
Mr Jhon menjelaskan bahwa sebelumnya ada Mr Adrian dan anaknya yang selalu cekatan menangkap jaringan Jefri,
Namun Zack tidak mengenal Adrian jadi dia tidak terlalu menyimak penjelasan Mr Jhon,dia hanya mendengarkan saja,
Dan saat Mr Jhon hendak menceritakan ank Mr Adrian yang bernama Markus lulusan dari akademi militer yang sama dengan Zack,tiba-tiba saja nada dering di hp Zack berbunyi,
Zack melihat layar hp dan ternyata Mada menelponnya dari Jerman,
Zack pun permisi untuk mengangkat telpon kepda Mr jhon dan Mr Nicolas,
"Maaf Mr,saya angkat dulu telon sebentar"
Merekapun mempersilahkan Zack untuk mengangkat telepon terlebih dahulu,
Zack:"Ya Mada,ada apa?bagaimana kabarmu"
Mada:"kabarku baik,bagaimana dengan keadaanmu,apa disana baik-baik saja?"
Zack:"semua baik Mada,hanya saja Zack belum bisa bertemu dengan Markus"
Terdengar suara Mada yang seakan sedih dengan kabar yang di berikan zack tentang Markus,namun Mada tetap berusaha tegar,
Mada:"ya tidak apa nak,semoga saja Tuhan berpihak pada kita,kamu jaga diri baik-baik disana"
Zack:"ya Mada,"
Telpon pun terputus,Zack kembali pada Mr Nicolas dan Mr Jhon,
"Baiklah Zack,sekali lagi kami ucapkan terimakasih untuk semua yang telah kamu lakukan hari ini,kau sangat membantu sekali tugas kami"
Sekali lagi Mr Jhon dan lainnya mengucapkan terimakasih pada Zack karena dia telah berhasil menangkap anak buah Jefri,
Sindikat Jefri sangat sulit di cari dan di buru karena mereka siap mati untuk melindungi bosnya,
Mereka seakan sudah di doktrin untuk menjadi anak buah yang setia pada pemimpinnya,jadi sampai sekarang Jefri masih belum bisa di tangkap,dan wajahnya pun masih belum di ketahui seperti apa,
Merekapun pamit dan pergi meninggalkan Zack dan Mr Nicolas,
Sementara itu saat Mischa hendak memberitahu keberadaan ayahnya di hotel yang sama pada Zack,tiba-tiba saja dia mendapat pesan dari Mr Antonio agar tidak memberitahu Zack tentang keberadaannya di samping kamar Mischa,
Nada pesan itu sedikit mengancam Mischa,hingga diapun menuruti kemauannya untuk tidak memberitahu Zack tentang Mr Antonio,
...
Zack dan Mr Nicolas menyudahi meeting nya dan melanjutkannya besok,
"Baiklah Mr Nicolas,terimakasih senang bisnis dengan anda"
Zack berjabat tangan dengan Mr Nicolas,
Begitupun Mr Nicolas dia membalas senyum jabat tangan Zack padanya,
"Semoga bisnis kita lancar"
Harapan mereka berdua,Mr Nicolas pun pergi,Zack pun kembali ke hotel,
Mischa menanyakan tugas untuk besok pada Zack,Mischa berusaha membuat Zack dan dirinya agar berlama-lama di luar,karena jika Mischa sampai pulang ke hotel dengan terburu-buru,nanti dia bisa menjadi santapan Mr Antonio lagi seperti sebelumnya,
__ADS_1
Terlihat cemas wajah Mischa,
"Kamu kenapa Mischa,apa ada yang sedang kamu pikirkan"
Zack coba bertanya dengan keadaan Mischa yang terlihat cemas,
Mischa gugup menjawab pertanyaan Zack,dia sangat takut jika dia sampai salah menjawab,
Mischa pun hanya menggelengkan kepalanya,
Dia coba menutupi kegelisahan dan ketakutannya,
Zack pun kembali tenang setelah Mischa dengan yakin menjawab bahwa dirinya hanya kelelahan saja,
Zack pun pergi kembali ke kamarnya,
Zack menyuruh kedua pengawalnya untuk menjaga Mischa bahkan sampai masuk ke dalam kamarnya,memastikan bahwa Mischa memang tidak kenapa-kenapa,
...
Malam semakin larut,mengingat kejadian siang yang membuat dirinya bisa menangkap salah satu anak buah Jefri membuat dia rindu dan teringat pada sahabat yang sedang dia cari,
"Abadi kau tau Markus,kalau aku ada disini,akan ku beritahu kejadian tadi siang,kejadian yang sama saat kita menangkap komplotan pengedar narkoba saat kita pulang dulu"
Gumam Zack pada langit malam,
Zack terus mencoba mencari no yang bisa dia hubungi mengenai Markus,
Dia coba menghubungi semua kawannya,berharap ada yang mengetahui keberadaan Markus,
...
Seperti biasa malam ini Mischa menjadi santapan birahi Mr Antonio kembali,
Dia menyuruh anak buah nya untuk mengirimkan sebuah tas kecil berisikan pakaian malam yang sangat **** agar gairahnya semakin membara,
Apalah daya yang bisa Mischa lakukan, selain menuruti kemauan Mr Antonio,
.....
Sudah dua hari Markus dan pak Adrian berada di Jakarta,pak Adrian memutuskan untuk membeli sebuah rumah,yang berada di kawasan elit daerah Jakarta,
Pak Adrian memilih rumah di daerah mawar blok b no 2,
Rumah nya sangat luas dan indah,namun sayang dahulu rumah itu sempat menjadi saksi pembunuhan dan perampokan seorang pengusaha berlian hingga tewas,
Sudah puluhan tahun rumah itu di biarkan kosong,namun meskipun pak Adrian tau,dia tidak merasa takut sedikitpun,
"Semoga kamu suka dengan rumah baru kita"
Ucap pak Adrian pada Markus,
"Ya paman,aku pasti suka "
Markus dan pak Adrian pun mulai merapikan dan menambah furnitur rumah baru agar terlihat semakin indah,
Disana sudah bersiap dua satpam dan satu tukang kebun yang selalu merapikan rumah tersebut,
__ADS_1
"Permisi pak,boleh saya bantu"
Ucap mang Kodir si tukang kebun,
"Ya pak,mari kesini,tolong bantu bawakan ini ke kamar atas ya"
Pak Kodir pun membantu Markus membawakan barang-barang miliknya ke kamar barunya,
Sementara pak Adrian melihat album foto lama yang terpajang di dinding rumah tersebut,tertulis di bawah foto dengan nama
Mr Agatha dan Mrs Helena
Keduanya terlihat nampak serasi dengan senyum yang saling mencintai,satu foto lagi pak Adrian temukan di atas sebuah meja lampu,
Foto Mr Agatha dan Mrs Helena bersama kedua anaknya,satu anak laki-laki kecil dan bayi perempuan yang di gendongnya,
Pak Adrian menyukai foto keluarga si pemilik rumah,dia tidak memindahkan foto tersebut apalagi membuangnya,pak Adrian membiarkan foto itu terpajang seperti awal semula,
Dia hanya menyuruh pak Kodir untuk membersihkan nya agar terlihat seperti baru,
...
Di kamar baru, Markus berbenah,dia menemukan beberapa baju anak kecil laki-laki di dalam lemari,dia mengeluarkannya satu persatu dengan hati-hati dan memasukan baju miliknya,
Saat baju terakhir di keluarkan,tak sengaja Markus menjatuhkan sebuah foto lama seorang anak kecil dan anak perempuan sedang bermain dan tersenyum,
Foto wanita itu terlihat lugu namun cantik sedangkan foto si anak laki-laki nya nampak berseragam polisi,
Di balik foto itu tertulis
Zack dan Laura,
..
Markus sedikit terkejut dia berpikir apa mungkin ini foto Zack sahabatnya dan Laura polisi wanita yang membuatnya jatuh cinta,
(Ah mungkin ini hanya kebetulan saja)
Pikir Markus sekali lagi
"Nama Zack dan Laura kan banyak,ah sudahlah"
Timpal Markus sambil menyimpan foto Zack dan Laura,
...
Setelah rapih,Markus pun kembali turun menemui pamannya,
"Paman,aku sudah selesai membereskan kamarku,apa masih ada yang harus aku bantu?"
Markus menawari dirinya untuk membantu,
"Sudah nak,pak Kodir sudah membantu paman,sekarang kamu duduk saja disini,kita makan bersama"
Tak lupa pak Adrian memanggil pak Kodir dan satpam nya untuk makan bersama mereka,
Pak Adrian sangat baik hati kepada sesama,apalagi kepada orang yang kurang mampu,dia tidak malu untuk berbaur dengan kalangan jelata,meski ia seorang berada.
__ADS_1