
"tentunya kau akan mati jika mereka sampai menemukanmu disini,"
Jawab Mr Antonio dengan ringannya,membuat pak Guntara sedikit ketakutan akan kematian nya,
"Lalu kita harus bagaimana untuk mencegah itu semua"
Tanya pak Guntara berharap Mr Antonio memberinya solusi,
Karena penasaran,Zack pun akhirnya mengetuk pintu dan masuk kedalam untuk menyimpan dua gelas air untuk mereka,
"Ini air minumnya tuan"
Ucap Zack tertunduk memakai topi yang membuatnya tidak terlalu dicurigai oleh pak Guntara,namun saat Mr Antonio memanggilnya,
Zack pun langsung tersadar dengan suara panggilannya itu,
"Ayah..."
Gumam Zack dalam hati,
Seakan membantah kenyataan bahwa semua percakapan yang dia dengar sedari tadi tentang pengedaran obat terlarang bukanlah dari mulut ayahnya ,dalam hati Zack terus menepis,namun kenyataan memaksanya untuk menerima semua yang dia lihat dan dia dengar saat ini,kebenaran tentang semua cerita pak Adrian dan Laura mengenai ayahnya yang seorang mafia,Β
Zack berbalik ke arah Mr Antonio yang memanggilnya,
"Jika kau keluar tolong panggilkan Alex kemari"
Lanjut Mr Antonio tanpa melihat Zack,
Dia pun langsung menyuruh Zack untuk keluar dari ruangannya,
Dengan langkah yang penuh kekecewaan,Zack berjalan menyusuri hotel,air matanya tak mampu dia tahan,Zack berjalan memasuki sebuah gudang,dan
"Brak.."
Seakan tertahan dalam suara yang tak mampu dia keluarkan,Zack marah sejadinya tanpa mengeluarkan suara,
Zack melempar nampan yang dibawanya dengan keras,bahkan Zack memukul tiang tembok berkali-kali sampai tangannya berdarah tanpa dia sadari,
"Mengapa ayah?.."
Ucap Zack dalam kemarahan
"Kau adalah orang yang sangat aku cintai setelah kepergian orangtuaku tapi mengapa kau tega mengkhianati ku seperti ini"
Gumam Zack masih dalam kekecewaannya,
Suara langkah pun terdengar mendekati gudang,Zack pun langsung bersembunyi,
Seseorang pun membuka pintu gudang tersebut dan masuk kedalamnya,
Namun Zack masih sembunyi,karena disana gelap,Zack tidak bisa melihat siapa yang datang,
"Sebaiknya kau siapkan barang barang yang baru datang dan pindahkan kedalam bagasi rahasia kita,aku mendengar polisi itu akan mengepung kita disini,jadi setidaknya kau bisa menyelamatkan barang-barang kita,urusan masuk penjara itu perkara mudah,kita bisa menyogok mereka yang terpenting sekarang selamatkan dulu barang-barang kita"
Ucap pak Guntara kepada salah seorang anak buahnya di sebrang telpon,
__ADS_1
Mendengar semua itu,Zack langsung naik pitam,seolah meremehkan kinerja kepolisian Zack akhirnya memberi pelajaran pada pak Guntara,
Saat pak Guntara masih asik dengan ponselnya,Zack dengan cepat keluar menutup pintu dan menguncinya,
Pak Guntara pun terkejut seseorang telah mengunci dirinya,
Zack pun langsung menelpon anak buah pak Adrian yang lain untuk mengurus pak Guntara di dalam,karena Zack tahu Markus dan pak Adrian masih sedang mencari Laura,
Dan akhirnya Zack dan anak buah yang lain pun berhasil menangkap pak Guntara dan akan langsung mereka interogasi guna menyelidiki siapa saja yang terkait dengan sindikatnya,
Dilain tempat Markus berhasil menemukan Mada dikamar ya,
"Ibu..."
Markus langsung masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu,dan itu membuatnya sangat terkejut,
"Anakku Markus,kau sedang apa disini"
Tanya Mada sedikit cemas namun bahagia karena anaknya datang menemuinya,
"Ibu,,,dengarkan aku,sekarang juga kau harus pergi dari sini,ini darurat,aku harus menyelamatkanmu"
Ucap Markus pada Mada untuk segera bergegas,
"Tapi ada apa nak?"
Tanya Mada bingung,
"Seluruh polisi dan reguku sekarang sedang mengepung tempat ini Bu,kami pun harus menyelamatkan Laura dari mafia itu sebelum saat nya tiba"
Jawaban Zack sangat membuat Mada sedih dan takut akan nasib adiknya,Mada pun juga sangat terkejut tatkala Markus mengatakan bahwa Laura saat ini sedang ditawan oleh adiknya,
"Apa mungkin gadis yang adikku maksud adalah Laura,dan itu artinya Laura adalah anak dari Mauren,sahabatnya Antonio"
Pikir Mada teringat akan Mr Antonio,
"Tapi nak,,,ibu harus pergi kemana?"
Tanya Mada,
"Ibu ikut denganku sekarang juga,aku akan menyelamatkan ibu dahulu"
Jawab Markus sedikit memaksa ibunya agar ikut dengannya,
"Tidak nak,lebih baik sekarang kamu selamatkan dulu Laura,biar ibu turun sendiri,ibu bisa keluar dari sini,tapi Laura...kau harus segera menolongnya"
Jawab Mada,
Markus pun akhirnya tidak bisa memaksa ibunya,karena waktu berjalan semakin cepat,Markus harus segera menemukan Laura,
Saat Markus hendak keluar,dia pun memeluk ibunya terlebih dahulu,dan saat itu pula Markus melihat pas foto seorang pria bersama Mada,
"Ibu ...apakah itu ayahku"
Tanya Markus dengan serius,dia pun berjalan menuju foto di meja kamar Mada,
__ADS_1
Mada pun menangis melihat Markus menatap pria yang memang ayah kandungnya(Ryan)
"Benar nak,itu adalah ayahmu"
Jawab Mada menahan air matanya,
"Ibu mengapa ayah pergi,dimana ayah sekarang?"
Tanya Markus dengan polosnya,
"Dia sekarang sudah berada ditempat yang paling indah nak,dia selalu melindungi mu setiap waktu"
Mada memeluk Markus kembali dan coba menghapus air matanya,
"Siapa yang membunuh ayahku Bu?bicaralah,siapa?"
Nada suara Markus sedikit tinggi dan memaksa pada Mada agar memberitahunya siapa yang telah membunuh ayahnya,
Namun Mada masih berat untuk mengatakan bahwa pembunuh ayahnya adalah pamannya sendiri,
"Sudah nak,sudah,,itu tidak penting,semua sudah menjadi masa lalu,sekarang kita harus menata masa depan kita yang indah bersama-sama agar ayahmu tenang dan bahagia disana melihat kita hidup bahagia"
Jawaban Mada memang dirasa benar dipikir Markus,namun meskipun Markus sedikit tenang dan menyadari bahwa seberapapun dia memaksa ibunya untuk bicara siapa pembunuh ayahnya,maka akan sia-sia saja,akhirnya Markus pun segera pergi dan melanjutkan pencariannya menuju Laura,
"Ingat Bu,ibu harus segera turun ya,aku akan mencari Laura kembali"
Pesan Markus sebelum pergi meninggalkan ibunya,
Laura pun mulai tersadar dari pengaruh obatnya semalam,kepalanya masih dirasa pusing dan tubuhnya sangat letih,
"Apa yang aku lakukan semalam,badanku terasa berat"
Ucapnya dalam hati,
Tangan dan kakinya masih terikat,disana Mr Antonio sudah duduk santai di kursi kamar laura,
"Kau...lepaskan aku"
Teriak Laura masih dengan permohonan yang sama pada Mr Antonio untuk melepaskannya,
"Tenanglah nak,aku tidak akan menyakitimu,"
Jawab Mr Antonio dengan meminum segelas teh hangat ditangannya,
Mr Antonio pun mulai bertanya kembali kepada Laura mengenai ibunya,
"Asal kamu tahu nak,aku sangat mengenal dan sangat dekat dengan ibumu dimasa itu,"
Lanjut Mr Antonio membuat Laura terdiam dan terpikat untuk mendengarkan semua ucapannya,Laura penasaran mengapa Mr Antonio bisa mengenal ibunya dan sangat dekat dengannya,
"Andai kamu tahu nak,ibumu (Mauren) wanita yang sangat baik,dia selalu membantu dan menolongku dalam setiap masalah,kami bertiga bersahabat,bahkan saking dekatnya aku dan ibumu,semua orang mengira kami kakak beradik,karena kami memang saling menyayangi selayaknya saudara"
Semua cerita Mr Antonio Laura dengarkan dengan seksama,namun dia merasa heran mengapa dia ingin menceritakan semuanya padanya,
"Lantas kau siapa,bukankah kah kau orang jahat,sedangkan ibuku orang baik,tidak mungkin ibuku bersahabat dengan orang jahat sepertimu"
__ADS_1
Jawab Laura menolak persahabatan Mr Antonio dengan ibunya,
.