Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Zack dan Markus


__ADS_3

6 tahun sudah berlalu,Zack lulus dari kemiliterannya dengan nilai yang sangat memuaskan,


Zack kini tampil bak militer yang penuh dengan pancaran kewibawaan yang besar,


Tubuhnya yang tegap,rambutnya yang rapih,hidungnya yang mancung dan matanya yang tajam,


Membuat Zack semakin terlihat tampan usai sekolah militer,


Zack kembali ke rumah tanpa memberitahu ayah dan anak buahnya,


Dia berniat ingin memberi kejutan kepada Ayah dan Mada nya,


"Zack,semoga kita bisa berjumpa lagi "


Ucap Markus yang menjadi sahabatnya disana,


"Pasti,sukses selalu untukmu"


Hari-hari yang di lewati Zack dan Markus di kemiliteran sangat menjadi kisah persahabatan yang penuh cerita,dimana Zack dan Markus selalu saling mendukung dalam tiap hal dan latihan,


Bahkan tak jarang,saat kesehatan di antara mereka terlihat memburuk,keduanya saling mengobati dan mengurus satu sama lain,bukan hanya sekedar sahabat,mereka justru terlihat seperti adik dan kakak,


Markus,keturunan Belanda Indonesia,wajahnya sangat oriental,meskipun dia blasteran Belanda,itu sebabnya Markus merasa satu kasta dengan Zack,karena Zack pun memang Indonesia asli,meski besar di Jerman,


"Oh ya Zack,apa kau tidak rindu dengan negara mu"


"Tentunya,aku sangat merindukan negaraku,ada banyak kisah disana yang harus aku selesaikan"


"Kisah apa itu Zack"


"Kisah lama yang harus terungkap"


Pikir Zack melayang teringat akan kenangan papa dan mamanya,


Dimana Zack kecil sedang bermain bersama ibunya yang kala itu sedang mengandung Kania,adik bayinya,


"Ayo Zack lempar bolanya pada papa"


Suara pak Agata masih sangat Zack ingat,hingga Zack pun memang berniat,sesudah menyelesaikan sekolahnya,dia akan berangkat menuju negara kelahirannya,


"Jika kau pergi ke Indonesia,harap kau hubungi aku ya," Zack coba mengalihkan pertanyaan Markus tentang kisah yang harus Zack ungkapkan,


"Baik Zack,namun jika kau memerlukan bantuan ku untuk mengungkap kisah mu,kau jangan segan untuk bercerita denganku"


Markus coba menawarkan bantuannya pada Zack,


"Pasti Markus,akan ku ceritakan semuanya saat tiba waktunya"


Merekapun tersenyum sambil menutup resleting tasnya masing-masing,bersiap untuk kembali dari asrama militernya,


"Apa kau tidak memberitahukan keluargamu untuk menjemputmu hari ini Zack?"


"Aku sengaja tidak memberitahukan kepulangan ku,karena aku ingin memberi kejutan untuk ayahku "


"Kalau begitu,naiklah bersamaku akan ku antar kau sampai ke rumah,sekalian aku ingin tahu keluargamu"


Ajak Markus untuk pulang bersamanya,


Sejak jauh hari, keluarga Markus mengirim mobilnya untuk dia pulang,karena dia memang ingin pulang sendiri,


Zack pun bersama Markus menuju ke rumah kediaman Mr Antonio,

__ADS_1


"Kau tinggal bersama siapa saja?"


"Hanya aku,ayah dan Mada"


"Mada,siapa Mada?"


Zack menceritakan tentang Mada pada Markus,dialah sosok yang selama ini menjadi ibu penggantinya, Mada yang selama ini mengurusnya hingga ia sampai dewasa seperti ini,


"Kau masih beruntung Zack,karena kau masih punya orang yang sayang dan mengurus mu,beda denganku,keluargaku yang ada di Indonesia meninggal saat aku kecil,mereka kecelakaan,hingga akhirnya aku di bawa oleh pamanku ke Belanda,pamanku selalu sibuk dengan urusannya,hingga aku mandiri sendiri jauh dari keluarga"


("Nasibmu hampir sama denganku Markus,hanya saja kematian orangtuamu sudah jelas penyebabnya,sedangkan kematian orangtuaku masih belum bisa terpecahkan")


Ucap hati Zack,yang teringat akan kematian orangtuanya,


Zack pun coba menghibur kawannya,agar tidak berlarut dalam bayang kesedihan di masa lalunya,


....


Sudah Hampir satu jam mereka di perjalanan,


Zack mengajak Markus untuk membeli makan di tepian,


Merekapun masuk ke dalam sebuah restoran,untuk makan siang,


Dengan lahap Markus menyantap makanan lezat khas Jerman itu,namun pandangan Zack tertuju pada dua orang pemuda yang sepertinya sedang bertransaksi narkoba,


"Markus,coba kau lihat pemuda di belakangmu,?"


Perintah Zack,


Markus pun melihat ke arah yang Zack bicarakan,


Memang benar,dua pemuda yang ada di meja belakang Zack dan Markus sedang bertransaksi narkoba secara sembunyi-sembunyi,


Zack menyuruh Markus agar tetap tenang dahulu sebelum mengambil tindakan,


"Sebaiknya kita susun rencana dulu,sebelum kita memberi pelajaran kepada mereka,kita tidak boleh membuat semua pengunjung di restoran ini merasa terganggu "


Zack coba mengarahkan Markus,


Disaat dua pemuda itu keluar dari restoran,Zack dan Markus coba mengikuti mereka diam-diam,


Dua pemuda itu masuk lorong gang sempit,dan ternyata disana banyak pemuda yang seusia kedua pemuda itu sedang menikmati barang haram yang mereka beli,


"Ini keterlaluan Zack,ayo cepat kita tangkap mereka"


"Sebentar Markus,kita harus tau dulu berapa jumlah mereka,dan dari mana mereka mendapat barang haram itu"


Zack dan Markus masih mengintai di sela gang sempit dengan hati-hati,


Zack melihat ada satu orang pria yang membawa barang haram itu di antara kumpulan pemuda yang sedang berkumpul,


Namun Zack merasa tidak asing melihat pria itu,


Dengan terburu-buru Markus pun segera berlari dengan membawa pistolnya,


"Jangan bergerak,kalian sudah di kepung"


Markus mulai menggertak semua pemuda tersebut,namun pria yang di duga sebagai pengedar berhasil melarikan diri,saat melihat Zack,


Para pemuda itu sempat melawan Zack dan Markus,mereka melawan dengan senjata dan barang yang mereka miliki,namun tembakan Markus yang mengenai kaki salah seorang teman mereka,membuat mereka mati kutu tak bergerak,mereka menyerah,

__ADS_1


Markus terlalu terburu-buru menangkap sekumpulan pemuda itu,hingga Zack tidak bisa fokus kepada si pria yang menjadi pengedar barang haram itu,karena dia harus mengamankan mereka yang melawan saat di tangkap,


Akhirnya kepolisian setempat tiba tepat pada waktunya,untuk mengamankan seluruh pemuda yang terlibat mengkonsumsi barang haram,


Zack pun coba mengejar pria tadi,


Dengan kecepatan larinya Zack mampu mengejar sebuah motor,


Hingga akhirnya pria itupun berhasil Zack tangkap,


"Kau"


Plak...


Tamparan kasar mendarat di pipi pria itu,


Zack sangat mengenali pria yang telah dia tampar secara kasar,


Zack tak menyangka pria yang menjadi pengedar obat terlarang itu adalah salah satu anak buah ayahnya,


Markus pun menghampiri Zack,dan bertanya apakah dia mengenal pria itu,


"Ya aku mengenalnya,aku akan bawa pria ini ke rumah terlebih dahulu,sebelum ku jebloskan ke dalam penjara,"


Jawab Zack sambil menyeret pria tadi,Β 


Merekapun kembali ke dalam mobil Markus dan melanjutkan perjalanannya ke rumah Zack,


Si pria itupun Zack ikat dengan kencang agar tidak bisa melarikan diri dari mobil Markus,


"Siapa sebenarnya pria itu Zack"


"Kau akan tau nanti setelah di rumah "


Markus mengerti dengan kebiasaan Zack,yang jika dia sedang di Landa pikiran yang gelisah,dia tidak akan banyak bicara,


Itu sebabnya Markus hanya menganggukkan kepalanya,mengerti kode Zack dan menurut untuk cepat melajukan mobilnya menuju rumah,


Pria itu memohon ampun pada Zack untuk di lepaskan,


"Ampuni saya tuan"


Zack tidak menggubris permohonan ampun pria itu,


.....


Sampailah mereka di depan gerbang rumah Mr Antonio,


Markus terkejut melihat suasana rumah Zack,


Matanya melongo dengan mulut yang terbuka,sambil menyetir dia mengagumi keindahan rumah Zack,


"Wahhh rumahmu besar sekali Zack,indah,ternyata kau orang kaya"


Zack masih belum mau bicara,tatapannya masih penuh dengan kekecewaan pada pria yang dia tangkap,


"Ayo kita masuk"


Zack menarik kerah baju si pria dalam mobil,


Markus mengikuti Zack dari belakang,

__ADS_1


bersambung,


terus dukung ceritanya ya πŸ™πŸ»


__ADS_2