
Pak Anwar pun mengingat sosok pak William yang dulu sempat ingin menjadi seorang kepala polisi seperti pak Wiranto,namun dia masih belum bisa meyakini sebelum ada bukti,karena yang pak Anwar ingat dulu pak William pernah mencalonkan ingin menggantikan pak Wiranto,saat skandal kematian istrinya muncul,
"Apa mungkin itu pak William"
Ucap pak Anwar pada Zack,
Zack pun menanyakan siapa pak William yang pak Anwar maksud,
Zack pun ingin pak Anwar menceritakan semua tentang pak Wiranto sebelum dia bisa seperti sekarang, namun pak Anwar ingin mengetahui kabar pak Wiranto terlebih dahulu dari Zack,
Dengan sedikit berat hati,Zack pun menunjukan foto pak Wiranto yang kemarin dia temui di rumahnya,
Betapa terkejutnya pak Anwar saat melihat foto pak Wiranto yang kini sangat jauh berbeda dengan pak Wiranto dulu,
Tubuhnya yang dulu tegap berisi kini kurus kering dan tiada gairah,nampak muram dan pucat, bahkan rambutnya pun tak terurus,seperti bukan pak Wiranto yang dia kenal,
"Kenapa pak Wiranto bisa jadi seperti ini"
Tanya pak Anwar cemas dengan keadaan pak Wiranto,
Zack pun menjawab semua yang dia lihat kemarin saat bersama pak Wiranto,Zack membicarakan tentang suster Amanda padanya,
"Dia di urus oleh seorang suster bernama Amanda,entah dia bisa mengurusnya atau tidak,tapi aku tidak melihat ada jiwa suster pada dirinya,"
Jawab Zack yang ragu pada suster Amanda,
Pak Anwar pun mulai menitikkan air matanya,
Dia menceritakan tentang pak Wiranto pada Zack,
Pak Anwar adalah ajudan pak Wiranto,dia sudah seperti keluarga,pak Wiranto sangat baik padanya,untuk setiap kasus pak Wiranto selalu mengajaknya untuk membantunya,
Termasuk untuk kasus kematian Mr Agatha,
Zack pun sedikit terkejut dan tertarik mendengar semua cerita pak Anwar,
Dia pun merekam semua pembicaraannya,
Pak Anwar menceritakan bahwa dulu saat pak Wiranto tersandung kasus kematian istrinya,tiba-tiba saja dari 5 kandidat yang mencalonkan menjadi seorang kepala polisi,4 dari mereka mundur secara tiba-tiba hanya pak William lah yang masih bertahan mencalonkan diri,
Dari sejak itu perlahan jabatan pak Wiranto mulai di lengserkan bertambah dengan terdakwanya pak Wiranto sebagai tersangka pemicu bunuh diri istrinya sendiri,
dan dari saat itu regu ku pun terpecah ada yang masih setia dengan percaya pada pak Wiranto,ada juga yang langsung memilih mendekati kubu pak William,
Pak Anwar sangat percaya pada pak Wiranto karena pak Anwar tahu sifat pak baik pak Wiranto,tidak mungkin dirinya bisa menjadi penyebab kematian istrinya sendiri,
__ADS_1
air mata Pak Wiranto kembali menetes,
Tiba-tiba saja terdengar nada tanda bahaya dari kamera yang d pasang Zack pada kamar pak Wiranto,dengan segera Zack membuka ponsel yang terhubung otomatis dengan kamera nya,
Pak Anwar bingung melihat tingkah Zack yang aneh.dan terlihat cemas,
"Apa yang terjadi anak muda"
Tanya pak Anwar,
Zack tidak memberi tahu pak Anwar kalau dirinya sudah memasang kamera tersembunyi di kamar pak Wiranto,karena dia belum bisa mempercayai pak Anwar,dengan terburu-buru Zack pun pamit meninggalkan pak Anwar,meski pun Zack masih penasaran dengan semua cerita pak Anwar,
"Maaf pak sepertinya aku harus kembali pulang dulu,kerabat ku menghubungiku bahwa dia sudah sampai di kosan ku?" Ucap Zack pamit,
"Tapi anak muda,"
Pak Anwar coba menahan kepergian Zack,
"Jika kau bisa bertemu lagi dengan pak Wiranto,tolong kau kabari aku lagi " lanjut pak Anwar serius,
"Ia pak,"
Jawab Zack sambil berlalu dengan terburu-buru,dalam kamera Zack melihat ada seorang laki-laki yang mendekati pak Wiranto,tubuhnya tinggi dan besar,hampir sama lah dengan dia,setelan seorang perwira sepertinya,pikir Zack,
Dwiki pun memberitahu Zack bahwa hasil lab obat pak Wiranto sudah keluar,dan ternyata obat yang pak Wiranto konsumsi adalah obat yang mengandung zat kimia agar pita suara seseorang yang memakannya rusak,dan sepertinya obat itu di buat sendiri bukan obat dari apotek mana pun,sebab itu adalah obat keras dan membahayakan,
"Apa itu yang menyebabkan pak Wiranto tidak bisa bicara"
Pikir Zack bertanya dalam hati
Zack semakin cemas,dengan segera Zack meminta Dwiki untuk meminta obat penawar nya agar pak Wiranto kembali bisa bicara,
Dwiki pun segera menemui Zack dengan membawa obat penawar yang di minta Zack,
Merekapun kini bertemu dan mulai kembali melihat kamera yang menunjukkan pak Wiranto,
Mereka melihat seseorang sedang mendekati pak Wiranto yang sedang terbaring,di kamera nampak terlihat jelas wajah pria itu,
Dwiki pun merasa mengenalnya,
"Sebentar Zack,sepertinya orang itu tidak asing,"
Ucap Dwiki pada Zack,
Zack pun meminta Dwiki untuk mengingat siapa orang tersebut dan tetap melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka,
__ADS_1
Namun tak terdengar sepatah katapun saat pria itu hendak mendekati pak wiranto,Zack dan Dwiki merasa kebingungan,apa yang sedang terjadi pada pak Wiranto,
"Pak William"
Tiba-tiba saja Dwiki mengingat wajah pak William yang hendak mendekati pak Wiranto,
Zack menanyakan pada Dwiki siapa itu pak William,Dwiki hanya tahu bahwa pak William adaah seorang kepala polisi rekan kerja ayahnya,
Mereka berpikir apa pak William yang mengurung pak Wiranto dan menyebabkan dirinya bisa seperti itu,
Zack akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah pak Wiranto secara sembunyi-sembunyi untuk membawa pak Wiranto,
Zack menunjukan setiap sisi rumah pak Wiranto yang sudah dia amati dalam kamera di bajunya tempo hari,mereka pun merencanakan jalan masuk untuk menemui pak Wiranto tanpa di ketahui oleh suster Amanda,
...
Merekapun tiba di rumah pak Wiranto,Zack dengan rencananya coba masuk ke dalam rumah dengan sembunyi-sembunyi,
Zack berhasil masuk ke dalam rumah tanpa di ketahui suster Amanda,dia pun coba menaiki anak tangga menuju kamar pak Wiranto,saat dia tiba di pintu kamar pertama,Zack mendengar suara benda terjatuh dari dalam kamar,
"Bruk"
Dengan sigap Zack langsung sembunyi,dia pun berpikir apa yang terjadi di dalam kamar,tak lama setelah suara Senda terjatuh,tiba-tiba saja terdengar suara ******* perempuan yang sedang bermain cinta,
"Auh..terus mas"
Terdengar suara suster Amanda sedang mendesah dengan penuh hasrat kepada laki-laki yang sedang bersamanya,
Zack sudah mengira pasti dia sedang bermain dengan pak william,Zack pun coba menyimpan kameranya kecil nya di lubang kunci pintu,guna memberinya pelajaran di lain hari,
Zack pun kembali berjalan menuju kamar pak Wiranto,pintu kamar nampak terkunci,Zack sudah menyiapkan alat pembuka pintu kunci rakitannya sendiri yang berukuran kecil agar bisa di bawa kemana saja,dan tentunya untuk misinya sendiri,
Zack berhasil membuka pintu kamar pak Wiranto,disana nampak pak Wiranto sedang berbaring tanpa menutup matanya,pak Wiranto terlihat senang dengan kedatangan Zack,hingga jari jemarinya bereaksi dengan sangat antusias,
Meski dirinya tidak bisa bicara,
Zack mendekati pak Wiranto di pembaringan,dia mengusap dan mengangkat tangan pak Wiranto,
"Aku sudah tahu semuanya pak,"
Pandangan Zack mencari keberadaan obat pak Wiranto.
bersambung,
jangan lupa vote like komen nya ya guys
__ADS_1