Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Dalang pembunuhan bu tyas


__ADS_3

Paginya,seperti biasa Katrina masuk kampus,dengan di antar pak Roni,


Katrina pun tiba di kampus dan turun dari mobilnya,


"Kamu jaga diri baik-baik ya nak,nanti biar om jemput kamu lagi kesini"


Pesan pak Roni pada Katrina,


Pak Roni pun kembali menyalakan mobilnya dan berlalu meninggalkan Katrina,


Namun saat melihat kaca spion mobilnya,terlihat seseorang membuat Katrina pingsan dan membawanya,sontak pak Roni pun memutar kembali ke arah Katrina di culik,pak Roni coba mengejar mobil yang menculik Katrina,


Mobil itupun berhenti di sebuah gedung kosong dekat perlintasan kereta api,dia mengikat Katrina dan coba melecehkannya,dengan spontan pak Roni pun coba menolong Katrina dengan melawan 4 pria yang menculik sepupunya itu,


Pak Roni terus melawan mereka meski perlawanannya tidak sebanding dengan jumlah mereka yang lebih dari satu,


Katrina pun tersadar dan coba melepas ikatan di tangannya,saat ikatan berhasil terlepas,dia coba lari untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan,


Namun karena mereka sudah menyeting semuanya,tempat itu sangat jauh dari kerumunan warga,tak ada satupun orang yang lalu lalang disana,sehingga suara teriakan minta tolong dari bibir Katrina pun tidak ada yang mendengar,


Katrina terus berlari menyelamatkan dirinya dengan di kejar beberapa anak buah pak William,


Namun naas saat Katrina berlari mendekati perlintasan kereta api tanpa palang pintu,Tiba-tiba saja tubuhnya tersambar kereta api yang melaju cepat bagai kilat,


Tubuh Katrina terlempar beberapa meter hingga tubuhnya remuk dan rusak,


Pak Roni yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri menangis histeris melihat sepupunya terlempar dan tergeletak bersimbah darah sudah tak bernyawa,


"Katrina"


Teriak pak Roni sambil berlari menuju perlintasan,


Langkah pak Roni seakan terasa berat untuk di langkahkan,air matanya tak henti mengalir di pipinya,bahkan suaranya pun nyaris putus karena memanggil Katrina yang terlempar,berharap semuanya hanya mimpi,namun ternyata pak Roni harus menerima kenyataan bahwa semua yang dia lihat adalah nyata,bukan mimpi atau khayalan,


"Tidak,bangunlah anakku,bangun Katrina,bangun"


Pak Roni memeluk tubuh Katrina yang bersimbah darah,pak Roni sangat syok melihat kenyataan hidup yang sedang dia alami saat ini,


Dia menangis sejadinya,


"Tidak...."


Teriak pak Roni,


Anak buah pak William pun datang untuk menangkap pak Roni,dan mencoba melepaskan pelukannya dari jasad Katrina yang masih bersimbah darah,


Pak Roni di seret dan di bawa masuk ke dalam gedung tadi dan kemudian dia di ikat erat pada sebuah tiang,

__ADS_1


Kemudian datanglah sosok pria bertubuh tegap dan berotot,dia memberi pilihan pada pak Roni,untuk tutup mulut atau nyawa istri dan anaknya yang menjadi taruhannya,


"Dasar licik,ternyata kau"


Pak Roni meludahi pria itu dengan penuh kebencian di matanya,


Sosok yang Katrina ceritakan padanya,otak di balik meninggalnya Bu Tyas, pak William,


Namun dia datang bersama adik kesayangannya yang ternyata wanita yang selama ini mengincar pak Roni,dia jatuh hati padanya dan menginginkan pak Roni menjadi suaminya,


Pak Roni di beri pilihan kembali oleh pak William untuk menikahi adiknya atau anak dan istrinya akan tiada,


Pak William menunjukkan Vidio dimana Bu Sekar dan Andi sedang anak buahnya intai untuk mereka habisi,


Dan dalam hitungan 10 detik,jika pak Roni tidak menyetujui pilihannya maka peluru yang sudah siap menembus jantung istri dan anaknya akan segera meluncur,


"Baiklah,,,baiklah aku terima persyaratan mu,tapi lepaskan mereka,biarkan mereka hidup"


Dengan terpaksa pak Roni menyetujui permintaan pak William untuk menikahi Calista adik nya,


Pak Roni pun di lepaskan dan di bawa bersama pak William menuju rumahnya,dan saat itu pula,terjadilah pernikahan terpaksa pak Roni dan Calista,adik perempuan pak William yang seorang janda beranak satu,Margaretha,


Setelah 3 hari tidak pulang menemui istri dan anaknya,pak Roni memberanikan diri lari dari kediaman Calista dengan sembunyi-sembunyi,sampai dia tiba di rumah pak Wiranto,keadaan sudah sepi tidak ada satu orangpun disana,


Pak Roni pun coba menghubungi Bu Sekar namun tidak tersambung,dia teringat akan tempat dimana Bu Sekar akan merasa aman,yaitu di panti asuhan Bu Marissa,


Dengan cepat dan perasaan yang gelisah karena takut di buntuti anak buah pak William,pak Roni langsung masuk dan menghampiri istrinya,


"Sekar"


Panggil pak Roni,


Bu Sekar yang kala itu bersama Andi sedang bermain,melihat ke arah pak Roni dengan penuh senyum bahagia seakan rindu nya akan tercurah saat itu juga,


Pak Roni pun memeluk Andi dan Bu Sekar,


"Maafkan ayah nak,ayah baru bisa menemui kalian,apa kalian baik-baik saja?"


Tanya pak Roni,


"Nak,kamu bermain sebentar ya,ibu ingin bicara sebentar dengan ayahmu"


Bu Sekar menyuruh Andi agar meninggalkan nya berdua bersama ayahnya,


Bu Sekar ingin bertanya pada pak Roni,kemana selama ini dia pergi,


Pak Roni menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan Katrina,

__ADS_1


Bu Sekar syok mendengar kabar duka dari Katrina,karena selama ini dia mengira Katrina sedang pergi ke luar kota bersama kawan kampusnya,


Bu Sekar juga sebelumnya sudah mencurigai ada yang tidak beres,hanya saja dia berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri,


Pak Roni pun Bercerita bahwa dalang dari semua ini adalah pak william,dia ingin menjatuhkan dan menghancurkan kakaknya pak Wiranto,pak Roni dan Bu Sekar Berencana untuk menemui pak Wiranto dan memberitahu semuanya sebelum terlambat,


Dengan segera mereka bertiga pun bergegas menuju kantor polisi tempat dimana pak Wiranto di tahan,disana pak Wiranto di jaga ketat sehingga tidak sembarang orang bisa masuk menemuinya,


"Kak"


Bu Sekar memeluk kakaknya melepas rindu,


Namun pak Wiranto terlihat diam dengan tatapan matanya yang kosong tak berjiwa,


"Kak,apa kakak baik-baik saja"


Tanya Bu Sekar pada pak Wiranto,


Mungkin dia syok atas apa yang telah terjadi pada Bu Tyas dan dirinya sekarang,itu sebabnya pak Wiranto nampak depresi,


Dan sebelum Bu Sekar berhasil menceritakan semuanya pada pak Wiranto tentang Bu Tyas dan Katrina,


Tiba-tiba saja tubuh pak Wiranto terkulai jatuh dalam pelukan adiknya Bu Sekar,dan terdengar suara bisik keluar dari mulut pak Wiranto,


"Selamatkan dirimu dan anakmu,cepat pergilah dari sini sekarang juga,jangan hiraukan kakak"


Suara bisikan yang lemah dan terasa berat keluar dari mulut pak Wiranto saat itu,


"Tetaplah bersikap tenang dan segeralah pergi dari sini"


Perintah pak Wiranto,


Sebagai adik dari perwira,tentunya Bu sekar mengerti dengan perintah kakaknya itu,namun dia merasa tidak tega meninggalkan kakaknya dalam keadaan yang seperti itu,


Batinnya beradu dengan pikirannya akan keselamatan dirinya dan keluarganya yang menunggu di luar,hingga akhirnya Bu Sekar memutuskan untuk menuruti perintah kakaknya untuk segera pergi meninggalkan pak wiranto,


Bu Sekar pun keluar dan minta pertolongan dokter tahanan untuk memeriksa kakaknya yang pingsan,


Pak Roni bertanya apa yang terjadi pada pak Wiranto namun Bu Sekar menyuruh pak Roni untuk segera pergi dari sini,karena seseorang sedang mengintai mereka,


"Ayo mas,kita harus segera pergi jauh dari sini"


Bu Sekar menarik pak Roni dan Andi untuk cepat masuk kedalam mobil,


Namun sayang,jejak mereka sudah di ketahui dari sejak awal oleh mata-mata pak William yang tersebar di semua penjuru,hingga akhirnya kecelakaan pun terjadi pada mobil yang di tumpangi mereka,


Rem Mobil pak Roni tak bisa di kendalikan hingga mereka menabrak sebuah tiang pembatas jalan yang mengakibatkan keadaan Andi dan Bu Sekar kritis,

__ADS_1


Andi di diagnosa mengalami gagal ginjal karena benturan di perutnya yang sangat hebat,sementara Bu Sekar mangalami pendarahan karena luka di tubuh dan kepalanya,sedangkan pak Roni hanya mengalami luka biasa saja,


__ADS_2