
Markus kini sedang berada di dalam kamar Zack,menunggu giliran untuk mandi,
Zack melihat suasana kamar Zack yang luas bagaikan istana,
Markus tak menyangka dia mempunyai kawan sekaya raya Zack,karena yang di lihat Markus,Zack adalah orang biasa yang sederhana,
Dia tak menampakan kekayaan dalam diri dan prilakunya yang Markus tau,
Barang berharga seperti senjata tajam dan pistol yang ada di kamar Zack,bisa Markus tebak di angka berapa harga semuanya itu,
Markus semakin menghormati Zack atas kesederhanaannya itu,
"Zack kau sudah selesai"
Tanya Markus sembari melihat pistol milik Zack yang tertata rapih dalam meja yang di tutup kaca
"Ya,aku sudah selesai,bergegaslah"
Markus pun menuruti perintah Zack untuk segera membersihkan dirinya,
Zack mulai menata senjata miliknya yang ia tinggalkan selama kemiliterannya,
"Banyak sekali senjata mu Zack"
Timpal Markus dari belakang sambil menyeka rambut basahnya dengan handuk,
"Senjata ini yang telah melatihku sampai seperti ini"
"Aku tak menyangka,ternyata kemampuan menembak mu sudah terlatih sejak kecil,pantas saja kamu begitu lihai dan tepat"
Markus memuji kemampuan Zack,yang selalu tepat sasaran kala menembak dan membidik buruan saat berlatih di militer dengannya,
.....
Zack sedikit termenung memandang langit malam di jendela kamarnya,
Markus yang saat itu sedang merapikan dirinya,merasa heran melihat Zack termenung,
"Apa yang kau pikirkan Zack?"
Seketika Zack terbangun dari lamunannya,karena terhenyak dengan pertanyaan Markus,
"Eh kau Markus,tidak aku hanya memikirkan ingin kembali ke Indonesia"
"Apa yang membuatmu berpikir kesana Zack?,bukankah keluargamu disini begitu sangat menyayangimu?"
"Mereka memang sangat menyayangiku,tapi entahlah,rasanya aku ingin kembali ke negaraku untuk menyelesaikan seluruh pertanyaan hidup yang selalu ada di pikiranku"
Mada yang tadinya akan memanggil kedua anak laki-laki itu,tak sengaja mendengarkan percakapan Zack dan Markus yang ingin kembali ke Indonesia,
Mada tersenyum seolah bahagia dengan niat Zack yang ingin kembali ke negaranya,
"Zack,Markus,mari kita makan,kalian sudah siapkan?"
Ajakan Mada memecah pikiran Zack dan pembicaraan markus,
"Ia Mada,kami akan segera ke bawah"
Markus tersenyum ke arah Mada,dan menuruti perintahnya untuk segera makan bersama di bawah,
.....
Markus dan Zack duduk di ruang makan bersama Mr Antonio dan Mada,
"Ayo makanlah nak,ini kesukaanmu,?"
Mada menawarkan spaghetti kesukaan Zack,
Ternyata Mada masih mengingat semua yang Zack suka,
Zack pun mengambil makanan yang di sediakan Mada,begitupun Markus,
Kalau Markus semua makanan dia doyan,hehe
"Zack,rencana kamu seusai lulus,kau akan kemana?" Mr Antonio menanyakan rencana Zack,
"Kalau boleh,Zack ingin mengambil tugas di Indonesia yah"
Uhuk..
Uhuk...
Mr Antonio tersedak batuk Saat mendengar Zack ingin ke Indonesia,dia buru-buru mengambil air minum untuk menghentikan batuknya,
"Kau tidak apa-apa ayah?"
"Mmh maaf ayah hanya sedikit terkejut saja mendengar kau ingin ke Indonesia"
__ADS_1
"Mengapa ayah sangat kaget"
Mada memberi kode pada Zack agar tidak banyak bertanya saat makan,Zack pun paham,lantas Zack pun meminta maaf pada ayahnya dan melanjutkan makannya kembali,
....
Hari sudah mulai malam,seperti biasa Mr Antonio di sibukkan dengan pekerjaan bisnisnya,Zack pun menemui ayahnya di ruang kerja,terlihat Mr Antonio sedang membuka lembaran lembaran berkas yang harus dia tanda tangani,
"Bagaimana dengan bisnis ayah?"
Zack memijat pundak Mr Antonio dengan kedua tangannya,
"Zack,"
Semua baik-baik saja Zack,hanya saja mungkin karena ayah sekarang sudah semakin tua,tenaga dan pikiran ayah mulai mudah lelah "
Timpal Mr Antonio,meraih kedua tangan Zack yang sedang memijat pundaknya,
"Zack ayah ingin bicara sesuatu padamu"
Mr Antonio memulai pembicaraan yang serius dengan Zack,
"Ada apa ayah?"
"Apa kamu mau meneruskan bisnis ayah?"
Zack terdiam seakan sedang berpikir panjang,dia menghela napasnya dalam-dalam,
Sebenarnya Zack ingin meneruskan bisnis ayahnya,karena bagaimanapun,meskipun dia seorang anak angkat,Mr Antonio sudah sangat banyak membantunya tumbuh sampai saat ini,
Tapi Zack juga mempunyai misi sendiri,yaitu ingin menuntaskan dulu kasus kematian keluarga nya di Jakarta,yang sudah di tutup kepolisian,
Zack pun menganggukkan kepalanya,pertanda dia menyetujui permintaan Mr Antonio, untuk meneruskan bisnis ayahnya,
"Terimakasih Zack,ayah sangat percaya padamu"
Mr Antonio memeluk Zack dengan bahagia,
....
Markus yang saat itu sedang berdiri menatap langit malam di teras balkon kamar zack,
Melihat ada yang aneh di satu ruangan terpencil,
Markus melihat bayangan seorang pria yang sedang menyiksa pria lain di kursi tanpa ampun,
"Apa aku tidak salah lihat"
Pandangan Markus tetap menuju ruangan kecil itu,
Markus coba mencari Zack untuk memberitahu tentang apa yang dia lihat,namun Markus tidak menemukan Zack,
Akhirnya Markus berjalan sendiri mendekati ruang yang dia curigai sendiri,
Markus tiba di depan pintu ruang tersebut,namun tak terdengar suara yang mencurigakan samasekali,
Markus mulai membuka pintu ruang itu,dan ternyata Pintu ruang itupun tak terkunci,
Dengan mudah Markus masuk ke dalamnya,terlihat tak ada bekas apapun disana,hanya kursi yang tertata di tiap sisi tembok,sepertinya itu ruangan penjaga Mr Antonio,
"Mmh..."
Suara batuk kecil Alex membuat Markus terkejut,dia pun menoleh ke arah Alex,
"Kau sedang apa disini?"
"Maafkan aku,tadi saat aku sedang berdiri di luar kamar Zack,aku melihat ada bayangan seorang pria sedang menyiksa pria lain disini,itu sebabnya aku kemari"
"Mungkin kamu salah lihat,atau mungkin itu khayalan kamu saja"
Markus menerima jika memang mungkin dia salah lihat atau berkhayal, namun hatinya masih meyakini dengan apa yang dia lihat itu benar,
Markus pun tak memperpanjang tentang masalah ini,karena dia menyadari,ini tidak akan baik untuknya,
"Maaf kalau seperti itu,mungkin kamu benar,itu hanya khayalanku saja, kalau begitu saya kembali ke kamar Zack"
Markus kembali menuju kamar Zack,saat hendak masuk ke dalam rumah,Markus melihat Mada yang sedang memasak di dapur sendirian,
Markus berniat untuk membantunya,
"Mada,bolehkah saya bantu"
Markus coba menawarkan bantuannya pada Mada dengan penuh ketulusan,
Mada melihat tatapan mata Markus dengan tajam,
Sepertinya Mada tidak asing dengan tatapan Markus padanya,
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Mada,karena dia begitu serius melihat tatapan Markus,
"Mada,,,are you oke?"
Markus melambaikan tangannya ke depan wajah Mada,
"Eh...maaf,Mada hanya teringat akan seseorang setelah melihat matamu"
Seketika pandangan Mada tersadar saat Markus coba menyadarkannya,
Markus pun tersenyum,dengan tingkah Mada yang terkejut saat dirinya melambaikan tangan di depan wajahnya,
Keduanya pun tertawa,menyadari kekonyolan mereka,
Akhirnya Markus membantu Mada memasak,
"Sudah biar aku saja Mada,duduklah,"
Markus coba menggantikan perannya untuk menggoreng beberapa makanan untuk di hidangkan nanti malam,
....
Sementara di ruang kerja Mr Antonio,Zack bertanya tentang anak buah ayahnya yang terlibat pengedaran narkoba tadi siang,
"Kenapa anak buah ayah sampai menjadi pengedar narkoba,Zack sangat kecewa sekali"
Tangan Zack mulai mengepal,karena benci dengan ulah anak buah ayahnya,
Mr Antonio dengan tenang,mencoba menjawab pertanyaan Zack,coba menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya,
"Interogasi Alex mengatakan,dia bilang ada seseorang yang mengancam keselamatan keluarganya jika dia tidak mengedarkan obat haram itu,itu sebabnya dia menjadi pengedar untuk melindungi keluarganya,"
Alasan itu memang masuk di akal Zack,tapi Zack tidak menemukan keadaan yang mengancam pria itu saat tadi dia tertangkap,
Tapi Zack tidak memperpanjang masalah ini,dia cukup tahu,dan pria itu harus di jebloskan ke dalam penjara,
"Kamu tenang saja Zack,pria itu sudah Alex serahkan pada polisi"Β
Zack pun mengangguk,dan tersenyum,
Dia pun pamit dari ruang kerja Mr Antonio,
"Besok atau lusa,kau bisa mulai kerja di kantor ayah Zack"
"Baik ayah,Zack turun ke kamar dulu,kasihan Markus sendirian"
Mr Antonio tersenyum melihat kepolosan zack,
Sebenarnya dia tidak ingin menyembunyikan jati dirinya sebagai mafia kepada Zack,
Tapi Mr Antonio tidak ingin Zack kecewa jika dia sampai mengetahui yang sebenarnya,
.....
"Sepertinya kalian akrab sekali ya"
Zack memeluk Mada yang sedang asik bercanda duduk melihat Markus memasak,
Zack sangat senang melihat Mada tersenyum lebar bercanda dengan Markus di dapur,
Rasanya baru kali ini Zack melihat senyum lepas Mada setelah beberapa tahun,
Terlihat sangat lepas senyum tawa Mada saat bercanda bersama Markus,Zack seakan melihat seorang ibu yang sedang bercanda dengan anaknya,
"Zack,kau duduklah nak,Mada sangat senang kau mempunyai kawan seperti Markus,lihatlah dia,dia berlaga ingin membantu Mada memasak padahal dia tidak bisa,hehe akhirnya lihatlah wajahnya"
Mada tersenyum kembali melihat wajah Markus yang penuh dengan tepung,
Zack pun ikut tersenyum,
Suasana pun begitu hangat dengan penuh canda tawa oleh tingkah Markus yang sok berlaga bisa memasak padahal tidak bisa,
"Mada,,aku sangat senang sekali bisa melihatmu kembali tersenyum lepas seperti ini"
Zack memeluk Mada nya yang sudah renta,
Mada pun menyadari bahwa ini kali pertamanya dia bisa tersenyum lepas setelah beberapa tahun lamanya,
Zack masih ingat terakhir kali Mada tertawa lepas mungkin pada saat Zack masih kecil,beranjak dewasa Mada hanya bisa tersenyum seadanya,
Entah apa yang membuatnya seperti itu,Zack pun tidak mengetahuinya,
****
bersambung ..
don't forget like and vote nya ya sahabat ππ»
__ADS_1