Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Bayang-bayang Zack


__ADS_3

Luka seperti itu sebenarnya sudah biasa Markus dapat di latihan kemiliterannya bersama Zack,


Namun entah kenapa saat itu Markus terlihat sangat lemas mendapat luka lemparan batu yang mengenai lengannya,


Saat Laura mencoba menenangkan Markus,


Markus begitu teringat akan sosok sahabat yang selalu melindungi nya apapun yang terjadi


"Zack"


Suara itu keluar dari mulut Markus sebelum dia menutupkan matanya dan masuk IGD pada Laura,


Laura pun terkejut mendengar nama Zack,


(Zack,kenapa dia panggil nama Zack,) Laura memikirkan Zack siapa yang Markus maksud,


Kini Markus pun di tangani dokter,


Laura pun coba menghubungi pak Adrian,


Untuk memberitahu keadaan Markus sekarang,namun pak Adrian sangat sulit untuk di hubungi,ponselnya tidak aktif,


Laura menunggu Markus di luar,dia terus teringat dengan nama Zack yang Markus ucapkan tadi,


Laura pun teringat akan Zack kawan kecilnya yang sedang dia cari-cari,


(Apa mungkin Markus itu Zack,ah tidak tidak,itu tidak mungkin)


Pikir Laura dalam ingatannya,


Selama ini Laura mencari keberadaan Zack sahabat kecilnya yang selalu menemani dan melindungi dirinya dari apapun,


Zack kecil yang selalu membelanya ketika dia di bully oleh teman-teman nya,


Zack kecil yang selalu memberinya es krim vanila kesukaannya,


Zack kecil yang setiap Laura menangis,dia selalu memberi Laura bunga di taman,agar dirinya berhenti menangis,


(Oh Zack aku sangat rindu)


Laura begitu merindukan Zack,


Zack dan Laura berpisah saat kejadian yang menewaskan keluarga Zack itu terjadi,dulu rumah Laura terhalang 3 rumah dari kediaman Zack,jadi mereka tidak sulit untuk bertemu dan berhasil menjadi seorang sahabat yang selalu ada untuk satu sama lain,


Terkadang karena saking dekatnya Zack dan laura saat masih kecil,Bu Helena ibu kandung Zack selalu menggoda mereka bahwa mereka akan berjodoh karena mereka begitu serasi dan bisa saling melindungi dari apapun,


Begitupun dengan pak Agatha,dia juga selalu menggoda Zack jika sedang bermain bersama Laura,


Zack dan Laura saat masih kecil begitu sangat lucu,keduanya sama-sama cantik dan tampan,mereka pun juga anak yang baik dan hormat pada yang lebih tua,


Laura kecil saat itu selalu di asuh oleh baby susternya yang bernama bi Marni,karena kedua orangtuanya pak Iskandar dan nyonya Mauren sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,


Jadi Laura kecil di percayakan pada bi Marni,


Sedangkan Zack terkadang di asuh oleh Mrs Helena,namun jika dirinya terpaksa harus membantu pekerjaan suaminya,Zack selalu di asuh oleh Bi Marissa,asisten rumah tangga Bu Helena dan pak Agatha,

__ADS_1


*****


Laura pun akhirnya berhasil menghubungi ponsel pak Iskandar,


Dia memberitahu kondisi Markus saat ini pada pak Adrian,sontak pak Adrian yang kala itu sedang mengerjakan tugas bersama tim lainnya terkejut dan bergegas menuju Surabaya,


"Kamu jaga dulu Markus,saya akan segera kesana"


Perintah pak Adrian pada Laura,


Laura pun menyetujuinya,dia menunggu Markus sampai tindakan operasi selesai,


Lampu di IGD kini mulai padam pertanda operasi sudah selesai,


Laura menanyakan bagaimana keadaan Markus,


"Pasien sangat kehilangan banyak darah,luka batu tajam yang menyobek daging lengannya begitu dalam,sehingga kami harus menjahitnya beberapa jahitan agar lukanya tidak terbuka,dan untunglah stok darah AB+ di rumah sakit kami cukup tersedia,sehingga kami tidak terlambat menangani pasien,dan sekarang sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan",


Ujar dokter yang menangani operasi Markus,


"Terimakasih dokter"


Ucap Laura berterimakasih,


Laura langsung termenung mengingat golongan darah Markus sama dengan golongan darah Zack(AB+),


Laura semakin yakin dan mengira bahwa Markus adalah Zack,tapi Laura masih akan mencari tahu kebenarannya lagi,dia tidak akan terburu-buru menyimpulkan keputusan besar ini,


Laura mengetahui golongan darah Zack AB+ dulu saat Mr Agatha ayah Zack kecelakaan dan memerlukan banyak darah,Laura menemani zack ke rumah sakit bersama Bu Marissa, Mr Agatha memerlukan darah B,saat itu Zack kecil yang masih polos berusaha ingin menolong ayahnya dengan cara memberikan darahnya kepada dokter,


Zack kecil menangis pada ibunya Mrs Helena,


Ucap polos Zack kecil sambil memeluk ibunya,


Mrs Helena pun tersenyum dan bangga dengan kepedulian Zack kecil saat itu,


"Anakku,papamu pasti bangga mempunyai anak seperti kamu,Zack nya ibu sangat baik ya sampai mau mendonorkan darahnya untuk papa,tapi nak,golongan darah papa B sedangkan kamu AB+ jadi tidak akan bisa di berikan,kamu juga masih terlalu kecil untuk mendonorkan darah,terimakasih ya nak,papa pasti akan baik-baik saja,kita doakan bersama-sama ya nak"


Ucap Bu Helena menenangkan zack yang mengkhawatirkan kondisi papa nya,


Dan dari kejadian itulah Laura mengetahui golongan darah Zack AB+ sama dengan Markus,


...


Markus pun kini di pindahkan ke ruang inap,dia masih belum sadarkan diri,mungkin karena efek obat bius,


Laura pun menemani Markus di kamar pasien,karena Laura ingin amanah dengan perintah yang di berikan pak Iskandar padanya,dia tidak ingin membuat pak Iskandar kecewa padanya,


Jari jemari Markus kini mulai bergerak sedikit demi sedikit,kemudian perlahan diapun mulai membuka matanya,


Laura pun mendekati Markus dan menyambut kesadarannya,


"Markus,kau sudah sadar"


Ucap Laura tersenyum manis pada Markus,

__ADS_1


"Aku,apa yang sudah terjadi padaku"


Kepala Markus masih di rasa pusing,tangannya mulai memegang kepalanya,namun dia merasakan sakit saat tangan nya mulai di gerakkan,


"Ah..."


Markus merintih kesakitan,


"Tunggu dulu Markus,kau jangan banyak bergerak dulu,tanganmu masih terluka"


Ucap Laura menyuruh Markus agar tetap diam dan jangan banyak bergerak dulu,karena dia baru saja sadar,


Markus pun diam menuruti permintaan Laura,


"Apa kau mulai lapar,biar aku suapi kamu ya"


Laura menawarkan diri untuk menyuapi Markus yang masih belum sehat benar,


Markus tak ada pilihan dia pun menyetujui penawaran Laura,meski dalam hatinya memang dia ingin sekali dekat dengan Laura,


Laura pun menyuapi Markus,mereka tidak banyak bicara,mereka seakan canggung satu sama lain,


Menyadari suasana yang membisu,Laura pun mulai angkat bicara,


"Oh ya Markus,memangnya kau sedang apa tadi hingga lengan kamu bisa terluka separah itu"


Pertanyaan Laura memecah keheningan mereka,


Markus dan Laura pun kini berbincang kesana kemari,


Suasana pun mulai hangat dengan cerita masing-masing,


Laura ingin sekali menanyakan tentang Markus yang memanggil Zack pada dirinya tadi sebelum masuk ruang operasi,namun dia masih ragu,


Akhirnya Laura pun memberanikan diri untuk menanyakan hal itu,


"Mmm oh ya Markus,apa aku boleh tanya sesuatu"


Laura coba bertanya,Markus pun tidak keberatan,


"Kau mau bertanya tentang apa,katakanlah"


"Tadi ...sebelum kamu masuk ruang operasi,kamu memanggil aku ..."


"Markus kau tidak apa-apa nak"


Tiba-tiba saja pak Adrian datang dan membuat pertanyaan Laura tidak tersampaikan,


Laura pun terkejut dengan kedatangan pak Adrian yang sedikit membuatnya kecewa karena dia tidak jadi bertanya pada Markus,


Tapi meskipun begitu,Laura tidak apa-apa,(mungkin nanti saja aku tanyakan lagi) pikir Laura,


Pak Adrian memeluk kepala Markus,


"Markus tidak apa-apa ayah,hanya sedikit luka saja"

__ADS_1


Jawab Markus yang masih terlihat lemah,


vote like koment nya mana guys ❀️❀️ klik hadiah-hadiahnya ya πŸ™πŸ»


__ADS_2