
Laura pun duduk sebentar di kursi penunggu pasien,kemudian ayah Andi pun keluar dari kamar perempuan itu,dia berjalan ke lobi rumah sakit,
Dia mendekati salah seorang perawat yang berjaga,
Terlihat ayah Andi berbisik pada perawat tersebut,entah apa yang dia bisikan,suster hanya menganggukkan kepalanya saja,seakan dia mengerti dengan apa yang di bisikan ayah Andi,
Laura pun semakin penasaran,apa yang sebenarnya terjadi pada Andi dan keluarganya,
Setelah ayah Andi keluar dari rumah sakit,Laura pun akhirnya memutuskan untuk menghampirinya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Andi,
Dwiki pun ternyata masih mengikuti Laura dengan hati-hati,
Saat ayah Andi hendak masuk kedalam mobil,tiba-tiba saja Laura menghentikannya,
"Apa kau tidak ingat dengan anakmu Andi"
Ucap laura mengejutkan pria itu,
Namun pria itu diam mencoba tenang dengan pertanyaan Laura,dia seakan tidak mengerti apa yang Laura bicarakan padanya,
"Tidak ada gunanya kau berpura-pura tidak tahu,sebuah kesalahan besar kau sudah membuang anakmu sendiri,dan secara hukum kau bisa di pidana kan"
Lanjut Laura dengan tegas,seakan ingin membuat pria itu secepatnya mengakui kesalahannya telah membuang andi,
"Kau ini gila ya,apa maksudmu,kau ini bicara apa?"
Tanya pria itu,
"Jika kau masih tidak mengakui semua kesalahannya,jangan salahkan aku jika aku akan menangkap mu"
Tegas Laura,pria itu hanya tersenyum melihat Laura menggertak nya,
"Kau ini siapa,berani menangkap ku"
Jawab pria itu,
Laura pun tidak menjawab lagi dia coba menyeret pria itu agar ikut dengannya,
Sang pria pun melawan dan melepaskan genggaman tangan Laura,
Dwiki yang melihat kejadian itu awal nya berlari hendak menolong Laura yang sebentar lagi akan di hajar pria itu,namun langkahnya terhenti tatkala Laura berhasil melawan pria itu dengan tingkahnya,
Dwiki kagum melihat aksi perlawanan Laura pada pria yang coba melukainya
"Kau jangan macam-macam denganku,aku seorang polisi wanita disini,cepat akui semua kesalahanmu"
Tangan Laura mengunci punggung pria itu dengan pukulan di bagian punggung nya,sehingga dia tidak mampu melawan Laura,
Pria itu pun tertawa saat Laura mengatakan bahwa dirinya seorang polisi,
"Khayalan mu sangat tinggi nona,sehingga kau mengaku-ngaku seorang polisi"
Ujar ayah Andi memaki Laura,meski dirinya sudah tidak berdaya melawan Laura,
Laura tidak serta Merta menggumpal mulutnya,hingga kawan satu regunya yang berseragam polisi pun datang menghampiri Laura,
"Maaf kami terlambat Bu"
Ucap Andra anak buah laura,
Seketika ayah Andi pun terkejut,dia diam terpaku melihat seorang polisi datang atas perintah Laura,Andra pun menggantikan Laura meringkus ayah Andi,
"Kau tidak bisa menangkap ku"
Ucap ayah Andi sembari melawan,
"Cukup anakmu Andi yang menjadi saksi"
__ADS_1
Jawab Laura dengan tegas,
Seketika ayah Andi pun terlihat lemas kala mendengar nama anaknya,
"Kalau begitu,tangkap saja aku,aku pun memang sudah tidak sanggup harus hidup seperti ini,tangkap saja aku"
Pria itu menangis di hadapan Laura,
Laura pun heran,apa yang terjadi dengannya,mungkin dia hanya berpura-pura,pikir Laura,
"Jika aku di tangkap,aku mohon lindungi Andi dari mereka,tapi aku mohon pertemukan aku dulu dengan anakku"
Pinta sang ayah pada laura,
Dengan emosi yang memuncak Laura menarik kerah baju sang pria,
"Sudah kejadian seperti ini kau meminta dan mengakui Andi sebagai anakmu,dimana hati nurani mu sebagai ayah pak"
Terlihat mata Laura memerah menahan emosinya,dia seperti teringat akan kekejaman ayahnya dahulu kala,
"Bawa dia ke kantor polisi,interogasi dia disana"
Perintah Laura pada Andra,
Andra pun membawa ayah Andi ke dalam mobilnya,
Sembari di seret Andra,sang ayah terus berucap pada Laura agar melindungi Andi dari mereka,
Entah siapa mereka yang dia maksud,
"Aku mohon,tolong jaga Andi dari mereka,jangan sampai mereka tahu Andi ada disini"
Teriak sang ayah,
Meskipun begitu,Laura tidak terlalu menggubrisnya,
Dia pun berlalu dengan membawa mobil ayah Andi menuju kantor polisi,
"Jadi Laura ternyata seorang polisi wanita"
Ucap hati Dwiki memikirkan Laura,
(Pantas saja adiknya Kania begitu mahir dalam bela diri,mungkin dia berlatih pada kakaknya,dan Zack selalu memuji pelatih nya itu,)
Dalam pikiran dwiki dia teringat akan Zack, dia harus memberitahu ini pada Zack,
***
Zack yang saat itu masih bersama Kania di kantin kampus,masih bercanda dan bicara hangat layaknya seorang saudara,Kania begitu memperhatikan dan mengagumi ketampanan Zack,
"Semoga skripsinya lancar ya kania"
Zack berharap yang terbaik untuk Kania,
"Ya ka Jonas,terimakasih,semoga skripsi ka Jonas juga lancar dan sukses"
Jawab Kania dengan senyum manisnya,
Zack pun pamit kembali ke kelasnya pada Kania,karena ada urusan yang harus dia selesaikan disana,begitupun Kania,diapun juga kembali ke kelasnya masing-masing bersama temannya yang lain,
"Ada yang senyum-senyum sendiri nih"
Amanda menggoda Kania yang nampak bahagia setelah bertemu dan bicara dengan zack,
"Apaan sih"
Jawab Kania menolak ledekan Amanda,
__ADS_1
Mereka berdua pun tersenyum sumringah,sepertinya Kania menyukai zack,
...
Di dalam kelas Zack coba kembali mempersiapkan barang yang harus dia bawa untuk menemui pak Wiranto,bersama sahabatnya Dwiki sepulang kampus dia akan menemui pak Wiranto di alamat yang pak Anwar berikan padanya,
Zack coba melihat ponselnya,terlihat ada 2 panggilan tak terjawab dari Dwiki,dia pun kembali menghubungi Dwiki,
"Apa mungkin dia sudah ada di depan kampus"
Pikir Zack,
Dia pun pergi keluar,
Dan ternyata Dwiki memang sudah menunggunya di depan gerbang kampus,
"Sorry,tadi aku tidak sempat menjawab panggilan mu,"
Ucap Zack memberitahu,
Namun Dwiki seperti berada dalam lamunan,dia tidak menjawab apa yang Zack katakan,
Zack pun membuat Dwiki tersadar dengan menyalakan klakson mobilnya,
Thit..thit...
Dwiki pun terhenyak dengan suara klakson mobil yang Zack nyalakan,
"Kau kenapa,are you oke?"
Tanya Zack pada kawannya itu,
Dwiki pun tersadar
"Zack,mmh tidak apa Zack"
Jawab Dwiki dengan terbata-bata,
Dwiki memutuskan untuk tidak memberitahu Zack tentang jati diri Laura,karena dari sejak melihat aksi Laura tadi siang,Dwiki merasa jatuh hati padanya,
Dengan senyum sendiri Dwiki pun menyalakan mobilnya,
Zack hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Dwiki yang aneh,dia tidak merasa.ada yang aneh dari dirinya,
Merekapun melaju menuju rumah pak Wiranto,
Sepanjang perjalanan Dwiki hanya diam dan senyum sendiri mengingat Laura,
***
Di kantor polisi,Laura beserta timnya coba mengintrogasi ayah Andi yang di ketahui bernama Roni,
Dia terus meminta agar Laura menjaga Andi dengan baik dan melindunginya dari seseorang yang tidak dia sebutkan namanya,
Sampai mulutnya berdarah pak Roni tidak memberitahu alasan kenapa dia membuang andi anak kandungnya,
Namun tiba-tiba saja,muncul sosok laki-laki berdiri tepat di hadapan pak Roni yang sudah terkulai lemas,pak Roni melihat sosok itu dan coba bangkit meraihnya,
"Maafkan ayah nak"
Ucap pak Roni berusaha meraih Andi yang sedang berdiri tepat di hadapannya,
Laura terpaksa membawa andi agar pak Roni mau bicara yang sebenarnya perihal mengapa dia membuang andi ke panti asuhan.
Β Bersambung...
maaf baru up guys..
__ADS_1
author lagi π€π€§ nih..
mohon doanya ya...jangan lupa like koment vote dan hadiah nya oke ππ»β€οΈ