
"bisa kau temui aku di cafe bintang malam ini juga"
Ucap pak Roni pada Zack,
Zack pun menyetujui permintaan pak Roni untuk menemuinya,
Zack pun sudah menunggunya di cafe yang sudah di janjikan,
Pak Roni pun tiba dan duduk dengan segera menghampiri Zack,dia bertanya apa yang ingin Zack sampaikan padanya tentang pak Wiranto,apakah Zack mengetahui bahwa adiknya pak Wiranto istrinya masih hidup,sungguh banyak pertanyaan di dalam kepala pak Roni yang seakan sedang mengancam nyawa dirinya dan keluarganya yang selama ini dia tutupi,
Pak Roni nampak tidak tenang,dan terlihat cemas,
Zack mulai menenangkan pak Roni dengan menyuruhnya untuk tidak cemas dan khawatir,semua akan baik-baik saja,
Zack pun segera membuka ponsel dan langsung menelpon pak Wiranto dengan video call,
Karena sebelumnya pak Wiranto juga menyuruh Zack untuk mencari keberadaan adiknya yaitu Sekar,istri dari pak roni sendiri yang kini sedang terbaring koma,
Telponnya berhasil tersambung dengan pak Wiranto,namun tidak dia angkat,Zack mengira mungkin disana sedang ada suster Amanda,jadi pak Wiranto tidak bisa mengangkat telpon dari Zack,
Dan benar saja,saat Zack membuka laptop yang tersambung di kamera tersembunyi di kamar pak Wiranto,bukan hanya suster Amanda yang ada disana pak willi pun terlihat sedang mengajak bicara pak Wiranto,
Entah apa yang mereka bicarakan,hingga tangan pak Wiranto nampak ingin menghajar dirinya,Zack mulai panik,
"Astaga..apa itu benar mas Wiranto?"
Tanya pak Roni,dia sangat terkejut dan bahagia mendapati bahwa kakak iparnya itu masih hidup dan baik-baik saja,mungkin dengan mendengar kabar ini istrinya bisa sadar dari komanya,
Zack menceritakan semua yang terjadi pada pak Wiranto selama ini,Mengenai penyekapan dan siksaan yang dia alami,semua siksaan yang membuatnya sampai tidak bisa bicara,
Pak Roni pun tak kuasa menahan kesedihannya mendengar semua yang mas nya alami selama ini,
"Tapi mengapa kamu bisa menemukan mas Wiranto,siapa kamu sebenarnya?"
Tanya pak Roni,
Zack tidak banyak menjawab perihal pertanyaan tersebut,dia hanya menambahkan bahwa dirinya hanya ingin kebenaran terungkap,itu saja,
Zack meminta bantuan pada pak Roni untuk mengantarnya ke makam istri pak Wiranto,karena harus ada yang dia temukan disana,
Dengan senang hati pak Roni mengantar Zack ke makam istri pak Wiranto,
__ADS_1
Walau dalam keadaan malam,Zack masih mengenal tempat pemakaman umum yang dia tuju saat ini,ya TPU itu sama dengan tempat di makam kan nya orangtua Zack,dia pun pamit sebentar pada pak Roni untuk menemui makam orangtuanya,
Di atas pusara makam terlihat taburan bunga segar yang seperti baru di taburkan di area makam tersebut,Zack pun bertanya dalam hatinya siapa yang sudah menjumpai makam orangtuanya,
"Siapa yang datang menemui mu ma..pa.."
Di atas makam itu nampak sebuah karangan bunga yang indah,karangan bunga lili kesukaan ibunya Zack,
Seseorang yang datang menemui mu pasti orang yang sangat menyayangimu ma..karena dia tahu bunga kesukaan mama..
Ucap Zack kembali flashback mengingat saat ibunya selalu dengan rajin merawat bunga lili miliknya,
Wanginya yang sangat harum dan bentuknya yang sangat indah membuat Mrs Helena menyukai bunga lili,
Zack pun bangkit dan berpamitan,
"Sekali lagi doakan Zack ma..pa..agar Zack bisa memberi ketenangan pada kalian"
Langkah Zack pun kini tertuju pada makam istri pak Wiranto,disana pak Roni setia menemani Zack,
Zack menceritakan pada pak Roni tentang sebuah card yang pak Wiranto sembunyikan di makam istrinya,dia pun coba membantu Zack mencari card tersebut,
Card itu belum juga berhasil mereka temukan,
Rasa putus asa pun mulai mendera perasaan pak Roni,di atas batu nisan kakaknya itu pak Roni mulai menangis memohon agar Tuhan membantunya untuk semua jalannya,
Dan saat tangan pak Roni tak sengaja mengusap belakang batu nisan,dia merasa ada sebuah lumut menempel yang menurutnya aneh,dia pun coba mengusap dan mencabut lumut tersebut,dan benar saja sebuah card kecil menempel di antara lumut tersebut,card itu terbungkus plastik kecil yang sengaja pak Wiranto tempelkan di belakang batu nisan istrinya,
"Card ini,,ini card nya"
Ucap pak Roni seakan tidak percaya bahwa dirinya berhasil menemukan card yang mereka cari,
Zack pun merasa senang dan ingin segera melihat card tersebut, namun saat pak Roni hendak menemani Zack,tiba-tiba saja anak tirinya menelpon dirinya bahwa saat ini mereka sedang perjalanan pulang dari London menuju Jakarta,
Pak Roni pun tidak bisa menemani Zack dan harus kembali ke rumah,karena dia tidak ingin istrinya tahu tentang semua ini,
Zack pun tidak keberatan,
"Aku mohon padamu anak muda,tolong bebaskan dan selamatkan lah mas ku,aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu,dan maafkan aku,aku tidak bisa membantumu banyak"
Ucap pak Roni sebelum pergi meninggalkan Zack,
__ADS_1
"Tidak apa-apa pak,pergilah,jika ada apa-apa aku akan segera menghubungimu"
Jawab Zack,dia pun segera kembali ke kosannya,
Sesampainya disana,Zack langsung menghubungi kedua kawannya, Markus dan Dwiki,
Dwiki pun datang namun Markus tidak bisa datang saat ini,karena dia sedang dalam misi bersama pak Adrian dan Laura memburu sindikat Gio yang kini semakin meresahkan anak muda dengan penyebaran obat terlarangnya,
Markus meminta maaf dalam ponselnya pada Zack karena tidak bisa menemaninya saat ini,namun Zack pun paham dan mengerti dengan situasi Markus saat ini,
"Kau tenang saja kawan,masih ada aku,"
Ucap Dwiki membalas pembicaraan pada Markus di telpon,
Dwiki dan Zack pun merencanakan sesuatu untuk mengungkap kebenaran tentang pak William,
"2 hari lagi,,,kau akan hancur"
Ucap Zack penuh keyakinan,
Dwiki pun menepuk bahu Zack dengan dukungan yang kuat padanya,
***
Sementara itu di tempat lain,Mr Antonio mulai mencurigai ada yang tidak beres dengan bisnisnya di Jakarta,tanpa menghubungi alex dia pun memutuskan untuk pergi ke Jakarta sendiri tanpa pengawal,
Mada yang mengetahui meminta dirinya untuk mengajaknya ke Jakarta,karena diapun rindu dengan kota kelahirannya,
"Jika kau tidak ingin aku ikut,maka aku akan pergi sendiri meski tanpa seijin mu"
Ucap Mada pada Mr Antonio,
Dengan terpaksa Mr Antonio pun mengijinkan Mada untuk ikut bersamanya,
Namun disisi lain,Mada ingin melindungi Zack agar Mr Antonio tidak mengetahui keberadaan anaknya itu di Jakarta,karena jika sampai Mr Antonio tahu bahwa Zack selama ini ada di Jakarta,maka semua akan tidak bisa terkendali,
Sebelum pergi Mada coba menghubungi Zack,namun sulit untuk tersambung,diapun mengirim email pada Zack memberitahu bahwa dirinya dan ayahnya sedang menuju Jakarta,Mada menyuruh Zack untuk hati-hati ,
Email itu sudah berhasil terkirim,namun belum berhasil Zack baca,Mada mulai harap-harap cemas,
"Bagaimana jika disana nanti kami bertemu dengan Zack,bagaimana ini"
__ADS_1
Mada semakin cemas,
Bersambung