
Mereka pun kembali duduk,
Tanpa menolak Alex pun menuruti keinginan Mada untuk duduk dengannya dan mendengarkannya,
Dalam hati Alex merasa bersalah karena telah membohongi Mada,
"Lex,saya tahu dan saya yakin kamu sudah mengetahui tentang aku dan Markus,kalaupun kamu memang belum tahu,biar Mada beritahu kamu kalau sebenarnya Markus adalah anak kandung Mada"
Ucap Mada langsung pada topik utama,
Alex tidak memperlihatkan keterkejutannya pada Mada,karena dia memang sudah tahu yang sebenarnya,dan semua itu membuat Mada yakin jika Alex memang sudah mengetahui semuanya,
Alex pun seakan bingung harus menjawab apa pada Mada,
"Mada tidak akan memaksamu untuk merahasiakan semua ini pada tuan mu,tapi Mada minta sama kamu,jika kau memang menganggap Mada seperti ibumu sendiri,tolong jaga Markus,jangan sampai dia terluka sedikitpun,jaga Markus seperti Zack menjaganya,karena dia juga adikmu "
Mada seolah memohon pada Alex untuk keselamatan Markus,
Mendengar semua itu Alex semakin dibuat bimbang harus berbuat apa,haruskan dia beritahu Mr Antonio,atau tetap diam,
"Entahlah Mada,aku sangat bimbang sekali,kau sangat tahu bagaimana sifat adikmu jika aku membohonginya,Akupun sangat takut jika semua ini akan berimbas pada keberadaan Zack disini"
Ternyata diam-diam Alex pun mencemaskan Zack,karena jika Mr Antonio tahu Zack berada disini,entah apa yang akan Mr Antonio lakukan,apalagi Zack juga terhubung dengan masalah Mada dan polisi wanita incaran Mr Antonio,
Mada pun sangat mengerti dengan kebingungan yang dirasa oleh Alex,Alex pun memeluk Mada seraya berucap
"Aku akan melakukan apa yang aku mampu Mada,tapi aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka"
Jawaban Alex sudah sedikit membuat Mada lebih tenang,meskipun Alex tidak bisa menjamin keselamatan Zack dan Markus dari Mr Anonio,tapi setidaknya Alex tidak akan macam-macam dalam hal ini,
"Lebih baik sekarang kita kembali ke hotel,nanti tuan akan mencari mu"
Alex mengajak Mada untuk kembali ke hotel,
Merekapun pulang bersama,
Dan benar saja,di hotel Mr Antonio sedang menunggu Mada pulang,dia cemas karena kakaknya belum pulang sejak tadi sore,ponsel Mada pun tidak dia aktifkan,
"Kau kemana saja Mada,aku sangat mengkhawatirkan mu"
Ucap Mr Antonio dengan nadanya yang tinggi,dan terlihat memang Mr Antonio sangat mencemaskan nya,
Alex pun coba menjawab pertanyaan Mr Antonio,karena Alex melihat raut wajah Mada masih terlihat sedih,Alex khawatir Mada akan salah menjawab,
"Saya baru saja mengajak Mada jalan-jalan diluar sebentar Mr,kau tidak usah khawatir,ya kan Mada"
Jawab Alex
Mada yang menyadari akan pembelaan yang dilakukan Alex langsung merespon dengan anggukan dan senyumannya,
"Ya,Alex mengajakku keliling sekitar hotel ini"
"Baiklah kalau begitu,"
Tanpa curiga Mr Antonio pun kembali tenang,dan memanggil Alex untuk segera menemuinya di ruangannya,
__ADS_1
Ternyata disana sudah ada Guntara yang sedari tadi juga menunggunya,mereka bertiga pun akhirnya duduk dalam satu ruangan,
Mr Antonio melempar foto seorang polisi wanita pada Alex,
"Namanya Laura,aku ingin kau segera menghabisinya Lex"
Ucap Mr Antonio membuat Alex terkejut,sebelumnya memang Mr Antonio merencanakan untuk menghabisi Laura namun dia tidak menyangka akan secepat ini,
"Aku ingin dalam waktu 24 jam kamu sudah berhasil menghabisinya"
Lanjut Mr Antonio,
"Menurut informasi dari anak buah ku dia tinggal di sebuah panti,tapi dia selalu dilindungi oleh teman prianya entah itu saudara atau kekasihnya,yang jelas teman prianya itu juga sangat lihai dalam berkelahi,bahkan semua anak buah ku berhasil dia kalahkan "
Pak Guntara menambahkan penjelasannya,
"Astaga itu berarti Zack sudah diketahui keberadaannya oleh anak buah pak Guntara"
Jawab Alex dalam hati sangat mencemaskan Zack,
"Kau siapkan Lex"
Tanya Mr Antonio,
Terlihat raut wajah Alex begitu sangat bimbang dan takut,hingga setiap pertanyaan Mr Antonio tak dia dengar dengan baik,
"Lex..."
Untuk kesekian kalinya Mr Antonio memanggil Alex,namun dia tidak merespon panggilannya dengan baik,
"Ya tuan,baiklah saya siap"
"Ada yang aneh dari Alex,biar nanti aku periksa dia"
Pikir Mr Antonio tentang Alex,
Tanpa Mr Antonio suruh,Alex pun keluar dari ruangannya,yang padahal masih banyak yang ingin Mr Antonio bahas dengannya dan pak Guntara mengenai sindikatnya,
"Biarlah Alex pergi,mungkin dia sedang lelah kawan"
Ucap pak Guntara menghalau Mr Antonio yang sedikit lagi akan memarahi Alex karena berprilaku tidak sopan padanya dengan meninggalkan ruangan tanpa pamit,
Merekapun kembali membahas tentang bisnisnya,
Pak Guntara menceritakan pada Mr Antonio tentang ketua regu polisi yang sedang menyelidikinya saat ini,
"Adrian,,ya letnan Adrian yang saya dengar dari anak buah ku,nama ketua regu polisi itu"
Ucap pak Guntara membuat Mr Antonio terkejut akan namanya,
Ingatannya begitu sangat tertuju pada Adrian,sosok polisi yang ingin menangkapnya juga beberapa tahun yang lalu,
"Tidak mungkin,dia sudah mati,mungkin namanya saja yang sama"
Ucap hati Mr Antonio meyakinkan diri bahwa Adrian yang dimaksud pak Guntara bukanlah Adrian yang sama dengan Adrian yang memburunya dulu,
__ADS_1
Merekapun merencanakan sesuatu untuk membalas mereka,
...
Dilain tempat,Markus dan Zack pun tiba di rumah,pak Adrian yang saat itu sedang duduk dengan menikmati secangkir teh hangat buatan Laura,sudah merasa sedikit tenang,
"Ayah..."
Panggil Markus dan langsung bersujud dihadapannya seraya meminta maaf,
"Maafkan aku ayah,seharusnya aku tidak boleh bersikap berlebihan seperti tadi padamu"
Markus meminta maaf,
"Bangunlah nak,jangan membuat ayah rendah dengan kau bersujud seperti ini,bangunlah,"
Pak Adrian meminta Markus untuk bangun dan duduk disampingnya,
Merekapun saling meminta maaf akan kesalahan mereka,terutama pak Adrian yang meminta maaf pada Markus karena selama ini dia sudah merahasiakan tentang ibunya padanya,
"Aku sangat paham kenapa kau merahasiakan semua ini padaku ayah,kau sangat menyayangiku,itu sebabnya kau tidak ingin aku terluka"
Jawab Markus dengan bijak pada pak Adrian membuat pak Adrian semakin bangga padanya,karena dia sudah berbesar hati menerima semua kesalahannya dan menerima masa lalu nya,
Kesedihan pun kini mulai mereda,
"Sekarang aku tidak akan melarang mu untuk bertemu dengan ibumu,tapi kamu harus hati-hati jika ingin bertemu dengan ibumu,"
Pesan pak Adrian pada Markus,
"Memangnya kenapa ayah?"
Tanya Markus dengan penasaran,
"Tidak,ayah hanya cemas jika kau bertemu dengan penjahat yang telah membunuh ayahmu"
Jawaban pak Adrian membuat Markus bertanya-tanya,lantas siapa dia,kenapa pak Adrian dan ibu Mada seakan tidak bisa mengatakan siapa mafia yang telah membunuh ayahnya,
Tapi meskipun begitu,Markus tidak memaksa pak Adrian untuk berbicara siapa,biarlah dia mencari tahu sendiri kebenarannya,
Laura menarik tangan Zack dengan pelan,Laura mendekati pipi Zack seakan ingin menciumnya,dan tiba-tiba,
"Zack,aku ingin bicara sesuatu padamu"
Bisik Laura dengan lembut di telinga Zack,membuat aura dalam diri Zack bergairah karena hembusan nafasnya,
"Bicaralah,ada apa Laura?"
Jawab Zack menikmati bisikan Laura,seakan tidak ingin berhenti,
"Tapi tidak disini Zack,ini penting"
Laura meminta Zack untuk pulang dan bicara diluar,
Zack dan Laura pun pamit pada pak Adrian dan Markus,
__ADS_1
"Maaf pak,sepertinya kami harus pamit"
Pamit Laura pada pak Adrian,