Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Penculikan Laura


__ADS_3

Ditengah perjalanan Laura menyuruh Zack untuk berhenti sejenak di sebuah rumah makan pinggir jalan,


"Berhenti Zack,disini saja,ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepadamu"


Laura pun turun dari motor Zack,dan memesan dua piring nasi goreng untuk mereka,


"Sebenarnya hal penting apa yang ingin kau bicarakan padaku"


Tanya Zack,


"Ini mengenai mafia yang pak Adrian rahasiakan"


Jawab Laura dengan serius,


Mendengar itu Zack juga antusias ingin mengetahui siapa mafia jahat dan licik itu,Zack pun mempunyai feeling yang kuat bahwa mafia itu juga terlibat dalam pembunuhan orangtuanya,


"Tapi kamu harus janji,ini hanya aku dan kamu yang tahu ya"


Laura memberi jari kelingkingnya pada Zack sebagai salam janji mereka,


Zack pun membalasnya dengan senyum yang manis,


Laura pun mulai menceritakan semua yang pak Adrian katakan padanya mengenai mafia itu,


"Pak Adrian mengatakan bahwa mafia itu sangat jahat,kejam,dan licik Zack,bahkan mendiang istri pak Adrian pun turut menjadi korbannya,Mira istri pak Adrian di sekap selama berhari-hari,bahkan dia tidak segan mengirim foto telanjang istrinya pada pak Adrian,dan itu sangat membuatnya naik pitam dan coba melawannya,namun naas setelah istrinya berhasil lari dari mafia itu,mobil mereka kecelakaan dan membuat istri pak Adrian tewas karena mobil tersebut meledak,dan disaat itulah Mira menitipkan bayi Markus padanya untuk dia rawat,"


Penjelasan Laura membuat Zack semakin penasaran


"Tapi apa hubungannya Mada dengan mereka,kenapa bayi Markus bisa bersama mereka"


Tanya Zack penasaran,


"Karena selama Mira berada dalam tawanan mafia itu,Mada lah yang selalu merawatnya dan membantunya lari dari sana,dan ternyata Mafia itu adik dari Mada sendiri Zack,itu sebabnya pak Adrian tidak ingin Markus tahu tentang ibunya,karena jika mereka tahu kalau pak Adrian dan Markus masih hidup,maka nyawa mereka akan terancam"


Lanjut Laura,dan penjelasan ini justru sangat membuat Zack sangat syok,hingga Zack pun tersedak saat meminum air teh hangat nya,


"Hmm.."


"Kau tidak apa-apa zack,pelan-pelan,"


Laura menepuk bahu Zack dengan cemas,


Tentunya Zack sangat tidak baik mendengar semua penjelasan Laura kepadanya tentang mafia itu,diapun langsung berpikir apa maksud pak Adrian adik dari Mada adalah Mr Antonio,ayahnya sendiri,


Rasanya Zack tidak bisa mempercayai ini semua,mungkin pak Adrian hanya mengarang cerita saja pada Laura,

__ADS_1


Tapi apa mungkin pak Adrian akan bisa mengarang kebohongan sebesar ini,


Pikiran Zack kacau saat itu juga,namun dia coba untuk menahannya,


"Kita pulang sekarang Laura,"


Ajak Zack pada Laura


"Are you oke Zack"


Tanya Laura cemas melihat kondisi Zack yang tidak seperti biasanya,


Zack tidak menjawab pertanyaan Laura,dan semua itu membuat Laura semakin bingung,


"Kalau begitu kau pulang lah duluan,biar aku naik taksi saja"


Ujar Laura,berharap Zack akan menahannya dan kembali tersenyum padanya dengan menarik tangan dan memeluknya,


Namun ternyata harapan Laura pupus tatkala Zack hanya berlalu meninggalkan Laura sendiri di tempat makan tersebut,tak ada satu patah katapun yang terucap dari mulut Zack,Laura berpikir apa perkataannya ada yang membuatnya tersinggung,Zack terlihat sangat aneh sekali saat itu dihadapan Laura,


Laura pun mencari taksi dan langsung pulang,


Β 


...


"Baik Pak,saya segera kesana"


Ucap Laura pada pak Adrian,


"Tapi kau harus hati-hati nak,karena menurut informasi ketua sindikat itu juga sedang berada disana,jaga dirimu baik-baik,saya dan Markus sedang dalam perjalanan menuju kesana"


Pesan pak Adrian mengingatkan Laura agar hati-hati,


Laura pun tiba lebih dulu di lokasi yang pak Adrian berikan padanya,tempatnya memang tidak jauh dari pantinya,


Laura pun tidak melihat ada tanda-tanda kehidupan disebuah rumah kontrakan yang pak Adrian maksud,diapun perlahan coba masuk dan membuka gerbang rumah tersebut,


Dia tidak menemukan satu orangpun didalam,kemudian langkah Laura dengan hati-hati mulai masuk kedalam rumah yang pintunya memang sudah terbuka,seakan mempersilahkan dirinya untuk masuk,


Dengan senjata yang sudah dia siapkan,Laura sigap melawan serangan demi serangan dari beberapa anak buah Gio yang tiba-tiba menyerangnya,


Laura nampak terlihat sangat gagah saat melawan mereka,tendangan dan pukulannya begitu membuat lawan mereka menyerah,satu persatu anak buah Gio berhasil Laura lumpuhkan,kemudian datanglah lagi lima anak buahnya untuk menyerang Laura,


Dia tidak menyerah dan terus melawannya,

__ADS_1


Namun saat dia sedikit lengah,dari belakang Alex dengan cepat menyuntikan jarum yang sudah dia campur obat bius di pundak Laura,dan seketika membuatnya tidak sadarkan diri,meskipun Laura sempat berbalik melihat ke arah Alex,


"Kau..."


Ucap Laura menunjuk ke arah Alex sebelum tubuhnya jatuh tak berdaya,


Alex pun langsung membawa Laura masuk kedalam dan dengan sengaja ternyata Alex menjatuhkan kalung milik Laura di tempat Laura tak sadarkan diri,entah itu bentuk pertolongan Alex padanya agar pak Adrian dan Markus menyadari bahwa Laura saat ini sedang dia sekap atau ada maksud lain,


Merekapun lekas langsung pergi dari rumah itu sebelum pak Adrian dan Markus tiba disana,


Selang beberapa menit kemudian setelah Alex dan anak buahnya berhasil melarikan diri dari sana,pak Adrian dan Markus pun tiba,mereka mulai menyusuri satu persatu kedalam ruangan rumah tersebut,namun tidak ditemui tanda-tanda keberadaan seseorang,


"Kenapa Laura belum kesini?"


Tanya pak Adrian,diapun coba menghubungi ponselnya,namun tidak ada jawaban,


"Kenapa ayah?"


Markus pun bertanya,


Pak Adrian mengatakan pada Markus bahwa panggilannya tidak Laura jawab,entah dimana dia sekarang,mengapa Laura datang terlambat,


Mereka yang berdiri tepat di tempat Laura tak sadarkan diri mulai kesal,karena mereka menyadari jika mereka saat ini sedang ditipu oleh sindikat Gio,


"Sial...mereka ternyata sedang menipu kita nak"


Pak Adrian kesal dan mulai melangkah maju kembali kedalam mobil,namun saat kakinya melangkah,dia menginjak sesuatu yang dirasa aneh olehnya,dan saat pak Adrian melihat kearah bawah,dia pun menemukan kalung milik Laura,


"Laura..."


Pak Adrian tau betul kalung itu milik Laura,sebab dia sangat sering melihat Laura memakai kalung yang dia tahu dari Laura sebagai kenang-kenangan terakhir dari ibunya sebelum meninggal,


"Laura dalam bahaya nak,saat ini pasti dia sedang berada bersama mereka"


Pak Adrian dan Markus mulai cemas dengan keadaan Laura,mereka berlarian kembali masuk kedalam rumah mencari keberadaan Laura,namun pencarian mereka didalam rumah itu ternyata sia-sia,


"Laura dimana kau"


Ucap Markus sangat khawatir,dia tidak bisa membayangkan jika Zack tahu bahwa Laura sedang diculik,pasti dia akan sangat marah,


"Sekarang kita kembali dulu ke markas,beritahu tim lain atas hilangnya Laura,agar semua turun membantu"


Ucap pak Adrian pada Markus,merekapun dengan buru-buru kembali ke markas tim nya untuk menyampaikan kabar tidak baik ini pada mereka,


...

__ADS_1


__ADS_2