Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Bi Marissa nya Zack


__ADS_3

Laura pun tersenyum bahagia dengan keadaannya saat ini,


Dia merasa sangat senang bisa diantar oleh Zack,meski hanya menaiki sebuah motor biasa,namun dia sangat bahagia,


"Maaf aku merepotkan mu Jonas"


Ucap Laura dari belakang dan memeluk Zack,


Pelukan yang di layangkan Laura untuknya membuat perasaan Zack tidak menentu,jantungnya berdegup kencang merasa ada yang aneh yang dia rasakan saat Laura memeluknya,


Namun dia menikmati setiap pelukannya,


Dia merasakan kehangatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya,begitupun dengan Laura,dia merasa aman saat memeluk Zack,


Hingga dia tidak ingin melepaskan pelukannya itu,


Namun dalam hatinya bertanya,


Mengapa dirinya bisa memeluk pria yang baru dia kenal,padahal mereka belum saling dekat bahkan belum berkenalan lama,namun mengapa perasaan nyaman dan aman begitu Laura rasakan bersama Jonas,


Laura pun tak ambil pusing semua pertanyaan yang mendera pikirannya,dia hanya ingin menikmati kenyamanan yang saat ini dia rasakan,berharap pelukannya tidak akan pernah terlepaskan walau hanya sesaat,


Pikirannya melayang membayangkan semua kenangan indah bersama teman kecilnya waktu itu,sungguh indah dia bayangkan,


"Laura...apa kau tertidur"


Tanya Zack membangunkan pikirannya yang sedang terbang,


"Ah ia ada apa Jon"


"Kita sudah sampai panti,"


Laura pun melepaskan pelukannya dari tubuh Jonas,dan turun dari motornya,Laura menyuruh Zack untuk masuk kedalam terlebih dahulu,


Zack pun menyetujui itu,karena Zack tidak enak jika menolak ajakan Laura,


Zack pun masuk bersama Laura kedalam panti,disana sudah banyak anak kecil yang menyambut kedatangan Laura dengan senyum tawa bahagia mereka,


"Ka Laura"


Satu persatu anak panti itu memeluk Laura bergantian,


"Hei nak.."


Laura pun membalas semua pelukan dari mereka dengan kecupan di keningnya masing-masing,


Zack tersenyum melihat pemandangan hangat yang ada di depan matanya,dia berasa merindukan kehangatan pelukan Mada padanya,


"Aku merindukanmu Mada"


Ucap hati Zack tersenyum,


"Dari mana saja kamu nak,jam segini baru pulang"


Suara wanita tua yang tidak asing di telinga Zack membuatnya langsung berbalik melihat ke arah sumber suara yang memanggil Laura,

__ADS_1


"Bu...maaf tadi Laura sedikit ada kendala di jalan,tapi ibu tidak usah khawatir,semua sudah teratasi"


Laura memeluk tubuh wanita yang mulai renta itu,


Terkejut Zack saat melihat wanita yang sedang memeluk Laura,hatinya teriris mengingat akan masa kecilnya,kakinya mulai gemetar saat teringat akan sosok yang sedang ada di hadapannya,


"Bi Marissa"


Pikiran Zack menerawang ke masa lalu saat dirinya berada dalam asuhan pengasuhnya itu,


Terlihat dalam bayangan Zack saat dirinya bermain kejar-kejaran bersama bi Marissa,terkadang Zack yang sangat nakal saat itu membuat bi Marissa kewalahan menghadapi tingkahnya,namun meskipun begitu dia sangat menyayangi Zack kecil,


Bi Marissa begitu sangat dekat dengannya,


Air mata Zack seakan ingin tumpah,namun dia berusaha menahannya,dia tidak ingin bi Marissa tahu bahwa anak muda yang saat ini ada dihadapannya adalah Zack kecilnya,anak asuhnya,anak majikannya yang sangat dia sayangi,


"Bukankah itu bi Marissa,astaga benarkah itu bi Marissa"


Hati Zack masih belum percaya,


Bi Marissa yang dulu masih muda sehat dan kuat,kini di hadapan Zack bi Marissa sudah nampak renta dan lemah,


Akhirnya Zack tak mampu membendung air matanya yang ingin tumpah,setitik air matanya menetes di depan bi Marissa,


"Kau kenapa anak muda,siapa dia nak?"


Tanya bi Marissa pada Laura,


"Oh ia maaf Bu,ini teman Laura,Jonas namanya,


Laura memperkenalkan mereka berdua,


Zack dengan reflek langsung memeluk tubuh renta itu,


"Bi Marissa"


Panggilan itu pun begitu terasa tidak asing di telinga Bu Marissa,namun karena usia diapun tidak mampu mengingat kalau nada suara itu keluar dari anak asuhnya,panggilan lembut itu selalu Zack ucapkan tatkala memeluknya ketika kecil,


Saat menyadari akan misinya Zack pun tersadar dan meminta maaf karena sudah lancang memeluknya,


"Maafkan saya Bu,karena lancang telah memeluk ibu,saya hanya rindu dengan ibu saya"


Zack meminta maaf dengan alasan yang masuk akal,


Bu Marissa pun tidak keberatan dengan pelukan yang Zack berikan padanya,dia justru merasa bahagia,


"Tidak apa-apa nak,jika kau rindu dengan ibumu,anggap saja aku ibumu,ibu tidak keberatan samasekali"


Bu Marissa tersenyum pada Zack,hingga Zack pun kembali memeluknya dengan bahagia,


"Terimakasih Bu,aku sangat merindukanmu"


Ucap Zack,


Laura heran melihat pemandangan yang penuh haru di hadapannya,Laura melihat ada kerinduan yang mendalam di mata Zack ketika memeluk Bu Marissa,

__ADS_1


"Apa ini hanya perasaanku saja"


Ucap Laura banyak bertanya,


Zack pun melepaskan pelukannya dari Bu Marissa,dan kembali mengucapkan terimakasih,


"Sekali lagi terimakasih Bu,tapi jika kau tidak keberatan,bolehkah jika suatu waktu aku datang menemui mu,?"


Ucap Zack pada Bu Marissa,


"Tentu saja ibu tidak keberatan,datanglah kemari,ibu akan sangat senang sekali"


Jawab Bu Marissa mengelus kepala Zack,


Zack pun sangat bahagia,dia pun ijin pamit pulang kepada Laura dan Bu Marissa,karena sudah terlalu larut malam,


Sebelumnya Bu Marissa mengajak Zack untuk menginap saja bersama anak panti yang lain,namun Zack menolak secara halus dengan alasan yang bisa diterima Bu Marissa,


"Baiklah kalau begitu,hati-hati di jalan ya nak"


Pesan Bu Marissa,


Zack pun pergi dari panti,dalam hati Zack masih ingin berlama-lama disana,namun masih ada urusan yang harus dia selesaikan tentang pak Wiranto,


Malam ini Zack berniat akan menghubungiku keluarga pak Wiranto,


Pak Roni dan adiknya Bu Sekar,berharap mereka bisa membantunya mengungkap kebenaran tentang pak Wiranto dan memberinya keadilan,


Zack sudah mendapat informasi dari data yang dia temukan bahwa pak Roni kini sudah menikah kembali dengan adik dari perwira polisi,namun untuk kabar istrinya Zack pun masih belum bisa mengetahuinya,


Zack menyamar sebagai pengacara yang ingin mendampingi keluarganya jika diperlukan,


Zack berhasil masuk kedalam kediaman pak Roni dan istri barunya,


Saat Zack masuk,pak Roni sedang duduk di teras belakang melihat pemandangan kolam di malam hari,


Istrinya pun kebetulan memang sedang berlibur keluar negri bersama anaknya,


"Maaf sebelumnya pak saya mengganggu bapak malam-malam,saya hanya ingin mengajukan lamaran ini,mohon bapak lihat sebentar ya"


Zack menyodorkan sebuah berkas yang di dalamnya berisi selembar foto pak Wiranto dan pesan untuk pak Roni,


Pak Roni terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat,bahkan dia tidak mau membuka berkas yang Zack berikan padanya,namun saat Zack berucap kecil dan pelan pada pak Roni


"Ini tentang pak Wiranto,mohon buka pak"


Pak Roni terbangun dari kelemahannya,dia terkejut saat mendengar nama pak Wiranto Zack ucapkan padanya,


"Apa maksudmu?"


Tanya pak Roni,


Zack hanya mengangguk dan memberi isyarat pada pak Roni agar membuka berkasnya,karena Zack mengetahui jika di dalam rumahnya banyak sekali kamera CCTV yang mungkin akan sampai pada istrinya,jika dia sampai banyak bicara mengenai pak Wiranto,


Pak Wiranto pun akhirnya menyadari akan isyarat yang Zack berikan padanya,dia membuka berkas itu dan terkejut melihat foto pak Wiranto,kakak iparnya

__ADS_1


Karena selama ini dia anggap sudah tiada,karena selepas bebas dari hukuman pak Wiranto samasekali tidak pernah kembali ke rumahnya,dan kabar duka pernah dia dengar bahwa pak Wiranto sempat menjadi salah satu penumpang pesawat yang terjatuh,sejak saat itulah pak Roni pun tak lagi mencari keberadaan pak Wiranto,


__ADS_2