
Di panti asuhan,seperti biasa sebelum Laura berangkat bertugas di kantornya,dia selalu mengajari anak-anak bela diri atau olahraga pagi guna meningkatkan kebugaran dan semangat anak-anak,
Sedangkan Kania sibuk menyiapkan makan pagi mereka bersama anak-anak yang lain,berhubung Bu Marissa sedang pergi keluar kota karena ada urusan,jadi mereka sibuk berdua,meskipun begitu,mereka menikmati kesibukannya dengan senang hati,karena sumber tawa dan kebahagiaan mereka ada pada senyum anak-anak yang mereka asuh,
"Ka Laura,makanan sudah siap,"
Kania memberitahu Laura bahwa anak-anak sudah bisa mulai makan,karena makanan sudah siap,
Laura pun menghentikan olahraganya dan memberi waktu mereka untuk istirahat dan melanjutkan pada makan pagi,
"Oh ya adik-adik,berhubung ka Kania sudah selesai masak,sekarang kita istirahat dulu ya,kemudian kalian makan,oke"
Perintah Laura pada anak-anak,mereka pun menuruti nya dengan senang hati,
Seperi biasa jadwal sesudah makan pagi,anak-anak di panti asuhan yang di urus oleh Bu Marissa juga menyekolahkan anak-anak asuhnya di sekolah yang terdekat,dengan biaya Bu Marissa sendiri dan di bantu oleh Donatur lain,termasuk Laura,pasca dirinya menjadi seorang polisi,Laura juga rutin mendonasikan sebagian uangnya untuk anak-anak panti agar mereka bisa sekolah tinggi dan mampu mengejar cita-cita nya kelak,
Laura duduk sejenak sambil membuka tali sepatunya,dia teringat kejadian kala Zack mengalikan tali sepatunya kemarin,
"Tatapannya seperti aku kenal,tapi siapa?"
Tanya hati Laura mengingat Zack,
Dia terus mencoba mengingat kejadian masa kecilnya dulu dan membandingkan dengan kejadian semalam yang terjadi padanya,
"saat aku melihat tatapan Jonas,hatiku merasa teringat akan kenangan Zack,apa mungkin karena aku rindu dengan Zack,atau apa dia Zack,... Ah tidak mungkin,Zack kau dimana,bagaimana keadaanmu sekarang?"
Laura sangat teringat akan sahabat kecilnya itu,dia juga mengetahui kasus perampokan yang menimpa Zack,diapun juga tahu kalau Zack hilang,itu berarti besar kemungkinan Zack masih hidup bersama perampok yang telah membunuh orangtuanya,
Pikir Laura,
"Ka Laura"
Salah seorang anak laki-laki memanggilnya,namun Laura tidak menjawab karena ingatannya masih berada dalam lamunan akan Zack,
"Ka...ka Laura"
Ucap Andi bocah laki-laki 10 tahun itu kembali memanggil Laura,
Kini Laura pun tersadar dari lamunannya dan menjawab panggilan Andi,
"Oh ya ada apa dik"
Andi memberikan sebuah undangan rapat orangtua dari sekolahnya,Laura menerimanya,
"Tadinya Andi tidak ingin memberikan surat ini pada kakak,tapi Andir takut ibu guru menanyakan nanti,Andi juga tahu,kakak pasti tidak bisa datang ke acara itu"
Ucap Andi tertunduk tak banyak berharap akan kehadiran Laura di acara rapat orangtua murid itu,
Pada hari itu jadwal Laura memang sedikit padat,ada beberapa misi yang harus dia selesaikan,begitupun dengan Kania,dia harus fokus untuk menyusun skripsi nya,
Biasanya Bu Marissa yang selalu hadir setiap ada undangan datang kepada anak-anak panti,berhubung Bu Marissa sedang tidak ada,jadi Andi dan anak yang lain tak banyak berharap karena mereka tahu kesibukan Laura dan Kania,
Saat itu juga Laura memutuskan untuk menghadiri pertemuan orangtua murid anak asuhnya,
"Ka Laura pasti datang ko dik,kamu tenang saja ya,kasih tahu yang lain,segera sarapan dan bersiap,nanti ka Laura nyusul,oke"
__ADS_1
Laura mengusap kepala Andi dengan penuh kasih sayang,
Laura pun berjalan menyusuri koridor sambil mencoba menghubungi pak Adrian untuk meminta ijin kalau hari ini dia tidak bisa masuk,
Panggilan Laura pun terhubung pada pak Adrian,dan ternyata yang mengangkat telpon adalah Markus,
Laura pun terkejut mendengar suara markus,
"Halo Laura,apa kabar?"
Terdengar suara Markus dari sebrang telpon nampak ceria menanyakan kabar Laura,
"Aku baik,bagaimana denganmu,?"
Jawab Laura singkat,
Markus menjawab perihal keadaannya yang semakin membaik pasca pulang dari Surabaya,
Laura pun tanpa banyak basa basi langsung bicara ke intinya bahwa dirinya ijin untuk hari ini,
Suara Markus melemah seakan tak bergairah mendengar kabar ijin Laura tidak bisa masuk hari ini,padahal sudah dari malam Markus bersemangat untuk bertemu dengannya,
"Halo,apa kau masih disana Markus?"
Tanya Laura pada Markus yang terdiam,
"Jika kau masih disana,tolong sampaikan pada pak Adrian ya"
Laura pun menutup telpon nya,
...
Pak Adrian yang melihatnya pun merasa aneh dan cemas,
"Kenapa kamu nak,apa tanganmu sakit lagi"
Tanya pak Adrian dengan rasa khawatirnya,
"Laura ijin tidak bisa masuk hari ini Ayah,dia harus pergi ke sekolah menggantikan ibunya menghadiri pertemuan orangtua di sekolah adiknya"
Ucap Markus sangat lemah,
Pak Adrian pun tersenyum melihat tingkah Markus,
"Jadi karena ini kamu terlihat lemas,"
Pak Adrian pun menggoda Markus sampai dia bersemangat kembali,
Tapi tiba-tiba saja sesuatu jatuh dari saku kemeja pak Adrian,
"Apa itu ayah"
Markus langsung mengambil sesuatu yang jatuh itu,
Pak Adrian pun terkejut,
__ADS_1
"Kenapa kartu nama Mr Antonio ada pada ayah?,ayah mengambilnya"
Tanya Markus mencurigai pak Adrian,
"Ya ayah menyimpannya,karena kamu sendiri menyimpannya dimana saja,ayah menemukannya di bawah sepatu mu semalam"
Jawab pak Adrian mengalihkan perhatian Markus agar tidak mencurigainya,
Markus pun menyimpan kembali kartu nama Mr Antonio,
Beharap dia bisa menghubungi Zack melalui Mr Antonio,
....
Keesokan harinya Zack bersiap berangkat menuju kampus,seperti biasa,Zack menjelma sebagai mahasiswa bernama Jonas,dengan wajahnya yang cool dan tubuh yang tegap dan tinggi,kewibawaan Zack masih terlihat,meski berubah menjadi Jonas,sosok mahasiswa biasa dengan style yang rapih dan trendi,
Hari itu Zack mengenakan jeans hitam dengan kemeja Levis menutupi kaos pendek yang di pakainya,tak lupa Zack memakai kacamata rakitannya yang di dalam batang kacamata itu terdapat sebuah kamera kecil,
Dia berangkat menaiki motor yang di berikan Dwiki sebagai alat transportasi dirinya,
...
Zack tiba di kampus,sebelum nya Zack mengidentifikasikan diri sebagai mahasiswa pindahan kepada rektor di kampus tersebut,dan semua data yang di berikan tentang dia nampak asli,jadi tak ada satupun yang mencurigai Zack bahwa dirinya bukan seorang mahasiswa,melainkan lulusan akademi militer Jerman,sama dengan kawannya Dwiki,
Zack pun masuk ke dalam kelasnya,dan kebetulan hari itu,Dwiki selaku dosen dan rektor bertugas berikan materi di kelas Zack,
Zack berhasil membaur dengan mahasiswa lain tanpa ada halangan,
Dan tak sengaja saat jam istirahat Zack bertemu dengan Kania di kantin,
Zack yang saat itu sedang duduk makan bersama teman barunya di hampiri kania yang sedari tadi melihatnya,
"Ka Jonas"
Panggil Kania,
Tentu saja Zack mempersilahkan Kania duduk bersamanya dengan temannya yang lain,
Kania pun akhirnya duduk,
"Ka Jonas apa kabar?bagaimana di tempat barunya?"
Tanya Kania dengan ciri khasnya yang ceria,
Zack nyaman dengan sambutan hangat yang selalu Kania berikan padanya,dengan semua perhatian dan kecemasannya,Zack merasa nyaman,
Begitupun sebaliknya,entah apa yang di rasakan Kania,dia memang orang yang welcome kepada setiap orang tidak terkecuali Zack,tapi Kania merasa ada yang beda saat melihat Zack yang dia kenal sebagai Jonas,
Hati Kania serasa ingin sekali terus memperhatikan dan memikirkannya,
****
**Bersambung
up terus ceritanya ya guys ,ππ»**
__ADS_1