
Zack merasa bahagia melihat senyum di bibir pak Wiranto atas keberhasilannya membebaskan dia,Zack pun memutuskan untuk kembali pulang setelah menyaksikan semuanya,
Namun selang beberapa menit saat dirinya berbalik,Zack melihat seorang pria bermasker dengan membawa senjata api terlihat sedang membidik seseorang di bawah sana,tepat di kerumunan podium pak William,
Dan benar saja
Dor..
Dor..
Dua tembakan melesat secepat kilat, mendarat tepat di kepala dan dada pak William,semua berteriak histeris dan keadaan semakin kacau,
Suasana pun semakin mencekam dan tak teratur,banyak tamu yang berlarian kesana kemari menyelamatkan diri mereka masing-masing,
Laura,pak Adrian,Markus,Dwiki,dan tamu yang lain sangat terkejut dengan insiden penembakan tersebut,bahkan istri pak William pun sampai tak sadarkan diri,
Zack yang melihat si pria bermasker yang menembak pak William langsung mengejar pria itu,
"Hey kau..."
Ucap Zack dengan menunjuk jarinya,sontak pria bermasker itupun kaget dan lari secepat mungkin menghindari kejaran Zack,
Namun apalah daya,kekuatan Zack yang sangat kuat tidak bisa terkalahkan,Zack coba menangkap pria tersebut dengan menghajar nya,hingga terjadilah baku hantam diantara keduanya,
Laura yang menyadari ada yang tidak beres diatas langsung berlari ke arah Zack yang sedang berkelahi dengan si penembak pak William,
Sedangkan yang lain termasuk pak Adrian coba mengamankan dan membawa jasad pak William yang sudah berlumuran darah,
Pak Wiranto pun juga ikut diamankan oleh pak Adrian dan yang lainnya,karena ditakutkan pak Wiranto juga bisa menjadi sasaran tembakan misterius yang menembak pak William,
"Ayo cepat pak,saya akan menjagamu"
Ucap pak Adrian coba melindungi pak Wiranto dan suster Amanda,
Markus dan Dwiki pun coba mengamankan tamu yang lainnya
Laura tiba diantara Zack dan si penembak,dia terkejut melihat aksi Zack yang baginya begitu mustahil jika seorang pria biasa bisa berkelahi dengan bela diri yang begitu sangat teratur seperti apa yang sedang Zack lakukan sekarang dengan si penembak,
Laura pun bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Zack ada disini,sedang apa dia disini,mengapa dia bisa Sejago itu,apa mungkin dia yang telah menembak pak William,pikir Laura,
Tanpa pikir panjang,Laura coba menolong Zack,untuk melumpuhkan si pria bermasker,
"Angkat tangan,,,jika tidak maka aku akan menembak mu"
Laura coba menggertak si pria bermasker,
__ADS_1
Pria itu melihat ke arah Laura dengan tatapannya yang dirasa tidak asing bagi Laura,
Pria itu perlahan mengangkat kedua tangannya,dan berdiri diam tak bergerak,
Zack pun terkejut dengan kedatangan Laura,namun saat itu dia tidak terlalu memikirkan jati dirinya,yang dia pikirkan saat itu hanyalah dia harus bisa menangkap si penembak itu,tanpa harus ada yang terluka,
Saat Laura hendak mendekati si pria,tiba-tiba saja si pria dengan gesit dan cepat membalas dan menendang tangan Laura hingga pistol dalam genggamannya terlempar jauh dari tangan Laura,Laura pun berputar hingga terjatuh di pangkuan Zack,
Keduanya saling menatap dalam-dalam,
Tatapan itu seakan saling mereka kenal dan mereka rindukan,namun mereka belum menyadari akan hubungan mereka yang sebenarnya,
Laura memuji tatapan dan paras Zack yang tampan,begitupun Zack,
Keduanya pun tersadar dari tatapan mereka,namun seketika si penembak itu langsung menarik lengan Laura dan menyandera nya dalam genggamannya,
Zack yang terkejut,coba menahan langkahnya,sebab jika dia bergerak,maka nyawa Laura yang akan menjadi taruhannya,
"Biarkan aku pergi,jika tidak maka aku akan menghabisinya"
Ucap pria bermasker mengancam,
Zack coba mundur,namun Laura tidak mau kalah begitu saja,Laura mengikuti setiap langkah si penembak,namun saat di ujung pintu Laura coba melawan dan membebaskan dirinya dengan tendangan yang membuat si pria melepaskan genggamannya,
Dengan sigap Laura merebut pisau di tangan si penembak dan coba menyerangnya,
Karena saat si penembak terkapar di lantai,tak sengaja sisi baju nya tersingkap hingga tato di sisi perutnya terlihat,tato itu sangat Zack kenal,tato berinisial AX,
Zack coba menolong Laura yang melawan sendiri,namun tanpa sengaja,karena bantuan Zack itu,si penembak bisa lari dengan luka di lengan akibat pisau yang diarahkan Laura padanya,
Laura marah pada Zack karena dirinya pria itu bisa lolos dengan mudah,Laura tidak banyak berdebat,dia langsung berlari mengejar si penembak,dengan menuruni anak tangga Laura terus mengejarnya,Zack pun menyusul Laura,namun usahanya ternyata gagal,diluar mobil sudah bersiap membawa si pria hingga akhirnya si penembak itu benar-benar lolos,
Laura yang lelah nampak tertunduk dengan lututnya yang mulai melemah,dan dengan nafas yang berat dia terus memarahi Zack dan kelalaian dirinya,
"Mengapa kamu harus membantuku Jon,sial jadi lolos kan dia,ah"
Ucap Laura,
"Maafkan aku,aku memang salah"
Jawab Zack coba mengulurkan tangannya pada Laura,berharap Laura akan memaafkannya,
Laura pun menatap Zack dan coba membalas uluran tangannya,dengan perlahan Laura coba berdiri hingga Dwiki dan Markus pun tiba diantara mereka,
"Laura,kau tidak apa-apa"
__ADS_1
Tanya Markus,diapun juga cemas melihat Zack yang sedikit terluka di sisi bibirnya,
"Kau tidak apa-apa juga Zack"
Dwiki pun coba menanyakan keadaan Zack,
Laura yang mendengar Dwiki memanggil Jonas dengan sebutan Zack merasa terkejut,kenapa Dwiki bisa memanggilnya Zack,bukan Jonas,siapa sebenarnya dia,
"Dimana pak Wiranto "
Zack kembali bertanya pada kedua sahabatnya itu,
"Pak Wiranto dan suster Amanda sudah ayahku amankan Zack,kau tidak usah khawatir"
Jawab Markus dengan tenang,
"Namun sayang Zack,pak William tewas di tempat,jadi kita tidak bisa mengintrogasi dia lebih dalam perihal kasus yang kita hadapi"
Jawab Dwiki melanjutkan
Laura semakin penasaran siapa pria yang sedang berada dihadapannya itu,
"Sekali lagi aku minta maaf Laura,karena aku,si penembak itu bisa lolos"
Ucap Zack coba kembali meminta maaf pada Laura
"Ya sudahlah,semua sudah terjadi,mau bagaimana lagi"
Jawab Laura sedikit acuh karena dia masih kesal dengan kekalahannya,dia pun berlalu meninggalkan mereka,
"Dia memang begitu Zack,dia tidak terbiasa gagal dalam menghadapi seseorang,jadi mungkin dia merasa kecewa pada dirinya sendiri"
Ucap Markus yang memang mengetahui watak Laura yang seperti itu,
Mereka bertiga pun pergi menyusul pak Adrian yang membawa pak Wiranto dan suster Amanda,
Saat pak Wiranto tiba di rumah pak Adrian,dia merasa terkejut
"Bukankah ini rumah Mr Agatha"
Tanya pak Wiranto pada pak Adrian,
"Ya,saat ini kami tinggal disini,mengapa anda tahu jika rumah ini adalah bekas rumah Mr Agatha"
Tanya pak Adrian mulai serius,
__ADS_1
Pak Wiranto pun tertunduk seperti sedang mengingat masa lalunya dahulu saat sedang menghadapi kasus kematian keluarga Mr Agatha di rumah ini,dan tepat di sehabis pulang dari rumah inilah pak Wiranto berhasil mendapat bukti bahwa pak William dan sahabatnya yang dia tidak tahu adalah dalang dari pembunuhan Mr Agatha,
Bersambung