Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Peran Markus


__ADS_3

Zack langsung membuka layar yang terhubung dengan kamera di kamar pak Wiranto,dan benar saja,pak Wiranto yang saat itu tangannya sudah mulai sedikit digerakkan coba memberi tanda pada Zack agar menyelamatkan nya,


Zack melihat pak Wiranto sedang dipaksa meminum obat baru yang dibawa suster Amanda padanya,karena obat yang sudah Zack tukar sebelumnya sudah habis,


Suster Amanda heran mengapa pak Wiranto kali ini susah disuruh minum obat,tidak seperti biasanya,pak Wiranto selalu mudah untuk minum obat,dan ternyata berkat obat yang Zack tukar untuknya perlahan pita suara nya juga mulai kembali pulih meskipun belum sepenuhnya sembuh total,


Dengan segera Zack mencari ide untuk membuat suster Amanda menghentikan memaksa pak Wiranto untuk makan obat tersebut,


Zack coba menghubungi Markus yang ternyata dia sedang berada dekat di daerah rumah pak Wiranto,


Markus berpura-pura datang ke rumah pak Wiranto sebagai kurir untuk mengelabui suster Amanda,


Sedangkan Zack sigap mencari kesempatan untuk masuk kedalam kamar pak Wiranto untuk menukarkan kembali obat yang harus diminum,


Ting tong…


Suara bel rumah pun berbunyi,,suster amanda yang saat itu sedang memaksa pak Wiranto pun segera menghentikan paksaan nya karena kaget dengan suara bel pintu,


"He Eh siapa sih,mengganggu saja"


Ujar suster Amanda menggerutu kesal,dan berlalu meninggalkan pak Wiranto dengan sebuah ancaman,


"Awas saja jika kau tidak mau minum obat ini,akan aku laporkan pada tuan,biar habis saja kau di lenyapkan"


Ucap suster Amanda sebelum pergi keluar kamar pak Wiranto,


Dia pun membuka pintu dan coba melihat siapa yang datang,


Zack sebelumnya menceritakan tentang suster Amanda pada Markus,bahwa dia wanita simpanan pak William sosok yang menahan dan menyiksa pak Wiranto,


Markus ingin memberikan pelajaran pada suster Amanda dengan mengerjainya terlebih dahulu,


Pintu pun dibuka, Markus yang sudah berseragam layaknya seorang kurir sudah siap di depan pintu dengan barang bawaannya untuk suster Amanda,


Zack pun menyelusup masuk kedalam rumah tanpa sepengetahuan suster Amanda,dan langsung menuju kamar pak Wiranto,


Disana pak Wiranto sedang duduk di kursi rodanya,dia terlihat nampak sedih,namun saat dia melihat kedatangan Zack,pancaran matanya mulai bersinar seakan dia sangat bahagia dengan kedatangan Zack,


Dia berekspresi layaknya seorang anak kecil yang bahagia melihat kedatangan orang tuanya,


Sama persis dengan pak Wiranto sekarang,

__ADS_1


Zack langsung merangkul pak Wiranto yang pada saat itu memang ingin memeluknya,Zack sangat terkejut karena pak Wiranto bisa membalas pelukannya,


"Ya Tuhan,tanganmu…"


Zack memegang tangan pak Wiranto dengan bahagia karena kondisi nya sekarang semakin membaik tanpa sepengetahuan suster Amanda,


Pak Wiranto pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Zack dengan nada bicara yang masih terbata-bata dia berucap 


"Terima..kasih"


Zack semakin bahagia dengan perkembangan kesehatan pak Wiranto saat ini,dia pun mengira mungkin efek obat yang diberikan sahabat Dwiki sudah mulai berpengaruh pada kesehatan nya,


"Kau sudah mulai bisa bicara pak,"


Tatapan mata Zack mulai berkaca karena menahan tangis bahagianya


Pak Wiranto pun tersenyum pada Zack dengan auranya yang terlihat sangat berterima kasih pada Zack atas semua bantuannya,


Zack menawarkan pak Wiranto untuk minum,namun dia menolak,dia hanya ingin bicara pada Zack,


Pak Wiranto ingin bertanya pada Zack tentang siapa dirinya sebenarnya,mengapa dia menolongnya dan memberi harapan baru padanya,apa yang Zack inginkan darinya,


Zack paham sekali dengan semua pertanyaan yang diajukan pak Wiranto padanya,meski masih belum terlalu jelas,


"Aku hanya menginginkan keadilan "


Jawab singkat Zack pada pak Wiranto yang sama sekali tidak dia pahami,


"Kau mungkin tidak akan mengerti dengan semua yang aku lakukan,aku hanya menginginkan keadilan bagimu dan kedua orangtuaku"


Lanjut Zack,


"Siapa orang tuamu,kenapa mereka"


Tanya pak Wiranto dengan nada yang masih terbata-bata,


"Mr Agatha dan Mrs Helena"


Pak Wiranto pun terkejut saat Zack mengucapkan nama kedua orang tuanya,


Kemudian terdengar suara gaduh di bawah,Zack pun mulai bersembunyi,

__ADS_1


"Cepatlah kamu makan obat itu,jika tidak aku akan melaporkanmu pada tuan,karena sekarang aku akan pergi bersamanya,lihatlah,dia mengirim gaun indah ini untuk aku pakai"


Ucap suster Amanda dengan raut wajah yang terlihat bahagia dengan menunjukkan gaun yang Markus kirim untuknya,


Suster Amanda mengira gaun yang Markus kirim untuknya adalah kiriman dari pak William untuk dia pakai menemui selirnya itu,


Yang ternyata itu hanya tipuan dari Markus agar Zack bisa berlama-lama bersama pak Wiranto di dalam,tanpa gangguan dari suster Amanda,


Pak Wiranto pun akhirnya meminum obat tersebut,karena sudah Zack tukar lagi obat lamanya,suster Amanda pun berlalu dan mengunci pintu kamar pak Wiranto dari luar,



Sudah dirasa aman Zack pun keluar dari persembunyiannya,


Sedangkan Markus mengantar suster amanda ke tempat yang sudah dia rencanakan untuk bertemu dengan pak William,


Sebelumnya Markus sudah mengetahui bahwa pak William sudah beristri,dan rencananya siang ini mereka akan makan siang di sebuah restoran ternama di ibu kota Jakarta memperingati hari jadi pernikahan mereka yang ke 25 tahun,


Markus ingin selirnya tahu dan sadar diri bahwa kehadirannya di kehidupan pak William itu tidak lah baik,dan secara tidak langsung Markus ingin suster Amanda menyadari kesalahan dan kebodohannya karena Sudi di jadikan istri simpanan oleh pak William,


Mereka pun tiba di restoran tersebut,


"Kita sudah sampai Bu"


Markus membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan suster Amanda keluar dan masuk kedalam restoran,


Markus pun tidak langsung pergi,dia mengikuti suster Amanda dari kejauhan,dia ingin menyaksikan bagaimana reaksi suster Amanda kala bertemu dengan keluarga pak William yang sedang merayakan hari jadi mereka,


Suster Amanda pun tiba dan duduk di kursi meja yang sudah di pesankan,dan alangkah terkejutnya dia saat melihat keluarga pria yang menjadi suami rahasianya sedang merayakan hari jadi mereka di depan matanya sendiri,


Hatinya terbakar cemburu melihat semua yang terjadi,tepat di depan matanya pak William sedang memberi kejutan untuk istrinya,pak William berdiri di atas panggung hiburan dan memberikan ucapan sayang beserta bunga yang sangat indah untuk istrinya,


Suster Amanda merasa di permalukan saat itu,ingin sekali dia melabrak pria yang dia cintai nya,tapi itu tidak mungkin,


Suster Amanda sendiri menyadari bahwa dia hanya sebagai selir pak William saja,bukan istri sah,


Air matanya menetes melihat semua yang terjadi,


senyum di raut wajah istri pak William membuat suster Amanda iri,


ingin sekali dirinya bisa berada di posisi istrinya saat ini,

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2