
Ingatan pak Adrian langsung tertuju pada pak Wiranto polisi yang menangani kasus kematian keluarga Mr Agatha,
"Apa ini ada hubungannya dengan kasus kematian mereka?"
Tanya pak Adrian sambil mengusap foto keluarga Mr Agatha
Tentu saja Laura tidak mengerti dengan pertanyaan pak Adrian,karena dia memang tidak tahu mengenai kasus kematian Mr Agatha dan Bu Helena sahabat baik ibunya,
Pak Adrian bertanya kembali tentang keluarga Mr Agatha pada Laura dengan sejelas-jelasnya,
Dia bertanya mungkin Laura tahu mengenai sahabat atau musuh dari Mr Agatha,
Karena pak Adrian menerka mungkin mereka dilenyapkan oleh pesaing bisnisnya,
Laura coba mengingat dan terus mengingat kembali pada masa lalu dirinya saat selalu bersama keluarga Zack,
Dalam ingatannya Laura tidak menemukan ada seorang pun yang menjadi pesaing atau membenci Mr Agatha,justru sebaliknya,karena kebaikan Mr Agatha banyak rekanan yang menjalani kerjasama dengan dirinya,
Laura menceritakan tentang semua yang dia ingat pada pak Adrian,
"Baiklah kalau begitu,sekarang lebih baik kita fokus dulu pada keselamatan pak Roni dan keluarganya"
Ucap pak Adrian mengakhiri pembicaraan tentang Mr Agatha dan pak Wiranto,
Pak Adrian pun tidak menyangka bahwa atasan yang selalu dia hormati ternyata sosok kriminal yang bersembunyi di balik seragamnya,
Pak Adrian berbagi tugas dengan Laura,
Dia menyuruh Laura untuk tetap mengawasi gerak gerik pak roni,sementara dirinya akan mengawasi pak William dengan semua taktik yang akan dia rencanakan sebelumnya,
Laura pun paham dan menuruti perintah pak Adrian,
Kini kerinduan Laura sedikit terobati karena bisa melihat foto sahabat kecilnya, meski hanya bertemu foto nya,itu membuat Laura bahagia berharap dirinya akan bisa bertemu dengan Zack yang sebenarnya,
"Nyah kenapa hatiku mengatakan kau masih hidup dan ada di sekitarku Zack"
Ucap hati Laura lirih,
Pak adrian bersama Laura kini mulai mencari data lengkap tentang pak William dan keluarganya,
Pak Adrian menunjukan foto keluarga pak William,disana ada pak Roni bersama adik pak William yang kini menjadi istrinya,
Laura terkejut dan menyuruh pak Adrian untuk memperbesar fotonya,
__ADS_1
"Jadi ternyata pak Roni adalah aduk ipar pak William,itu sebabnya pak William menyuruh pak Roni untuk di bebaskan saat itu juga pak"
Dengan nada terkejut Laura menjelaskan pada pak Adrian,
Pak Adrian semakin yakin bahwa pak William bukan orang baik-baik,dia menyebutkan pada Laura bahwa mungkin ini kasus pertama kita melawan atasan kita sendiri,jadi mereka tidak boleh gegabah menghadapinya,melihat anak buah dan ajudannya begitu banyak dan setia pada pak William,
"Baiklah Laura,kita harus tetap tenang seakan kita tidak pernah tahu apa-apa tentang pak william,kita harus pastikan keselamatan anak dan istrinya pak Roni terlebih dahulu,setelah mereka di rasa aman,baru kita lancarkan rencana kita"
Pesan pak Adrian pada Laura,
***
Zack yang kini sudah kembali ke kosannya mulai menghidupkan kamera dan alat perekam yang telah dia pasang di kamar pak Wiranto,
Bersama Dwiki dia mulai mengamati semua nya,
Dwiki bertanya bagaimana pertemuannya tadi dengan pak Wiranto,Dwiki berharap ada petunjuk atas kematian yang menimpa orangtua sahabatnya itu,
Zack menceritakan semua yang terjadi padanya dengan pak Wiranto tadi,tentang kondisi pak Wiranto yang tidak bisa bicara,tentang semua tentang kode rahasia militernya dan semua pertanyaan yang telah Zack tanyakan pada pak Wiranto,
Dia pun mengeluarkan obat yang dia bawa tadi dari kamar pak Wiranto,
"Kita harus memastikan obat ini,apakah ini memang obat untuk pak Wiranto,atau malah sebaliknya?"
Ucap Zack pada Dwiki,
"Jika sudah selesai nanti aku kabari kalian kembali oke?"
Jawab sang apoteker,
3 pil obat itupun di bawa oleh sang apoteker untuk di periksa kejelasannya,
Sambil menunggu hasilnya keluar Zack dan Dwiki kini mengaktifkan kembali kamera tersembunyi nya,
Terlihat pak Wiranto sedang duduk di kursi rodanya,kemudian suster Amanda datang dan menyuruh pak Wiranto untuk makan obat,namun pak Wiranto menolak dan memuntahkan obat tersebut,seketika semua itu membuat suster Amanda marah dan menampar pak Wiranto dengan keras,
Zack dan Dwiki sedih dan tak kuasa melihatnya,
"Astaga"
Ucap Dwiki dan Zack terkejut melihat pemandangan menyayat hati itu,
Zack menyebutkan sepertinya pak Wiranto mengetahui sesuatu,namun dia di paksa tidak bisa bicara agar semuanya tidak terbongkar,Dwiki pun memberi saran pada Zack agar kembali menemuinya dan menolongnya,
__ADS_1
Biar nanti kita cari alasan lain agar bisa kembali ke rumah itu,
Mengingat semua itu,Zack jadi teringat pada pesan pak Anwar untuk memberitahu keadaan pak Wiranto,jika dirinya berhasil menemui pak Wiranto,
Zack pun coba menghubungi pak Anwar dan mengajaknya bertemu di sebuah cafe,
"Maaf Zack,sepertinya kali ini aku tidak bisa menemanimu,ayahku sudah memanggilku untuk persiapan acara besok di kampus"
Dwiki tidak bisa menemaninya bertemu dengan pak anwar,Zack pun tak keberatan dan mempersilahkan sahabatnya itu cepat pulang dan kembali pada ayah kesayangannya,
"Baiklah,terimakasih kau selalu membantuku selama ini"
Ucap Zack pada Dwiki,
Dwiki menepis ucapannya dan menyuruh Zack tidak usah berterimakasih padanya,sudah tugasnya membantu Zack,
"Kau tenang saja Zack,aku akan selalu mendukungmu"
Jawab Dwiki sambil menepuk pundaknya,
Dwiki pun berlalu meninggalkan Zack,
"Jika kau butuh bantuan ku,kau jangan sungkan untuk menghubungiku oke"
Teriak Dwiki sambil masuk ke dalam mobilnya,
Zack pun tersenyum ke arah Dwiki,mengingat Dwiki selalu membantunya selama ini,dia pun jadi teringat pada Markus,dan sahabatnya dari India Gautam,
4 sekawan yang selalu bersama-sama saat pelatihan militer dulu,
"Bagaimana dengan Markus,aku belum sempat mencari tentang dirinya,aku juga belum sempat menghubungi Mada,apa dia baik-baik saja?semoga Mada selalu dalam keadaan baik"
Pikir Zack,dia pun bergegas untuk menemui pak Anwar di cafe yang sudah di janjikan,
Disana pak Anwar sudah menunggu Zack,dia seperti tidak sabar menunggu kabar tentang pak Wiranto dari Zack, hingga saat Zack tiba,dia langsung menarik lengan Zack untuk cepat memberitahu keadaan pak Wiranto padanya,
"Bagaimana keadaannya sekarang?apa beliau baik-baik saja?"
Tanya pak Anwar terlihat cemas,
Zack pun duduk dan memulai pembicaraan dengan pak Anwar dengan serius,
Sebelum Zack memberitahu keadaan pak Wiranto,Zack banyak bertanya tentang pak Wiranto sebelumnya, Zack menanyakan apakah pak Wiranto mempunyai seorang musuh?dan siapakah musuhnya?
__ADS_1
Pak Anwar tertunduk seakan berpikir, pak Anwar tidak terlalu tahu siapa orang yang menjadi musuh pak Wiranto karena setahu nya meskipun pak Wiranto seorang kepala polisi dia tidak mempunyai seorang musuh,
Ya mungkin yang benci ada,namanya juga polisi,pasti oknum nakal atau jahat membenci mereka dengan semua pekerjaannya,