Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Tragedi perampokan kediaman Mr Agatha


__ADS_3

Dari sejak itu Antonio hampir di beri hukuman mati atau seumur hidup karena kesalahan yang berlapis,penculikan dan pengedaran obat terlarang, namun karena jaringannya luas akhirnya dia berhasil dibebaskan oleh seorang polisi dan menyuruh Antonio untuk pergi ke luar negri agar kasus nya cepat terlupakan dengan seiring nya waktu,


Dari sejak itu Antonio pun sudah tidak pernah terdengar kabarnya oleh Helena dan Mr Agatha,mereka mengira Antonio memang sudah benar-benar dihukum mati oleh polisi,kehidupannya pun kini sudah tenang tanpa kehadiran sosok Antonio,


Kehidupannya pun sangat bahagia mereka membesarkan Zack dengan penuh kasih sayang,begitupun dengan Mr Agatha meskipun dirinya tahu bahwa Zack bukan darah dagingnya sendiri,


Marissa yang mengetahui semua kebenaran tentang keluarga Helena ikut bahagia melihat kebahagiaan dan kebaikan keluarga majikannya itu,


4 tahun sudah berlalu,kini Helena mengandung anak kedua,Zack yang masih kecil sangat gembira dengan kabar bahwa dirinya akan mendapatkan seorang adik bayi,


"Hore aku akan dapat adik bayi"


Sorak gembira Zack kecil sambil lari berputar dan melompat kecil kegirangan dengan kabar kehamilan ibunya itu,


Marissa sebagai pengasuhnya pun mengikuti Zack berlari karena takut Zack akan terjatuh,dan benar saja,Zack tersandung dan jatuh di lantai saat melompat-lompat,


"Aduh...sakit ma"


Helena pun memeluknya dan membuat Zack tenang dengan semua nasihatnya,


"Kakak Zack jangan menangis,kan sebentar lagi mau jadi Kakak,nanti jika kakak Zack cengeng dan lemah siapa yang akan menjaga dede bayi,jika mama dan papa tiada"


Semua perkataan Helena membuat Zack menghentikan tangisannya,dia ingin sekali menjadi kakak terbaik untuk adiknya,


"Zack janji ma, Zack akan jadi kakak yang hebat dan kuat,supaya Zack bisa jaga adik bayi"


Jawaban polos seorang Zack kecil membuat semua yang mendengarnya tersenyum kecil,


Selama kehamilan Zack begitu sangat menjaga ibunya,Zack selalu marah jika ibunya pulang kerja kemalaman,atau jika ibunya makan sembarangan,


Hingga suatu hari mereka kekurangan pekerja untuk menjaga kebun dan halaman depan rumahnya,dan datanglah pak Anton yang melamar kedalam rumah itu,


Tubuhnya tinggi dan berisi,namun jenggot dan kumisnya sangat tebal hingga hampir menutupi mulutnya,


Dia selalu memakai topi kupluk ciri khas tukang kebun guna menghindari sinar matahari langsung ke kepalanya,


Helena dan Mr Agatha tidak sedikitpun mencurigai bahwa pria yang kini menjadi seorang tukang kebun di rumahnya adalah Antonio, ayah kandung Zack,


Dan ternyata setelah Anton menyamar sebagai tukang kebun di rumah itu kedekatan dirinya dengan Zack mulai terjalin,Zack kini lebih banyak meluangkan waktu bermainnya bersama Antonio,yang dia kira hanya sebagai tukang kebun,


Tentunya Antonio sangat menikmati kedekatan itu,setiap harinya selama dia pindah ke luar negri kerinduan akan anaknya itu selalu hadir,dan kini dia tidak menyangka bahwa bisa berada dekat dengan anak sendiri begitu sangat menyenangkan,terlebih saat melihat setiap senyum dan tawa anaknya,


Helena dan Mr Agatha mengira bahwa kini Zack lebih dekat dengan tukang kebunnya lantaran mungkin Zack bosan bermain di dalam rumah,dalam masa pertumbuhannya Zack sekarang memang membutuhkan sosok yang selalu mengajaknya bermain, sedangkan Mr Agatha memang selalu disibukkan dengan pekerjaannya,tapi meskipun dia sibuk sesekali Mr Agatha selalu ada untuk Zack bermain,


Adik yang di tunggu-tunggu Zack kini sudah lahir,dia sangat bahagia dengan kelahiran adik bayinya,

__ADS_1


"Adik Zack mana ma,,pa,,"


Tanya Zack pada orangtuanya,


"Jagoan papa sudah tidak sabar ya nunggu adik bayinya,tunggu sebentar ya nak,sebentar lagi suster bawa adik bayi kesini"


Jawab Mr Agatha sambil memeluknya dengan penuh kasih sayang,Helena pun tersenyum melihat dua jagoannya terlihat bahagia,bertambah pelengkap hidupnya kini telah lahir,seorang bayi perempuan yang cantik,mirip dengan Helena,


"Yeay Yeay aku punya adik bayi yang cantik,"


Ucap Zack dengan girang saat suster masuk dan membawa adik bayinya itu,


Zack ingin mencium pipi bayi merahnya itu,dan saat Zack mencium pipinya,bayi itu pun menangis,semua pun tertawa melihat tingkah Zack kecil,


…


Seminggu sudah berlalu,Zack selalu berada di samping adik bayinya,


Mr Agatha dan Helena membicarakan tentang nama anak keduanya itu,mereka sama sekali belum memikirkan nama untuk bayi perempuannya,


"Bagaimana kalau kita beri nama dia Kania mas"


Saran Helena pada suaminya itu,


Belum sempat Mr Agatha menjawab terdengar dari bawah ruang tengah suara teriakan pria memanggil nama Mr Agatha,


Suasana rumah seketika mencekam,Mr Agatha menyuruh Marissa untuk menjaga istri dan anaknya,jangan sampai mereka turun ke bawah,


Helena sempat menghentikan langkah suaminya dengan menarik tangan dan memeluknya,


"Jangan tinggalkan aku mas,aku ikut bersamamu"


Ucapan Helena seakan pertanda bahwa mereka akan segera pergi bersama,


Marissa yang melihat dan mendengar semua itu ikut ketakutan dan bingung harus berbuat apa,


Mr Agatha pun turun ke ruang tengah,


Terdengar kegaduhan dan suara senjata dari bawah,semua meembuat Helena semakin cemas dan ketakutan,


Helena teringat akan Zack,


"Dimana Zack bi"


Tanya nya pada Marissa,seingat Marissa Zack sedang bermain di belakang bersama pak anton, jawab Marissa,

__ADS_1


Helena meminta Marissa untuk segera pergi dari kamarnya dan menyelamatkan anak-anaknya,


"Bibi pergi sekarang juga bawa bayi Kania bersama bibi dan Zack,selamatkan mereka"


Pesan Helena kepada Marissa seakan menjadi pesan terakhir sebelum dirinya pergi untuk selama-lamanya,


Dan saat Marissa hendak keluar dari kamar,terdengar suara langkah berat dari anak tangga menuju kamarnya,


Helena meminta Marissa bersembunyi di dalam lemari bersama bayinya yang tertidur pulas dan jangan keluar apapun yang terjadi pada nanti,


Semua permintaan Helena begitu berat untuk Marissa,karena bagaimanapun dia juga ingin melindungi majikan nya itu,


"Cepat masuk bi,ingat apapun yang terjadi dengan saya,Jang pernah keluar dan jangan pernah tinggalkan Zack dan Kania"


Marissa segera masuk ke dalam lemari besar di dalam kamar dengan menggendong bayi Kania yang masih tertidur seolah mengerti bahwa dirinya memang harus tertidur untuk saat itu,agar suara tangis nya tidak membuat dirinya terancam,


"Buka"


Teriak pria di luar kamar Helena,


Helena hendak membawa pistolnya di dalam laci meja,dan sebelum pistol itu diraih tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dengan tendangan keras seorang pria,


"Tangkap wanita itu"


Perintah pria beringas,pada anak buahnya untuk menahan Helena,


Geledah semua barang berharga miliknya,


"Siapa kalian,apa mau kalian,lepaskan aku,dimana suamiku"


Teriak Helena penuh pertanyaan pada pria bertubuh kekar yang sedang menahannya itu,dia terus berontak ingin terlepas dari genggaman tangan pria itu,


"Lepaskan aku"


Lembaran rambut Helena yang terurai menyeka pada wajah si pria itu,dengan aroma yang semerbak wangi membuat pria itu berniat untuk menikmati Helena,


"Kau cantik juga ya,lumayan nih"


Ucap pria itu membuat telinga Helena geli dan takut,dia merasa kini dia benar-benar berada di ujung kehidupannya,


Namun saat teringat akan anak-anaknya Helena melawan mereka dengan memukul kepala pria itu dengan lampion kamar yang ada di meja nya,


Buk..


Buk..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2