
Pak Adrian pun bertanya pada Laura tentang apa yang terjadi pada Markus sampai bisa seperti ini,
Laura pun menceritakan tentang semua yang di lihat saat Markus terkena lemparan batu seorang massa ,sejak saat itu Markus langsung melemah dan tak sadarkan diri,
Markus pun juga menjelaskan bahwa dirinya saat itu hendak menyelamatkan rekannya yang sudah sekarat karena babak belur di Hajar massa yang mendemo,jadi Markus rela mengorbankan dirinya untuk melindungi rekannya itu agar tidak semakin parah karena lemparan batu yang akan mengenainya,
Pak Adrian pun bernafas panjang,dia tidak menyalahkan Markus,karena memang itulah resiko seorang pengaman,dia harus rela berkorban demi siapapun termasuk mengorbankan nyawanya,
"Syukurlah kalau sekarang kamu sudah mulai sadar,ayah sangat mengkhawatirkan mu,ayah takut terjadi sesuatu padamu"
Ucap pak Adrian pada Markus,
Dia begitu sangat menyayangi Markus,meski dia tahu dia bukan anak kandung nya,melainkan anak titipan dari Mada untuk Mira (mendiang istrinya)
Dan sampai saat ini pak Adrian masih setia dengan Mira,dia tidak pernah samasekali melirik wanita lain meski kini dia sudah sendiri,yang ada di hatinya tetap masih mira,sosok istri pemberani yang selalu dia cintai sampai kapanpun,dan tak tergantikan,
Laura pun ijin pamit kembali ke basecamp untuk melihat rekannya yang lain,
Pak Adrian pun mengijinkan,
"Pak Adrian Markus,kalau begitu saya pamit kembali,mungkin ada yang harus saya bantu disana"
Pamit Laura sebelum ke luar ruangan Markus,
"Baiklah Laura,terimakasih kau sudah menjaga Markus dengan baik"
Pak Adrian berterimakasih kepada Laura, begitupun dengan Markus,dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada Laura karena sudah membantunya,
Laura pun kembali ke basecamp,
Saat Laura tiba di tempat pendemo tadi,suasana memang sudah sepi,namun bekas demo masih terlihat berantakan,
Asap pembakaran ban pendemo masih menyala di tepi jalan,
Laura perlahan berjalan menyusuri tiap jalan dengan teliti,dia menemukan sebuah nametag seorang mahasiswa atas nama Bisma,
Laura menatap foto di nametag itu,betapa terkejutnya Laura ternyata Bisma yang ada di foto adalah Bisma adik tirinya,
Bisma yang dulu selalu coba membela Laura dari ketidakadilan mamah dan kakak tirinya,
Bisma bocah SMP yang kala itu masih polos kini sudah beranjak remaja dan bahkan dia ikut berdemo,
(Tapi kenapa Bisma ada di Surabaya)
Pikir Laura,
Dia menyimpan nametag itu dan berniat akan mencari tahu tentang Bisma nanti,
Laura pun kembali membantu rekan yang lain untuk segera mendapat pertolongan,
__ADS_1
...
Di tempat lain,Zack kini sampai di bandara Jakarta,
Dia tiba siang hari,
Zack masih tak percaya dirinya kini sedang berada di Jakarta,
Zack melihat sekeliling Jakarta dengan teliti,
(Semua telah berubah,kotaku ini kini tidak seperti dulu lagi)
Zack tersenyum sendiri merasakan suasana ibukota yang teramat padat akan aktifitas masyarakatnya,
Zack memutuskan untuk tinggal di hotel sementara waktu sampai dia menemukan tempat yang dia cari,
Sebelum pergi ke hotel Zack memutuskan untuk langsung pergi ke rumah lamanya di kawasan elit Jakarta,
Rumah tempat dia berkumpul bersama keluarga yang dia sayangi, Mr Agatha dan Mrs Helena,
Jarak dari bandara ke rumah nya lumayan agak jauh,
Dan akhirnya kini diapun sampai gerbang komplek perumahan elit yang berjajar Rumah-rumah mewah kaum pengusaha,
Semua rumah di kawasan itu begitu besar mewah dan indah,
Saat kali pertama Zack memasuki kawasan rumahnya,hatinya begitu teringat akan mama,papa dan adik bayinya,
Tawa mama dan papanya terdengar jelas di telinga Zack,bahkan Zack seakan mendengar suara tangisan bayi adik perempuannya,
"Zack begitu rindu kalian"
Ucap Zack menahan kesedihannya itu,
Kini Zack sampai di depan pintu rumah lama Zack,
Rumah yang setelah sekian lama di biarkan kosong,kini telah kembali terisi oleh seseorang yang menyewanya,
Zack melihat-lihat dari luar,nampak rumah Zack terawat,
Seorang satpam yang mencurigai gerak-gerik Zack lantas menghampiri Zack,
Satpam tua itu menanyakan hendak menemui siapa Zack kesini?
"Maaf pak,saya mau menanyakan rumah ini"
Zack menunjuk ke arah rumah lamanya,
"Oh rumah ini sudah ada yang isi mas,rumah ini di isi oleh pak Adrian dan anaknya agen polisi yang bertugas disini"
__ADS_1
Jelas satpam tua itu,
"Oh ya pak Mamat,apa bapak tahu dimana makam pemilik rumah ini sebelumnya?pak Agatha dan Bu Helena"
Zack coba bertanya tentang makam orangtua nya pada satpam itu,
Sontak pak Mamat satpam yang Zack sebut namanya itu terkejut karena Zack menyebut namanya,padahal sebelumnya dia tidak pernah bertemu dengan Zack,
"Kenapa mas ini tahu nama saya,mas ini siapa kok bertanya tentang pak Agatha?"
Pak Mamat kembali bertanya,
Zack spontan memanggil nama pak Mamat pada satpam itu,karena dia memeng mengenal pak Mamat,satpam yang dulu dekat dengan keluarganya,dia satpam yang baik dan jujur,meski badannya kini tidak tegap seperti dulu,namun pak Mamat masih terlihat sehat dan bugar di usianya yang sudah tua,
"Maaf sebelumnya pak,saya saudara jauh keluarga mereka,saya baru kesini dan saya ingin tahu dimana mereka di makamkan"
Pak Mamat termenung sejenak mengingat tempat pak Agatha dan Bu Helena di makamkan,
Akhirnya pak Mamat pun memberitahu Zack tempat pemakaman papa dan mamanya,
Namun saat Zack berterimakasih dan hendak pergi menuju alamat pemakaman yang di berikan pak Mamat,tiba-tiba saja pak Mamat menghentikan Zack ,
"Tunggu nak muda,jika kau saudara jauh mereka,apa kabar dengan Zack,anak Bu Helena,apa dia baik-baik saja?"
Langkah Zack terhenti dengan pertanyaan yang di lontarkan pak Mamat padanya,sedih di rasa Zack,namun dia juga merasa senang karena masih ada yang mengingat dan mengkhawatirkan dirinya,
"Saat kejadian itu,bapak sedang tidak bertugas,tiba-tiba saja anak bapak kecelakaan dan harus masuk rumah sakit,dan di hari itu juga saat bapak tidak menjaga komplek rumah ini,terjadilah perampokan yang menewaskan pak Agatha dan Bu Helena,namun anak-anak nya tidak di temukan entah kemana,Zack dan adik bayinya hilang tanpa ada kabar sampai saat ini"
Pak Mamat menceritakan kejadian yang menimpa keluarga Zack dulu.
(Apa,adik bayiku hilang?bukankah adikku juga jadi korban perampok itu)
Pikir Zack kaget mendengar penjelasan pak Mamat tentang adik bayinya,
"Maaf pak bisa kau jelaskan maksud bapak,bayi Bu Helena adiknya Zack menghilang?,bukankah adiknya juga tewas terbunuh bersama Bu Helena"
Perih rasanya Zack harus berucap seperti itu,hatinya terasa tersayat mengingat kejadian naas yang menimpa orangtuanya dua puluh tahun lalu,
"Awalnya kami mengira semua keluarga yang ada di rumah tewas,tapi ternyata polisi hanya menemukan jasad tuan dan nyonya bersama tukang kebun dan satu asisten rumah tangga nya nak,tapi ternyata saat polisi selidiki,mereka tidak menemukan anak-anak tuan Agatha,sampai saat ini pun tidak ada kabarnya"
Jelas pak Mamat teringat akan Zack dan adiknya,
"Sebenarnya bapak berharap mereka masih hidup,dan baik-baik saja dimana pun berada"
Harapan pak Mamat pada Zack dan adiknya,
Zack masih merasa tidak percaya bahwa adiknya ternyata hanya menghilang,tidak ikut tewas seperti yang di ceritakan Mr Antonio dulu saat dia masih kecil,
Zack juga berharap jika memang adiknya masih hidup,Zack ingin sekali bisa menemukannya,dan berkumpul bersamanya lagi,
__ADS_1
Bersambung