
Dengan segera pak Adrian menghubungi Intel rahasianya agar Markus segera pergi dari tempat itu,
Namun usahanya gagal,
Mr Antonio sudah menghampiri Markus pada saat pak Adrian menghubungi intel nya,
"Nak,"
Panggil Mr Antonio,menghampiri Markus yang saat itu sedang berdiri lega karena incarannya sudah berhasil dia ringkus,
Markus pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya,
Alangkah terkejutnya Markus melihat Mr Antonio memanggilnya,namun sesuai perintah pamannya dia tidak boleh menampakan wajah dan identitas dirinya pada siapapun,termasuk pada orang yang dia kenal sekalipun,
"Ya tuan,ada apa?"
Markus mencoba merasa tenang dan pura-pura tidak mengenali Mr Antonio,
"Kalung mu terjatuh saat berkelahi tadi"
Mr Antonio menyerahkan kalung berbentuk kotak kecil yang di bawa saat terjatuh dari leher Markus,
"Terimakasih tuan"
Markus berterimakasih pada Mr Antonio karena sudah menyelamatkan kalung kesayangannya,
"Sama-sama nak,oh ya pekerjaan mu sangat baik dan mulia,kau juga sangat hebat dalam mengalahkan semuanya,siapakah namamu nak?"
Mr Antonio coba memancing Markus agar memberi tahu siapa dirinya,dan membuka penutup mulutnya,
Markus pun merasa tidak apa-apa jika dirinya memperlihatkan kepada Mr Antonio siapa dirinya,
Namun saat Markus hendak membuka masker yang dia pakai,tiba-tiba saja,seorang Intel rahasianya menarik tangan Markus dan mengajak nya segera masuk ke dalam mobil menuju kantor polisi,
Markus tidak sempat berpamitan pada Mr Antonio diapun juga tidak sempat membuka maskernya,
Namun kejadian itu membuat Mr Antonio marah,karena dia gagal membuka siapa polisi yang ada di hadapannya,
Karena niat Mr Antonio,jika sampai dia mengetahui siapa polisi tersebut,maka dia akan langsung menghabisinya,
"Sialan,,aku gagal melihat siapa polisi itu".gerutu Mr Antonio larut dalam kemarahannya,dan kegagalannya,
("Tapi sepertinya aku merasa tidak asing dengan perawakan anak muda itu") pikir Mr Antonio,
...
__ADS_1
Pak Adrian merasa lega karena Markus tidak sempat membuka maskernya di hadapan Mr Antonio,sehingga Mr Antonio tidak mengetahui bahwa polisi yang dia incar bersama Jefri adalah Markus dan dirinya,
Markus pun masuk ke dalam mobil dengan segera pak Adrian pun langsung menancap gas melaju dengan kecepatan tinggi,karena dia merasa ada yang aneh dengan mobil yang berada di sampingnya,mereka seolah mengintai Markus,
Dan benar saja,saat mobil pak Adrian melaju,kedua mobil itu mengikuti mobil pak Adrian,pengejaran pun terjadi,mobil pak Adrian di hadang dua mobil asing,
"Markus tetap sembunyikan wajahmu,jangan sampai mereka mengetahui siapa dirimu"
Perintah pak Adrian pada Markus,
Dengan tenang pak Adrian terus melaju dengan cepat ,Markus pun coba merasa tenang,
Namun beberapa orang dari mobil itu ternyata menyerang mobil pak Adrian dengan beberapa tembakan,sontak Markus pun tak tinggal diam,dia coba kembali menyerang guna menyelamatkan diri,
Sementara pak Adrian tetap fokus dengan laju mobil nya dan mengabari agen lain untuk menyelamatkan dirinya dan Markus dari penyerangan yang menimpa mereka,
Dor
Dor
Dor,,,
Mereka saling menyerang,
Markus berhasil menembak satu mobil yang mengintainya sehingga mobil tersebut berhenti karena ban mobil nya pecah,
Mereka menghadang mobil tersebut,namun gagal,karena mereka nekad menabrak motor yang menghadangnya,
Merekapun tidak pantang menyerah,mereka terus berusaha menghentikan laju mobil tersebut dengan memperingati mereka menambahkan pistol sebagai peringatan,
Namun anak buah Jefri tidak menggubris,mereka terus melajukan mobilnya mengejar Markus dan pak Adrian,
Namun ternyata mereka gagal,akhirnya anak buah Jefri berhasil agen polisi lumpuhkan dengan menghadang mobil dan menembak mobil nya,
Merekapun mengalah karena kalah jumlah,
Anak buah Jefri pun berhasil di tangkap,
Pak Adrian dan Markus pun menghentikan laju mobilnya dan berbalik arah ke tempat polisi lain menangkap anak buah Jefri,
Markus pun keluar dari mobil dengan membuka topi dan maskernya menghampiri polisi lain yang menangkap anak buah Jefri,
Mr antonio yang sengaja melintas di jalan tersebut terkejut saat melihat pemuda berjaket merah ala basketball itu ternyata adalah Markus,sahabat Zack anaknya,
"Markus,astaga"
__ADS_1
Kemarahan Mr Antonio semakin memuncak karena dia mengetahui kalau yang menangkap sindikat Jefri dan mengancam bisnis nya adalah sahabat dari anaknya,
Markus yang dulu sempat menginap di rumahnya,
"Andai saja aku tahu jika keberadaan mu mengancam Bisnisku,sudah aku habisi kau di rumahku saat itu juga"
Mr Antonio terus menggerutu di dalam mobilnya,
Pak Adrian yang menyadari adanya Mr Antonio yang sudah mengetahui identitas Markus yang sebenarnya terkejut dan cemas,
Dengan pikiran yang matang pak Adrian langsung mengajaknya pulang dan bersiap untuk pergi dari negri yang sudah membesarkannya,
"Sekarang juga kau bersiap bawa semua yang harus kamu bawa,karena malam ini juga kita akan pergi ke Jakarta,"
Paman Adrian menyuruh Markus siap-siap untuk pergi,Markus pun bingung dengan tingkah pamannya yang terburu-buru dan terlihat kecemasan di wajahnya itu,
"Memangnya ada apa paman,kenapa kita terburu-buru?katakanlah,apa yang membuat paman cemas?"
Markus coba bertanya pada pamannya,
"Keadaanmu sekarang sudah terancam?"
"Apa hanya karena kejadian yang menyerang kita tadi,paman sekarang jadi mengkhawatirkan ku?,bukankah kita sudah biasa mendapat penyerangan dari anak buah Jefri?"
Pernyataan Markus memang ada benarnya,namun bukan karena alas itu yang membuat pamannya cemas,
"Bukan karena itu nak,ini lebih bahaya dari anak buah Jefri?"
"Apa itu paman?"
"Sudahlah,jika kau memang menyayangiku,turuti lah aku,segeralah siapkan semua barang penting mu,malam ini juga kita akan berangkat ke Jakarta,"
Markus pun tak kuasa melawan permintaan pamannya,karena bagaimanapun juga paman Adrian sudah seperti ayahnya sendiri,meskipun dirinya tahu kalau dia hanyalah seorang anak asuh yang di urus pak Adrian dari bayi sampai sekarang,
Kasih sayang Markus pada pak Adrian sama besar nya dengan anak-anak lain yang menyayangi orangtuanya,
Lantas pak Adrian pun tidak pernah menyembunyikan kebenaran tentang orangtuanya yang telah tiada,itu sebabnya dia memberi Markus sebuah kalung yang berisikan foto Ryan dan Mada saat masih muda,foto nya memang terlihat buram,karena pada saat itu kecanggihan kamera tidak secanggih zaman sekarang,jadi foto Ryan dan Mada yang ada di kalung Markus nampak blur,
...
Setelah mereka sudah bersiap,merekapun terlebih dahulu pergi ke pemerintahan untuk mengambil izin pemindahan tugas ke Jakarta,karena sebenarnya saat pertama pak Adrian mengetahui keberadaan Mr Antonio,dengan segera dia mengurus pemindahan tugasnya tanpa Markus ketahui,
Dan akhirnya merekapun mendapat izin tersebut,
Pak Adrian masih menjabat sebagai kepala polisi teladan,maka saat dirinya hendak akan pergi dari Belanda,kawan sejawatnya di kepolisian merasa sedih dan kehilangan dengan sosok pak Adrian yang teladan dan menjadi contoh bagi polisi yang lain,karena sikap nya yang bertanggung jawab dan berjiwa besar menjadi suri tauladan polis lain untuk mengikuti jejaknya,
__ADS_1
Begitupun dengan Markus,dengan berat hati dia harus meninggalkan negara yang telah membesarkannya,demi menuruti keinginan pamannya untuk pindah ke Jakarta,