Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Polisi incaran Mr Antonio


__ADS_3

Mada terdiam saat Markus menanyakan siapa mafia yang dia maksud,


"Tenanglah Mada,jika kau ingin memberitahu siapa mafia itu,maka bicaralah,namun jika kau merasa berat untuk memberitahu kami,tidak apa-apa,mungkin kau mempunyai sebab tersendiri mengapa kau tidak ingin memberitahu kami siapa mafia itu?"


Ucap Zack dengan bijaksana,karena dia melihat Mada seakan tidak bisa bicara tentang mafia tersebut,


Alex terkejut dan langsung mengira apa mungkin mafia yang Mada maksud adalah Mr Antonio,adiknya sendiri,


"Ah tidak mungkin,mereka kakak beradik,tidak mungkin Mr Antonio akan tega menghancurkan hidup kakaknya sendiri"


Pikir Alex yang bersembunyi di belakang tembok menguping pembicaraan mereka,


Namun Markus seolah memaksa ingin tahu siapa penyebab kematian ayahnya sehingga dia kini menjadi seorang anak yat dan terpisah dengan ibunya sendiri,


"Awalnya ibu mengira kalau kau sudah tiada bersama dengan Mira dan Adrian,namun ternyata Tuhan masih melindungi mu nak,ibu sangat bersyukur sekali kau masih hidup,dan sekarang ibu seakan masih tidak percaya jika sekarang ibu sedang bersama anak ibu yang ibu cari selama ini"


Ucap Mada masih terharu dalam ingatannya pada masa lalu dimana saat dia menyaksikan sendiri kobaran api di mobil yang di tumpangi Markus,


"Sebaiknya kau bicara dengan mas Adrian nak,jangan buat dia sedih karena kehadiran ibu di hidupmu,karena bagaimana pun dia sudah membesarkan mu dengan penuh kasih sayang"


Mada menyarankan Markus untuk menghibur pak Adrian,begitupun Zack,dia sangat setuju sekali dengan saran yang diberikan oleh Mada,


Dan akhirnya mereka pun pergi menuju rumah menyusul pak Adrian,


"Kalau begitu kami harus pulang dulu Mada,besok pagi pasti kita akan menemui mu lagi"


Ucap Zack,


Meski hati Mada masih rindu dengan Markus,namun dia harus membiarkan Markus pergi untuk saat ini,


"Kalau begitu,lebih baik kita pulang dahulu,kasihan ayahmu Markus,pasti dia sangat sedih dengan sikapmu yang seperti tadi padanya"


Zack juga mengajak Markus untuk pulang segera menemui pak Adrian,


Merekapun akhirnya segera pergi dari cafe itu,begitupun dengan Alex,dia segera bersembunyi agar keberadaannya tidak diketahui Mada,Zack,dan Markus,


Sesampainya pak Adrian dan Laura di rumah,pak Adrian menceritakan semua masa lalu nya pada Laura,


Masa lalu tentang Markus dan Mira istrinya,


Laura sangat terkejut dengan semua cerita pilu di masa lalu pak Adrian,dia merasa ternyata bukan hanya dirinya yang mempunyai masa lalu yang kelam,ada banyak orang yang nasibnya jauh lebih buruk dari dirinya,


"Sungguh saya sangat prihatin dengan semua yang telah terjadi pada bapak di masa lalu,juga dengan kasih sayang bapak pada Markus,engkau begitu tulus menyayangi nya meskipun dia bukan darah daging mu"


Ucap Laura pada pak Adrian,


"Kau benar nak,saya begitu menyayangi Markus seperti menyayangi anakku sendiri itu sebabnya aku tidak ingin Markus bertemu dengan ibunya,karena nyawa Markus bisa terancam jika bersamanya"

__ADS_1


Jawab pak Adrian,


Laura bingung dengan semua perkataan pak Adrian yang menyebutkan bahwa nyawa Markus terancam jika bersama ibunya,Laura berpikir keras apa yang pak Adrian maksudkan,


Pak Adrian pun nampak tertunduk seakan menutupi sebuah rahasia,


"Apa ada rahasia yang bisa kau percayakan padaku pak"


Laura sangat mengerti dengan raut wajah pak Adrian,


Perlahan pak Adrian coba menarik nafasnya dalam-dalam,kemudian dia menghempaskan nafasnya keras,seolah menahan luapan emosi yang dalam pak Adrian coba menenangkan dirinya sendiri,


"Sebenarnya penyebab kematian istriku dan ayahnya Markus adalah adik ibunya Markus sendiri nak"


Ucap pak Adrian terasa berat


"Apa..."


Laura semakin terkejut,


"Apa itu berarti mafia yang bibi Mada tadi ceritakan adalah adiknya sendiri"


Laura coba menyimpulkan dengan semua cerita yang dia dengar tadi dari Mada saat bersama Markus,


Apa Zack tahu dengan semua ini ya,pikir Laura teringat akan Zack,


Ucap pak Adrian meminta Laura untuk merahasiakan semuanya,


"Baiklah pak,kau bisa percayakan semua ini padaku,


Kau tenang saja,semua pasti akan baik-baik saja"


Laura pun pergi ke dapur membuat segelas teh hangat untuk pak Adrian agar dirinya bisa sedikit lebih tenang,


...


Sementara di tempat lain Mr Antonio yang saat itu sedang bersama Guntara bercerita tentang seorang polisi wanita yang kini sedang mengincar sindikatnya,


"Bagaimana ini bos,saya dengar dari yang lain team polisi ini sangat berani,kemarin saja anak buah ku hampir saja tertangkap olehnya,untung saja dia bisa melarikan diri"


Ucap Guntara,


Mr Antonio hanya terdiam berpikir harus merencanakan sesuatu pada polisi wanita yang berbuat ulah itu,dia berpikir harus melenyapkan polisi itu,tapi entah bagaimana caranya,


"Apa kau bisa tunjukan wajah polisi wanita itu?"tanya Mr Antonio,


"Saya tidak mengetahui wajahnya bos,hanya saja saya melihat polisi wanita itu sangat cantik"

__ADS_1


Jawab Guntara sedikit memuji kecantikan si polisi wanita itu,


"Baiklah aku dan anak buah ku akan segera menyusun rencana untuk memberinya pelajaran,"


Mr Antonio pergi dan coba menghubungi Alex,


Ponsel Alex berbunyi pada saat masih di dalam cafe,


Dering ponsel Alex di ketahui oleh Mada,karena dia mengetahui dering ponselnya,


Mada pun yang mendengar terkejut dan langsung melihat ke sumber suara,dia sudah yakin bahwa nada dering itu adalah milik Alex,


Langkah Mada pun tertuju pada sosok yang sedang berada di balik tembok cafe,


Namun saat Mada sampai disana,alangkah terkejutnya dia melihat seorang pemuda yang di yakini nya memanglah ada disana,


"Alex..."


Ucap Mada pelan,


Alex pun pasrah dengan kedatangan Mada,dia tidak bisa menghindar karena tidak ada jalan untuk pergi,


"Sedang apa kau disini Lex?"


Tanya Mada,


"Saya,,,saya hanya sedang mencari angin saja Mada,kau sedang apa disini?"


Jawab Alex dengan sedikit gugup,dan tingkahnya itu membuat Mada curiga padanya,


"Apa kau sudah lama berada disini,bicaralah,apa yang kau ketahui"


Tanya Mada dengan tatapan yang serius,Seolah mengetahui jika Alex mengetahui rahasia tentang dirinya dengan Markus,


"Apa yang kau maksudkan,sungguh aku tidak mengerti"jawab Alex mencoba tenang dengan pertanyaan Mada padanya,


"Aku tahu betul bagaimana sikapmu jika kamu tidak terus terang,maka bicaralah"


Dengan nada tinggi Mada coba menggertak Alex,


Pandangan Alex pada Mada juga sama seperti Zack yang menganggap Mada sebagai ibunya,begitupun sebaliknya,Mada juga sudah menganggap Alex seperti anaknya sendiri,


"Tidak Mada,aku benar benar tidak mengerti dengan apa yang kau maksud"


Jawab Alex masih teguh dengan pendiriannya untuk tidak membicarakan apa yang dia ketahui tentang Mada,


"Jika kau memang benar tidak mengetahui sesuatu,maka Mada ingin kamu tahu sesuatu,"

__ADS_1


Ucap Mada membuat Alex terkejut,


__ADS_2