
Kehangatan Kania saat bercanda dengan Dwiki dan Zack membuat kesepian Laura mulai mencair,
Laura yang di kenal dingin dan cuek kepada setiap pria membuat Laura membatasi pertemanannya dengan siapapun,termasuk dengan rekan-rekan nya sesama polisi,
Rasa trauma yang mendalam akan laki-laki yang di rasa Laura akibat ulah ayahnya pun,membuat hati Laura tertutup akan tumbuhnya cinta pada lain jenis,
Namun saat berjumpa dan bercanda dengan Zack dan dwiki,Laura merasa kan kehangatan di hatinya yang sekian lama tidak dia rasakan,
Perlahan bibirnya tersenyum melihat semua tertawa dan bercanda bersama,dan yang lebih membuat hatinya mulai terasa hangat,setiap ucapan Zack dan pujian nya pada Kania atas aksi bela dirinya,membuat Laura merasa di hargai,
Dalam obrolannya,Zack begitu memuji seseorang yang telah melatih Kania bela diri,
"Kau yang baru berlatih saja sudah sehebat itu,apalagi orang yang mengajarimu ,pasti lebih hebat darimu,bisa jadi aku di buat kalah olehnya,ya kan"
Seru Zack pada Kania dan Dwiki,
Semua pun tersenyum dan saling melempar canda tawanya di dalam mobil,
Laura merasa dirinya dihargai saat Zack memuji si pelatih yang telah mengajari Kania bela diri,
Dan saat itu pula Laura memutuskan untuk menyembunyikan jati dirinya sebagai polisi wanita dari Zack dan Dwiki,
Laura ingin mencoba menghancurkan pembatas pertemanan yang di rasakan nya selama ini,Laura berharap bisa berteman dengan Zack dan Dwiki tanpa mereka tahu siapa dirinya yang sebenarnya,
Laura ingin mereka tahu kalau dirinya hanya wanita biasa,agar dirinya bisa leluasa berteman setulus hati,
"Oh ya,apa kamu juga masih studi?"
Tanya Zack pada Laura yang masih terdiam tak bersuara,
"Kakak ku sudah bekerja ka,"
Timpal Kania mengerti akan keinginan kakaknya untuk tidak memberitahu Zack dan Dwiki kalau Laura adalah seorang polisi,
Laura pun menganggukkan kepalanya,
Zack pun tersenyum pada Laura,begitupun sebaliknya Laura membalas senyum Zack dengan manis,
Laura yang biasanya tidak bisa diam,dan hobi mengomeli Kania,saat itu di buat diam tak banyak bicara di hadapan Zack dan Dwiki,
Mungkin karena ini kali pertama Laura bicara langsung dengan pria tanpa memakai seragamnya,
"Ternyata berteman tanpa mereka tahu seragamku membuat hatiku merasa tenang dan bebas berekspresi,dan kulihat ketulusan dari mata dan cara mereka bicara,semua natural keluar dari hatinya masing-masing,tanpa di buat-buat "
Ucap hati Laura saat melihat keakraban Zack,Dwiki dan Kania,
Biasanya orang-orang yang mendekati Laura dan yang ingin menjadi teman Laura,hanya ingin memanfaatkannya saja,entah itu dalam bidang pekerjaan,maupun materi,
Namun meskipun Laura mengetahui niatan orang-orang yang mendekatinya,Laura tidak samasekali menolak pertemanan mereka,hanya saja Laura coba membatasi diri saja dengan mereka,
Mereka pun tiba di tempat yang Kania bicarakan,
__ADS_1
Tempat kos para mahasiswa yang tidak terlalu jauh dari bina bangsa,
Kania dan Dwiki pun turun dari mobil,
Kemudian Laura pun menyusul turun dari mobil,begitupun dengan Zack,dia mengikuti mereka dari belakang,
Namun saat mereka mulai melangkahkan kaki mereka menuju tempat kos,tiba-tiba saja Zack menunduk di bawah kaki Laura,
Laura yang saat itu terkejut dengan tingkah Zack yang tiba-tiba menunduk di hadapannya merasa reflek akan menghajar Zack dengan tangannya,namun ternyata Zack menalikan tali sepatu Laura yang terlepas agar tidak terinjak dan jatuh,
Sontak Laura pun menghentikan Hujaman tangannya dan merasa malu sendiri dengan tingkahnya yang hendak menghajar Zack,
"Tali sepatumu terlepas,biar aku bantu benarkan,agar tidak terinjak dan jatuh"
Ujar Zack saat memperbaiki tali sepatu laura,
Zack menatap mata Laura dengan tajam dan penuh cinta,
Tatapan Zack dirasa tidak asing oleh Laura,
Seketika Laura pun mengingat semua yang terjadi padanya saat ini dengan masa lalu dirinya bersama teman kecilnya,
Masa lalu saat Laura hendak memakai sepatu dan memasang tali sepatunya,namun dia tidak bisa,dia menangis dan akhirnya teman kecilnya itu datang dan menolong Laura memakai kan tali sepatunya,
"Sini biar aku yang memasang tali sepatumu,kamu jangan menangis ya"
Ujar teman kecilnya,
Ucap Laura dalam lamunannya saat Zack selesai membenarkan tali sepatunya,
Zack pun terkejut kenapa Laura bisa mengetahui namanya,Zack berlaga tidak mendengar laura memanggilnya Zack,
Begitupun dengan Laura,dia langsung menutup mulutnya sendiri tatkala dia menyadari bahwa orang yang telah membantu nya memasang tali adalah Jonas,bukan Zack,
"Maaf maksud ku Jonas,terimakasih "
Ucap terimakasih Laura pada Zack,
Zack pun hanya membalas senyum dan kemudian merekapun melanjutkan perjalannya melihat kos-kosan untuk Zack,
...
"Apa kau suka tempat ini Jon"
Tanya Dwiki pada Zack,
Dwiki pun merasa canggung saat memanggil Zack dengan nama Jonas,
Zack pun menyukai tempatnya yang strategis dekat dengan kampusnya dan jalan raya,dan kebetulan ada 3 kamar yang masih kosong,
Akhirnya Zack pun memilih salah satu diantara kamar yang kosong,
__ADS_1
Ingatan Zack akan masa lalunya terngiang kala Laura memberi saran agar Zack memilih kamar nomor 1,karena angka 1 selalu membawa keberuntungan,
"Kalau boleh aku kasih saran,sebaiknya kamu memilih kamar kosong yang pertama,karena biasanya angka satu itu pembawa keberuntungan loh"
Ucap Laura pada Zack,
Ucapan itu sering keluar dari bibir Laura teman kecilnya dulu,saat dia bingung memilih apapun yang di hadapkan orangtuanya pada Zack sewaktu kecil dulu,
Zack pun menyetujui saran Laura,dan akhirnya terpilih lah kamar nomor satu untuk Zack tinggali sebagai Jonas Agatha,
Jonas Agatha yang akan menyelidiki kasus kematian orangtua Zack dan menyamar sebagai jurnalistik,agar langkahnya lebih mudah,
"Kania,terimakasih sebelumnya karena kamu sudah memberitahu kami tentang tempat ini"
Zack berterimakasih pada Kania,
"Sama-sama kak Jonas,semoga tempat ini cocok untuk kakak"
Jawab Kania dengan senyumnya yang ceria,
Laura pun ikut tersenyum pada Zack,
"Oh ya,kalau begitu kami pamit ya,"
Laura pamit untuk pulang pada Zack dan Dwiki,
Dwiki menawari Laura dan Kania untuk dia antar pulang,namun Laura menolak,dia tidak ingin Zack dan Dwiki tahu kalau Laura dan Kania tinggal di sebuah panti asuhan,
"Terimakasih kak,tidak usah merepotkan,kami bis pulang sendiri"
Ujar Kania mencoba menolak tawaran Dwiki dengan halus,
"Kebetulan ada urusan yang harus kami selesaikan dulu,jadi terimakasih untuk tawarannya"
Lanjut Kania,
Dwiki dan Zack pun tidak bisa memaksa,dia hanya berucap terimakasih kembali pada Kania dan Laura karena telah mengantarnya menemukan tempat yang pas untuk Zack,
Taksi Kania dan Laura pun tiba,
"Semoga kita bisa berjumpa lagi"
Ucap Zack berharap pada takdir agar bisa bertemu lagi dengan mereka,
Kania dan Laura pun masuk ke dalam mobil,Zack melempar senyum pada Laura,
Senyum manis yang tidak akan Laura lupa,
Laura pun membalas senyum Zack,sementara Kania say good bye pada Dwiki dan Zack dengan ciri khasnya yang ceria,dia pun melambaikan tangannya seraya berucap "dada.."
bersambung
__ADS_1