Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Kekecewaan Zack


__ADS_3

Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat,


Zack yang pada saat itu sedang mencoba menghubungi Markus,tidak kunjung menemukan jawaban nomer handphone Markus tetap saja tidak aktif,


"Kau dimana Markus,di saat seperti ini kau sangat sulit untuk di hubungi"


Pikir Zack sambil menggerutu di depan layar hp nya,


Nada telpon pun berbunyi,Zack mengira itu panggilan dari Markus,namun ternyata Mr nicolas menelponnya,


"Hello pak Zack,kau sudah sampai hotel?"


Tanya Mr Nicolas di sebrang telpon,


"Ya Mr,saya sudah sampai ,"


Mr Nicolas memberitahu Zack kalau meeting akan di adakan sore ini di cafe GREEN,


Zack pun menyetujuinya,karena jarak cafe dari hotel nya tidak terlalu jauh,


Zack pun segera memberitahu Mischa dan kedua karyawannya,


Namun pada saat menghubungi Mischa, tak ada jawaban dari panggilan nya,


....


Di tempat yang lain,Mischa yang masih terlelap dalam dekapan Mr Antonio mulai tersadar karena beberapa dering masuk di handphone nya,


Dengan mata yang masih agak redup dan kepala yang masih agak pusing efek obat perangsang yang Mr Antonio berikan padanya,Mischa pun melihat siapa yang coba menghubunginya beberapa kali,


"Astaga,ada apa pak Zack coba menghubungiku beberapa kali?"


Pikir Mischa,


Diapun terkejut ketika menyadari dirinya sudah berantakan bersama Mr Antonio,dia berpikir apa yang sudah aku lakukan,


Akhirnya Mischa memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya,


Saat Mischa berdiri,tiba-tiba tangan Mr Antonio meraih tangannya,


"Nanti malam,temani aku lagi"


Ucap Mr Antonio yang masih bergairah pada Mischa,


Tak ada jawaban dari Mischa,dia hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu meninggalkan nya,


Mischa pun mandi dan bersiap,dia segera menelpon Zack dan menemuinya,


Merekapun berangkat menuju cafe GREEN tempat dimana Zack dan Mr Nicolas meeting,


Suasana cafe tidak terlalu ramai,hanya beberapa meja yang terisi,Zack bersama Mischa pun duduk di meja tengah,


Zack menunggu Mr Nicolas dan akhirnya yang di tunggu pun datang,


"Maafkan aku Mr Zack,karena sudah menunggu lama"


Zack pun menghargai dan memaafkan Mr Nicolas,karena bagaimanapun dia termasuk orang besar yang sangat sibuk,dan jarak ke cafe lumayan jauh dari kantornya,


"Tidak apa-apa Mr Nicolas,saya pun baru sampai,"


Timpal Zack,


"Sebenarnya sebelum saya hendak kemari,saya menghadiri dulu perpisahan kawan saya pindah ke Indonesia," ucap Mr Nicolas menjelaskan,

__ADS_1


"Ya tidak apa-apa Mr,Its oke" Zack merasa tidak keberatan dengan keterlambatan Mr Nicolas,


Zack tidak menyadari bahwa kawan Mr Nicolas yang dia maksud adlah pak Adrian dan Markus,


Merekapun memulai pembicaraan bisnis mereka yang akan menambah barang dan model baru dalam berliannya,Mischa pun mengeluarkan berkas yang sudah di siapkan untuk presentasinya,percakapan mereka sangat seru dan asyik,sampai Mr Nicolas pun memuji kemampuan Zack dam berdiskusi dengan nya,


Diskusi dengan Zack berasa bicara dengan saudara sendiri,tidak ada canggung samasekali,


Semua seakan terbuka dan tulus dalam setiap ucapan yang Zack keluarkan,


Meeting pun selesai,


Dengan santai Zack dan Mr Nicolas bicara satu sama lain di luar tema tentang bisnis nya,


****


Kini Markus pun tiba di apartment pamannya,sejenak dia istirahat dan terlintas teringat akan sahabatnya Zack,


Dia berencana akan menghubunginya,namun pada saat dia akan menelpon Zack,pak Adrian memanggilnya agar menemuinya sekarang juga,


"Markus,kesini nak,ada yang akan paman bicarakan kepadamu" perintah pak Adrian,


"Ya paman"


Markus pun turun ke bawah menuju pamannya,Markus penasaran dengan apa yang akan pamannya bicarakan,


Saat Markus menuruni anak tangga,Markus melihat sosok perempuan berseragam polwan sedang berbincang dengan pamannya,


(Siapa dia)pikir Markus,


"Kenalkan ini agen Laura,kepercayaan paman selama di Jakarta,"


Pak Adrian memperkenalkan Laura pada Markus,Laura pun nampak menyambut hangat perkenalan pak Adrian pada Markus,dia pun tersenyum dan menyalami Markus,


Ucap Laura,


Markus terkesima melihat kecantikan Laura yang menarik,dandanannya tipis namun merona dan menggoda,


Markus tak kuasa menahan kekagumannya pada Laura,hingga dia pun masih ter patung melihat kecantikan Laura,


"Markus"


Seketika bentakan pak Adrian membangunkannya dari lamunan,


"Eh,,maaf Markus,saya Markus"


Markus pun menerima jabat tangan dari Laura dengan penuh senyum gembira,pak Adrian pun mengerti dengan  salah tingkah anak asuhnya itu,


Sepertinya Markus menyukai Laura,pikir pak Adrian,


"Laura disini akan menemanimu bertugas,besok adalah hari pertamamu di kepolisian Jakarta,"


Ucap pak Adrian memberi tugas pada Markus,


"Baiklah paman,dengan senang hati saya tidak akan sampai mengecewakan paman"


Markus meyakinkan pamannya,


Laura pun hanya tersenyum simpul melihat tingkah Markus,


Laura adalah salah seorang agen rahasia kepolisian wanita Jakarta yang menangani beberapa kasus kematian dan pengedaran narkoba,


Prestasinya cukup baik,hampir setiap kasus yang di berikan padanya berhasil dia ungkap,dengan keahlian bela diri dan lihai dalam memainkan senjata api,Laura berhasil menangkap segerombolan mafia di Surabaya,itu yang membuat prestasinya naik hingga Laura bisa di katakan polisi yang bisa di andalkan dan di perhitungkan,

__ADS_1


Selain wajahnya yang cantik dan manis,tubuhnya yang  lumayan tinggi,langsing namun berisi membuat aura nya terpancar,dia memang sedikit tomboi,namun dia juga bisa feminim di waktu yang tepat,


"Baiklah pak,kalau begitu saya pamit kembali bertugas,"


Laura mengucap salam dan berpamitan pada pak Adrian,selaku ketua di agennya sekarang,


"Baiklah Laura,terimakasih kamu sudah menyempatkan waktumu untuk datang kemari"


"Sama-sama pak"


Laura pun pergi dari apartemen pak Adrian dan melanjutkan tugasnya kembali,


Setelah Laura benar-benar pergi,Markus pun mendekati pamannya,


"Paman apa benar nanti Laura yang akan menjadi rekanku" Markus tersenyum-senyum kecil menggoda pamannya,


"Kau ini,baru pertama kali melihat wanita cantik,fokus saja dengan tugasmu"


Perintah pak Adrian,


"Ah paman"


Markus pun kembali ke kamarnya dengan membayangkan dirinya bersama Laura untuk selamanya,


"Oh ya tuhan,mengapa aku terus membayangkannya"


Markus terus teringat akan kecantikan Laura dan senyum manisnya,


***


Zack yang saat itu hendak pamit pada Mr Nicolas,melihat pria mencurigakan di depan mejanya,gerak gerik pria itu membuat Zack waspada dan berhati-hati,Zack juga mengingatkan Mischa dan Mr Nicolas untuk hati-hati,


Dan ternyata,


Pria itu kedapatan sedang bertransaksi obat haram dengan rekan nya yang duduk bersamanya,


Zack terus mengamati gerak gerik pria itu,hingga saat yang tepat,Zack pun mengeluarkan senjata api kecil yang selalu dia bawa guna menjaga diri,


Zack menikam dan membuat pria tersebut tak berkutik sedikitpun,


alhasil seluruh pengunjung yang ada di sana terkejut dengan aksi Zack yang heroik dan mendadak,


Mr Nicolas pun menelpon kepolisian setempat dan melaporkannya,


semua orang bertepuk tangan dengan aksi Zack yang hebat ,


sekali tepuk pria yang di duga DPO salah satu anak buah Jefri itu langsung tak melawan saat Zack menikam dia sampai tersungkur dan menyerah,


hingga akhirnya kepolisian setempat pun datang dan mengamankan pria tersebut beserta rekannya,


"Terimakasih atas tindakanmu yang berani ini nak"


Mr Jhon polisi yang datang mengucapkan terimakasih pada Zack,


"Sama-sama pak"


Tentunya untuk Zack,ini bukan perkara yang sulit dia lakukan,karena hanya untuk menangkap pria seperti itu,mudah sekali baginya,


"Kami memang sedang mengincar jaringan Jefri di negara ini,namun ketua agen yang menangani kasus ini mendadak pindah tugas ke Jakarta,jadi kami.merasa kekurangan untuk memburu jaringan Jefri,"


ujar Mr Jhon menjelaskan pada Zack,


Bersambung..

__ADS_1


ayo klik vote like koment nya 🙏🏻


__ADS_2