
Di tempat lain Zack sedang menyiapkan bawaannya untuk pergi ke Jakarta,
Dia sangat senang sekali akhirnya keinginannnya akan terwujud,
Zack menyiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan disana,
Mada yang melihat Zack sedang beres-beres ikut membantu,
Sebenarnya Zack merasa bersalah karena telah membohongi ayahnya agar bisa pergi ke Jakarta,
"Zack,apa aku bisa membantumu?"
Mada menawari bantuannya pada zack,
Mereka pun membereskan apa yang harus Zack bawa bersama-sama,
Tak lupa Zack membawa foto kecil dirinya dengan Mr Antonio,foto Zack saat masih usia 4 tahun yang sedang di gendong oleh Mr antonio,
Zack juga membawa foto Mada bersamanya,agar jika dia rindu dengannya,Zack bisa melihat fotonya,
"Tidak apa-apa kan kalau aku membawa foto Mada"
Tanya Zack pada Mada yang sedang membereskan baju Zack,
Mada pun tersenyum menyetujui permintaan anak asuhnya itu,
...
Sementara itu Mr Antonio masih di sibukkan dengan transaksi besar yang akan dia lakukan bersama Mr Jefri di belanda,hanya saja Mr Antonio menjalankan bisnis nya di rumah tanpa pergi langsung ke Belanda,agar Zack tidak mencurigai dirinya,
Semua anak buah Mr Antonio ikut terlibat dengan transaksi besar ini,karena mereka bertugas untuk menjamin keselamatan barangnya agar tidak tercium kepolisian manapun,
Karena takut akan kejamnya Mr Antonio,seluruh anak buah nya sangat setia padanya,mereka rela mati jika salah satu diantara mereka tertangkap dan di interogasi polisi akan sindikatnya itu,
Dan karena itu pula kenapa sindikat Mr Antonio masih belum bisa tertangkap oleh polisi,
Mr Antonio sangat pandai memanipulasi keadaan sehingga dirinya selalu lolos dari segala pemeriksaan,
Itu juga yang membuat pak Adrian dulu tidak berhasil menangkap Mr Antonio,
...
Zack pun bersiap berangkat bandara,untungnya pemberangkatan menuju India sama dengan jadwal pemberangkatan menuju Indonesia,
Karena Mr Antonio mengetahui bahwa Zack akan berangkat ke India untuk misi menyelamatkan dan mengamankan perbatasan Hindustan disana,
Bukan pergi menuju Indonesia,
Sebelum berangkat Mada menasihati Zack agar bisa menjaga dirinya disana,Mada pun juga menyuruh Zack untuk menyembunyikan identitasnya sebagai anak dari Mr Antonio,karena Mada tidak ingin terjadi sesuatu pada Zack,
Mada pun mengobarkan api semangat dalam diri Zack untuk misi mengungkapkan kasus kematian orangtua Zack yang belum terungkapkan,
__ADS_1
Mada menyuruh Zack untuk tidak menyerah dan terus berusaha mencari keadilan untuk orangtua dan adiknya,
Zack pun sangat menerima semua nasihat yang Mada berikan padanya,
Zack bertekad untuk tidak menyerah mencari keadilan untuk kedua orangtua dan adik bayinya,
Seberat apapun jalan yang harus dia hadapi demi keadilan itu,Zack akan terus menghadapinya,meskipun dia harus mengorbankan nyawanya untuk itu,
Mr Antonio mengantar Zack sampai bandara,
Zack menyuruh ayahnya tidak ikut ke dalam,karena memang kebetulan saat itu jadwal meeting Mr Antonio memang sedang padat,dia harus menemui klien nya yang sudah menunggu dirinya di kantor,
Tapi semua itu sebenarnya sudah Zack setting agar ayahnya tidak sampai mengetahui kebenaran tujuan Zack,
(Maafkan aku ayah,karena aku telah membohongi dan mengelabui mu)
Ucap hati Zack merasa bersalah,
"Jaga dirimu baik-baik Zack,kabari aku jika kamu sudah sampai disana,buat ayah bangga"
Pesan Mr Antonio mengantar kepergian Zack,
Zack pun memeluk Mr Antonio,begitupun dengan Mr Antonio,sedih memang dirasa Mr Antonio harus melepas Zack untuk tugas pertamanya,tapi apa mau dikata,itulah tugas Zack sebenarnya,
Tugas menjadi abdi negara,memberantas ketidak Adilan menegakkan kebenaran,
Zack pun masuk airport,
Mr Antonio pun langsung melaju menuju kantornya,untuk menemui klien penting bisnisnya,
...
Saat usianya yang kini menginjak 24 Thun,
20 thun sudah dirinya meninggalkan negara kelahirannya,dan kini dia akan kembali ke negara asalnya,
Rasa harap-harap cemas dirasa begitu menyelimuti hati dan pikirannya,
Zack berharap semua yang dia harapkan akan terwujud,namun Zack juga cemas jika semua yang dia lakukan akan sia-sia,
Namun Zack tetap optimis dengan niat besarnya dan senyum kebahagiaan di wajah Mada,
Ya semua demi Mada dan orangtuaku,
(Tunggu aku mah pa, aku akan pergi menemui mu)
Tekad Zack,
....
Markus dan Laura kini mulai turun ke lapangan untuk mengamankan para pendemo di Surabaya yang sangat brutal,mereka banyak menghancurkan fasilitas negara karena emosinya yang meluap pada walikota yang telah menggelapkan dana warga,namun hakim memutuskan bahwa walikota itu tidak bersalah,itulah pemicu warga berdemo di depan gedung walikota itu,
__ADS_1
Markus dan Laura bersama tim gabungan militernya terus berusaha mengamankan agar tidak terjadi jatuh korban,
Namun ternyata semua tidak bisa mereka tahan,jumlah masa yang meluap dan emosi warga yang terus meledak membuat kerusuhan pun terjadi antara warga dan petugas keamanan,termasuk Markus dan Laura,
Warga membakar salah satu mobil polisi dan memecahkan kaca-kacanya,
Mereka juga melemparkan batu sebagai bentuk perlawanan mereka,hingga terjadilah kekacauan disana,banyak warga yang menjadi korban karena Amarah mereka sendiri,
Tapi tak sedikit juga keamanan yang terluka dan menjadi korban juga dalam kerusuhan itu,
Lengan kanan Markus terluka saat sedang mengamankan salah seorang dari team nya yang hampir terkena lemparan batu,Namun naas batu itu justru mengenai tangannya,
Darah mengucur dari lengannya,Laura pun dengan sigap membawa Markus menepi ke tempat yang lebih aman,
Laura coba mengobati luka Markus dan menahan darah yang keluar dari luka di tangannya dengan syal yang ia ikatkan pada tangan Markus,
"Kamu diam dulu disini,"
Tegus Laura pada Markus agar dirinya mengamakan diri dulu sementara sampai dia benar-benar kembali pulih,
Markus sangat senang dengan perhatian Laura padanya,
Tapi semua Laura lakukan semata tugasnya kepada sesama team dan tanggung jawab dirinya pada pak Adrian yang telah menitipkan Markus padanya,
"Sial,tanganku sakit sekali "
Markus menggerutu dengan keadaan tangannya yang sangat sakit bila digerakkan,
Laura pun kembali pada team nya,
Mereka kembali mengamankan masa,namun karena massa semakin bertindak di luar batas,akhirnya Laura pun mengintruksikan kepala polisi lain untuk menembakkan gas air mata,agar massa berhenti berbuat anarkis,
"Dor ...dor..."
Dua tembakan ke udara telah meletup,
Munculah asap putih yang membuat siapapun terkena akan menangis karena perihnya asap putih itu,massa pun perlahan menepi dan mulai membubarkan diri,
Pak Cokro selaku kepala kepolisian yang bertugas di Surabaya terus melayangkan tembakan gas air mata guna agar massa bubar sepenuhnya,
Dan akhirnya massa pun membubarkan diri,
Tim medis pun langsung bertindak membawa massa dan keamanan yang menjadi korban atas demo ini,
Mereka di bawa ke rumah sakit setempat untuk di tangani,
Begitupun dengan Markus,dia juga dibawa ke rumah sakit untuk segara mendapat penanganan karena darah yang keluar dari lengannya tak berhenti sehingga wajah Markus terlihat sangat pucat,
"Bertahanlah Markus,kau akan baik-baik saja"
Laura coba menenangkan Markus yang sedang di bawa ambulan,
__ADS_1
Markus hanya tersenyum pada Laura dan yakin dirinya akan baik-baik saja,
bersambung