
Pak Adrian dan Laura yang kala itu berniat akan membuka kembali kasus kematian Mr Agatha yang belum terungkap di sibukkan dengan jaringan narkoba baru bernama sindikat Gio,
Sindikat itu beroperasi menyasar para anak jalanan dan kaum selebritas,tak jarang banyak korban yang yang menjadi pecandu berat di dalam rehabilitasi,
Pak Adrian pun menyuruh Laura untuk mengintai jaringan itu,Laura pun menuruti perintah dari pak Adrian,Laura menyamar sebagai pengamen jalanan dan berbaur dengan anak jalanan lainnya mengamen kesana dan kemari,
Saat Laura coba melancarkan aksinya di sebuah lampu merah,tak sengaja Laura melihat Zack bersama Markus di dalam mobil,
"Bukannya itu Markus dan Jonas,apa mereka saling mengenal?"
Tanya Laura pada hatinya,sambil menutupi wajahnya dengan topi,Laura mengikuti kawannya mendekati mobil yang di tumpangi Markus dan Zack,
Mereka menyanyi di samping mobil mereka,Zack yang menyadari tingkah Laura yang menutupi dirinya terus memperhatikan Laura,
"Kenapa wanita itu seakan bersembunyi di balik topinya"
Zack melihat Laura dari atas sampai ke bawah,dan saat Zack melihat sepatu Laura,dia ingat betul bahwa sepatu itu milik Laura,karena dia pernah membantunya memasang tali sepatu Laura saat itu,
Dan saat Zack hendak membuka kaca mobil,tiba-tiba saja lampu hijau menyala,Laura berlari secepat mungkin karena dia menyadari Zack mulai mengenalinya,
Zack coba memanggilnya,
"Tunggu"
Teriak Zack pada Laura,namun dia menghiraukan panggilan Zack padanya,dia takut identitasnya akan terbongkar,
"Ada apa Zack?"
Tanya Markus,
Zack menepis dengan menjawab tidak penting,hanya saja aku seperti mengenal wanita tadi,
Jawab Zack,
Markus pun melakukan kembali mobilnya,di tengah perjalanan Markus sempat menanyakan kabar bibi Mada pada Zack,
Dan Zack merasa,ini bukan saat yang tepat untuk memberitahu kenyataan hidup Markus dan Mada padanya,Zack akan memilih waktu yang tepat untuk mengungkap kebenaran tentang dirinya nanti,karena yang lebih penting sekarang dirinya telah bersama Markus,
"Sudah beberapa Minggu ini aku belum menghubungi Mada,apa kau mau menelponnya"
Tanya Zack pada Markus,
Markus pun begitu antusias dengan penawaran Zack untuk menghubungi Mada,
Di dalam mobil Zack coba menghubunginya,namun tidak tersambung,beberapa kali dia coba menghubunginya namun masih tetap tidak tersambung,
"Mungkin jaringan nya sedang tidak bersahabat Zack,lain kali saja kita hubungi bibi Mada,aku memang rindu,tapi biarlah nanti kita bisa hubungi dia kembali kan"
Jawab Markus polos akan kerinduannya pada Mada,
(Andai kamu tahu Markus,dia adalah ibumu,kerinduan mu itu sungguh sangat mendasar,karena batin kalian sangat kuat)
Ucap hati Zack teringat akan mada,
Merekapun tiba di kosan Zack,disana Dwiki sudah menunggu mereka datang dan ingin tahu bagaimana perkembangan misinya itu,
__ADS_1
Zack menceritakan semua yang telah dia dengar dari pak Wiranto pada Dwiki dan Markus,mereka pun akhirnya paham siapa yang menjadi dalang dari semua kasus yang menimpa keluarga Zack dan pak Wiranto,
"Ya meskipun kita sudah tahu beberapa orang yang harus kita beri pelajaran,namun pak Wiranto sendiri belum mengetahui siapa nama dari si mafia kejam itu kawan"
Ucap Zack,
"Kamu tenang saja Zack,perlahan kita akan menyelesaikan misi ini bersama-sama"
Dwiki menepuk bahu Zack dengan hangat agar Zack semakin bersemangat mengusut kasusnya tersebut,
"Tapi kalau kita perhatikan dari tadi,sepertinya ada kawan kita yang sedang jatuh cinta nih Zack,lihatlah wajahnya,dari tadi senyum sendiri dia"
Ledek Markus pada Dwiki,yang sedari tadi memang terlihat seperti anak muda yang sedang kasmaran,
Dwiki pun tertawa dengan ledekan karibnya itu,dia menjawab,
"Tahu saja kau,kalau aku sedang bahagia karena sudah bertemu dengan bidadari berseragam polisi yang telah berhasil menembak hatiku,haha"
Jawab Dwiki membalas ledekan Markus,
Ketiga karib itupun akhirnya tertawa bicara kesana kemari membicarakan tentang gadis yang sedang di incar oleh Dwiki,namun Markus pun juga tak lupa menceritakan tentang gadis pujaannya yang juga ternyata seorang polisi yang bekerja satu regu dengan dirinya,
"Kenapa kita bisa sama-sama mencintai seorang polisi wanita ya,"
Tanya Dwiki,
Zack yang mendengar hanya berkata bahwa
"Jangan-jangan wanita yang kalian cintai adalah wanita yang sama,berhati-hatilah,hehe "
Laura,
Zack pun teringat pada pengamen wanita yang dia temui tadi di pinggir jalan,diapun teringat dan yakin bahwa sepatu yang pengamen kenakan itu sama persis dengan milik Laura,
"Tapi tidak mungkin jika itu Laura,untuk apa dia melakukan hal seperti itu,tapi mengapa wanita tadi seperti terburu-buru ketika aku panggil"
Pikir Zack,
...
"Zack...Zack...
Kau sedang memikirkan apa"
Tanya Markus membangunkan Zack pada ingatan akan Laura,
"Hah,,,kau,,tidak aku hanya sedang memikirkan alamat pemakaman istri pak Wiranto,karena di sanalah pak Wiranto menyembunyikan bukti kebusukan
Pak William dan semua yang terlibat dalam kejahatan pada dirinya"
Jawab Zack,berhasil mengalihkan perhatian Markus pada Laura,
Markus menawarkan dirinya untuk mengantarkan Zack ke pemakaman istri pak Wiranto,namun Zack menolak dan ingin dia sendiri yang kesana,Zack kasihan melihat kawan-kawan nya yang terlihat sudah kelelahan,
"Baiklah kalau begitu kami pamit ya Zack,jika butuh apa-apa hubungi saja aku"
__ADS_1
Zack pun mengacungi jempolnya pada mereka,
...
Di lain tempat Laura juga teringat akan Zack yang dia tahu sebagai Jonas,Laura masih penasaran mengapa dia bisa kenal dengan Markus,
Dan saat Laura hendak istirahat di sebuah gang kecil,dia melihat ada dua laki-laki berjalan sempoyongan ke arah dirinya,
Sepertinya mereka memang sedang mengkonsumsi obat terlarang dan juga alkohol,
"Hai gadis"
Dua pria itu coba menggoda Laura yang sedang duduk,
Laura menepis godaannya dengan coba menghindar dari pria tersebut,
Dan tiba-tiba saja muncul seorang pria yang coba menolong Laura,
"Pergi kalian,jangan ganggu wanita itu"
Buk..
Pria itu menghajar kedua laki-laki yang coba menggoda Laura,
Hingga akhirnya kedua pria itu lari meninggalkan Laura,
"Kau tidak apa-apa?"
Tanya pria yang menyelamatkan nya,
"Tidak,terimakasih atas bantuannya"
Jawab Laura sedikit menunduk coba menyembunyikan wajahnya,
"Sebenarnya kamu sedang apa disini,tempat ini sangat bahaya untuk gadis seperti kamu,oh ya namaku Alex"
Ucap pria yang bernama Alex,
Ya Alex anak buah Mr Antonio yang kini sedang menjalankan operasinya di Jakarta,
Laura tidak menyadari bahwa pria yang telah menyelamatkannya adalah sindikat yang sedang dia buru kali ini dengan pak Adrian,
"Laura,aku hanya sedikit lelah dan beristirahat saja disini,sekarang aku pun akan pulang"
Jawab Laura,
Alex menawarkan diri untuk mengantar Laura pulang,namun Laura menolak,dia tidak ingin merepotkan orang lain,terlebih orang yang baru dia kenal,
Alex pun tidak memaksa saat Laura menolak tawarannya,dia pun pamit pergi meninggalkan Laura dan berpesan agar Laura berhati-hati pulang sendiri,
"Baiklah,sekali lagi terimakasih Alex"
Senyum Laura sedikit terlihat oleh Alex,dan itu membuatnya suka,
Laura pun mulai berjalan menuju tempat persembunyiannya di sebuah warung makan kepercayaan pak Adrian,yang sama-sama bertugas untuk membantunya dalam mencari sindikat Gio,
__ADS_1
Bersambung ....