Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Laura pun tahu


__ADS_3

Laura yang ternyata sedari tadi tiba di rumah pak Adrian mendengar semua yang Zack ucapkan tentang dirinya,dia sangat terkejut mengetahui bahwa pria yang selalu bersamanya adalah Zack yang dia rindukan,Zack sahabat kecilnya,


Air mata Laura menetes haru menyadari jika memang Zack masih hidup dan benar-benar selamat,perasaannya campur aduk antara sedih dan senang,


Laura sedih mengapa dia harus membohonginya sebagai Jonas,namun dia juga sangat bahagia karena kerinduan akan sahabat kecilnya berbuahkan hasil,


"Zack...kau...ternyata kau masih hidup Zack"


Ucap Laura pelan sambil menutup mulutnya dan mulai menyeka air matanya,


Laura harus masuk terlebih dahulu karena dia pun juga harus memastikan keadaan pak Wiranto,


Pak Adrian pun menyadari kehadiran Laura di balik pintu,


"Laura kau sedang apa,masuklah"


Tanya pak Adrian,


Laura pun masuk dan coba menyembunyikan kesedihannya,


Seketika pak Adrian pun teringat akan cerita Laura dahulu tentang hubungan dirinya dengan keluarga Mr Agatha,


Karena pak Adrian masih sedikit ragu kepada Zack,akhirnya diapun menanyakan tentang Laura padanya,


"Oh ya Zack,jika memang benar kau adalah anak dari Mr Agatha,apa kau masih mengenal Laura?"


Tanya pak Adrian,


Zack sedikit bingung dengan pertanyaan pak Adrian mengapa dirinya menanyakan tentang Laura padanya,apa hubungannya dengan dia,


"Maksud pak Adrian,Laura?"


Jawab Zack,


Pak Adrian menerangkan pada Zack,jika memang benar dia anak dari Mr Agatha,siapa saja tetangga dan sahabat kecilnya dahulu saat dia masih tinggal di rumah ini,


Sontak Zack pun menyadari pertanyaan pak Adrian tentang Laura,namun Zack pun terkejut,apa benar Laura adalah sahabat kecilnya dahulu,sebab saat kecil Laura sangat feminim,jauh berbeda dengan tampilannya saat ini,yang sedikit tomboi,


"Jadi kau..."


Zack berdiri dan berjalan mendekati Laura,


"Kau Laura sahabat kecilku,anak dari Tante Mauren?,tapi kau sangat berbeda"


Jawab Zack masih tak percaya,begitupun Laura,

__ADS_1


Namun seketika ingatan masa lalu mereka beradu dalam bayangan dimana saat mereka sedang bermain bersama dan menyanyi bersama,mereka saling melindungi jika salah satu diantara mereka ada yang terluka,


"Ya Zack ini aku,Laura kecilmu"


Jawab Laura yakin setelah melihat bekas luka di leher Zack yang sudah lama,


Dengan spontan Laura pun memeluk Zack dihadapan semua,karena dia tidak bisa menahan kerinduannya akan sahabat kecilnya itu,


"Andai kamu tahu Zack,aku sangat merindukanmu,dan aku begitu sangat menghawatirkan mu,hampir setiap hari aku selalu berdoa kepada Tuhan akan keselamatan hidupmu Zack"


Peringati Laura begitu sangat berbeda dengan biasanya,


Laura yang biasa acuh dan terkesan cuek,tiba-tiba saja naluri kewanitaannya hidup dengan penuh cinta pada Zack,


Dan itu membuat semua yang melihat Laura merasa aneh dengan sikap Laura,


Zack pun membalas pelukan Laura,mereka beradu dalam pelukan kerinduan yang mendalam,tangis mereka pun pecah tatkala ingat akan kedua orangtua mereka masing-masing,


"Apa kabarmu Zack?"


Tanya Laura dalam pelukannya,


Zack pun melepas pelukannya,dia menyeka air mata Laura yang menetes membasahi pipi nya yang lembut,


"Aku baik-baik saja Laura,bagaimana keadaanmu,bagaimana juga kabar orangtuamu?"


Laura pun sedikit sedih,


"Satu hari mungkin tidak akan cukup untuk aku ceritakan tentang semuanya Zack,tapi yang terpenting sekarang,aku sudah bisa merasa tenang bisa bertemu denganmu Zack"


Jawab Laura


Dwiki dan Markus sedikit merasa cemburu akan kedekatan Laura dan Zack,


Markus pun menyadari mungkin foto kedua anak kecil yang dia temukan didalam lemari adalah foto Zack sahabatnya dan Laura wanita yang dia sayangi nya,


"Jadi itu artinya foto ini adalah kalian berdua"


Markus menunjukan foto yang dia simpan didalam dompetnya,


Zack dan Laura heran mengapa Markus mempunyai foto mereka saat kecil,


Markus pun menerangkan bahwa dirinya menemukan foto itu didalam lemari kamarnya,Laura pun tersenyum melihat foto dirinya berdua saat masih kecil bersama Zack,mereka berdua terlihat sangat lucu dan menggemaskan,


"Selama kau hilang,kau ada dimana Zack?"

__ADS_1


Laura bertanya pada Zack,


Zack pun menceritakan bahwa dirinya selama ini tinggal di Jerman bersama ibu angkat dan ayah angkat yang sudah dia anggap sebagai orangtua kandungnya sendiri,dan selama ini Zack sekolah militer bersama Markus dan Dwiki,itu sebabnya mereka bisa bersahabat,


Laura pun kini mulai paham mengapa saat itu dia sempat melihat Zack bersama Markus dalam satu mobil,rupanya mereka saling bersahabat,


Setelah Zack panjang lebar menceritakan tentang dirinya sesaat setelah perampokan itu terjadi,akhirnya pak Wiranto pun mulai bertanya,


"Lantas apa tujuanmu kembali kesini nak?,apa kau ingin membuka kasus kematian orangtuamu kembali?"


Zack pun menganggukkan kepalanya,


"Ya pak,saya ingin sekali memberi keadilan untuk kedua orangtuaku,setiap hari hatiku merasa sesak jika teringat akan kematian mereka yang tidak jelas siapa pelakunya"


Jelas Zack dengan keyakinan penuh,


Pak Adrian pun mengerti dengan keadaan dan keinginan Zack,namun dia belum menyadari bahwa Zack adalah sahabat Markus anak dari Mr Antonio,orang yang telah membunuh istrinya


Pak Adrian pun mengajak Zack untuk menawarkan dirinya membantu Zack,namun ternyata untuk saat ini Zack masih belum memerlukan banyak bantuan,dia ingin mencari lebih dalam dulu mengenai siapa mafia yang sedang bicara dengan pak William yang menyuruh kasus kematian Mr Agatha di tutup,karena dia sangat yakin bahwa dialah dalang pembunuhan keluarganya,


Namun sayang Zack tidak bisa mendapat informasi tersebut dari pak William,karena dia sudah tewas di acara penghargaan nya tadi siang,dan kabar itupun kini mulai viral di station tv dan ramai dibicarakan warga net,


Banyak sekali warga yang menyayangkan kematian pak William,karena dia mati begitu saja tanpa menerima hukuman atas kejahatannya terlebih dahulu,


Namun polisi pun tidak tinggal diam,mereka pun menggali apa sebab penembakan dan siapa yang telah menembak,


"Zack sepertinya kau akan kami mintai keterangan mengenai orang yang telah menembak pak William tadi siang,sebab kaulah satu-satunya saksi yang melihat orang itu menembak pak William"


Ucap Laura pada Zack,


Zack terdiam saat Laura menanyakan hal itu padanya,sebab dia sangat teringat akan tanda AX yang dia lihat disisi perut si penembak,Zack masih yakin bahwa tato itu milik Alex,meskipun pikirannya terus coba menolak,namun hatinya terasa yakin,


"Mmmh baiklah Laura,aku akan bersaksi"


Jawab Zack singkat,


Pak Adrian meminta pak Wiranto dan suster Amanda juga pak Roni untuk tinggal sementara di rumahnya guna keamanan bagi dirinya,karena pak Adrian sangat yakin akan ada kemungkinan jika si penembak juga mengincar nyawa pak Wiranto,


Pak Roni pun kini teringat akan Margareta anak tirinya dari adik pak William,


Dia pun coba menghubunginya namun tidak tersambung,


Kemudian pak Roni pun mulai berbicara pada pak Wiranto mengenai Sekar adiknya,istri pak Roni,


"Mas,sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu,ini mengenai Sekar dan Andi,"

__ADS_1


Ucap pak Roni pada pak Wiranto


__ADS_2