
"katakanlah mas,katakan yang sejujurnya pada Markus,dia berhak mengetahui semua kebenarannya"
Timpal Mada pada pak Adrian,berharap dirinya akan mengakui semuanya,
Mada menangis memohon pada pak Adrian untuk menceritakan semuanya pada Markus,dia terus mendesak pak Adrian,
Hingga Mada pun meminta pak Adrian untuk bersumpah atas nama Mira jika dia saat ini sedang berbohong,
"Bersumpah lah padaku atas nama Mira,kau sedang berbohong untuk saat ini"
Ucap Mada,
Mendengar nama Mira pak Adrian terkejut dan mulai luluh,dia sangat teringat akan mendiang istrinya yang menitipkan bayi Markus untuk dia rawat bersamanya,
Walau di akhir nafasnya,pak Adrian sangat melihat jelas betapa Mira sangat menyayangi Markus,hingga dia relakan nyawanya demi bayi orang lain itu,
Markus yang melihat pak Adrian tertunduk dan sedikit menyeka air matanya semakin yakin bahwa semua yang dikatakan Mada dan Zack adalah benar,
Dengan segenap nafasnya,Markus berteriak menyuruh semua diam,
"Diam...
Cepat katakan yang sebenarnya ayah,apa semua yang dikatakan bibi Mada benar,katakanlah ayah,aku mohon"
Ucap Markus tertunduk sujud di kaki pak Adrian,
Dengan reflek,Mada langsung memeluk bahu Markus dan memintanya untuk bangun dan berdiri,
"Bangunlah nak,jangan lakukan ini,bangunlah"
Mada berusaha membangunkan Markus,namun dia tidak mau,
Begitupun dengan pak Adrian,dia juga menyuruh Markus untuk bangkit,
"Bangunlah nak,kau tidak seharusnya seperti ini,bangunlah"
Ucap pak Adrian pada Markus dengan meraih bahu nya,
Markus pun bangkit dan dengan segera pak Adrian memeluknya dan meminta maaf pada Markus,
"Maafkan ayah nak,"
Ucap pelan pak Adrian tepat di samping telinga Markus,
"Maaf untuk apa ayah?"
Tanya balik Markus,
Pak Adrian meminta maaf pada Markus karena telah menyembunyikan rahasia tentang ibunya selama ini,Markus begitu terkejut dengan pengakuan pak Adrian,
Hingga berulang kali Markus merasa bahwa semua ini pasti hanya mimpi,
"Tidak mungkin,kau pasti berbohong,tidak mungkin ...tidak"
Teriak Markus,
Zack merangkul Markus dan coba menenangkan nya,
"Tenanglah saudaraku,kau jangan bersikap seperti ini,terimalah kenyataan ini,kau bukan hanya sahabatku,tapi kau juga saudaraku,peluk lah ibumu,dia begitu sangat merindukanmu,selama bertahun-tahun,setiap detiknya batin ibumu begitu sakit karena kerinduannya pada dirimu"
Ucap Zack
__ADS_1
Markus hanya menangis sedih mendengar semua perkataan Zack,
"Jadi kau memang benar ibuku ibu Mada"
Ucap Markus mendekati dan memeluk Mada,
Markus memeluk Mada dengan erat,tak henti dia meminta maaf karena sempat berlaku kasar sebelumnya,
"Maafkan aku ibu...maafkan aku,ampunilah aku karena telah berbuat kasar padamu"
Ucap Markus menangis dalam pelukan Mada,
Mada pun larut dalam pelukan anak yang selama ini dia rindukan,
Pak Adrian pun mengalah,dia tidak bisa terus menyembunyikan kebenaran ini pada Markus,namun dia tidak bisa menceritakan semua yang terjadi padanya sejak kecil,sehingga dia bisa bersama dirinya sampai saat ini,
Dan benar saja,ternyata Markus menanyakan hal itu,
"Tapi kenapa aku bisa bersama ayah Adrian Bu"
Tanya Markus pada Mada,
"Ceritanya sangat panjang nak,nanti akan ibu ceritakan semua padamu nak,yang terpenting sekarang,semua kebenaran ini sudah terungkap,maafkan ibu nak,ibu mengira kau sudah tiada"
Mada masih menangis dalam pelukan Markus,
"Ayah tunggu kalian semua di rumah"
Ucap pak Adrian berlalu meninggalkan mereka,
Laura coba menyusul pak Adrian,
"Tunggu sebentar pak,saya ikut dengan anda"
Zack pun mengerti,
Laura khawatir kesedihan yang dirasakan pak Adrian akan membuatnya kehilangan kestabilan dalam mengemudi,dengan sigap Laura masuk kedalam mobilnya dan langsung duduk di kursi pengemudi,
"Biar saya yang bawa pak,bapak duduk saja,saya mengerti dengan kondisi bapak saat ini,dan kondisi bapak saat ini sangat tidak memungkinkan untuk bapak menyetir,biarkan saya yang mengemudi"
Ucap Laura,
Pak Adrian tidak menjawab semua ucapan Laura,dia hanya menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil,
Sepanjang jalan pak Adrian diam termenung,entah apa yang membuatnya seperti itu,dan situasi itu sangat tidak disukai Laura,sehingga dia coba berbicara pada pak Adrian,
"Apa ada yang bisa Laura bantu pak"
Tanya Laura berharap pak Adrian tidak kembali termenung,
"Tidak apa-apa nak,saya hanya teringat mendiang istri saya"
Jawab pak Adrian,
"Mendiang,loh bukannya Markus anaknya bibi Mada,saya kira itu artinya bapak dengan bibi Mada adalah suami istri"
Ucap Laura polos dengan pengetahuan yang dia lihat tadi,
"Bukan begitu nak,entahlah harus darimana bapak ceritakan semuanya,mungkin bapak juga harus menguatkan hati ini untuk menceritakan semua pada Markus"
Jawab pak Adrian sedikit tenang,
__ADS_1
Sepanjang jalan Laura pun terus coba mengalihkan jiwa pak Adrian yang masih sedih dengan semua obrolan yang tidak membuatnya teringat akan kejadian tadi,
Namun meskipun Laura nampak berhasil membuat pak Adrian teralih,pikiran pak Adrian masih tertuju pada Markus dan Mada,
...
Sementara di cafe Zack dan Markus masih bersama Mada,
Zack menyuruh Mada untuk ikut dengannya, namun dia menolak,
"Mada tidak bisa ikut dengan kalian nak,kau tahu sendiri bagaimana ayahmu,jika seandainya dia tahu bahwa kau sedang berada disini,Mada tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya ayahmu"
Ucap Mada.
Zack pun tertunduk dan memang benar apa yang dikatakan oleh Mada,
Dan rupanya semua kejadian yang terjadi antara Mada,Markus,Zack dan pak Adrian diketahui oleh Alex yang saat itu dirinya juga berada di cafe tersebut,
Betapa terkejutnya Alex melihat kebenaran yang terjadi pada keluarga majikannya itu,
Alex tidak menyangka jika agen polisi yang selama ini sedang mengintainya adalah anak dari Mada,
"Apa semua ini,rasanya aku tidak bisa mempercayai semua ini,apa yang harus aku lakukan,haruskah aku ceritakan semua ini pada Mr Antonio"
Alex gelisah dengan keputusannya,
Di satu sisi Alex juga begitu menyayangi Mada karena kebaikannya padanya,dia juga sudah menganggap Mada sebagai ibunya sendiri,
Namun rasa kesetiannya pada Mr Antonio juga membuat hatinya merasa semakin bimbang,
Markus bertanya pada Mada perihal ayah kandungnya,
"Lalu dimana ayah Bu?"
Tanya Markus,
Zack menyuruh Mada dan Markus untuk duduk sejenak,
Dengan memesan segelas minuman dingin untuk mereka,Zack berharap Mada dan markus akan merasa sedikit tenang,
"Entah darimana ibu harus menceritakan semuanya nak,ibu bingung,"
Mada kembali menunduk teringat akan mendiang suaminya Ryan,
Dengan tenang Markus memegang tangan Mada,dan menyuruhnya untuk tenang da cerita secara perlahan,
"Tenanglah ibu,ceritakan lah jika kau berkenan,namun jika seandainya kau merasa sakit jika menceritakan ini,sudahlah aku tidak akan memaksa"
Ucap Markus,
Akhirnya Mada menceritakan semua pada Markus tentang kematian suaminya akibat kecelakaan saat diserang oleh anak buah si mafia,
Diapun juga bercerita tentang hubungannya dengan pak Adrian dan Mira istrinya,
Markus menangis mendengar semua cerita masa lalu ibu dan ayahnya,dia juga kasihan dengan pak Adrian,
"Jadi selama ini ayah Adrian memang benar sangat menyayangiku,hingga karena cintanya pada istrinya,dia rela membesarkan ku walaupun aku bukan darah dagingnya,lalu siapa mafia yang telah menyebabkan ayah meninggal Bu,bicaralah"
Markus marah hingga menggebrak meja,dan membuat semua tamu yang datang di cafe tersebut terkejut,begitupun dengan Alex,diapun juga ikut terkejut,
"Tenanglah Markus"
__ADS_1
Zack coba menenangkan,
"Tapi Zack,ini tidak bisa dibenarkan"