Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Mada coba menghubungi Zack


__ADS_3

Zack kembali ke hotel,dia berniat akan memberitahu semua nya pada Mada,namun saat Zack akan menghubunginya tiba-tiba Zack kembali meletakan ponselnya,


(Sepertinya Masalah ini biar aku sendiri yang tahu) pikir Zack saat termenung memikirkan bubu,


Zack bingung harus dari mana dia melangkah,


Mencari Markus,mencari keadilan bagi orangtuanya atau mencari keberadaan adiknya,semua seakan berputar di pikiran Zack,


Saat seperti itu memang Mada lah yang biasa memberi nasihat dan jalan keluar,tapi kali ini Zack ingin memecahkan semua masalahnya sendiri,


Dia pun kembali termenung memikirkan jalan keluar dari semuanya,


Sementara di tempat terpisah,Mada pun juga teringat akan Zack,apakah Zack baik-baik saja,bagaimana keadaannya,semua pertanyaan menyatu di kepala Mada,


Dari tadi Mada coba menghubungi ponsel Zack,namun tak sedikitpun ponsel itu tersambung,mungkin karena  sinyal di luar area jadi panggilan nya tidak terhubung,


Terpikir dalam ingatan Mada untuk coba menghubungi ponsel pak Adrian,Mada sangat rindu dengan Markus,dia ingin tahu kabar tentang anaknya,


Mada pun memberanikan diri,saat jarinya hendak mengklik panggilan di nama mas Adrian,tiba-tiba saja mr Antonio memanggilnya untuk segera makan,


Mada pun mengurungkan niatnya menghubungi pak Adrian,


(Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk aku menghubungi mas Adrian)


Pikir Mada saat itu,


Mada pun keluar dari kamarnya menuju adik satu-satunya itu,


Dia pun duduk bersama Mr Antonio di meja makan,


Mr Antonio menanyakan kabar kesehatan nya,


"Bagaimana keadaanmu sekarang Mada"


Mr Antonio coba membuka obrolan


Mada pun mengungkapkan keadaannya yang mulai membaik,Mada pun bicara tentang kerinduannya pada Zack,tapi Mada masih hati-hati dalam membicarakan Zack,karena dia takut Mr Antonio tau kalau Zack sebenarnya ada di Jakarta,


Mr Antonio pun berpikir sama dengan Mada,dia juga merindukan anak kesayangannya itu,


Mr Antonio memutuskan untuk menghubungi ponsel Zack,


Namun ternyata Mr Antonio pun tidak bisa menghubungi Zack,


"Apa kau bisa menghubungi Zack"


Tanya Mada pada Mr Antonio yang sedang mencoba menghubungi Zack,


"Entahlah ponsel Zack tidak bisa di hubungi,mungkin kendala area,Zack pasti akan menghubungi kita nanti"


Jawab Mr Antonio merasa yakin akan Zack yang menurutnya kini sedang bertugas di perbatasan Hindia,


Selesai makan,Mr Antonio pun kembali ke aktifitas sehari-harinya bersama anak buahnya,dia pergi ke kantor nya untuk mengurus LAVA Jewelry nya,


Mr Antonio sedang di ambang kemajuan yang pesat dalam bisnis berliannya,


Bersamaan dengan itu bisnis haram nya juga begitu berkembang dengan kerjasamanya bersama Mr Jefri,


Tepat pada hari itu,saat Mr Antonio sedang bersenang akan kesuksesannya di buat terkejut dengan informasi dari Alex,

__ADS_1


Alex yang saat itu sedang berada di inggris mengabari Mr Antonio bahwa sindikat nya disana terancam berakhir,karena semua anak buah Mr Antonio disana berhasil tertangkap pihak kepolisian,dan kini hanya tersisa beberapa anak buah lagi,


Mr Antonio pun dengan segera menyuruh Alex untuk kembali ke Belanda dengan segera,


Alex pun menuruti perintah Mr Antonio,


Dia segera kembali bersama anak buah nya yang tersisa ke Belanda,


Terpikir di otak Mr Antonio untuk membuka sindikat di Jakarta,


Dia coba menghubungi kawan lama yang ada di Jakarta,kawan lama saat dirinya ada di Jakarta saat itu,Pak Guntara


Mr Antonio pun coba mencari nomor ponsel lama pak Guntara,berharap nomor nya masih aktif,dan ternyata saat dia coba memanggil,panggilan nya terhubung pada pak Guntara,


"Halo Guntara,apa kau masih ingat denganku,"


Suara Mr Antonio di rasa tidak asing di telinga pak Guntara,


Dia mengingat-ingat suara siapa yang menyapanya di sebrang telpon,


"Si pedagang tembakau di jalan raya"


Mr Antonio melanjutkan ucapannya,


Pak Guntara pun langsung bisa menebak si pedagang tembakau jalanan yang di maksudkan,


"Antonio,kau kah itu"


Jawab pak Guntara,


Mereka pun berbincang satu sama lain tentang kabar masing-masing,


Bahkan mereka pun tidak ingat,kapan terakhir kali mereka bertemu,


Kebersamaan mereka dulu terjalin saat mereka masih remaja,keduanya penghisap dan pecandu,mereka pun juga mengedarkan dan mengajak kawan lain untuk menghisap barang haram yang mereka dapati dari pengedar,dan disitulah pula awal mula Mr Antonio merambah di dunia mafia barang terlarang bersama kawannya Guntara,


Mereka seakan sudah tahu betul situasi dan kondisi dimana dan kapan harus menjual dan mengajak orang lain untuk menikmati obat terlarang itu,


Hingga akhirnya jadilah Mr Antonio yang sekarang,


Mr Antonio si mafia kejam obat terlarang,


Mafia yang haus akan kekuasaan dan kenikmatan hidup pasca di tinggal menikah oleh Helena,


Pujaan hatinya dulu, ibu kandung Zack,istri Mrs Agatha,


Setelah mereka berbincang dengan asiknya,


Mr Antonio pun bicara pada tujuannya menghubungi Guntara,


"Guntara,aku ingin menawari kerjasama denganmu lagi"


Mr Antonio to the poin pada Guntara,


"Kerjasama seperti dulu"


Tanya pak Guntara,


Mr Antonio membuat keputusan bagi hasil dengan sama rata jika Guntara mau bekerjasama dengannya,

__ADS_1


Tentu saja Guntara tergiur dan tidak mampu menolak dengan hasil yang sama rata,


Baginya uang adalah segalanya,dan yang di otaknya dari dulu sampai sekarang hanyalah wanita dan Harta,


Wanita yang selau memenuhi nafsunya,dan harta yang menghidupi dirinya


Itulah Guntara,


Akhirnya Guntara dan Mr Antonio menyepakati kerjasama mereka di Jakarta dengan membuat sindikat  bernama GIO .


Nama sindikat GIO mereka ambil dari gabungan kedua nama mereka agar lebih mudah,


Namun Mr Antonio tidak bisa langsung pergi ke Jakarta,dia memutuskan untuk mengutus Alex sebagai kepercayaannya disana,karena sebagai anak buah yang paling setia dan siap mati untuknya Alex memang bisa di andalkan dan di percayai Mr Antonio,


"Baiklah kalau begitu,dalam 3 hari ini,anak buah ku akan pergi kesana untuk menemui mu,dia nanti akan memberimu pengarahan dan barangnya"


Ucap Mr Antonio pada guntara,


Mr Antonio pun menutup Telponnya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya,


Dan seperti biasa,di waktu istirahat dia kembali memanggil Mischa ke ruangannya,


Mischa pun sudah paham dengan panggilan Mr Antonio untuk pergi menemuinya di ruang kerja,


Tak lain dan tak bukan untuk memenuhi nafsu sang mafia kesepian,


Mischa pun masuk ke ruangan,Mischa paham dengan kode Mr Antonio untuk langsung mengunci pintu,diapun mulai berjalan mendekati tuannya,


"Mendekat lah Mischa"


Mr Antonio mulai menggoda Mischa,


Dia menarik lengannya untuk duduk di pangkuannya,Mischa pun menuruti kemauan Mr Antonio,


Mr Antonio pun mulai mencium lengan Mischa sampai mendarat di bibir Mischa yang merah,


Mischa pun tak kuasa menahan nafsu sang mafia dan akhirnya dia pun membalas ciumannya dengan liar,


Keduanya pun kini mulai memainkan permainan panasnya di atas sofa ruang kerja Mr Antonio,


Keduanya menyatu dalam kenikmatan yang membuat keringat dinginnya terasa puas,


Mereka tak berhenti bermain sampai waktu istirahat sudah selesai,


Karyawan lain sudah paham jika Mischa masuk ke ruang kerja Mr Antonio di jam istirahat,


Karena mereka mengetahui hubungan bos dan karyawannya itu,


Tapi meskipun mereka tahu,mereka tidak memperdulikannya, karena mereka takut kehilangan pekerjaannya jika sampai berurusan dengan Mr Antonio,


Tak jarang jika Mr Antonio sedang merasa bosan dengan Mischa,dia juga selalu memanggil karyawan perempuan lain untuk melayani nafsunya,


Dan setiap mereka bermain panas


Mr Antonio tak lupa selalu menyuruh mereka untuk meminum obat anti hamil.


**Dukung terus ceritanya dengan like vote koment dan hadiahnya ya guys 🙏🏻❤️


happy reading**

__ADS_1


__ADS_2