
Zack menanyakan pada suster Amanda mengapa pak Wiranto tidak di rawat di rumah sakit saja,
Suster Amanda pun berkilah bahwa pak Wiranto memang sedang dalam perawatan,hanya saja dia rawat jalan dan di rawat oleh dirinya sebagai utusan perawat dari rumah sakit yang menangani pak Wiranto,
Tentu saja Zack tidak percaya begitu saja dengan apa yang telah suster Amanda katakan,
Krena Zack melihat tingkah aneh dari suster Amanda dan pak Wiranto,
Zack pun menerima kode permintaan tolong dari jari pak Wiranto tanpa suster Amanda sadari,
Sebagai agen militer tentunya Zack paham betul dengan kode jari yang di lipat oleh pak Wiranto itu,Zack semakin yakin bahwa ada yang tidak beres disini,
Zack mencari cara agar suster Amanda mau meninggalkan mereka berdua disana,
Zack pun berpura-pura batuk agar suster Amanda membawakannya segelas air,
"Tunggu sebentar ya nak Jonas,biar saya bawakan air minum dulu,saya titip pak Wiranto"
Pesan suster Amanda pada Zack,
Zack pun langsung menghubungi Dwiki agar membantunya membuat suster Amanda sibuk di bawah,
Tentu saja dengan sigap Dwiki pun turun dari mobil menuju rumah pak Wiranto untuk membuat suster Amanda sibuk sendiri di dapur,
Saat suasana di rasa aman,Zack perlahan mendekati pak Wiranto,
Dia memegang tangan pak Wiranto yang kaku,
"Katakan lah sesuatu padaku pak,aku mengerti sekali dengan kode jarimu itu,apa kau sedang dalam bahaya?,kau jangan takut padaku,aku akan membantumu"
Ucap Zack pada pak Wiranto,
Pak Wiranto yang mendengar Zack berucap seperti itu merasa harapan hidupnya mulai kembali,dia coba menggerakkan kedua bola matanya melihat Zack,
Karena baru kali pertama orang yang menemuinya paham dengan kode permintaan tolong dari jari pak Wiranto,
Meski terasa kaku,pak Wiranto coba tersenyum melihat Zack,kekosongan pandangannya kini berubah menjadi secercah harapan,
Pak Wiranto membalas genggaman tangan Zack dengan erat seakan tak ingin dia lepas,
Zack pun berinisiatif untuk bisa berkomunikasi dengan kedipan mata,karena pak Wiranto tidak bisa bicara ataupun menulis,
"Baiklah pak,kau hanya tinggal mengedipkan mata satu kali saja jika pertanyaan ku ini benar,jika salah kau tak usah berkedip oke"
Ucap Zack pada pak Wiranto,
Dia pun mengedipkan matanya satu kali,pertanda dia menyetujui,
"Apa sekarang kau sedang dalam bahaya"
__ADS_1
Pak Wiranto berkedip,
"Apa orang yang mengancam keselamatanmu ada disini?"
Diapun kembali berkedip,
"Apakah dia juga yang menyebabkan kondisimu jadi seperti ini?"
Pak Wiranto kembali berkedip,
"Apa benar kau sedang dalam penanganan dokter sekarang?"
Pak Wiranto tidak berkedip,pertanda tidak,
Zack terkejut dengan semua jawaban pak wiranto,
Nampak.wajah pak Wiranto ketakutan dan sedih,mulutnya terbuka seakan ingin berbicara,namun tak ada suara yang keluar dari mulutnya,
Mata pak Wiranto terus menunjuk ke arah obat di atas meja samping tempat tidurnya,
Zack pun mengira dia ingin meminum obat,tapi ternyata dia tidak mau,dan ingin Zack membawa obat tersebut untuk dia periksa,Zack pun menyimpan obat itu dalam sakunya,
Zack meminta pak Wiranto untuk tetap tenang,dia akhirnya memasang perekam suara di bawah ranjang pak Wiranto,dan memasang kamera kecil di balik pas bunga dekat tempat tidurnya,
...
Sementara di bawah,suster Amanda yang sedang membawa segelas air dikagetkan oleh kedatangan seekor ulah cobra di dapurnya,dia teriak minta tolong dan Dwiki pun datang untuk menyelamatkannya,
Tentu saja suster Amanda pun merasa berterimakasih atas bantuan Dwiki yang datang tepat waktu menyelamatkannya,
"Terimakasih kau telah menolong saya,jika tidak,saya tidak tahu harus bagaimana"
Ucap suster Amanda berterimakasih pada Dwiki,
Dwiki pun membalas terimakasih suster Amanda dengan meminta segelas air teh hangat untuknya,
Dan sebenarnya itu memang rencana Dwiki dari awal,dia menemukan seekor ular dan membawanya ke dapur pak Wiranto untuk membuat suster Amanda ketakutan,sehingga dia bisa membuat suster Amanda sibuk dan membiarkan Zack lebih lama dengan misinya,
...
Zack meminta pak Wiranto kembali menjawab pertanyaannya,kali ini dia ingin menanyakan kasus tentang kematian orangtuanya,
"Sekarang saya ingin bertanya lagi padamu pak,apakah bapak yang menangani dan menutup kasus kematian keluarga Mr Agatha 20 tahun yang lalu?"
Pertanyaan Zack membuat pak Wiranto kembali sedih,
Dia mengedipkan matanya satu kali dan tertunduk,
Zack akhirnya merasa bahwa pak Wiranto bisa menjadi kunci untuk membongkar siapa dalang dari pembunuh orangtuanya,
__ADS_1
Zack banyak bertanya tentang perampok yang telah membunuh orangtuanya,pak Wiranto selalu mengedipkan matanya,namun saat Zack menanyakan siapa otak dari pembunuhan itu,dia tidak berkedip,
(Mungkin memang pak Wiranto tidak mengetahui siapa dalang di balik perampokan dan pembunuhan itu)
Tapi Zack sedikit lega karena pak Wiranto mengetahui semua yang terjadi pada keluarganya dulu,Zack kembali bertanya pada pak Wiranto mengapa dia menutup kasus nya dan di biarkan menggantung sampai sekarang tidak ada kejelasan,
Pak Wiranto nampak tertunduk sedih dengan pertanyaan Zack yang satu itu,
Tentunya pak Wiranto teringat dengan istri dan anaknya yang terbunuh karena menangani kasus kematian Mr Agatha,
Saat Zack kembali ingin bertanya,terdengar suara langkah suster Amanda mendekati pintu kamar,
Dengan tenang Zack bicara pada pak Wiranto,
"Pak Wiranto yang tenang,aku disini akan membantumu,aku sudah memasang kamera kecil disana agar aku bisa mengawasi keadaan pak Wiranto jika dalam bahaya"
Pak Wiranto pun mengangguk dan berkedip pada Zack,
Kemudian suster Amanda pun membuka pintu kamar dan masuk dengan membawa segelas air untuk Zack minum,
"Terimakasih suster"
Zack pun meminum air tersebut,dia juga banyak bertanya mengenai suster amanda,sudah berapa lama dia bekerja mengurus pak Wiranto,dan bertanya tentang keluarganya,
Tentu saja suster Amanda menjawab semua pertanyaan Zack dengan tepat,dia sudah hampir 19thun ini mengurus pak Wiranto,dia pun juga belum menikah,padahal sebenarnya dia adalah selir dari seorang letkol pak William,
Dia rela menjadi pengurus pak Wiranto agar dirinya tetap bisa bersama pak William,
Dan itupun sudah pak Wiranto ketahui semuanya,hanya saja dia memilih untuk diam,
Suster Amanda pun menanyakan pada Zack akan tugas nya sudah selesai atau belum,karena pak Wiranto harus istirahat,
Zack pun menyudahi wawancara pada pak Wiranto,
Dengan memegang dan mengelus tangan pak Wiranto Zack pamit pulang,
"Terimakasih pak,sudah bisa bertemu denganmu saja sudah membantu tugas skripsi saya"
Zack menatap tajam mata pak Wiranto dengan penuh rasa empati yang seakan ingin menolong dan membawanya pergi bersamanya,
Pak Wiranto pun mengedipkan matanya pertanda mempersilahkan Zack untuk pergi,pak Wiranto yakin bahwa Zack di hadirkan untuk menolongnya,
Zack pun pamit dan keluar dari kamar pak Wiranto,suster Amanda pun mengikuti dari belakang,Zack berterimakasih padanya karena sudah di ijinkan masuk dan bertemu dengannya,
"Saya ucapkan terimakasih suster,karena suster sudah mengijinkan saya bertemu dengan pak Wiranto,semoga beliau lekas sembuh,"
"Oh ya,maaf suster tapi jika suatu hari nanti ada urusan yang harus saya bertemu lagi dengan beliau,apa suster akan mengijinkan?"
Lanjut Zack bertanya pada suster Amanda,
__ADS_1
Bersambung
ayo jangan lupa vote like koment dan hadiah-hadiahnya ya,,biar lebih semangat lagi nulisnya ❤️❤️