Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Rencana pengepungan


__ADS_3

Perasaan Mada tidak menentu mendengar pertanyaan Zack,


Mengapa Zack menanyakan ini padanya,apa yang dia ketahui tentang ayahnya,


"Memangnya apa yang telah terjadi Zack,apa kau sudah menemukan mereka yang telah membunuh keluargamu?"


Tanya Mada serius berbalik tanya padanya,


"Belum Mada,tapi mungkin sebentar lagi akan aku temukan pembunuh ayah dan ibuku itu"


Jawab Zack,


Alex yang berusaha mencari petunjuk agar Zack mengetahui keberadaan Laura di buat terkejut saat memasuki kamar Laura,


Awalnya dia ragu saat hendak masuk,karena dia takut Mr Antonio masih ada didalam.menikmati tubuh Laura,


Namun pintu kamar terbuka,Alex pun masuk dan mendapati Laura masih terikat tanpa lepas satu ikatan pun,


Seragamnya pun masih dia kenakan hanya saja kancing di bajunya sudah terlepas,


"Apa yang terjadi,tidak biasanya Mr Antonio meninggalkan mangsanya seperti ini,apa mungkin Laura tidak jadi Mr Antonio noda" pikir Alex sambil mendekati Laura dan membawa nametag Laura di saku bajunya,sambil menutup kancing baju Laura,Alex menutup matanya dan meminta maaf di dalam hati,


Diapun cepat berlalu,


"Kau tenang saja Laura,pahlawanmu akan segera menyelamatkanmu"


Ucap Alex pelan pada Laura yang tak sadarkan diri,


...


"Yasudah kalau kau memang mau mencari laura,berhati-hatilah,mungkin mereka bukan orang biasa,tapi Mada percaya kau anak yang kuat,kau pasti bisa menemukan Laura"


Ucap Mada dengan senyum penuh semangat pada Zack,


"Ya Mada,kalau begitu aku pamit dulu ya"


Pamit Zack,


"Apa kau tidak ingin mengantar Mada Zack,kelihatannya Mada masih sangat merindukanmu,hantarlah dia sampai pintu lobi atau pintu kamarnya,gunakan masker mu supaya anak buah ayahmu tidak mengetahuinya"


Nasihat alex berharap Zack menuruti nasihatnya,


"Baiklah,itu ide yang tidak buruk,biar aku hantar Mada sampai depan lobi ya?"


Zack pun mengantarkan Mada sesuai nasihat alex,


Saat sampai disana banyak sekali anak buah Mr Antonio,Zack langsung menutup kain kepalanya guna menghindari mereka melihatnya,dia pun tertunduk,dan saat dia hendak kembali setelah mengantar Mada,dia menemukan sebuah benda aneh di sebuah pot tanaman didepan hotel,Zack pun langsung meraihnya dan cepat berlalu dari hotel itu,


Saat dirasa cukup jauh dari hotel Zack sangat terkejut melihat sebuah nametag bertuliskan nama Laura yang dia temukan disana,


"Apa ini artinya Laura ada di hotel itu"


Pikir Zack,

__ADS_1


Diapun langsung menelpon Markus dan pak Adrian memberitahu tentang penemuan nametag milik Laura di hotel Libra tempat Mada tinggal,


Pak Adrian yang mendapatkan informasi tersebut langsung bisa menebak siapa dalang dari sindikat ini,


"Tidak salah lagi nak,ini pasti perbuatan dia lagi,dia yang haus akan kekuasaan dan harta,dia yang tidak akan merasa puas dengan apa yang dia miliki,si bajingan mafia itu pasti dalang dari segalanya"


Pak Adrian marah dan ingin segera menyusul Zack ke hotel tersebut,namun Markus coba menahannya,


"Tenang ayah,kita tidak bisa kesana dengan amarah seperti ini,kita harus bermain cantik agar Laura bisa kita selamatkan,dan disana pun juga ada ibuku,kita juga harus menyelamatkan keduanya,aku tidak ingin kehilangan ibuku ayah"


Ucap Markus menghentikan amarah pak Adrian,


Pak Adrian pun sadar bahwa langkahnya telah salah,diapun memanggil semua tim regunya untuk berkumpul dan merencanakan sesuatu,


Tak lupa diapun menelpon polisi lain untuk membantunya mengepung keberadaan Mr Antonio,


...


Ditempat lain Mr Antonio yang masih berada dikamar Mada masih termenung akan sahabatnya yang telah tiada itu,karena bagaimana pun Mr Antonio sempat menjadi orang baik sebelum dia kini berubah menjadi seorang penjahat karena penghianatan Helena padanya,


Dan itulah mengapa Mada selalu melindunginya meski dirinya tahu bahwa adiknya itu kini menjadi seorang penjahat,Mada sangat yakin bahwa adiknya akan berubah seperti dulu,dimana kebaikannya mampu membuat keluarganya bangga padanya,


Dan sebelum meninggal orangtua merekapun membuat Mada berjanji untuk menjaga adik satu-satunya itu,


"Ada apa ini Antonio"


Tanya Mada terkejut melihat kamarnya sangat berantakan,Alex pun tidak menyangka tuannya akan melakukan hal seperti ini dikamar Mada,


Ucap Mr Antonio histeris pada Mada


"Ya,,ada apa?"


Tanya Mada


"Aku melihat wajahnya pada gadis itu"


Dengan menangis dia terlihat sangat menyesal,tak ada kesempatan Mada untuk menanyakan gadis siapa yang Mr Antonio maksudkan,


Namun Alex mengerti,apa mungkin gadis itu adalah Laura,


"Aku bertanya padanya siapa ibunya,dan dengan kejujurannya dia mengatakan bahwa ibunya sudah tiada karena dibunuh seseorang,"


Mr Antonio tak kuasa menahan air matanya mengingat Laura dan Mauren,


"Gadis itu mengatakan bahwa dia akan membunuh orang yang telah menghabisi ibunya,dan ibunya itu adalah Mauren,aku sangat terpukul sekali mendengar kabar itu ka"


Tangis Mr Antonio semakin menjadi,dan ini kalo pertama Alex melihat tuannya menangis,disana dia merasa yakin bahwa Mr Antonio juga orang baik tidak sejahat yang selalu dia lihat selama ini,masih ada sisi nuraninya yang mulia,


"Tunggu sebentar,dengarkan kakak,gadis siapa yang kamu maksud disini?"


Tanya Mada dengan serius,


Mr Antonio pun langsung menepis pelukan Mada dan pergi darinya,

__ADS_1


Mada pun terheran dengan sikap adiknya itu,


Alex pun pergi menyusul Mr Antonio,namun ternyata dia pergi ke ruangannya,


Mr Antonio tidak ingin ada seorang pun yang mengganggunya,termasuk Alex sendiri


"Baiklah tuan,jika butuh bantuan segera panggil saya"


Ucap Alex pada tuannya dengan setia,


...


Sementara itu di lain tempat Zack dan Markus sedang merencanakan untuk memastikan bahwa Laura memang berada di hotel itu,


Entah bagaimana caranya mereka bisa masuk,dengan keamanan yang begitu ketat didalamnya,


Merekapun melihat gerak-gerik keadaan sekitar,mereka melihat pak Guntara dan anak buahnya hendak masuk,


"Ayah...bukankah itu pak Guntara,ketua sindikat Gio?"


Tanya Markus pada pak Adrian,


"Ia nak,kita harus cari cara untuk menangkap tangan mereka beserta bukti nya"


Jawab pak Adrian,dengan memikirkan segala rencana dikepalainya,Β Β 


Zack pun memberi ide untuk dirinya bisa masuk dengan menyamar sebagai karyawan hotel,merekapun menyetujui ide Zack,


Zack turun dari mobil dan mulai masuk melalui belakang,disana ada seorang office boy sedang membersihkan dapur,


"Bukk"


Maafkan aku kawan,aku hanya meminjam baju mu sebentar,


Ucap Zack setelah memukul seorang office boy hingga tidak sadarkan diri,kemudian diapun mencari seragam hotel tersebut untuk membaginya dengan Markus dan pak Adrian,


Setelah menemukan seragam hotel Zack pun kembali kedalam mobil dan memberi pakaian itu pada pak Adrian dan Markus,mereka pun mulai masuk,


"Ingat nak,jangan sampai kita ketahuan,jaga diri kalian masing-masing"


Pesan pak Adrian,


Merekapun berpencar mencari keberadaan Laura,


Setiap kamar Zack telusuri guna mencari keberadaan Laura,


Begitupun dengan Markus dan pak Adrian,


Saat menyusuri lorong kamar paling akhir,Zack mendengar seseorang sedang berbincang mengenai pengedaran obat terlarang,


"Sepertinya polisi itu sudah semakin yakin bahwa kita lah sindikat itu Mr,apa yang akan kita lakukan jika mereka sampai menemukan kita disini"


Tanya pak Guntara pada Mr Antonio,

__ADS_1


__ADS_2