Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Flashback masa lalu Mada


__ADS_3

Tak mudah bagi Mada untuk hidup berdamai dengan hatinya yang dendam akan kematian suami dan bayinya,terlebih hidup damai berdampingan dengan pembunuh suaminya,


Flashback


Mr Antonio membunuh Ryan suami Mada saat itu,karena Ryan mengetahui sindikat pengedaran obat terlarang Mr Antonio di jakarta,


Saat itu Ryan yang sedang meeting dengan klien nya di sebuah cafe,ryan melihat Antonio sedang bertransaksi obat terlarang bersama anak buahnya yang lain di tempat yang sama dengan Ryan meeting,


Ryan begitu sangat terkejut dengan usaha haram adik iparnya itu,Ryan memutuskan merekam transaksi itu di ponselnya dan akan melaporkannya pada polisi,tapi sebelum itu terjadi Ryan sempat mengirim Vidio itu pada Mada yang saat itu Mada masih dalam keadaan lemah pasca melahirkan Markus,


Ulah Ryan yang merekam transaksi Antonio di sadari oleh salah satu anak buahnya,dia melaporkan semua itu pada Antonio,sehingga Antonio marah dan tak akan melepaskan Ryan,meskipun dia adalah kakak iparnya sendiri,


Ryan berencana langsung menuju polres untuk melapor,namun di perjalanan mobil Ryan di hadang beberapa anak buah Antonio,meski hidup nya sudah di ujung tanduk,ryan tidak putus asa,Ryan terus melajukan mobilnya dan menelpon salah satu kerabatnya, seorang polisi yang mencari keberadaan si pengedar obat terlarang,dia bicara dengan sangat terburu-buru,


"Hello kak,ini aku Ryan,tolong aku kak,aku sedang di kejar beberapa anak buah Antonio,dia sebenarnya mafia narkoba yang selama ini kakak cari,tolong selamatkan aku istri dan bayi ku kak,tolong aku..."


Tut..Tut..Tut..


Telpon terputus...


Pembicaraan Ryan terputus karena dia mengalami kecelakaan,laju mobil Ryan yang terlalu kencang,membuat mobilnya tidak bisa terkendali dan menyebabkan mobil menabrak pembatas jalan sehingga jatuh ke jurang,


Polisi Adrian,kerabat yang di telepon Ryan saat itu pun bergerak langsung ke lapangan,dan mendapati Ryan sudah di temukan tidak bernyawa,


Polisi adrian coba menangkap Antonio dan sindikatnya,namun dia tidak cukup bukti untuk menangkap dan menahannya,sehingga teror demi teror Adrian dapat dari Antonio dan anak buahnya,


Puncaknya,


Teror semakin kejam saat isti Adrian di culik oleh Antonio dan anak buahnya,


5 hari istri Adrian di culik dan di sekap oleh si mafia jahat itu,


Kejadian naas di alami istri Adrian (Mira),dia mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari Antonio,Mira di lecehkan oleh Antonio sesuka hatinya,Mira di jadikan budak hawa nafsunya,bahkan tak segan Antonio mengirim foto-foto istrinya telanjang bulat sedang melayani dirinya pada Adrian,


Adrian tidak mampu melawan karena nyawa Mira di pertaruhkan,


Pernah suatu hari Adrian coba menyelamatkan Mira dari tangan Antonio di bantu oleh tim polisi gabungan nya,


Namun usaha nya gagal,Adrian malah mendapat Videocall Mira sedang di gantung di sebuah ruangan yang jika dalam hitungan 60 detik Adrian dan tim polisinya tidak bubar,


Maka nyawa Mira akan melayang tergantung,


Mada yang mengetahui semuanya coba menyelamatkan Mira,


Mada mencari celah kesibukan Antonio untuk membebaskan istri Adrian saat itu,


Hingga di suatu hari,saat Antonio sibuk bertransaksi keluar selama 2 hari,Mada mulai melancarkan aksinya untuk membebaskan Mira,


Mada berhasil masuk ke ruangan Mira di sekap,terkejut Mada melihat kondisi Mira yang lemah dan babak belur karena penyiksaan yang di terima dari kakaknya,


"Astaga,kau tidak apa-apa"


Mada coba memapah tubuh Mira yang lemas tak berdaya,


Karena suasana rumah sepi,Mada pun membawa Mira ke kamarnya untuk memulihkan kesehatannya terlebih dahulu,

__ADS_1


Mada mengurus Mira dengan baik,


Luka Mira mulai berangsur pulih,Mira pun mulai bertenaga,Mada menyuruh mira untuk menelpon Adrian menjemputnya di sebuah jalan dengan sembunyi-sembunyi,


"Kau hubungi Adrian,aku akan mengantarmu sampai kau bertemu dengannya,selamatkan lah dirimu dan suamimu,dari adikku"


Ucap Mada sambil menimbang Markus yang masih bayi polos dan merah,


Mira pun setuju dengan saran Mada,


"Maaf sebelumnya Mada,mas Adrian sudah menceritakan semua tentang suami dan adikmu,lantas kenapa kau tidak pergi dari sini dan melaporkan adikmu ke polisi"


Mira mulai berbicara pada mada,


Mada hanya tertunduk,sebenarnya Mada juga kecewa dan sakit hati pada adiknya,karena dia telah membuat suaminya meninggal dunia,tapi apalah daya,dia tetap adiknya,tugas Mada untuk menyadarkan Antonio,


"Apa kau tidak khawatir dengan pertumbuhan anakmu nanti,bagaimana dia menjalani hidupnya bersama Antonio disini"


Mada pun termenung dengan semua ucapan Mira padanya,dia juga mengingat masa depan anaknya,dia tidak ingin anaknya tumbuh di sekeliling orang-orang pendosa seperti Antonio,


Tibalah hari dimana Mada dan Mira coba melarikan diri, Mada berhasil keluar dari rumah Antonio,menuju Adrian berada,namun ternyata jejak Mada di ketahui oleh anak buahnya,


Mobil Mada di kejar beberapa anak buah Antonio,


Mada berhasil lolos dan menyuruh istri Adrian cepat keluar dari mobilnya dan segera masuk mobil Adrian,


Dan sebelum itu terjadi Mada sempat berpesan kepada istri Adrian dan menitipkan bayinya pada Mira,untuk dia jaga dan dia besarkan,


"Mir,sebelumnya aku mau minta maaf padamu atas nama adikku,atas semua perlakuannya padamu,dan jika Sudi aku ingin menitipkan bayiku bersamamu,aku tidak ingin bayiku tumbuh di sekeliling orang berdosa seperti Antonio,aku sudah tahu kau dan mas Adrian adalah orang yang baik dari almarhum suamiku,"


"Apa kau memang mempercayai kami untuk membesarkan Markus Mada?"tanya Mira,


"Aku sangat mempercayai kalian,cepatlah pergi"


Saat mobil Adrian tiba,Mira langsung bergegas membawa bayi Mada bersamanya masuk ke dalam mobil Adrian,


Sedangkan Mada coba mengalihkan anak buah Antonio untuk mengejarnya,dan tidak mengejar mobil adrian,


Awalnya mobil Mada menjadi sasaran,namun karena anak buah Antonio terlalu banyak,Mada pun lengah dan kalah.


Dan akhirnya mereka kembali mengejar mobil adrian,


Anak buah Antonio terus menghadang mobil Adrian,bayi Mada nampak terlelap meski situasi sedang genting dalam pengejarannya bersama Mira dan Adrian,


Salah satu anak buah Antonio berhasil menembak satu ban belakang mobil Adrian,sehingga mobil terguling dan terpental beberapa kali,


"Ah..."


Teriak Mira dan Adrian terdengar keras,


Saat beberapa menit sebelum mobil meledak dan terbakar,mereka sempat sadar,namun kondisi mira yang terjepit tidak memungkinkan dia untuk bisa menyelamatkan dirinya,


Kaki Mira terjepit bahu mobil depan,namun dia masih memeluk erat bayi kecil Mada,


,

__ADS_1


"Mas tolong jaga bayi mada untukku,jagalah dia,dan sayangi dia,selamatkan dirimu dan bayi ini,cepat selamatkan dirimu,kau harus hidup untuk markus"


Markus,


Ya Markus adalah nama bayi Mada,


Mira mendorong tubuh Adrian keluar dari mobil sebelum mobilnya meledak,


Adrian pun tidak mempunyai pilihan lain,dia harus menyelamatkan bayi dan dirinya,hingga beberapa detik kemudian mobil itu pun meledak dan terbakar,


Mada yang mengetahui semuanya teriak dan histeris melihat mobil yang di tumpangi bayinya meledak,


"Tidak...


Bayiku...


Markus..."


Tangis dan teriakan Mada pecah saat itu juga,Mada tak percaya jika bayinya ikut menjadi korban dalam mobil yang terbakar itu,


Tubuhnya lemas,Mada seakan tak percaya kalau bayinya sudah tiada,


"Tidak...tidak...tidak..."


Mada berlari mendekati mobil yang terbakar,namun anak buah adiknya menghadang Mada,


Mada yang saat itu masih belum percaya dengan takdir bayinya,


Terkulai sujud melihat api yang sedang berkobar di hadapan matanya,


Air matanya tak henti mengalir,


Terdengar suara langkah kaki mendekati Mada yang sedang menyaksikan api pembakaran bayi di mobil Adrian,


"Sudahlah kak,ikhlaskan anakmu"


Tangan itu mengelus bahu Mada coba menenangkan,


"Semua ini gara-gara kamu"


Tangan Mada menunjuk tajam dan menolak keras belaian tangan adiknya itu,


"Tapi hari ini aku bersyukur,karena bayiku tidak sempat hidup dan tumbuh bersama dirimu di sampingnya"


Kebencian di mata Mada nampak terlihat jelas pada adiknya,


bersambung,,


si penulis lumayan berkeringat loh geng nulis efisode ini,hehe


dukung terus ceritanya ya,


terimakasih yang sudah vote


🙏🏻

__ADS_1


"


__ADS_2