Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Kegelisahan pak Adrian


__ADS_3

Pak Anwar yang kala itu terlihat seakan menyembunyikan sesuatu mencoba menenangkan dirinya agar Zack tidak bertanya yang lain lagi tentang pak wiranto padanya,


"Sudahlah bukannya kamu hanya ingin tahu alamat rumahnya pak Wiranto saja,jika nanti kamu bisa menemui pak Wiranto,aku mohon beritahu aku bagaimana keadaannya"


Ucap pak Anwar pada Zack,dia pun langsung berlalu meninggalkan Zack yang masih duduk di cafe bintang,Zack heran melihat kecemasan yang terlihat di wajah pak Anwar,


Zack merasa ada yang dia sembunyikan tentang pak Wiranto,tapi entahlah apa itu,yang terpenting sekarang,Zack sudah mendapatkan alamat pak Wiranto,namun karena hari sudah mulai petang,Zack memutuskan untuk menemui pak Wiranto esok hari,


...


Malamnya Zack menyiapkan segala sesuatu yang dia perlukan untuk menemui pak Wiranto,


Zack pun kembali memutar rekaman pak Anwar saat memberi alamat padanya tadi sore,


Zack melihat tingkah pak Anwar yang tidak beres,dia seakan sedang khawatir dan Zack melihat di matanya,seperti ada rasa penyesalan dan bersalah dalam diri pak Anwar,


Tapi yang ada di benak Zack sekarang,biarlah pak Anwar menjadi urusannya nanti,yang terpenting sekarang dia sudah mendapatkan alamat pak Wiranto,


...


Sementara itu pak Adrian kembali di sibukkan dengan  informasi keluarga Mr Agatha,pak Adrian melihat bekas tumpahan air kopi di atas mejanya,diapun langsung bisa menebak ulah siapa,


Namun sebelum pak Adrian memanggil Markus,


Tiba-tiba saja,Markus langsung datang padanya dengan membawa segelas air kopi yang baru untuk ayahnya,


"Kopi baru untuk ayah,maafkan aku,aku tidak sengaja"


Ujar Markus dengan senyum manis nya pada pak Adrian,


"Dasar kau ini,tidak kau tambah gula lagi kan?"


Pak Adrian sudah biasa menghadapi kecerobohan Markus yang seperti itu,


Namun pak Adrian tidak menyadari bahwa karena tumpahan kopi ulah Markus itulah,


Lembaran terakhir koran yang sangat penting baginya tidak bisa dia ketahui,


Merekapun kembali berbincang mengenai tugas-tugasnya,sambil menyeruput kopi buatan Markus,pak Adrian pun bertanya padanya tentang Laura,


Tentu saja dengan antusias yang tinggi Markus begitu semangat menjawab semua pertanyaan dan ceritanya tentang Laura,


"Apa kamu suka dengan Laura"


Tanya pak Adrian dengan santai,


"Mm bagaimana ya?di bilang suka,mungkin ini terlalu cepat,tapi di bilang tidak,hati Markus mengatakan ia, hehe, ah sudahlah ayah,Markus kan sudah janji pada ayah untuk membuatmu bangga sebelum cinta"


Jawab Markus nampak seperti sahabat kala bicara pada pak Adrian,

__ADS_1


Keduanya memang seperti layaknya sahabat,pak Adrian berhasil membangun kedekatan yang sempurna dengan Markus,dia bisa menjadi ayah,ibu sekaligus sahabat bagi Markus,tentunya setiap saat selalu ada untuknya,


"Markus masih ingat ucapan ayah dulu,Markus harus bisa membuat bangga ayah agar ibu dan ayahku di surga sana bangga kepadamu,karena sudah membuat anaknya menjadi seorang yang berhasil"


Ujar Markus penuh semangat dalam jiwanya untuk membuat orangtuanya yang sudah tiada bahagia,


Pak Adrian pun tersenyum melihat kegigihan Markus kala itu,


"Maafkan aku nak,andai kamu tahu,ibumu masih ada" ucap hati pak Adrian melihat Markus,


"Ibu Mada"


Ucap Markus mengagetkan lamunan pak Adrian,


"Oh ya ayah,sebenarnya sudah lama aku ingin menanyakan ini kepadamu?apa hubungan ayah dengan ibu Mada,apa dia temanmu?kenapa dia bisa tahu nomor ponsel ayah?"


Pertanyaan Markus membuat pak Adrian tak bisa menjawab,pak Adrian coba diam terlebih dahulu untuk memikirkan alasan yang masuk akal pada Markus,


"Aku juga tidak tahu kenapa ibu Mada yang kamu maksud bisa tahu nomor ponsel ayah,padahal Ayah tidak mengenalnya samasekali"


Jawab pak Adrian pada Markus,


Markus pun berpikir mungkin Zack coba menghubungi dirinya dengan menggunakan nomor ponsel Mada,


"Tapi kenapa dia harus menghubungi nomor ayah,kenapa tidak ke nomor ku" pikir Markus menggerutu dalam hatinya,


Tanpa sepengetahuan pak Adrian,Markus pun kembali ke kamar dan coba menghubungi nomor Mada yang telah dia salin dari ponsel ayahnya,


"Aduh,, kenapa tidak terhubung,padahal aku ingin sekali bicara dengan Zack dan ibu Mada"


Ucap Markus kesal nomor Mada tidak bisa di hubungi nya,


Markus pun kembali meletakan handphone nya,dia coba membuka ransel dan mencari buku yang berisi nomor ponsel Zack,


Saat Markus membuka buku itu,tiba-tiba fhto Zack dan Laura kecil terjatuh,


Markus pun mengambil foto itu dan menyimpannya di saku paling sisi di tasnya,


Dia terus sibuk mencari dan menghubungi nomor Zack,


Markus teringat dia menyimpan kartu nama Mr Antonio,ayah Zack


Dia melihatnya dan tertera nomor ponsel Mr Antonio,Markus berniat untuk menghubungi Mr Antonio  menanyakan kabar Zack dan ibu Mada,


Dia pun membawa kartu nama itu ke ruang tamu,


Perlahan Markus berjalan menuruni anak tangga,dia pun duduk di sofa ruang tengah,


Jari jemarinya pun mulai mengetik nomor Mr Antonio,

__ADS_1


Kemudian,


"Kartu nama siapa itu nak?"tanya pak Adrian penasaran,


"Eh ayah,ini aku mau menghubungi Mr Antonio"


Pak Adrian yang saat itu sedang menikmati kopinya langsung batuk tak terhenti terkejut dengan nama Mr Antonio,


Markus pun menghentikan jarinya mengetik nomor ponsel Mr Antonio,dia coba membantu ayahnya agar tidak tersendat,


"Ayah what happen ?"


Markus menepuk punggung ayahnya,


"I am oke,"


Pak Adrian menghentikan tangan markus,


Setidaknya pak Adrian berhasil menghentikan niat Markus untuk menghubungi Mr Antonio,dia pun berhasil menyelipkan kartu nama Mr Antonio kedalam saku bajunya,tanpa Markus ketahui,


Agar dia tidak bisa menghubungi Mr Antonio lagi,


Bisa bahaya jika sampai Markus berhasil menghubungi Mr Antonio,usahanya sembunyi dan lari dari mafia itu bisa terbongkar begitu saja,jika Markus sampai menghubunginya,meskipun Markus tidak tahu tentang siapa Mr antonio yang sebenarnya,


Pak Adrian pun duduk,begitupun dengan Markus,dia juga ikut duduk bersama ayahnya,menanyakan keadaan ayahnya,


Pak Adrian tidak memperlihatkan kecemasannya akan Mr Antonio pada Markus,karena dia tidak ingin Markus tahu yang sebenarnya,karena jika Markus sampai tahu tentang Mr Antonio,besar kemungkinan Markus juga akan tahu tenang ibu kandungnya,


Pak Adrian pun coba mengalihkan pembahasan agar Markus lupa akan niatnya menghubungi Mr Antonio,


"Besok kamu ada pertemuan dengan jendral Hendi di gedung putih,kamu jangan lupa"


Ucap pak Adrian,


Benar saja,penyakit lama Markus kambuh,dia lupa akan pertemuan itu,untung saja ayahnya mengingatkan,jika tidak Markus tidak akan ingat samasekali,


"Terimakasih ayah,kau sudah mengingatkan,kalau begitu aku tidur dahulu,biar besok bangun badan bugar"


Markus pun berlalu meninggalkan pak Adrian di ruang tamu,


Sementara itu pak Adrian masih termenung memikirkan cara bagaimana Agar Markus tidak sampai menghubungi


Mr Antonio,Zack dan Mada lagi,


"Apa mungkin aku harus pindah negara lagi untuk menjauhkan Markus dari bayang-bayang si mafia hina itu, tapi itu bukan jalan yang benar,aku tidak bisa terus berlari untuk menjauh dari bayang-bayang mereka,apa aku harus menceritakan yang sebenarnya pada Markus"


Pak Adrian mulai resah memikirkan itu semua,


vote like komentar nya guys...

__ADS_1


tetap stay terus ya...setiap hari up cerita 🙏🏻


__ADS_2