Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Pertemuan yang tidak di sengaja


__ADS_3

Pak Wiranto nampak tenang saat Zack mengusap tangannya,


Zack mengambil botol obat pak Wiranto,dia membuang semua isi nya dan menggantinya dengan obat yang di bawa Zack dari dokter kawan Dwiki,


"Pak,kamu tenang saja,saya sudah mengganti obat palsu bapak agar pita suara bapak perlahan pulih dan bisa bicara kembali, dan ini adalah vitamin syaraf untuk bapak"


Zack menjelaskan pada pak Wiranto bahwa selama ini dia mengkonsumsi obat yang sangat berbahaya agar pita suaranya rusak dan syaraf tubuh di otak dan tubuhnya juga tidak baik, yang padahal pak Wiranto memang sudah mengetahui itu semua sejak lama,namun dia tidak berdaya,


Pak Wiranto nampak melihat Zack dengan seksama,dalam hatinya dia bicara siapakah Pria yang mau menolong dan membelanya dengan begitu ikhlas seperti pemuda yang ada di hadapannya,


Dia begitu sangat memuji kebaikan Zack padanya,padahal mereka samasekali tidak saling mengenal,pikir pak Wiranto,


Tak lupa Zack menyimpan sebuah ponsel di bawah kasur untuk pak Wiranto gunakan,


Senyum pak Wiranto mulai kembali menghiasai wajahnya yang selama ini pucat dan muram akan ketidakberdayaan dirinya,


Dalam hati pak Wiranto banyak bersyukur pada Tuhan karena telah mengirim Zack untuknya,


Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki menuju kamar pak Wiranto,Zack segera bersembunyi di balik tirai,


Pintu kamar pun terbuka,


"Mau sampai kapan kau membiarkan aku bersama pria setengah mati itu mas,aku sudah bosan loh berpura-pura jadi susternya"


Ucap suster Amanda pada pria yang bersamanya,


"Kamu tenang saja,belum saatnya aku menghabisi dia,aku masih membutuhkan dia"


Jawab pria itu dengan penuh kesombongan,


Suster Amanda yang saat itu hanya memakai gaun malam yang tipis dan nyaris telanjang mendekati pak Wiranto dan mencibirnya,


"Kau ini merepotkan saja,kenapa tidak mati saja sih"


Ucapnya penuh kebencian,


Pak Wiranto hanya terdiam tak memperdulikan apa yang Amanda katakan padanya,


"Ayo sayang aku masih ingin"


Amanda menarik lengan pak William dengan mesra di hadapan pak Wiranto,bahkan dia tak malu mencium bibir pak William di hadapan Nya,


Mungkin mereka memang sedikit gila,pikir pak Wiranto tak memperdulikan mereka,


Amanda dan pak William pun keluar dari kamarnya,Zack yang melihat semuanya pun jijik mengingat semua yang terjadi di hadapannya,


"Gila mungkin dia ya"


Ucap Zack membenci semua yang dia lihat,


Dan sebelum keberadaan Zack di ketahui dengan segera dia berpamitan kepada pak Wiranto untuk kembali,

__ADS_1


"Saya pamit pergi dulu ya pak,bapak tenang saja,aku akan ada di setiap bapak butuhkan,saya selalu memantau bapak"


Zack keluar rumah melalui jendela kamar atas pak Wiranto,disana Dwiki sudah setia menunggunya,


Zack dan Dwiki pun kembali melajukan mobilnya,sepanjang jalan mereka menyusun rencana untuk menyelamatkan pak Wiranto,


Mereka pun berhenti di sebuah rumah makan karena Dwiki merasa lapar,


"Kita berhenti disini sebentar ya Zack"


Ucap Dwiki pada Zack sambil berlalu meninggalkannya di dalam mobil,


"Kebiasaan dia,kalau sudah lapar lupa kalau teman nya masih ada di dalam"


Zack tersenyum melihat tingkah Dwiki yang tidak berubah,


Zack pun keluar dari dalam mobil Dwiki,dengan santai dia berjalan menyusulnya,


"Bruk"


Seseorang menabrak Zack tanpa sengaja,


"Maafkan aku"


Suara itu tidak asing di telinga Zack,dia merasa kenal dengan suara yang ada di hadapannya,


Angin berhembus pelan menusuk tubuh,mengalunkan musik atas gesekan satu daun ke daun yang lainnya tatkala Zack melihat seseorang yang ada di hadapannya,


Dan seolah tak percaya Zack tak mengedipkan matanya sedikitpun karena dia takut bahwa ini hanya mimpi,


Tubuh Zack seketika memeluk Markus yang saat itu masih tertunduk tak melihat ke arah Zack,


Markus yang menyadari kini tubuhnya telah ada yang memeluk,coba melepaskan dan melihat siapa orang yang telah memeluknya erat,


"Zack,,kau,,,disini"


Ucap Markus yang juga terkejut tak kuasa menahan rindu kepada Zack setelah sekian lama tidak berjumpa,


Mereka saling merangkul satu sama lain,tak peduli dengan lalu lalang orang yang sedang berjalan melewati dan melihat mereka,


Zack begitu bahagia bisa bertemu dengan Markus,karena itu artinya Zack berhasil menemukan saudara sepupunya anak nya Mada,


Nampak setitik air mata di ujung sela mata Zack,


"Zack kau menangis"


Ucap Markus masih merangkul sahabatnya itu,


"Aku hanya bersyukur bisa bertemu denganmu,saudaraku"


Jawab Zack memanggil Markus saudara,namun Markus tidak menyadari bahwa panggilan saudara yang di ucapkan Zack adalah kenyataan hidupnya bahwa mereka memang bersaudara,

__ADS_1


Zack dan Markus pun saling berbagi kabar satu sama lain,mereka saling melepas kerinduan dengan bicara kesana kemari,hingga Dwiki pun datang untuk menyusul Zack karena masih belum menyusulnya masuk ke dalam rumah makan,


"Zack kau lama sekali,kau sedang apa?"


Tanya Dwiki melihat Zack sedang berdua dengan pria yang tidak asing juga baginya,


Saat Zack dan Markus membalikkan badan mereka ke arah Dwiki,seketika Dwiki pun terkejut bahagia,


"Kau,,,aku tidak percaya ini"


Ucap Dwiki tak percaya bahwa kini di hadapannya Berdiri sahabat karibnya Markus,


"Markus, hai,benar kah ini kau?"


Dwiki seolah tidak percaya bisa bertemu dengan Markus di Jakarta,


Mereka bertiga saling bertukar cerita dengan gembira,


"Agar lebih nyaman kita bicara di dalam yuk,biar perut ku tidak ikut berisik"


Canda Dwiki mengajak Zack dan Markus masuk ke rumah makan,


Zack dan Dwiki pun hanya tersenyum dengan tingkah Dwiki yang masih belum berubah dari dulu dalam soal makanan,


(Sebentar lagi aku akan membuat senyum Mada kembali )


Harap Zack dalam hati,


Di dalam banyak sekali pertanyaan dari Dwiki dan Zack pada Markus,begitupun dengan Markus dia heran mengapa Zack bisa ada di Jakarta bersama Dwiki,


Zack menceritakan semua yang sudah dia lakukan untuk mencari Markus padanya,mulai dari dia pergi ke Belanda hingga menyusul ke Jakarta,semua Zack lakukan untuk mencari Markus,


Lantas Markus pun bertanya mengapa Zack sampai mencari dan menyusulnya sampai ke Jakarta,


Zack hanya menjawab bahwa dirinya sangat rindu dengannya,apalagi Mada,dia selalu menanyakan tentangmu dan Dimana dirimu,dia sangat ingin bertemu denganmu,


Markus pun ternyata juga sama,dia sangat ingin bertemu dengan Mada dan merindukannya,


Markus bertanya pada Zack mengapa dia bisa bersama Dwiki,Zack pun tertunduk dan mulai menceritakan semua tentang misi pembalasan pada si pembunuh orangtuanya pada Markus,


"Aku hanya ingin keadilan untuk orangtua dan adikku Markus"


Jawab Zack,


Tentunya dengan dukungan sepenuhnya Markus menyetujui misi Zack ini,dia pun menawarkan diri untuk bisa membantunya,


"Apa kira-kira yang bisa aku bantu Zack,aku ingin sekali membantumu"


Tawaran Markus pada Zack,


Dwiki pun coba merencanakan semuanya kembali dengan penambahan bantuan dari Markus,mungkin semua akan terasa mudah,dan dapat terselesaikan,

__ADS_1


Dwiki pun menceritakan tentang Zack yang berpura-pura menjadi mahasiswa di sebuah universitas swasta di daerah ibukota Jakarta ini guna menutupi jati dirinya,sama halnya dengan Dwiki,dia pun selalu menutupi jati dirinya sebagai seorang militer dari hal layak luar.


Bersambung


__ADS_2