
Ambulan dan polisi pun langsung datang ke TKP kecelakaan yang menimpa pak Roni dan keluarganya,
Pak Roni syok mendengar kabar tentang keadaan istri dan anaknya,terlebih Andi harus segera mendapat donor ginjal yang cocok dengannya saat itu juga,jika tidak maka nyawanya tidak akan bisa terselamatkan,
Bu Sekar yang sedikit sadar mendengar semua yang dokter bicarakan pada pak Roni di samping ruang Andi dirawat meminta agar ginjalnya didonorkan pada anaknya sebelum terlambat,
Pak Roni pun tidak serta Merta menyetujui dan mengabulkan permintaan istrinya,melihat kondisi Bu Sekar juga memang sedang tidak baik,
Namun pada akhirnya pak Roni pun pasrah dan menyetujui operasi ginjal Andi dan istrinya,
Dan terjadilah operasi tersebut,saat pak Roni menunggu di luar ruang operasi dia melihat ada anak buah pak William sedang mencarinya,dia pun coba bersembunyi dan meminta pada dokter dan suster yang menangani operasi anak dan istrinya untuk membuat surat kematian Bu Sekar dan Andi karena kecelakaan,
Dokter dan suster menolak karena itu melanggar kode etik kedokterannya,namun saat pak Roni menjelaskan tentang semuanya dan keselamatan nyawa mereka,akhirnya dokter dan suster pun coba menolong pak Roni dengan menuruti permintaannya,
***
Kita kembali ke cerita Laura ya,,,
Laura pun menghadap pada pak William,
Dengan hormat selayaknya bawahan pada atasan Laura laksanakan,
Pak william menyuruh Laura untuk duduk sebentar,terlihat ada sesuatu yang ingin dia bicarakan pada laura,
"Ada kasus apa pria itu di tahan?"
Tanya pak William menanyakan tentang pak Roni,
Selintas ingatan Laura menerawang akan perkataan pak Roni yang harus menjaga Andi jangan sampai mereka mengetahui keberadaan Andi,dengan sangat terpaksa Laura pun menyembunyikan Andi meskipun dari pak William,
"Atas penganiayaan sesama pengendara bermotor tadi di parkiran rumah sakit pak"
Jawab Laura bohong,
Karena jika dia menyebutkan pak Roni di tahan atas penelantaran anaknya dengan membuang ke panti asuhan,otomatis status Andi akan di ketahui oleh pak William,
"Bebaskan dia,aku yang menjaminnya"
Perintah pak William,
Laura merasa kan ada yang aneh dari perintah pak william kepadanya,
Dia pun menuruti perintah pak William untuk membebaskan pak Roni,
"Baik pak"
Laura pun keluar dari ruangan pak William,dia terus berjalan menyusuri sel menuju tempat pak Roni di tahan,disana pak Roni masih duduk lemas dengan ikatan di tangannya,kemudian Laura pun masuk dan menyuruh Andra untuk membuka ikatan pak Roni,
"Lepaskan ikatannya,dia bebas"
Ucap Laura berdiri tegak di depan pintu sel,
Mereka pun membuka ikatan pak Roni,
Pak Roni pun mulai berdiri meski masih terlihat lemah,dia mulai berjalan pelan,hingga dia berdiri tepat di samping Laura,dia berterimakasih padanya karena telah menjaga Andi,dan dia percaya Andi aman bersama Laura,
__ADS_1
"Semua petunjuk sudah aku tulis di kursi itu,tolong selamatkan aku"
Bisik pak Roni pada Laura,sambil berlalu keluar dari ruang tahanan,
Laura pun terkejut dengan ucapan bisikan pak Roni yang terdengar memohon pada Laura,dan terlihat ketakutan yang tersembunyi pada diri pak Roni,
Laura tak bereaksi,karena dia tidak ingin ada orang yang mencurigainya,pak Roni pun pergi,Laura pun kini masuk ke dalam ruang tahanan bekas pak Roni di tahan,dia berjalan menuju kursi,
"Biarkan aku sendiri disini,kalian keluarlah"
Perintah Laura pada Andra dan yang lainnya,
"Baik Bu"
Merekapun menuruti perintah Laura untuk keluar meninggalkan Laura sendiri,
Laura mencari tulisan yang di maksud pak Roni padanya,
"Tulisan apa yang di maksud pak Roni di kursi ini"
.saat Laura coba duduk,kedua tangannya di simpan di atas penyangga kursinya,kemudian jari tangan nya mulai meraba sisi kursi di bawah penyangga,dan ternyata benar saja,terukir tulisan tangan seperti goresan kuku atau benda kasar menggores sebuah kata-kata,Laura coba membacanya,
Tulisannya tidak terlalu jelas karena di singkat,namun Laura paham arti setiap katanya,
Terkejut Laura saat selesai membaca tulisan itu,Laura menutup mulutnya karena tidak percaya
"Tolong kami dari pak William,nyawa Andi dalam bahaya"
Sekiranya itulah goresan kata yang di ukir oleh pak Roni,
Laura bingung harus pada siapa dia bercerita tentang ini,sementara semua kini berada di atas kendali pak William sebagai atasan,
Hanya satu orang yang dia ingat pada saat itu,
"Pak Adrian,ya sepertinya pak Adrian bisa membantuku"
Laura coba mencari cara untuk bisa mengeluarkan kursi bekas pak Roni tanpa yang lain curiga,karena itulah satu-satunya bukti untuk mencari tahu yang sebenarnya,
Laura coba memanggil petugas kebersihan untuk memindahkan kursi itu ke belakang,Laura menyuruhnya untuk ganti yang baru,
****
Di tempat yang lain,Zack kini sampai di alamat yang di berikan pak Anwar padanya,
Terlihat rumah besar berwarna kecoklatan,suasananya terlihat sepi seperti tak berpenghuni,namun keadaan rumah nampak bersih terawat,
Zack coba memasuki gerbang,karena tidak ada yang menjaga,
"Aku masuk dulu ya,kau tetap disini"
Ucap Zack pada Dwiki,
"Baik Zack,kalau kau butuh bantuan cepat hubungi aku"
Jawab Dwiki,
__ADS_1
Zack coba memencet bel masuk,
Seseorang terdengar mendekati pintu dan membukanya,
Nampak seorang suster muda berparas cantik kini berdiri tepat di hadapan Zack,
"Maaf anda siapa?ada keperluan apa kemari"
Tanya suster Amanda,tertera namanya di nametag yang menempel di atas saku seragamnya,
Zack pun memperkenalkan dirinya,
"Maaf,
Saya Jonas Agatha,saya mahasiswa salah satu universitas di Jakarta ingin mewawancarai pak Wiranto sebagai narasumber,untuk kepentingan skripsi saya"
Sambil memperlihatkan identitas dirinya Zack berharap bisa di ijinkan masuk dan bertemu dengan pak Wiranto,
Suster itu terdiam,dia berpikir dari mana dia mendapat alamat rumah ini,setahu suster Amanda,hanya pak William dan dirinya lah yang tahu alamat rumah ini,dia pun berpikir mungkin Zack mendapat alamat rumah ini dari pak William,
"Tunggu sebentar,"
Suster Amanda masuk rumah meninggalkan Zack di luar,
Sambil menunggu zack melihat suasana sekitar rumah tersebut,
Tak lama kemudian,suster Amanda pun kembali datang,
Dia menyuruh Zack masuk dan duduk,
"Sebenarnya kondisi kesehatan pak Wiranto sedang tidak baik,maka dari itu saya mohon jangan membuatnya semakin tidak baik ya"
Pesan suster Amanda,
Zack pun menganggukkan kepalanya,kamera di kancing baju dan kacamata nya sudah Zack aktifkan sedari tadi,berharap dia akan menemukan petunjuk,
Suster Amanda pun mengajak Zack masuk ke dalam kamar pak Wiranto,
Kamarnya berada di lantai dua,jadi tidak memungkinkan untuk pak Wiranto turun menemui Zack di bawah,
Zack terus mengamati seluruh ruang di rumah itu,merekapun tiba di pintu kamar,
Pintu pun di buka,nampak seseorang sedang duduk di kursi roda,sedang melihat ke arah jendela kamar,
"Ini pak Wiranto,"
Suster Amanda memperkenalkan pak Wiranto pada Zack,
Zack terkejut melihat kondisi pak Wiranto yang begitu kurus dan mengenaskan,dia terlihat seperti mayat hidup,tatapannya kosong,wajahnya memang sama dengan foto yang Zack dapat dari informasi,hanya saja mungkin karena faktor umur,kini rambutnya pun mulai memutih,
"Tapi maaf nak Jonas,sudah beberapa tahun ini pak Wiranto sudah tidak bisa bicara,bahkan untuk mengedipkan matanya pun sangat sulit baginya"
Ucap suster amanda
Bersambung
__ADS_1