandakan salam perpisahan kepada Zack dan Mada,
Zack dan Mada membalas suara klakson mobil Markus dengan senyum dan lambaian tangan,
Mobil Markus pun berlalu,
...
Zack dan Mada kembali masuk ke dalam rumah,
Zack merasa ada yang di sembunyikan Mada darinya,
"Mada apa kau mempercayaiku"
Mada sangat paham dengan ucapan Zack,pada dirinya,
"Antar Mada ke kamar Zack"
Dengan langkahnya yang semakin lemah karena faktor usia,Mada terlihat lemah,Zack pun mengantar Mada ke kamarnya,
Zack coba membaringkan Mada di tempat tidur,namun Mada menolak,
Mada membawa sebuah kotak kecil berisikan sebuah foto dirinya saat masih muda sedang menimbang seorang bayi,
Mada memperlihatkan foto itu pada Zack,
Begitu terkejut Zack melihat foto Mada saat masih muda,
"Mada,,apa ini artinya..."
Mada pun menganggukkan kepalanya sambil menangis,
Zack memeluk kembali Mada,Mada yang selalu mengurusnya dari sejak kecil,Mada yang sudah menjadi sosok ibu bagi Zack,
"Ceritakan lah semuanya padaku Mada"
Mata Zack mulai berkaca-kaca dengan kenyataan yang terjadi pada Mada,
"Mada tidak tau harus mulai bicara darimana Zack,Mada terlalu takut untuk menceritakan ini semua"
Mulut Mada gemetar,coba menceritakan semuanya,
"Percayalah padaku Mada,tidak akan terjadi apapun selama aku ada bersamamu"
Zack coba menenangkan Mada yang sedari tadi gemetar,
"Zack kau harus janji tidak akan membicarakan ini semua pada siapapun"
Mada ingin zack berjanji untuk merahasiakan kebenaran nya,
"Percayalah,Zack tidak akan membuatmu kecewa"
Zack berjanji pada Mada,
Mada pun mulai membuka rahasianya,
"Zack,sebelum kami tinggal di negri ini,Mada juga tinggal di Jakarta bersama ayahmu,
Mada menikah dengan laki-laki baik keturunan Sunda Belanda bernama ryan,dan melahirkan seorang anak laki-laki yang lucu,namun karena kebaikan ryan, dia menjadi korban keserakahan seorang mafia kejam, yang menyebabkan ryan meninggal karena kecelakaan,
__ADS_1
Bayi Mada di ambil paksa oleh keluarga ryan,karena mereka tidak mempercayai Mada bisa membesarkan bayi Mada,dengan segala keterbatasan Mada,saat itu bayi Mada msih berumur 2 Minggu,kami masih belum memberinya nama,tapi Ryan memang ingin bayi kita di beri nama Markus,sampai pada akhirnya Mada mendengar kabar bahwa bayi Markus dan keluarga ryan pun ikut menjadi korban dari mafia itu,sejak itu Mada pasrah akan kabar meninggalnya bayi Markus,tapi saat Mada melihat tatapan mata Markus,Mada seolah melihat ada Ryan di matanya,dan saat Mada melihat isi foto di kalung Markus,Mada semakin yakin kalau dia adalah anak Mada Zack"
Tangis air mata Mada semakin tak terhenti di pelukan Zack,tubuh dan mulut Mada gemetar membuka sebuah rahasia yang selama ini dia tutupinya dalam-dalam,
"(Maaf Zack Mada harus sedikit membohongi rahasia ini untuk menutupi siapa ayahmu yang sebenarnya)" ucap hati Mada menyembunyikan kebenaran Mr Antonio pada Zack,
Zack begitu merasakan kesedihan Mada,yang teramat dalam,tidak mudah bagi Mada membuka sebuah rahasia yang telah dia kubur dalam-dalam selama puluhan tahun,
" Mada sangat bersyukur jika memang Markus adalah bayi Mada yang telah lama hilang itu masih hidup,Mada akan selalu berdoa untuk hidupnya,tapi Mada tidak akan pernah bisa bersamanya selamanya"
Mada melanjutkan ucapannya dalam pelukan zack,
"Kenapa itu bisa terjadi Mada?memang siapa mafia kejam yang telah membunuh suamimu?"
Mada terdiam seolah menutup rapat mulutnya saat Zack bertanya siapa yang telah membunuh suami Mada,
Mada terdiam tak menjawab pertanyaan Zack,
"Zack jika sesuatu terjadi pada Mada,berjanjilah kau akan selalu menjaga Markus untuk Mada,sayangi dia sebagai adikmu,buatlah dia tetap hidup,berjanjilah Zack"
Mada memegang kedua tangan Zack untuk berjanji akan melindungi hidup Markus dari apapun,dan tidak akan memberitahu kebenaran ini sepada siapapun,termasuk pada Markus sendiri,Zack cukup tau dan akan melindungi Markus dan membuat Mada tenang,
"Zack,kasih sayang Mada kepadamu tidak akan pernah berkurang,meski kini Mada tahu kalau anak Mada masih hidup,Mada akan tetap menyayangimu seperti anak Mada sendiri,
Kehadiranmu dulu begitu sangat berarti untuk hidup Mada,Zack kecil yang hadir dalam hidup Mada seolah menggantikan bayi Markus ku,yang ku rasa telah tiada dulu,Zack apa kau percaya denganku"
Zack pun meneteskan air matanya mengingat semua kasih sayang yang telah Mada berikan padanya dari sejak kecil,kasih sayang yang begitu tulus selayaknya seorang ibu kandung pada anaknya,
Zack begitu percaya pada Mada,
"Zack percaya Mada,Zack berjanji akan membalaskan kematian ayah Markus untukmu kepada mafia laknat itu"
Sontak Seketika Mada menutup mulut Zack dengan jarinya,saat Zack berucap janji,
"Shut...
Jangan Zack,kau tidak akan bisa membalasnya,cukuplah kau jamin keselamatan dan kebahagiaan hidup Markus untukku Zack"
Zack pun menganggukkan kepalanya dan menyeka air mata Mada yang sedari tadi tak terhenti,
"Sudah Mada,kau jangan bersedih lagi,"
Mada pun menyeka air mata Zack yang menetes di sudut matanya,
Kenyataan hidup Mada memang tidak seindah yang terlihat,
Dia mampu bertahan menanggung beban rahasia dan beban sakit kehilangan orang yang di cintai nya selama bertahun-tahun,tanpa seorangpun tahu,termasuk adiknya sendiri Mr Antonio,
Rasanya Zack tidak akan mampu sekuat Mada jika ada di posisinya,pikir Zack,
"Kau wanita tangguh Mada,aku sangat menyayangimu"
Ucap Zack menenangkan Mada,
Mada pun mulai tersenyum kembali,meski hatinya masih terasa sesak,akan dendam pada mafia jahat si pembunuh orang-orang tercintanya,yang tak lain adalah adiknya sendiri Mr Antonio.
bersambung,,
next simak terus ceritanya ya guys,
jangan lupa vote like nya ok π
__ADS_1