Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Jatuhnya kalung Markus


__ADS_3

Di tempat lain Zack yang menyadari ayahnya sudah pergi merasa kecewa karena dia tidak di bangunkan oleh ayahnya sebelum berangkat ke luar,


Karena kebiasaan Mr Antonio selalu membangunkan Zack terlebih dahulu sebelum pergi kemana-mana,apalagi pergi jauh,


"Kenapa ayah tidak membangunkan ku?"


Tanya hati Zack pada cermin yang sedang dia lihat kala bangun dari tidurnya,


"Zack kau sudah bangun nak?"


Mada menyapanya sambil membawakan segelas susu untuk Zack ,


Zack masih berada di atas kasur nya,dengan memegang selimut merah kesayangannya,


"Ya Mada,tidak biasanya ayah pergi tanpa membangunkan ku?"


Zack bertanya pada Mada, dia pun tersenyum dengan ciri khas nya,


"Mungkin ayahmu sangat terburu-buru tadi,dia juga tidak sempat makan pagi dan bertemu Mada,"


Mada pun membohongi Zack untuk menutupi apa yang di lakukan adiknya,


...


Zack pun bersiap untuk berangkat ke kantor,segelas susu dan roti bakar kesukaannya sudah siap di meja makan,


Selesai makan,Zack pun berangkat,


"Mada,aku berangkat kerja dulu ya?"


Zack mencium kening Mada dan meninggalkannya terburu-buru karena dia sudah terlambat,


"Aduh,sebentar lagi pukul 8,jika aku sampai terlambat,apa yang akan karyawan ku katakan tentang aku?"


Zack mulai cemas,akhirnya dia memutuskan untuk turun dari mobil dan meminjam motor salah seorang yang ada di jalan,dengan jaminan mobilnya,


Zack melaju dengan sangat cepat,karena tidak ingin sampai terlambat,


Akhirnya Zack pun sampai di depan kantor dengan tepat waktu,


Dia pun masuk ke dalam ruangannya,


"Selamat pagi pak"


Sapa semua karyawannya,


Zack pun menjawab sapa mereka dengan ramah dan penuh senyum,


Tok


Tok


Tok


"Boleh saya masuk pak?"


Sekretaris kantor masuk ke dalam ruangan Zack,

__ADS_1


Dia menyodorkan beberapa berkas yang harus Zack tandatangani, tentang kerjasamanya dengan kolega lain,


"Oh ya mis,saya ingin berkas saya dengan Mr Nicolas,kolega kita asal Belanda,ada kan?"


Zack meminta berkas Mr Nicolas pada Mischa,sekretaris kepercayaan Mr Antonio,


"Baik pak,saya akan siapkan"


Mischa pun peri dari ruangan Zack dan mencari berkas yang Zack minta,


Tak lama kemudian Mischa pun kembali ke ruangan Zack dengan membawa berkas yang dia pinta,


"Ini berkasnya pak"


Mischa memang cantik,tapi dia tidak berani jika harus menggoda Zack seperti dia menggoda ayahnya Mr Antonio,


Karena Mischa melihat Zack sosok pria yang baik,jadi Mischa tidak berani untuk menggodanya,


Tidak seperti ayahnya yang bajingan,hampir setiap pagi saat Mischa masuk ke dalam ruangannya,seketika Mr Antonio selalu memadamkan kamera cctv di ruangannya,dan mengunci pintu agar tidak ada yang masuk untuk mengganggu aktifitas panasnya bersama Mischa,


Mischa pun tak kuasa menolak gairah Mr Antonio,karena setiap dia menolak,Mr Antonio selalu  mengancam keselamatan anaknya,


dan Mischa juga memang menikmati permainan Mr Antonio,karena terlalu lama hidup sendiri membuat Mischa menjadi wanita kesepian,namun semenjak dirinya selalu bersama Mr Antonio,gairah seksualnya kembali bergejolak,


Namun meskipun begitu,Mischa juga menyadari semua yang dia lakukan adalah dosa,namun nikmat nya permainan Mr Antonio membuat semua yang dia pikir dosa menjadi terbiasa,sempat Mischa mengundurkan diri dari perusahaan nya,karena tak kuasa jika harus melayani Mr Antonio Setiap hari,meski Mischa pun menikmati setiap permainan panasnya,


Tapi hati nya tetap tidak merasa tenang akan dosa yang telah dia perbuat bersama Mr Antonio,


Karena kebiasaan pemaksaan yang Mr Antonio berikan pada nya itulah yang membuat dirinya kini seakan jadi wanita penggoda,


Tapi kini,candu yang Mischa selalu rasakan dari Mr Antonio,sudah tidak pernah dia rasakan semenjak Zack menggantikan Mr Antonio sebagai pemimpin perusahaan,


"Maaf pak,jika boleh tahu,untuk apa pak Zack meminta berkas dengan Mr Nicolas?"


Tanya Zack,


"Oh ya mis,ayahku sering membicarakan kemampuanmu sebagai sekretarisnya yang baik,jika tidak keberatan besok kita berangkat ke Belanda untuk menemui Mr Nicolas?"


Zack mengajak Mischa untuk ikut dengannya ke Belanda,


Dengan tidak keberatan,Mischa pun menyetujui permintaan Zack,karena dia memang sekretaris yang proposional,


Akhirnya Zack memutuskan untuk berangkat ke Belanda bersama Mischa dan dua ajudan lainnya besok,


"Baiklah kalau kau setuju,persiapkan materi yang akan kita bicarakan nanti pada Mr Nicolas disana "


"Baik pak"


Merekapun menyetujui pertemuannya besok di Belanda,begitupun dengan Mr Nicolas,


....


Zack pun berusaha menghubungi Markus untuk memberi tahu Zack akan menemui Markus,


Tapi no yang terdaftar atas nama Markus tidak pernah aktif semenjak dia kembali ke Belanda,


(Apa no kamu ganti ya) pikir Zack dalam hati,

__ADS_1


****


Sementara di tempat lain Mr Antonio yang mulai mencoba mencari tahu sosok polisi yang mengincar sindikat Jefri bersiap memancing polisi tersebut dengan menyuruh anak buahnya bertransaksi di sebuah  cafe yang sangat ramai pengunjung,tentunya berita itu menyebar sampai di telinga pak Adrian,


Pak Adrian yang saat itu menerima kabar ini dari Intel yang di tugaskan nya berniat akan menangkap kembali anak buah Jefri,


Namun Markus dengan kekeuh nya ingin dia yang menangkap nya,


"Biarkan aku yang bertugas kali ini paman,Markus janji tidak akan sampai gagal"


Markus meyakinkan pamannya dengan kemampuan yang sudah Markus kuasai,


"Baiklah,kali ini paman percaya padamu,paman akan memantau kamu dari kejauhan,kamu harus hati-hati jangan sampai keselamatanmu terancam,"


Pak adrian menyetujui permintaan Markus untuk dirinya yang bertugas kali ini,


Markus dan pak Adrian pun menuju TKP dimana anak buah Jefri sedang melakukan transaksi,


Markus menyamar sebagai pengunjung biasa,tak lupa dia memakai masker dan topi guna menyembunyikan wajahnya dari musuh,dia juga menggunakan jeans dan jaket merah ala pemain basket guna mengelabui incarannya agar tidak mencurigai keberadaan dirinya,


Markus duduk tidak jauh dari incarannya,


Markus menunggu saat yang tepat untuk menangkap mereka dengan bukti yang nyata,


Sedangkan Mr Antonio memantau dari ujung meja cafe,yang memang sengaja membuat jebakan untuk mengetahui siapa polisi hebat yang selalu di ceritakan Jefri padanya,


Polisi yang sigap menuntaskan sindikat pengedaran barang haram miliknya bersama Jefri,


Pak Adrian pun tetap berada di dalam mobil melihat Markus dari kejauhan,


Saat anak buah Jefri tertangkap tangan sedang melakukan transaksi,saat itu pula Markus dan ke dua Intel yang sudah di perintahkan pak Adrian meringkus mereka,


"Angkat tangan"


Markus menodongkan senjata api di sebelah kepala si anak buah Jefri,keributan pun terjadi saat mereka mencoba melawan dan melarikan diri,namun Markus berhasil menghadang mereka,hingga saat perkelahian itu terjadi,Markus sempat tersungkur ke arah meja dimana Mr Antonio duduk,dan kalungnya pun terjatuh tanpa Markus sadari,


Kemudian Markus bangkit dan langsung meringkus semua yang terlibat dengan transaksi haram yang di lakukan di cafe itu,


Merekapun tak berkutik,dan menyerah,


Dan akhirnya Markus berhasil membawa mereka,


Pak Adrian tersenyum bahagia merasa bangga dengan keberhasilan Markus,dia merasa tidak sia-sia sudah mengurus Markus sampai sekarang,


Namun saat pandangan pak Adrian tepat di ujung cafe,seketika pandangannya terbelalak kaget,


"Astaga gawat "


Pak Adrian melihat Mr Antonio sedang melihat Markus dan kedua Intel rahasianya,Mr Antonio juga memegang kalung Markus yang terjatuh,


"Semoga Markus tidak membuka maskernya tuhan"


Pak Adrian terlihat sangat cemas,karena jika Mr Antonio mengetahui identitas Markus,maka keselamatannya sangat terancam,karena pak Adrian sangat mengetahui sekali kekejaman dan kelicikan Mr Antonio,


Vote like koment dan hadiahnya mana nih ,,,


dukung terus ceritanya yuk biar author tambah semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2