Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Pengintai


__ADS_3

"Zack akhirnya Mada bisa menghubungimu nak"


Ucap Mada terdengar masih dalam tangisannya,


Zack cemas apa yang terjadi pada Mada,


"Kau kenapa Mada,kenapa suaramu terdengar sedih,sekarang kau dimana biar Zack kesana"


Jawab Zack,


Mada pun memberitahu lokasi dirinya pada Zack,


Bu Marissa pun terpaksa berhenti sejenak menceritakan tentang masa lalu ibunya zack karena Zack terburu-buru pamit pada Bu Marissa dan Kania untuk menemui Mada,ibu asuhnya,


"Maafkan aku bi,Kania,tapi saat ini aku harus menemui dulu Mada,wanita yang selama ini sudah membesarkan ku di Jerman,dan saat ini dia baru tiba di Jakarta"


Ucap Zack pamit pada Bu Marissa,


"Tapi Zack janji selepas ini Zack pasti akan kembali kemari,kamu jaga diri baik-baik Kania,jaga bi Marissa"


Pesan Zack pada adiknya,


"Baiklah kak,tapi kakak juga harus jaga diri baik-baik di luar sana,dan cepat kembali kemari"


Jawab kania seakan tidak ingin Zack pergi meninggalkannya,


Laura pun mengantar Zack sampai luar gerbang,dan ternyata diluar gerbang sudah banyak mata-mata Mr Antonio yang sedang mengintai laura,


Tanpa Laura sadari akhirnya merekapun tahu keberadaan Laura yang tinggal di panti,


Lain halnya dengan Zack,sebagai militer sejati,tentunya dia sangat tahu gerak-gerik pengintai di sekitar,dia menyadari keberadaan pengintai di sekitarnya,sehingga dia sengaja menarik tangan Laura untuk ikut dengannya,


"Loh Zack kenapa kau menarik tanganku"


Tanya Laura heran,


Zack menutup mulut Laura yang mungil itu dengan jarinya,pertanda jangan banyak bicara,dengan kode tatapan mata Zack yang mengarah ke sudut gerbang panti membuat Laura mengerti bahwa dirinya sedang ada yang mengintai,sehingga Laura pun dengan hati-hati menuruti Zack untuk ikut dengannya,


Merekapun masuk kedalam taksi menuju keberadaan Mada,dan ternyata para pengintai itu mengejar mereka,


"Bagaimana ini Zack,siapa mereka sebenarnya?"


Laura sedikit cemas,


Zack sudah mengira jika mereka bagian dari kelompok si penembak itu,tapi dia tidak menceritakan nya pada Laura,karena Zack tidak ingin Laura semakin cemas,


Zack menawarkan diri pada supir untuk berganti membawa mobilnya,


Sang supir pun bersedia,dengan segera mereka bergantian dan kini Zack yang mengemudi,


Dengan kecepatan tinggi Zack membawa mobil tersebut,berharap si pengintai tidak bisa mengejar taksi mereka,


Namun ternyata mereka masih berhasil mengikuti taksi Zack,


"Sepertinya mereka bukan orang biasa Zack"


Ucap Laura


Ke empat pengintai itu akhirnya berhasil menghadang  taksi Zack,


Para pengintai itu menyuruh Laura untuk keluar,

__ADS_1


Saat Laura memperhatikan salah seorang diantara mereka akhirnya Laura pun mengingat siapa mereka,


"Sekarang aku ingat Zack,mereka adalah sindikat Gio,sindikat yang aku dan pak Adrian sedang buru,"


Dengan segera Laura menghubungi pak Adrian untuk menyelamatkannya,


Dan setelah Laura berhasil menghubungi pak Adrian,tiba-tiba saja salah seorang diantara mereka memecahkan kaca jendela taksi,sehingga pecahan kaca sedikit menimpa sang sopir,


Zack dan Laura pun keluar untuk menghadapi mereka,


Laura terus menepis setiap serangan dari mereka,begitupun dengan Zack,dia juga bertahan dan melawan setiap serangan dari mereka,sang sopir pun berinisiatif untuk melapor polisi,untuk menyelamatkan Zack dan Laura dari serangan yang dia tidak tahu dari siapa,dan sebelum polisi datang ternyata pak Adrian dan Markus sudah datang dengan sirine polisi dan todongan pistol yang membuat mereka ketakutan,


Satu persatu merekapun lari dengan sepeda motor yang dibawanya masing-masing,Zack tidak sempat menahan mereka untuk dia interogasi,


"Kau tidak apa-apa zack?"


Tanya Markus,


"Syukurlah kau datang tepat waktu,aku baik-baik saja"


Jawab Zack dengan wajah yang masih penuh dengan kecemasan teringat akan Mada yang sedang menunggunya,


Dalam hati Zack,dia pun teringat kalau Markus adalah anak kandung dari Mada,Zack berpikir mungkin ini saatnya Markus tahu yang sebenarnya,


"Kau mau ikut denganku,ada yang harus aku bicarakan denganmu"


Ajak Zack,


Markus sedikit penasaran,karena tidak biasanya Zack memintanya dengan seserius itu,


"Baiklah Zack,aku ikut denganmu"


Pak Adrian tidak keberatan dengan ajakan Zack pada Markus,karena dia tidak mengetahui jika Markus akan Zack bawa pada Mada nya,


Pak Adrian pun mengijinkan Markus untuk pergi bersama Zack,


Laura pun menceritakan semua pada pak Adrian bahwa yang telah menyerangnya adalah orang yang mengintainya sedari panti,dan mereka juga adalah orang yang sama dengan komplotan sindikat Gio yang pernah Laura selidiki,


"Itu artinya kamu dalam bahaya nak"


Ucap pak Adrian pada Laura,


Pak Adrian pun menyuruh Laura untuk waspada,


Laura pun menuruti semua perkataan pak Adrian,


"Kalian mau pergi kemana,biar aku antar kalian"


Pak Adrian menawari Zack dan yang lainnya untuk dia hantarkan,


Zack pun bercerita bahwa dia harus menemui ibunya di cafe,


Pak Adrian pun mengantar mereka,


Setiba di cafe perasaan pak Adrian mulai tidak enak,


"Bukankah cafe ini,tempat tadi aku bertemu dengan Mada"


Ucap hati pak Adrian sambil sesekali melihat keadaan sekitar cafe,


Pak Adrian berharap Mada sudah pulang dan tidak akan bertemu dengan Markus,

__ADS_1


Zack coba menghubungi Mada dengan ponselnya,namun tidak ada jawaban,mereka pun hendak masuk kedalam cafe,


Namun tiba-tiba saja terdengar suara wanita memanggil Markus,


"Markus anakku"


Zack dan yang lainnya yang mendengar panggilan itu langsung berbalik ke arah sumber suara wanita yang memanggil,


Markus sangat terkejut dengan kedatangan Mada,dan panggilannya padanya yang menyatakan bahwa dia anaknya,


Pak Adrian yang mendengar dan melihat semua itu pun tiba-tiba saja terdiam,dia sangat terkejut dengan kedatangan Mada,


Dengan langkah kaki Mada yang lemah,dia coba mendekati Markus,


"Anakku,Markus kemari nak,peluklah ibumu"


Ucap Mada terlihat sangat sedih,


Zack yang melihat langkah kaki Mada menangis sedih karena haru,


Namun Markus yang terkejut hanya diam tanpa kata,dia seolah tidak mengerti dengan semua yang Mada ucapkan padanya,dalam benaknya sangat banyak sekali pertanyaan,


Mengapa Mada mengaku-ngaku sebagai ibunya?


Mengapa Mada tiba-tiba datang kepadanya?


Jika memang Mada ibunya,mengapa dia tidak mengurusnya sejak kecil?


Lalu apa hubungannya dengan pak Adrian?


Semua pertanyaan itu membuat Markus pusing dan sedih,


"Benarkah kau ibuku?"


Tanya Markus tidak merespon pelukan Mada,


Namun Mada terus memeluk erat Markus,Mada seakan tidak ingin melepaskan pelukannya,


"Mada memang benar ibumu Markus"


Zack coba menjawab pertanyaan Markus,


Dengan menepuk bahunya,Zack coba meyakinkan nya bahwa inilah kenyataannya,


Markus perlahan melepaskan pelukannya,dia pergi meninggalkan Mada dan menghampiri pak Adrian yang sedari tadi melihat semuanya,


"Markus ingin ayah menjelaskan semua ini"


Ucap Markus dengan nada tegas dan sedih akan semua kenyataan ini,


Pak Adrian yang saat ini pasrah akan kebenaran mencoba menyangkal,namun Markus tahu jika ayahnya tidak bisa berbohong meski hal kecil sekalipun,


Pak Adrian mulai menyeka air matanya,


Pak Adrian masih bersikukuh kalau Mada itu berbohong,dia bukan ibu kandung Markus,


Pak Adrian masih kekeuh bahwa ibu kandung Markus sudah tiada karena kecelakaan,


"Tatap mataku ayah,bicaralah dengan menatap mataku,aku tahu jika kali ini kau sedang berbohong padaku,katakanlah yang sejujurnya ayah"


Tangis Markus tumpah tatkala dia ingin mengetahui semua kebenarannya dari mulut pak Adrian,

__ADS_1


__ADS_2