Dendam Sang Anak Mafia

Dendam Sang Anak Mafia
Janji untuk senyum mada


__ADS_3

Pak Adrian bicara dengan Markus meminta bahwa saat ini dirinya tidak usah memanggilnya paman,panggil dia ayah,karena memang pak Adrian sudah seperti ayah baginya,


Markus pun tidak keberatan dan memang sesekali dia juga sering memanggil pak Adrian dengan sebutan ayah,meskipun Markus sendiri mengetahui tentang dirinya yang yatim piatu di tinggal orangtuanya karena kecelakaan saat bayi,


..


Di Belanda urusan Zack dengan Mr Nicolas sudah selesai,Zack berniat kembali ke Jerman,Zack pun menemui Mr Nicolas,


Saat hendak turun ke lobi hotel Zack tidak sengaja mendengar suara ayahnya dan melihat sosok seperti Mr Antonio sedang berbicara dengan seorang pria seusia ayahnya di sebuah food court,


(Apa aku tidak salah dengar,sepertinya itu suara ayah)


Pikir Zack sambil melangkahkan kakinya menuju sosok yang di kira ayahnya,


Zack terus mendekati pria yang sedang bicara itu,namun saat Zack menyapa dan melihat pria yang di duga ayahnya ternyata dia salah,sosok pria itu bukan Mr Antonio melainkan orang lain,


"Maaf pak,saya salah orang"


Zack meminta maaf karena kesalahannya,


"Its oke,tidak apa-apa"


Dengan gaya nya yang santai Mr Jefri menjawab permintaan maaf Zack padanya,


"Kalau begitu saya pamit,sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya",


Akhirnya Zack pun kembali melanjutkan langkahnya menuju Mr Nicolas untuk berpamitan,


...


Ternyata itu memang Mr Antonio dan Mr Jefri yang sedang berencana melakukan transaksi besar-besaran di Belanda,mereka merancang strategi agar bisa lolos dari barisan blokade polisi yang selalu menghalangi jalan mereka,


"Kau kenapa Mr Antonio"


Jefri mulai menanyakan keadaan Mr Antonio yang sedari tadi tidak bersuara seperti ada yang dia pikirkan,


"Tidak,aku hanya memikirkan sesuatu saja"


Mr Antonio tidak menceritakan hal yang dia pikirkan tentang Markus,sosok polisi yang selalu menghalangi jalan mereka pada Mr Jefri,


Karena Mr Antonio dilema,jika seandainya dia harus menghadapi Markus,bagaimana nanti dengan Zack,dia pasti akan mengetahui segalanya,


...


Zack pun tiba di kantor Mr Nicolas,


Sebelum berpamitan,tak lupa Zack berterimakasih atas segala pelayanan dari Mr Nicolas kepadanya dan staf yang ikut dengannya,


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk semuanya Mr Nicolas,senang bisa bekerjasama dengan anda"


Zack menjabat tangan Mr Nicolas,


"Sama-sama Zack,semoga bisnis kita lancar"


Harap Mr Nicolas,


"Semoga,kalau begitu saya pamit kembali ke Jerman,jika ada sesuatu yang ingin Mr tanyakan,bapak bisa langsung hubungi saya atau staf saya,"


"Baik Zack"


Merekapun saing merangkul sebagai tanda perpisahan dan persahabatan mereka dalam bekerjasama,

__ADS_1


Zack pun keluar dari kantor,


...


Saat Mr Nicolas duduk kembali di kursi meja kantornya,dia melihat hp Zack tergeletak di mejanya,dia sempat menyalakan hp Zack,dan terlihat walpaper foto di hp Zack,


"Ini kan Markus,anak nya Mr Adrian yang waktu itu sempat menolongku"


Ya,wallpaper di hp Zack adalah foto kebersamaan dirinya dengan Markus saat di pelatihan,


"Astaga,kenapa Zack sampai lupa,"


Mr Nicolas pun langsung menelpon staf Zack untuk memberitahukan bahwa handphone Zack tertinggal di ruangannya,


Zack yang saat itu memang masih teringat akan keberadaan Markus,termenung memikirkan bagaimana dengan Mada,jika dia sampai mengetahui kalau dia tidak menemukan Markus di Belanda,sedangkan sebentar lagi dia akan kembali ke Jerman,


"Pak,barusan Mr Nicolas menelpon,memberitahu kalau handphone bapak tertinggal di ruangannya"


Salah satu staf yang semobil dengan Zack memberitahu,


"Astaga,kenapa aku bisa sampai lupa"


Seketika Zack pun tersadar dari termenung nya,dia memutuskan untuk kembali ke kantor Mr Nicolas untuk membawa handphone nya,


"Permisi pak,"


Zack masuk kembali ke ruangan Mr Nicolas


"Oh ya zack, ini handphone mu tertinggal"


Mr Nicolas menyerahkan hp Zack padanya,


Mr Nicolas meminta maaf karena sudah lancang,


"Terimakasih Mr,tidak apa-apa"


Jawab Zack tidak keberatan dengan apa yang di lakukan Mr Nicolas,karena Zack menganggap itu hal yang wajar jika hanya menyentuh dan menyalakan saja,


"Rupanya kau kawan Markus anak Mr Adrian ya,sudah lama kau kenal dengannya"


Zack terkejut saat Mr Nicolas membicarakan tentang Markus,sontak hatinya menyala ingin mengetahui tentang Markus,


"Apa Mr Nicolas kenal dengan Markus,sahabat saya"


Tanya Zack penasaran,


"Saya memang tidak terlalu mengenal Markus,tapi saya tahu kalau dia anak dari kawan saya Mr Adrian,dia adalah ketua agen polisi disini,bahkan dia di beri gelar polisi teladan dan mendapat penghargaan atas tugasnya,"


Secercah cahaya bagai menyinari pencarian Zack tatkala Mr Nicolas menceritakan tentang Markus,


"Apa anda bisa memberitahu alamat rumah lengkapnya pada saya,saya begitu ingin bertemu dengan sahabat saya"


Zack memohon informasi tentang tempat tinggal Markus pada Mr Nicolas,


"Mereka sudah tidak disini lagi Zack"


"Maksudnya?bagaimana?"


Zack kebingungan,


"Ya tempo kemarin saat meeting pertama kita,saya sempat bicara padamu,saya telat karena habis menghadiri acara perpisahan kawan saya,ya saya menghadiri acara perpisahan Mr Adrian pindah bersama anaknya"

__ADS_1


Jelas Mr Antonio,


"Kalau boleh tahu,mereka pindah kemana Mr,maaf saya banyak bertanya,karena ini sangat penting bagi saya"


Pinta Zack,


"Mereka meminta tugas ke Jakarta"


Zack pun terkejut bukan kepalang mendengar kata Jakarta,


Jakarta tempat lahirnya,


Jakarta tempat pemisah dirinya dengan orangtuanya,


Jakarta yang penuh cerita tentang teman kecilnya,


Zack sedikit menitikkan air mata mengingat tentang Jakarta,


"Kenapa Markus harus pindah ke Jakarta"pikir Zack saat itu,


"Terimakasih sekali atas informasinya Mr Nicolas,kalau boleh saya minta bantuan bapak,apa ada no kontak yang bisa menghubungkan saya pada Markus"


Mr Nicolas pun memberi nomor telpon Mr Adrian,ayah Markus,"terimakasih sekali Mr ,ini semua sangat membantu sekali"


Mr Nicolas pun tersenyum dan tak keberatan telah membantu Zack,


Zack pun kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju hotel untuk kembali ke Jerman,


Dengan langkah terburu-buru Zack menyusuri setiap lereng agar segera sampai ke kamar dan segera berangkat kembali ke Jerman untuk menemui Mada,


...


Mr Antonio yang melihat Zack terburu-buru dari kejauhan,bertanya-tanya ada apa ,apa Zack baik-baik saja,dia menanyakan kabar Zack pada Mischa,


Namun Mischa tidak mengetahui apa-apa,karena memang dia tidak mengetahui kenapa Zack sampai terburu-buru seperti itu,.


"maaf Mr Antonio,saya tidak mengetahui kenapa pak Zack seperti itu,namun yang jelas saat ini juga kami akan kembali ke Jerman,"


Ucap Mischa di sebrang telpon,


(Jadi mereka akan kembali hari ini) pikir Mr Antonio tentang anaknya,


Dia merasa lega jika Zack kembali ke negaranya,karena dia takut Zack akan mengetahui dan mengancam keberadaan dirinya disini.


...


Zack pun sudah bersiap bersama 4 stafnya untuk kembali ke Jerman,


"Apa kalian sudah siap"


Tanya Zack memastikan semuanya sudah siap dan tidak ada yang tertinggal suatu apapun,


"Kami siap pak"


Seluruh stafnya kompak menjawab termasuk Mischa,


Akhirnya merekapun berangkat bandara dan kembali ke Jerman,


(Tunggu aku Mada,meskipun aku belum bisa menemukan Markus,tapi aku janji akan membawa Markus padamu)


Janji Zack pada diri sendiri demi senyum dan harapan hidup Mada yang mulai bergairah kembali tatkala bertemu Markus anaknya,

__ADS_1


__ADS_2